Sekarang sih jamannya non tunai ya, kak!

92
1639
transaksi non tunai -featured-image

Sekarang sih jamannya non tunai ya, kak! – Pernah tidak kamu ketinggalan smartphone? Sekarang, coba kamu bandingkan kalau kamu ketinggalan dompet? Kamu pilih mana? Kalau bisa tidak perlu ketinggalan dua-duanya, ya, haha, tapi kalau di jaman sekarang ya, saya lebih memilih jangan sampai ketinggalan smartphone daripada dompet. Soalnya saya pernah punya pengalaman ketinggalan dompet, padahal sudah di tengah-tengah perjalanan. Mau balik lagi juga kok rasanya malas, ya, tapi saya akhirnya tenang-tenang saja deh, karena saya masih bawa smartphone.

Sekarang untuk urusan transportasi, saya bisa order saja pakai salah satu aplikasi yang sudah saya install di smartphone. Kemudian untuk urusan uang, saya ada aplikasi mobile banking, jadi kalau saya butuh uang, salah satu caranya, saya bisa transfer ke teman saya, dan kemudian saya bisa dapat uang tunai dari teman saya itu. Atau untuk urusan bayar-membayar waktu shopping, sekarang sudah ada yang namanya mobile wallet. Ini semua apa sih ya sebenarnya?

Apa itu sebenarnya transaksi non tunai?

Sebenarnya yang saya sebut di atas sudah termasuk transaksi non tunai. Dari namanya sebenarnya sudah bisa ditebak, yang namanya โ€˜non tunaiโ€™ adalah transaksi yang tidak menggunakan uang tunai. Sebenarnya ini sudah ada sejak lama, ya, dan ternyata, transaksi non tunai pun sudah mulai berkembang. Awalnya hanya kartu debit saja kemudian sekarang sudah banyak aplikasi finansial di smartphone yang bisa kita gunakan untuk transaksi.

Transaksi menggunakan kartu

Kartu debit

Ketika saya membuka rekening tabungan, saya mendapatkan kartu debit yang sudah terhubung ke rekening tabungan saya. Kartu debit ini bisa saya gunakan untuk segala macam transaksi non tunai, baik untuk transfer uang ke rekening lain, pembayaran tagihan, dan transaksi lainnya di ATM. Kartu debit saya bahkan bisa digunakan juga untuk transaksi belanja di pertokoan. Jadi dengan membawa kartu debit saja, sebenarnya sudah mewakili jumlah uang yang ada di tabungan saya.

Kartu kredit

Selain kartu debit, transaksi non tunai menggunakan kartu kemudian mulai berkembang dengan terbitnya kartu kredit. Kartu kredit merupakan salah satu APMK (alias Alat Pembayaran Menggunakan Kartu), yang berupa fasilitas kredit dari bank yang mengeluarkan kartu tersebut. Saya bisa gunakan kartu kredit untuk banyak macam transaksi non tunai. Karena kartu kredit merupakan fasilitas kredit, maka saya harus membayar total tagihan dari setiap transaksi non tunai yang saya gunakan menggunakan kartu kredit setiap bulannya. Keuntungan dari penggunaan kartu kredit adalah banyaknya promo ketika melakukan pembayaran saat belanja. Selain itu tentu karena adanya fasilitas cicilan dari harga produk atau service yang saya bayar.

alat-pembayaran-menggunakan-kartu-kredit-apmk-non-tunai
Kartu kredit merupakan salah satu alat untuk transaksi non tunai

e-money

Masih ingat kartu e-money pertama yang ada? Kartu e-money itu semacam kartu ‘berisi’ uang yang bisa kita gunakan untuk berbagai transaksi. Saya mulai menggunakan kartu e-money ketika saya sering keluar masuk tol dalam perjalanan hehe. Kartu e-money sendiri diterbitkan oleh berbagai perusahaan perbankan, dan bisa digunakan oleh orang yang bukan nasabah dari bank penerbit itu, bahkan juga bisa digunakan oleh orang yang belum mempunyai rekening bank sama sekali. Ini karena untuk melakukan mengisi saldo kartu e-money, bisa dilakukan di beragam mini market yang ada atau setor langsung di kantor cabang bank penerbit kartu e-money, tentunya selain dengan transfer dari rekening bank ya.

kartu-e-money-non-tunai
Salah satu kartu e-money yang ada

Transaksi yang bisa dilakukan dengan kartu e-money bermacam-macam, mulai dari pembayaran tagihan, pembayaran di gerbang tol, pembelian tiket untuk commuter line dan juga Bus Transjakarta. Kalau sudah ada kartu e-money jadinya lebih enak, misalnya mau masuk ke gerbang tol, biasanya yang pembayaran menggunakan e-money memiliki jalur khusus, dan biasanya lebih sepi dari yang pembayaran tunai ๐Ÿ™‚

Transaksi menggunakan koneksi internet

Ketika internet masuk dan merambah peradaban kita, ternyata setiap tahun pengguna internet semakin bertambah, termasuk di Indonesia. Indonesia yang memiliki populasi yang besar ini, baru ada sekitar 40% dari total populasi Indonesia yang menggunakan internet.

non-tunai-perkiraan-pengguna-internet-indonesia
Pengguna internet di Indonesia (F = forecast / perkiraan, source: statista.com)

Untuk mengakses internet pun, sekarang tidak hanya dari komputer / laptop saja, karena juga sudah bisa diakses dengan menggunakan smartphone. Dahulu harga satu smartphone masih mahal, tapi sekarang, harganya sudahย semakin terjangkau. Akhirnya pengguna smartphone di Indonesia juga semakin bertumbuh, dibarengi dengan pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi di sebagian kota besar di Indonesia.

non-tunai-perkiraan-pengguna-smartphone-indonesia
Pengguna smartphone di Indonesia (F = forecast / perkiraan, source: indonesia-investments.com)

Industri perbankan pun mulai memanfaatkan internet untuk menambah layanan perbankan mereka. Mereka mulai memberikan layanan internet banking (atau disebut juga e-banking), dan kemudian mobile banking yang memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi non tunai dan tanpa perlu datang ke bank tersebut.

Setelah mobile banking, kemudian muncullah e-wallet, yang merupakan aplikasi finansial dan ini tidak hanya diterbitkan oleh perusahaan perbankan, namun juga oleh perusahaan telekomunikasi dan perusahaan financial technology juga berlomba-lomba membuat aplikasi e-wallet yang menjadi salah satu aplikasi non tunai di smartphone dan bisa juga dijadikan sebagai penggantiย โ€˜dompetโ€™.

e-banking

Fasilitas e-banking, bisa diakses menggunakan komputer ataupun smartphone. Dengan e-banking, sudah banyak hal yang bisa saya lakukan, tidak hanya sebatas cek saldo, cek mutasi rekening, ataupun transfer antar rekening. Sekarang sudah banyak fitur yang memungkinkan saya melakukan transaksi non tunai lainnya, misalnya adalah pembayaran tagihan, mulai dari tagihan kartu kredit, telepon, layanan TV berbayar, serta transaksi lainnya.

Saat ini juga sudah ada beberapa bank, yang mengijinkan nasabahnya untuk membuat deposito dan berinvestasi melalui e-banking. Tentunya ini lebih aman dan bisa lebih menguntungkan daripada menaruh uang tunai kita di bawah bantal saja. Akhirnya saya mulai sering bertransaksi dengan menggunakan e-banking lebih banyak daripada datang ke bank, bahkan saya jugaย jarang ke ATM hehe.

e-banking-non-tunai
Sekarang sudah bisa berinvestasi melalui e-banking

Mobile banking

Mobile banking atau juga bisa disingkat sebagai m-banking merupakan versi mobile dari e-banking yang bisa diakses dengan menggunakan smartphone. Walaupun mungkin saja fitur m-banking tidak selengkap e-banking, namun menurut saya, mengakses rekening bank dan melakukan transaksi non tunai melalui smartphone lebih praktis dan cepat daripada menggunakan laptop. Apalagi dengan m-banking, saya tetap bisa transfer uang, membayar tagihan kartu kredit, transfer uang, atau top-up pulsaย untuk nomor telepon saya dengan cepat, jadi saya tidak perlu bingung mencari toko pulsa di sekitar saya.

aplikasi-m-banking-non-tunai
Aplikasi m-banking dari berbagai bank yang ada

e-wallet

Seperti yang sudah saya katakan di atas, e-wallet merupakan aplikasi di smartphone yang dibuat untuk memilikiย fungsi seperti dompet. Daripada kamu menaruh sebagian besar uangmu di dompet, mending kamu menaruh sebagian uang tunaimu di e-wallet. Transaksi yang dapat dilakukan, kira-kira bisa dibilang mirip dengan transaksi apa yang akan kamu lakukan ketika menggunakan uang dari dompetmu. Misalnya, untuk melakukan pembayaran di tempat makan atau ketika belanja, atau misalnyaย kamu ingin mengirimย uang ke temanmu. Sebenarnya mirip dengan e-money ya, tapi kalau e-money masih berbentuk kartu.

aplikasi-e-wallet-non-tunai
Berbagai macam aplikasi e-wallet dari berbagai jenis perusahaan

Sebelum menggunakan aplikasi e-wallet, seperti selayaknya dompet, saldo e-walletย mesti diisi dulu, atau istilahnya di-top-up (sama seperti e-money). Sistem top-up untuk aplikasi e-wallet ini juga mirip dengan e-money, dan sudah tersedia dengan berbagai cara, mulai dari transfer antar bank, menggunakan kartu kredit, dan juga melalui minimarket. Dengan demikian, walaupun saya bukan nasabah dari bank A yang menerbitkan aplikasi e-wallet A, saya juga bisa memakainya. Demikian juga halnya dengan aplikasi e-wallet dari perusahaan telekomunikasi A, juga bisa digunakan oleh orang yang tidak memiliki nomor telepon dari perusahaan telekomunikasi A. Dan sama seperti e-money, orang yang belum mempunyai rekening bank pun juga bisa menikmati fasilitas non tunai ini, karena dia bisa menyetor uangnya untuk top-up e-wallet di minimarket / galeri (kantor cabang) dari provider telekomunikasi itu. Tentunya, uang yang sudah kita setor ke e-wallet, bisa kita tarik lagi kok.

aplikasi-e-wallet-non-tunai
Berbagai cara untuk top up aplikasi e-wallet

Untuk menarik lebih banyak orang untuk menggunakan aplikasi e-wallet, biasanya para penyedia layanan e-wallet juga suka menyediakan promo menarik, ketika melakukan pembayaran menggunakan e-wallet ini.

aplikasi-e-wallet-promo-non-tunai
Ragam promo dari aplikasi e-wallet

GNNT mulai dikembangkan

Di atas adalahย berbagai contoh dari transaksi non tunai dan alat yang bisa digunakan untuk transaksi non tunai, mulai dari menggunakan APMK, e-banking, m-banking, ataupun e-wallet. Ternyata kegiatan non tunai ini memang sudah diinisiasi oleh Bank Indonesia sejak 14 Agustus 2014, dan diberi nama Gerakan Nasional Non Tunai (atau disingkat GNNT).

Salah satu tujuan dari gerakan non tunai adalah untuk melambatkan pertumbuhan dari uang kartal, alias uang kertas dan uang logam yang biasanya kita gunakan sehari-hari. Hingga Oktober 2016 saja, pertumbuhan uang kartal sudah mencapai sekitar 18% (source: tempo.co)ย jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan ini bisa ditekan karena adanya GNNT lho.

Tujuan lain dari gerakan non tunai adalah untuk efisiensi. Efisiensi dalam hal apa nih? Dalam hal biaya percetakan uang, kemudian mengedarkan uang tersebut, dan selanjutnya mengelolanya. Mau tahu berapa kira-kira biaya yang harus dikeluarkan oleh Bank Indonesia setiap tahunnya untuk mencetak uang? Sekitar Rp. 2 Triliunย (source: harianterbit.com). Itu untuk mengganti uang lusuh yang beredar lho. Mending uangnya untuk yang lain kan, ya?

Memang untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai juga butuh waktu, misalnya saja masalah infrastruktur telekomunikasi di kota-kota kecil, yang belum memiliki jaringan internet yang memadai,ย sehingga transaksi non tunai yang menggunakan koneksi internet belum bisa maksimal.

Manfaat untuk kita sendiri

Kalau masih bertanya-tanya atau belum yakin mengenai manfaat dari menggunakan non tunai daripada tunai, mungkin bisa melihat perbedaan dari melakukan transaksi tunai dengan non tunai di bawah ini.

manfaat-transaksi-non-tunai
Perbedaan dari tunai dengan non tunai

Mungkin masih banyak lagi sih ya, manfaat yang bisa kamu dapatkan kalau mulai beralih ke non tunai. Menurutmu bagaimana?

Silakan ditambahkan di komen ya, kalau kamu ada pengalaman dengan transaksi non tunai ๐Ÿ™‚

So, let’s join the Smart Money Wave dan menjadi bagian dari Less Society Cash dengan mulai melakukan transaksi secara non tunai.


Referensi:

  1. https://www.statista.com/statistics/254456/number-of-internet-users-in-indonesia/
  2. http://www.indonesia-investments.com/news/todays-headlines/internet-smartphone-penetration-in-indonesia-estimated-to-grow-strongly/item7010
  3. https://m.tempo.co/read/news/2016/10/11/087811191/gerakan-non-tunai-bi-ini-penghematannya
  4. http://www.harianterbit.com/hanterekonomi/read/2014/06/11/3562/30/21/BI-Biaya-Cetak-Uang-Rp2-Triliun-per-Tahun
aplikasi-e-wallet-transaksi-non-tunai
Yuk, mulai menggunakan transaksi non tunai ๐Ÿ™‚

92 KOMENTAR

  1. Jadi ingat nih di acara Pesta Wirausaha 2015 Mataram yang lalu udah pake transaksi non tunai. Semua pengunjung udah dibekali dengan kartu yang bisa diisi dulu dengan sejumlah saldo, untuk dipakai saat belanja-belanja di pamerannya.

  2. Kak, kartunya banyak bgt… Bisa donk traktir-traktir wkwkw..

    Btw, bener bgt nih, saya aja megang cash abis mulu, sulit terkendali nih huhuhu

  3. Kalau dompetku paling cuma isi dua, kartu ATM sama e-money. kartu ini aku dapat saat ke jakarta dan pengen ngerasain naik Trans Jakarta, tapi lebih simpel juga sih, kalau semuanya pakek kartu.

  4. Yeayy,, ada temen yang kukenal akhirnya yang ngikut lomba BI..
    Semoga sukses yooo..

    Emang bener yang dikupas,, jamannya e-money..
    Sebisa mungkin cuma bawa sebatang kartu.. Uda menyelesaikan banyak problem..
    Makasih untuk tulisan yang lengkap om tim..

    • Hahaha … Iyah nih Oom ๐Ÿ™‚
      Sebatang kartu untuk semua idaman banget deh, biar dompet ga gampang jebol haha.

      Thanks ya ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

  5. saya udah jarang megang duit cash banyak2. tetep bawa dopet, cash seperlunya, sisanya kalau bisa di debit ya di debit, kalau ga di kredit, atau di bayar secara elektronik, pakai e-money, tcash, dan lain sebagainya. ribet bawa uang cash, belum lagi kembalian yang receh-receh itu.

  6. Bener banget zaman sekarang bawa uang cash banyak2 selain bikin ribet riskan jadi korban kejahatan juga, better bawa kartu debit/kredit/e-money saja di dompet. bawa uang cash secukupnya saja ๐Ÿ™‚

  7. Iya nih..gue setuju banget untuk orang-orang Indonesia memulai menggunakan non-tunai, simpel ke mana-mana. Dompet jadi “tipis”, tebelnya gak keliatan LOL tapi gue kesel… kadang ide untuk non-tunai dimanfaatkan oleh banyak brand untuk donlot ini itu. Jebol yak memory hape gue. Kalau traveling ke daerah terpencil, belum tentu fasilitasnya memungkinkan pembayaran non tunai

  8. Dulu pernah diajarin sama dosen Pengantar Ekonomi kalo pegang duit jangan lebih dari Rp100.000, sebab gampang “bocor” kalo udah berupa cash di tangan. Beneran deh, sejak itu nggak pernah ambil dari ATM banyak-banyak kecuali emang pas butuh banyak. Lebih aman duitnya di tabungan. Belanja ke minimarket atau swalayan bisa bayar pake kartu debit, lebih praktis. Dompet tipis nggak masalah, yang pentingnya saldonya panjang. Hahaha…

    Btw, good luck ya. Nambah satu vote nih ๐Ÿ™‚

    • Wah! iya, semakin banyak uang di dompet, semakin tergoda utk menghabiskan ya huehe. Saran yang bagus kakkk.

      Anyway, makasih buanyak yaaa ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

  9. bahkan sekarang apps gojek e-walletnya bisa isi pulsa, beli makan,sampe beli tiket go tix..
    sekarang perbankan juga bersaing dengan provider telekomunikasi sih untuk e-wallet dan juga toko online kayak bukalapak toped jg punya e-wallet sendiri..

  10. Setujuuuu, sekarang mah udah gak jaman pake tunai, kalo bisa non tunai aku pasti memilih pake non tunai. Aku gak suka dikasih kembalian recehan hahahaha *gaya*. Tapi transaksi non tunai dari segi keamanannya juga harus diperhatikan ya.

  11. Wah aku suka dua-duanya non tunai dan juga kas hehehe, soalnya tukang sayur di rumah dan penjual-penjual di sekeliling rumah masih banyak yang menggunakan uang tunai dan menurutku sah-sah saja menggunakan uang tunai asal tidak berlebihan.

  12. Jamannya memang sudah menuntut untuk transaksi non tunai sekarang ini. Repot banget kan kalau harus bawa uang cash segepok kemana-mana belum lagi masalah keamanannya. Transaksi non tunai itu benar-benar memudahkan hidup kita

  13. Iya emang sekarang ngapa ngapain cukup pake hp. Tapi… Aku jadi borooos. Hiks. Mungkin aku yang kurang siap dengan perkembangan jaman. Selain infrastruktur, mental memang harus disiapkan juga nih ๐Ÿ™‚

  14. Sejak semua serba online, memang kerasa banget kalau semakin ke sini transaksi non tunai jadi semakin mudah dan “kepake” banget. Mudah-mudahan dengan segala kemudahan ini, tingkat literasi keuangan di masyarakat kita juga semakin meningkat ya, kak.. ๐Ÿ™‚

  15. Buat mak-emak kayak saya emang paling aman kemana-mana pakai non tunai. Pakai transaksi tunai paling kalau bebelian di pasar atau warung/penjual tradisional aja. Selebihnya, transaksi menggunakan nontunai.

  16. aku suka pake debit suka banyak promo, jadi mahasiswa juga banyak promo jadi promo double. lebih enak lagi bayarnya pasti pas dan gak kembali-kembalian, soalnya aku suka lupa ama uang kembalian -_-

  17. Jangankan uang elektrik, tunai aja kadang suka lupa, jadinya paling banter buat beli bala-bala, semen sama keramik didompet yg belum juga kekumpul kumpul.. Eh hahahha

  18. Pertama kali tau ada gerakan non tunai ini, waktu nonton berita di net. Pas diputerin vlog-vlog lagu yang masuk. Menarik sih, jadi langsung paham. Apalagi ditambah baca ini.. ๐Ÿ˜€ Sekarang, udah mulai pake non tunai juga.

  19. Kalo di Jakarta bisa cepet aja gt pakr kartu semua. Cuma kalo di sutubondo dan kota kecil lain apalagi yang cukup jauh jaraknya dari Jakarta, pengaplikasiannya bisa beberapa puluh tahun ke drpan.. Wkwkwk

  20. Transaksi non-tunai or cashless cepat atau lambat pastinya bakal dipakai ๐Ÿ™‚ Saya sendiri udah jarang membawa uang tunai didompet banyak-banyak, malah terkadang suka lupa ngisi ;p

    Contoh paling sering dipake yah untuk aplikasi taksi online, belanja ataupun makan. Untuk orang yg rajin catet pengeluaran tiap bulan juga jadi lebih enak ngontrolnya ๐Ÿ™‚

    Udah ada supermarket di US yang sistem transaksinya bener-bener cashless tanpa harus antri dikasir terus gesek kartu or tap digital payment. Jadi pas kita ambil barang langsung masuk ke digital checkout account yang sudah kita daftarkan sebelumnya ;p

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here