Nimbrung di kegiatan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018

0
332
prudential indonesia chairman's challenge kampung mulyasari featured image - kadungcampur

Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018 – Beberapa waktu lalu saya bersama teman-teman blogger lainnya – Mba Diah Woro, Amel, dan Riza – sempat diajak untuk ikutan rangkaian kegiatan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018. Sebenarnya kegiatan Chairman’s Challenge udah di ujung kegiatan, karena saat itu lebih ke kegiatan penutupan dari Chairman’s Challenge ini. Lokasi kegiatannya ga begitu jauh kok, karena masih bisa dijangkau dari ibu kota DKI Jakarta.

Sebelum nyeritain lebih lanjut tentang kegiatannya, udah pada taukah tentang Prudential Indonesia Chairman’s Challenge ini?

Sekilas mengenai Prudential Indonesia Chairman’s Challenge

Seperti yang kita ketahui, Prudential itu asalnya dari Inggris, dan sudah sejak 2006, chairman atau bahasa Indonesianya: ketua/kepala/presiden dari Prudential menantang Prudential di setiap negara untuk ikutan chairman’s challenge. Challenge yang diberikan termasuk bagian dari kegiatan Community Investment Prudential atau kegiatan yang bisa memberikan dampak positif ke masyarakat di negara mana Prudential berada.

bangun desa bangun indonesia tema prudential indonesia chairman's challenge 2018 - kadungcampur
Tema Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018: Bangun Desa, Bangun Indonesia 

Lalu, siapa ajakah yang bisa ikut serta di kegiatan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018 ini? Tentunya setiap karyawan dari Prudential bisa ikut serta secara sukarela atau menjadi volunteer di kegiatan ini. Tapi ketika mereka udah commit jadi volunteer di kegiatan ini, mereka ga bisa pakai jam kantor lho. Makanya para volunteer ini rela menggunakan waktu weekend mereka untuk ikutan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018 ini.

Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018 berlangsung dari tanggal 6 Oktober 2018 – 3 November 2018. Kenapa bisa sebulanan kegiatannya? Ya, karena hanya bisa berlangsung di luar jam kantor, makanya hanya bisa dilakukan setiap weekend alias hari Sabtu.

kampung mulyasari 6 prudential indonesia chairman's challenge pruvolunteers - kadungcampur
Ini sebagian PRUvolunteers yang datang ke acara penutupan 🙂 

Konsep yang diangkat tahun ini adalah ‘Bangun Desa, Bangun Indonesia,’ dan memilih Kampung Mulyasari yang terletak di Kecamatan Sukamakmur, Bogor, untuk menjadi tempat dilakukannya kegiatan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018 ini.

Siapa aja yang diajak bekerja sama dengan Prudential Indonesia?

Di kegiatan ini, Prudential Indonesia bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Prestasi Junior Indonesia (PJI). PJI udah beberapa kali menjadi partner Prudential Indonesia, termasuk saat peluncuran program Community Investment Prudential terbaru yang bernama East Indonesia Empowerment programme.

prudential indonesia chairman's challenge kolaborasi ipb - kadungcampur
Prudential Indonesia juga bekerja sama dengan IPB (tengah) yang memang tau soal masalah pertanian

PJI dirasa pas untuk menjadi partner Prudential Indonesia, karena memang PJI memiliki misi untuk mempersiapkan generasi muda dalam hal kewirausahaan, literasi keuangan, dan juga menjadi SDM yang siap dan tangguh untuk terjun di lapangan. Ini memang sesuai dengan salah satu pilar Community Investment Prudential, terutama di bidang pendidikan, yaitu untuk meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat, terutama pada anak-anak, perempuan dan masyarakat berpenghasilan rendah.

kampung mulyasari 5 chairman's challenge volunteers prestasi junior indonesia - kadungcampur
Prudential Indonesia juga bekerja sama dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) 

Partner berikutnya yang diajak bekerja sama dengan Prudential Indonesia adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), serta Pemerintah Kabupaten Bogor.

Kenapa pilih Kampung Mulyasari?

Sebagai orang kota, menuju Kampung Mulyasari benar-benar memberikan pemandangan yang cakep-cakep, termasuk pemandangan sawah-sawah, perbukitan, dan lembah. Bahkan kendaraan kami sempat ketinggalan rombongan dan nyasar karena keasikan ambil gambar pemandangan sekitar haha.

perjalanan menuju kampung mulyasari 1 - kadungcampur
Menuju kampung Mulyasari dari arah Sentul 

Untuk mencapai Kampung Mulyasari, kami menempuh sekitar 2 jam perjalanan, karena selain agak sedikit nyasar, kendaraan kami harus beberapa kali berhenti untuk bergantian dengan kendaraan dari arah sebaliknya. Saya kurang ingat, sepertinya karena keterbatasan jalan.

perjalanan menuju kampung mulyasari 2 - kadungcampur
Terkadang jalanan sempit, jadi kudu bergantian 
perjalanan menuju kampung mulyasari 3 hamparan sawah - kadungcampur
Cakep view nya, disuguhi hamparan sawah 🙂 

Memang sih, saat diajak untuk nimbrung dan melihat penutupan dari Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018, saya dan teman blogger lainnya memang udah dikasih tau kalau nanti untuk menuju desa harus hiking sekitar 1 jam-an atau bisa juga naik ojek sih. Kami pikir paling kedua cara ini memang alternatif untuk menuju Kampung Mulyasari. Ternyata pemikiran kami salah sih, karena malah ternyata kedua cara tersebut yang hanya bisa dilakukan untuk menempuh jalur menuju Kampung Mulyasari.

perjalanan menuju kampung mulyasari 4 hiking - kadungcampur
Setelah naik mobil, disambung dengan berjalan kaki alias hiking. Awalnya jalanannya bagus kok. 

Dari tempat parkir menuju jalur ke Kampung Mulyasari, awalnya memang bagus, jalanan berbeton, tapi kemudian berubah menjadi jalanan tanah bercampur bebatuan. Tentunya kalau hujan, jalanan bakalan jadi becek, dan agak licin, ya. Apalagi jalanannya campuran antara jalanan yang datar dan menanjak, karena memang melewati bukit-bukit.

perjalanan menuju kampung mulyasari 5 jalanan tanah - kadungcampur
Kontur jalannya ya naik turun datar sih, karena melewati perbukitan 🙂 

Akses terbatas: naik ojek atau jalan

Di pertengahan perjalanan, lewat beberapa orang dari Kampung Mulyasari yang memang menawarkan jasa ojek saat itu. Saya, Mba Diah, dan Amel memutuskan naik ojek aja, sedangkan Riza mencoba untuk jalan aja. Memang sih, yang namanya jalan dan naik ojek bakalan lebih cepat naik ojek, ya. Tapi ada ‘tapinya’ nih. Ternyata naik ojek jadi agak serem, karena jalanan yang ditempuh ga datar-datar aja.

perjalanan menuju kampung mulyasari 6 naik ojek jalan sempit - kadungcampur
Ini asal jepret aja, karena sambil pegangan belakang motor. Liat sisi kiri saya yaaa haha.

Seperti yang tadi saya bilang, jalanannya campuran tanah dan bebatuan. Bayangin aja kalau udah licin terus naik motor, gimana rasanya, apalagi kalau jalannya bebatuan. Rasanya saya beberapa kali mental-mental dari tempat duduknya saat ngelewatin bebatuan. Dan perasaan deg-degan pun melanda ketika jalanannya menanjak dicampur lagi-lagi tanah dan bebatuan. Si abang maneuver setang motornya kanan-kiri mencari sisi yang pas buat nanjak. Pastinya si abang udah biasa ya, lah saya yang jarang ngelewatin jalur itu pastinya deg-degan hehe.

Pas lagi tanjakan, sambil megang motor bagian belakang, badan saya condong ke depan. Pas turunan, saya tetep megang motor bagian belakang, sembari berdoa, badan saya ga merosot ke depan haha. Walau akhirnya tetep merosot, sampai si abang ojeknya dorong saya ke belakang pake pantatnya 😀

perjalanan menuju kampung mulyasari 7 jalan berbatu - kadungcampur
Kalau ngeliat ke bagian nun jauh di depan, keliatan kan ya ada jalanan kecil. Nah ini kalau naik ojek. Kalau kamu jalan, bisa juga naikin bukit di depan.

Kalau kita memutuskan untuk jalan, di satu bagian, bisa melintasi sebuah bukit dengan naik ke atas bukitnya. Karena itu cukup terjal ke atas, tentunya ga mungkin motor ikutan naik, jadinya kami harus memutari si bukit. Dan jalurnya pun ga lebar-lebar amat, dan sampingnya udah jurang. Wakwawww! Bakal ngeri kuadrat kalau misalnya hujan dan ngelewatin jalur ini.

Rasanya bagi saya yang anak kota, melewati jalur ini dengan naik ojek, bakal memberikan ungkapan ‘Seru!’ ‘Asik!’ dan sebagainya, tapi bagi penduduk kampung ini, mereka sehari-hari harus kudu melewati jalur ini untuk ke kampung sebelah. Katanya sih ada jalur satu lagi, tapi sayangnya cukup terjal kalau naik motor.

Kampung Mulyasari termasuk kampung terisolir

Mba Diah sempat bilang kalau kode pos nya dengan daerah tempat tinggalnya hanya beda satu angka aja, tapi perbedaannya cukup mencolok. Sempat kami tanyakan bagaimana kalau misalnya ada yang mau melahirkan? Bagaimana mereka harus melewati jalur yang kurang ramah ini? Kata salah satu abang ojek yang ditanya, katanya terkadang ditandu rame-rame. Abang ojek saya juga sempat cerita kalau jalur seperti itu udah sering dia lewati sambil membonceng keluarganya.

kampung mulyasari 1 pesantren - kadungcampur
Akhirnya sampai juga di Kampung Mulyasari 

Perbedaan pun juga terlihat dari sinyal telpon yang kami pakai. Sinyal dari telco provider terbesar Indonesia, ga ada yang sampe di sini. Kami pun ga sempat untuk update Insta stories di sini.

Kalau saya baca data dari artikel di Antaranews.com, Kampung Mulyasari memiliki jumlah penduduk 250 orang, yang menempati 43 rumah, dan terdapat 1 masjid, 1 sekolah setingkat MI (SD), 1 MCK dengan 4 bilik, dan mata pencahariannya sebagai petani kopi dan pekerja kasar (data disampaikan oleh Ibu Nini Sumohandoyo – Corporate Communications and Sharia Director of Prudential Indonesia). Melihat data ini, jadi tau saya kenapa kampung ini juga dikenal dengan nama Kampung Putus Sekolah 🙁

Kegiatan apa aja yang dilakukan Prudential Indonesia?

Selama lima minggu apa aja yang sudah dikerjakan oleh Prudential Indonesia? Secara singkat, berikut kegiatan yang udah berlangsung di Kampung Mulyasari:

  • Memberikan pelajaran finansial untuk anak-anak.
  • Berdiskusi dengan petani kopi untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi
  • Memberikan penyuluhan menanam tanaman herbal untuk keperluan pengobatan masyarakat setempat
  • Memberikan solar panel sebagai sumber energi alternatif
  • Membuat MCK.
kampung mulyasari 4 prudential indonesia nini sumohandoyo - kadungcampur
Kegiatan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018 di Kampung Mulyasari

Penggunaan solar panel sebagai sumber energi alternatif

Membaca solar panel, memang sih ini salah satu solusi yang bisa digunakan, untuk mengatasi minimnya listrik di kampung ini. Rasanya memang kurang cukup ya, apalagi kalau seharian mendung ya, tapi tentunya ini lebih baik daripada kurang pencahayaan, baik di luar maupun di dalam rumah. Kalau di luar rumah, saya jadi teringat beberapa tiang lampu udah berdiri, yang mana di atasnya terdapat solar panel.

kampung mulyasari 2 lampu dengan solar panel - kadungcampur
Penerangan di Kampung Mulyasari dibantu dengan tenaga surya 

Berdiskusi dengan petani kopi untuk meningkatkan produktivitas tanaman kopi

Lalu mata pencaharian sebagai petani kopi juga mendapat perhatian dari Prudential Indonesia dan partner lainnya. Para petani di Kampung Mulyasari ini belajar semuanya secara otodidak. Mungkin benar, mungkin ada yang salah. Makanya kolaborasi dengan IPB menjadi penting, karena petani bisa belajar cara menanam yang benar. Bahkan nanti para petani juga diajari, bagaimana mengemas secara baik biji kopi yang merupakan hasil panennya. Sepertinya kemasan yang baik bisa jadi salah satu faktor untuk menarik minat orang, ‘kan?

kampung mulyasari 8 tanaman sayuran alternatif tanaman kopi - kadungcampur
Diajari menanam sayuran juga sebagai alternatif kopi 

Nah, kalau menanam kopi, tentunya ga bisa panen setiap bulan toh? Paling kira-kira sekitar satu tahun sekali, baru bisa panen. Lalu selanjutnya ngapain dong para petani ini? Itulah kenapa diberikan masukan untuk mulai menanam tanaman herbal dan juga sayuran. Kalau sayuran mungkin bisa dikonsumsi sendiri, ya. Kalau herbal kan bisa juga dijual di luaran. Sebagai pecinta beras kencur, saya juga beli lho hehehe.

Memberikan pelajaran finansial

Oh iya, memberikan pelajaran finansial juga menjadi hal penting, dimulai dari anak-anak dan orang tua. Orang tua yang berprofesi sebagai petani, perlu tahu pelajaran finansial dasar, agar nanti uang hasil panen bisa dikelola dengan baik. Bisa aja uangnya dibelikan benih untuk proses penanaman selanjutnya, dan tentunya dibagi-bagi pendapatannya agar bisa untuk biaya hidup juga hingga beberapa waktu ke depan.

kampung mulyasari 7 chairmans challeng'e prudential indonesia pesantren laki dan perempuan - kadungcampur
Prudential Indonesia juga ikut membantu membangun pesantren pria (yang sedang dibuka pintunya) dan perempuan (di gambar yang di belakang pesantren pria). Untuk yang pesantren perempuan, Prudential Indonesia hanya melanjutkan pembangunannya.

Harapan ke depannya dari kegiatan ini?

Kegiatan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018 memang udah selesai, tapi tentunya apa yang udah dilakukan harus bisa berkelanjutan dan ga hanya berhenti sampai di situ aja. Makanya nanti perkembangan dari Kampung Mulyasari terutama para petaninya, akan dimonitor setiap tiga bulan sekali hingga satu tahun ke depan oleh PJI dan IPB. Semoga nanti Kampung Mulyasari bisa lebih mandiri, dan bisa menularkan ilmu yang didapat ke kampung-kampung lain.

Untuk tau lebih banyak lagi tentang CSR Prudential Indonesia, kamu bisa langsung cek blog post saya tentang: Community Investment Prudential Indonesia

See you at Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2019! ?

indonesian lifestyle blogger diah woro kurnia amelia riza firli timo wp - kadungcampur
See you at Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2019 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here