Yuk, kita Liburan ke Jepang!

28
1139

Liburan ke Jepang?

Belum pernah sih, dan mau banget, apalagi misalnya ke sana bisa sekalian melihat salju, kalau misalnya musimnya pas ya.

Tapi antara ketemu salju atau pun tidak, saya tetap ingin ke Jepang.

Coba kalau seandainya saya ke Jepang, kira – kira mau ke mana saja ya — selain ke Tokyo :D?

Untuk blog post ini, saya membaginya di dua area saja, yakni di Prefektur Toyama dan Prefektur Hokkaido.

Prefektur Toyama

Gassyo-Style House

Duh, memang apa bagusnya ya sebuah rumah? Masa wisata ke Jepang tapi malah melihat rumah saja.

Tunggu dulu.

Rumah bergaya Gassho-zukuri di Shirakawa-go ini ternyata termasuk di dalam warisan peninggalan budaya UNESCO sejak Desember 1995. Rumah – rumah yang beratapkan jerami ini, ternyata sudah berumur antara sekitar 100 – 200 tahun lho. Keunikan dari rumah ini adalah bentuk atapnya yang meruncing tinggi seperti sedang mengatukpan kedua telapak tangan.

12294649_781349318660098_3207572694739539629_n-(shirakawa-go)2
Gassyo-Style House di Shirakawa-go

Lalu kenapa mesti meruncing tinggi ya atapnya?

Ternyata atap seperti ini untuk ‘menahan’ hantaman cuaca buruk, terutama karena daerah ini memiliki curah salju yang bisa dibilang tinggi.

Selain mengagumi rumah tradisional ini, ternyata kita bisa juga menginap di rumah tradisional ini. Memang tidak semewah seperti hotel – hotel pada umumnya, karena tujuan menginap di sini, agar kita dapat merasakan hidup ala keluarga Jepang yang masih tradisional, termasuk tidur menggunakan futon – ‘tempat tidur’ Jepang secara tradisional, yang digelar di atas tikar tatami.

Tateyama Kurobe Alpine Route

Pernah tidak melihat foto jalanan yang terletak di antara dindingsalju tinggi?

Saya sudah sering kali melihat foto – foto seperti itu, dan ternyata itu merupakan salah satu tempat wisata kalau kita pergi ke Tateyama Kurobe Alpine Route itu. Dinding salju itu bernama Yuki-no-otani, dan dinding salju tersebut tingginya bisa mencapai sekitar 20 meter!

Kenapa bisa tinggi seperti ini?

Ternyata daerah Tateyama merupakan daerah dengan curah salju tertinggi di dunia.

kurobe-alpine
Snow wall atau Yuki-no-otani

Sebenarnya yang membuat menarik dari rute ini tidak hanya untuk melihat si dinding salju ini, tetapi moda transportasi yang digunakan untuk melintasi rute ini pun sangat menarik, karena kita bisa menggunakan bermacam – macam moda transportasi, mulai dari kereta, cable car (termasuk cable car Tateyama Ropeway yang sangat unik, di mana tidak memakai penyangga di tengah – tengah lintasan kabelnya), dan bis (termasuk trolley bus yang memiliki jalur memasuki terowongan).

Kenapa kita harus menggunakan banyak jenis transportasi ya?

Karena rute yang melewati bagian utara pegunungan Alpen Jepang (Northern Japan Alps), yang menghubungkan kota Toyama di Prefektur Toyama dan kota Omachi di Prefektur Nagano ini, memiliki perubahan ketinggian hingga 2.400 meter! Bisa dibayangkan juga, pemandangan yang akan kita lihat selama perjalanan ini yang memakan waktu antara 7 – 9 jam. Pasti menakjubkan dan sangat indah!

Rute ini mulai dibuka mulai dari pertengahan bulan April hingga akhir November, dikarenakan pada bulan Desember hingga pertengahan April, akses ke rute ini tidak bisa dilalui.

Kurobe Gorge Railway

Masih di Toyama, ada satu lagi tempat yang ingin saya kunjungi. Namanya Ngarai Kurobe yang dilalui sungai Kurobe masih di bagian utara pegunungan Alpen Jepang.

11156386_347749555413544_6738279198297304721_n kurobe (now)
Kurobe Gorge Railway

Kenapa ini patut dikunjungi, karena kita menggunakan kereta api untuk melalu ngarai ini, yang bisa dikatakan salah satu ngarai terdalam di Jepang yang memiliki tebing – tebing yang terjal.

Memang kereta api ini sebenarnya tidak digunakan untuk pariwisata pada saat dibuat, tapi digunakan untuk mengangkut material untuk pembangan Kurobe Dam. Karena pembangunan dam-nya sudah selesai pada tahun 1963, maka sekarang kereta api tersebut digunakan untuk pariwisata.

Panjang lintasan kereta api ini sekitar 20 km dan ditempuh dalam waktu sekitar 80 menit.

Sepanjang perjalanan kereta ini, kita bakal melewati begitu banyak jembatan dan terowongan, serta tentunya pemandangan alam yang sungguh indah. Selain itu, dalam perjalanan, kereta api ini akan melintasi 3 stasiun, yakni Unazuki, Kuronagi, Kanetsuri, dan Keyakidaira. Nah, kalau kita mau, kita bisa juga turun di stasiun – stasiun ini untuk lebih mengeksplorasi daerah tersebut, karena di area stasiun juga ada terdapat museum, pemandian air panas, dan banyak hal lainnya.

Kereta api ini beroperasi dari pertengahan April hingga November, dan biasanya akan dikunjungi banyak wisatawan pada musim gugur.

Prefektur Hokkaido

Sapporo Snow Festival

Sapporo yang merupakan kota terbesar di Hokkaido, suka mengadakan Sapporo Snow Festival di setiap awal Febuari yang berlangsung selama 1 minggu. Dan biasanya, yang berkunjung ke Sapporo pada saat festival diadakan, bisa mencapai 2 juta orang!

Lalu, apa aja yang bisa dilihat di Sapporo Snow Festival?

sapporo_snowfest2
Sapporo Snow Festival

Biasanya kita suka lihat ukiran es di mana?

Kalau saya biasanya di pernikahan orang – orang yang suka memajang ukiran es berupa inisial nama kedua mempelai haha.

Kalau di sini tentunya yang dipajang pastinya lebih bagus, berseni, dan menarik, bahkan ada patung es yang berukuran besar dengan lebar mencapai 25 meter!

Festival ini digelar di 3 tempat sekaligus, yakni di Odori (tepatnya di Odori Park), Susukino, dan Tsu Dome. Kalau Odori dan Susukino lebih menampilkan pertunjukan ukiran es, lain halnya dengan Tsu Dome. Area Tsu Dome lebih seperti area bermain, karena ada seluncuran yang terbuat dari salju, dan snow rafting juga.

Sebenarnya, selain Sapporo New Festival, ada banyak tempat wisata lainnya, seperti, Sapporo Beer Museum, Mount Moiwa, dan Clock Tower.

Sembari kita berkunjung ke Sapporo Snow Festival, kita juga bisa mencicipi makanan khas asal Sapporo, yaitu kepiting!

Siapa penggemar kepiting?

Kalau kalian ke Sapporo, jangan lupa mencicipi kepiting. Kalian pasti dijamin puas, karena ukurannya sangat besar! Makanya dinamakan King Crab. Jangan – jangan nanti kalian tidak habis lagi kalau mencicipi satu king crab sendirian hehe.

10339740_284299145091919_6190244138869224467_n
Kepiting sebagai salah satu makanan yang harus dicoba ketika berkunjung ke Sapporo

Setelah selesai makan kepiting, mungkin kita langsung mencicipi kudapan terkenal di Sapporo yang biasanya juga dibawa sebagai souvenir, namanya Shiroi Koibito. Snack ringan ini terdiri dari 2 buah cookies yang terbuat dari mentega dengan coklat putih di tengah – tengahnya. Ternyata snack ini sudah terkenal selama lebih dari 30 tahun lho, dan ini kita bisa dapatkan ketika kita berkunjung di Sapporo Chocolate Factory.

shiroi-koibito
Shiroi koibito, merupakan snack khas Sapporo

Fort Goryokaku

Fort? Benteng? Apa menariknya dari sebuah benteng?

Fort Goryokaku, yang terletak di kota Hakodate, merupakan sebuah benteng yang didirikan sebagai pertahanan dari ancaman imperialism barat yang didirikan sekitar 150 tahun yang lalu.

Yang menarik dari Fort Goryokaku adalah bentuknya yang seperti bintang yang dikelilingi oleh parit. Dengan berbentuk seperti bintang, maka benteng ini dapat menaruh banyak senjata termasuk meriam yang dapat menjangkau segala sisi.

Goryokaku-2
Fort Goryokaku

Memang, ketika kita masuk ke dalam bentengnya, sepertinya tidak bisa terlihat kalau bentuknya seperti bintang ya. Namun, kita bisa melihatnya dengan memasuki observation deck di Goryokaku Tower yang memiliki tinggi 107 meter.

Selain itu, ternyata di sekitar paritnya ditanami sebanyak 1.600 pohon ceri Jepang. Jadi kalau kita ke sana pada saat musim semi, kita akan melihat banyak bunga sakura yang bermekaran, dan akan sangat bagus jika dilihat dari Menara Goryokaku.

Mau jalan sendiri atau pakai travel agent?

Tentunya selain kelima tempat di atas, masih banyak lagi tempat – tempat wisata yang bisa dikunjungi. Mungkin saja saking banyaknya, kita bakal bingung dalam memilih, karena semuanya tampak indah di mata. Daripada bingung, kita bisa meminta bantuan HIS Travel Indonesia  – sebuah agensi travel asal Jepang, yang menyediakan layanan individual maupun group tour dengan tujuan perjalanan, tidak hanya internasional, maupun juga domestic, serta berbagai produk guna memudahkan wisata kita semua.

Selain itu HIS sudah berkolaborasi dengan ANA (All Nippon Airways) dengan nama HAnavi, yang dirancang khusus untuk wisatawan asing yang datang ke Jepang, dengan menyediakan paket tiket penerbangan domestik (dengan keberangkatan dari Tokyo atau Osaka) dan hotel dengan harga yang MURAH MERIAH.

Contohnya saja untuk menuju Gassyo-Style House di Toyama, sebenarnya terdapat beberapa akses transportasi, misalnya dengan menyetir sendiri yang bisa ditempuh dalam waktu 2,5 – 6 jam, perpaduan antara menggunakan kereta Shinkansen dan bis yang memakan waktu antara 4 – 5 jam, atau tentunya menggunakan pesawat seperti ANA (All Nippon Airways) dari Haneda Airport di Tokyo yang hanya memakan waktu sekitar 1 jam lebih.

Lebih menyenangkan tentunya dengan menggunakan paket dari HAnavi di mana kita hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk mencapai tujuan. Dengan ini, berarti kita bisa menggunakan waktu lebih banyak untuk mengeksplorasi daerah tersebut, kan?

Yuk, mari kita liburan ke Jepang!

(Semua gambar diambil dari website HIS Travel Indonesia dan juga dari Facebook Page His Travel Indonesia)

28 KOMENTAR

  1. Tahun lalu waktu temen sebelah cubicle berangkat ke Jepang, diriku pernah bilang kalau mau mengunjunginya. Sampai udah setahun, rencana itu tinggal rencana.

    Dari dulu penasaran sama Gassyo-Style House di Shirakawa-go. Gara2nya foto di kalender. Norak ya hehehe :'(

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here