Jangan terlambat buat proteksi diri, yuk!

2
149
jangan telat proteksi diri - kadungcampur

Jangan terlambat buat proteksi diri, yuk! – Di blog post sebelumnya, saya sempet ceritain bagaimana gaya hidup bisa menggerus isi dari dompet dan tabungan, mulai dari sering jalan-jalan tanpa mengukur isi dompet, sering nongkrong di café, dan lain-lainnya deh. Padahal sebenarnya kalau keuangan dikelola dengan baik, so pasti akan dikasih lebih banyak di kemudian hari untuk masa depan yang lebih oke hehe.

(Baca juga: Ketika besar pasak daripada dompet melanda)

Demi masa depan yang lebih oke, mau ga mau harus bisa berubah, karena siapa lagi yang bisa mengubah diri, kalau bukan kita sendiri. Mulai deh, dari hal yang simpel, nyatetin pengeluaran harian, mulai telaten untuk misahin uang berdasarkan pos-pos yang diperlukan, dan tentunya cari-cari peluang untuk nambah pundi-pundi. Ngomong-ngomong soal ‘pos’, yang saya maksud adalah buat rekening tabungan beberapa, biar ga kecampur-campur hehe. Seperti dulu saya pernah tuh, uang yang buat bayar kartu kredit malah buat beli TV dan macem-macem, alhasil utang kartu kreditnya malah numpuk hahaha.

Pos-pos alias rekening tabungan itu tentunya udah saya beda-bedakan tujuannya, mulai dari yang buat sehari-hari, buat dana tabungan alias darurat, buat kartu kredit, dan satunya buat investasi. Nah, kalau ngomongin soal investasi tuh berarti kita bisa bilang untuk jangka panjang, salah satunya saat kita pensiun. Karena penting banget untuk proteksi diri sendiri, ga hanya saat sekarang, tapi untuk di masa depan juga.

Proteksi diri di masa sekarang

Proteksi diri sendiri di masa sekarang itu ya termasuk dengan asuransi, baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Kenapa perlu asuransi kesehatan, ya karena biaya kalau udah sakit tuh mahal ya, apalagi kalau sampai rawat inap dan terkena penyakit kritis. Lalu kalau asuransi jiwa, misalnya belum punya tanggungan, kan bisa aja nanti dialihkan ke kerabat terdekat seperti kakak atau adik kandung maupun orang tua, ya. Uang yang didapat, bisa digunakan untuk biaya pemakaman, dan sebagainya.

Dulu waktu saya masih ngantor, seneng banget kalau di-cover asuransi, karena sampai gigi dan kaca mata pun di-cover hehe. Kalau saya ngecek sekarang harga scaling di klinik gigi aja udah ratusan ribu, apalagi kaca mata yang bagus juga bisa sampai jutaan haha. Beruntunglah yang mendapat asuransi kesehatan dari kantor hehe. Kalau ga, ya kita harus cari sendiri deh.

penjelasan asuransi himawan purnama avp head product prudential indonesia - kadungcampur
Pak Himawan Purnama (AVP Head Product Prudential Indonesia) sedang menjelaskan apa itu asuransi 

Oh iya, ngomong-ngomong tau ga, sebenarnya definisi ‘Asuransi’ itu apa?

Mungkin kita pernah dengar istilah ‘mengalihkan risiko,’ benar juga sih, karena kita ‘mengalihkan’ risiko kita ke perusahaan asuransi. Untuk lebih tepatnya, kita cek definisi ‘asuransi’ berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘asuransi’, ya:

‘Perjanjian antara dua pihak, pihak yang satu berkewajiban membayar iuran dan pihak yang lain berkewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang dibuat.’

Iuran di sini yang sudah sering kita kenal sebagai ‘premi’, dan jaminan di sini maksudnya ‘uang pertanggungan.’ Jadi besaran uang pertanggungan, tentunya bergantung besaran preminya juga.

Kalau ngomongin asuransi, dari segi jenisnya, memang ada dua macam jenis asuransi, ya, seperti asuransi umum, dan asuransi jiwa. Kalau asuransi umum tuh lebih ke produk asuransi yang melindungi aset kita, misalnya untuk rumah, kendaraan, dan lainnya. Nah, kalau asuransi jiwa, tentulah digunakan untuk melindungi perorangan ya, lebih tepatnya melindungi ‘nilai’ kita.

(Baca juga: Apakah kamu sudah memiliki asuransi?)

Proteksi diri di masa yang akan datang

Proteksi diri di sini maksud saya lebih ngomongin ke persiapan untuk masa depan sih. Tentunya kita semua punya impian untuk masa depan kita seperti apa. Misalnya aja seperti yang udah saya sebut di atas, yaitu pensiun. Seberapa siapkah kita menghadapi masa pensiun? Emang pensiun butuh persiapan? Butuh, biar nanti ga sengsara. Pastinya kita mau dong, pas pensiun, hidupnya santai, ga khawatir akan biaya hidup hehe.

Mungkin kalau ngomongin pensiun, agak kejauhan mikirnya hehe. Bagaimana kalau misalnya mau jalan-jalan ke Taiwan tahun depan? Lebih enak ada persiapan dong ya dari sekarang, mumpung masih jauh, jadi biar pas di sana kita bisa enjoy, ga mikirin tagihan kartu kredit yang harus kita bayar, akibat persiapan kurang matang hehe.

irvan ferdiawan avp head of investment prudential indonesia - kadungcampur
Pak Irvan Ferdiawan sang AVP Head of Investment Prudential Indonesia sedang menjelaskan mengenai jenis-jenis investasi

Persiapan-persiapan seperti ini lah yang saya maksud, yang bisa digunakan untuk proteksi diri, terutama dompet kita akibat kurang siapnya kita dalam mengatur keuangan. Kalau sampai persiapan kurang, bisa aja nanti timbul tagihan sana-sini, gali lubang tutup lubang, alhasil malah bikin stress bekerpanjangan

Tentunya investasi yang dibutuhkan untuk pensiun dengan investasi untuk persiapan jalan-jalan tahun depan bisa aja berbeda. Tergantung dari kitanya, karena di investasi tuh mengenal adanya risk-return serta jenis investasi.

Hubungan risk dan return investasi

Kalau dilihat dari risk and return, tentunya semakin tinggi risiko investasi tersebut, berarti semakin tinggi pula return atau imbalan yang akan kita dapatkan. Tapi ya balik lagi ke diri kita masing-masing, kuat ga menerima risikonya hehe. Risiko di sini maksudnya adalah kemungkinan nilai investasi kita berkurang karena berbagai faktor. Makanya di setiap kita mau investasi, kita akan diminta untuk mengisi profil risiko. Kalau hasil profil risiko kita konservatif, berarti investasi yang cocok untuk kita adalah yang risikonya rendah, namun dibarengi dengan return yang tidak terlalu tinggi juga.

risk dan return dari investasi - kadungcampur
Di investasi, selain ada return atau imbalan, pasti dibarengi juga dengan risk atau risiko 

Jenis investasi yang tersedia

Investasi ada macam-macam sekarang, mulai dari pasar uang, obligasi, saham, dan lainnya. Ragam investasi ini tentunya memberikan return serta memiliki risiko yang berbeda. Kalau dilihat dari 3 jenis investasi di atas, pasar uang memiliki risiko dan return yang terendah, dibanding dua lainnya. Return-nya mirip deposito sih, tapi lebih tinggi sekitar 1% dibandingkan deposito.

Sedangkan kalau obligasi, untuk obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah relatif aman, ya. Mungkin kamu pernah dengar yang namanya Obligasi Republic Indonesia (ORI) atau Sukuk? Nah, itu contohnya hehe. Jadi yang namanya obligasi, adalah surat utang negara yang biasanya digunakan untuk, contohnya pembangunan infrastruktur. Negara pinjamnya ke mana? Ya ke kita-kita ini penduduk Indonesia hehe. Obligasi atau surat utang, tentunya ga hanya dikeluarkan oleh negara saja, tapi juga oleh perusahaan swasta. Tentunya kamu bisa ikutan, tapi sebelum memutuskan, dibaca dulu profil produknya ya.

Terakhir adalah saham. Saham ini maksudnya adalah saham dari perusahaan-perusahaan di Indonesia yang sudah terdaftar di bursa saham Indonesia Stock Exchange. Ada banyak saham yang bisa dipilih, mulai dari saham dari BUMN, maupun saham perusahaan swasta. Saham inilah yang bisa memberikan kita return yang paling besar di antara ketiganya, tapi tentunya harus waspada juga dengan risikonya. Risiko saham lebih besar dibandingkan ketiganya. Namun, kalau misalnya kita ‘memegang’ saham tersebut dalam jangka panjang, biasanya risikonya akan lebih minimal, dibandingkan memegang saham dalam jangka pendek.

return saham jangka panjang - kadungcampur
Investasi di saham memang cocok untuk jangka panjang, untuk meminimalkan risiko 🙂 

Mana yang bagus di antara ketiganya? Well, ga ada yang paling bagus, dan ga ada yang paling jelek. Semuanya tergantung kebutuhan kita ?

Nah, kalau saya bagaimana? Walau saya termasuk orang yang agak-agak agresif (profil risikonya ya haha), saya lebih memilih untuk menyebar dana saya ke ketiga jenis investasi di atas. Tujuannya apa, ya biar risikonya tersebar juga haha.

Gabungan proteksi diri di masa sekarang dan masa depan

Nah lho gimana caranya? Seperti kopi dan susu yang tercampur menjadi minuman kopi susu, produk asuransi pun bisa bercampur jadi satu bersamaan dengan investasi. Inilah yang kita kenal dengan namanya unit link. Jadi misalnya kita bayar premi secara regular tiap bulan, maka nanti akan dibagi dua porsi nilainya, sekian persen untuk biaya asuransi, kemudian sekian persen untuk investasi. Sudah banyak kok perusahaan yang menjual produk unit link ini, misalnya Prudential Indonesia yang sejak tahun 1999 sudah meluncurkan PRUlink Assurance Account.

Di produk unit link, kita pun bisa memilih jenis investasi apa yang kita inginkan, berapa besaran pertanggungan yang kita inginkan, dan juga tambahan benefit lainnya yang kita inginkan.

Apa pun pilihannya jangan terlambat!

Yes, apa pun pilihanmu, mau investasi produk apa, mau asuransi produk apa, jangan terlambat, karena bisa menyesal. Ada yang bilang, kalau penyesalan selalu datang belakangan, karena kalau datang duluan namanya pendaftaran haha.

Oh iya, ada cerita bagus yang disampaikan oleh Pak Irvan Ferdiawan, AVP Head of Investment – Prudential Indonesia. Ceritanya tentang kisah seorang pemuda yang ingin melamar kekasihnya, dan untuk melamar, dia tentunya harus minta ijin ke orang tua sang gadis.

Dalam proses lamaran, organ tua sang gadis bilang ke sang pemuda, kamu harus bisa menangkap ekor dari salah satu banteng yang akan saya lepas di halaman. Tugas yang enak memang, tapi sang pemuda mengiyakan demi melamar sang gadis.

Orang tua gadis mempunyai 3 banteng dengan ukuran berbeda-beda. Banteng pertama merupakan banteng dewasa berukuran besar dengan tanduk yang kekar! Ternyata sang pemuda malah keder dan ga berkutik ketika sang banteng dilepas di halaman. Untungnya masih ada 2 kali kesempatan lagi.

Saat banteng ke-2 mau dilepas, sang pemuda sempat mengintip kondisi banteng ke-3. Wah ternyata lebih kecil, pasti lebih gampang nangkap ekornya, pikir sang pemuda. Banteng ke-2 pun dibiarkan lewat begitu saja. Dan saat banteng ke-3 dilepas dan dia mau menangkap ekornya, zonk! Ekornya ga ada!! Hahaha, bagaimana mau menangkap ekornya? 😀

Nah, ini sama aja kayak proteksi diri dengan investasi dan asuransi, jangan ditunda-tunda, nanti keburu telat. Lebih awal lebih baik, karena kalau lebih awal, siapa tau nanti pasti dikasih lebih banyak lagi uang yang bisa kita pakai saat pensiun. Yang terpenting, gaya hidup harus disesuaikan dan diubah menjadi lebih baik. Kalau biasanya kita ke coffee shop setiap hari untuk beli segelas es kopi late yang harganya 35-50 ribu, bisa lah ya, kalau dalam 1 minggu hanya mampir ke coffee shop nya dua kali seminggu?

#PastiDikasihLebih

puasa kopi untuk investasi - kadungcampur
Harus bisa mengubah gaya hidup biar uang pensiunnya lebih banyak 😀 

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here