Investasi reksa dana online yang kekinian sekali

0
125
investasi reksa dana online invisee - kadungcampur

Investasi reksa dana online yang kekinian sekali – Masih ingat cerita saya tentang menghadiri Indonesia Knowledge Forum yang membahas tentang digital transformation? Di acara tersebut, salah satu pembicara sempat memberitahukan, kalau saat ini ‘pembagian kue’ dari perusahaan fintech yang ada di Indonesia, didominasi oleh aplikasi payment dan lending. Tapi menyusul di tempat ketiga sebenarnya adalah Personal Finance & Wealth Management.

pembagian fintech di indonesia - kadungcampur
Pembagian fintech di Indonesia 

Nah, mungkin sebelumnya kamu pernah baca di blog post sebelumnya, tentang aplikasi perencanaan keuangan yang bisa diakses pake smartphone. Kalau yang itu memang lebih ke perencanaan keuangan, tapi kali ini akan dibahas tentang action-nya. Bagaimana caranya kita bisa mewujudkan impian kita ke depannya. Kalau saya misalnya berminat untuk jalan-jalan ke Taiwan tahun depan. So pasti yang harus disiapkan adalah soal budget nih. Tiap orang beda-beda cara persiapannya, kalau saya biasanya dengan investasi. Investasi pun ada banyak macamnya, sekali lagi, balik ke preferensi orangnya. Salah satunya yang mudah adalah investasi reksa dana.

Eh tapi, reksa dana itu apa teh?

Ini ada video menarik tentang pendapat orang mengenai reksa dana:

Kalau menurut kamu sendiri, reksa dana itu apa?

Simpelnya sih, reksa dana itu mirip kalau kita arisan. Jadi kita mengumpulkan uang di salah satu member arisan. Mungkin kalau di arisan, setelah dikumpulin, uangnya ga diapa-apain banget, atau paling cuma disimpen di tabungan. Beda dengan reksa dana, uang yang terkumpul tersebut, kemudian akan dikelola dengan cara diinvestasikan oleh sebuah lembaga Manager Investasi (kadang suka disingkat jadi ‘MI’).

Memang biasanya investasi apa yang dipilih oleh MI untuk mengelola uang kita di reksa dana?

Ada beberapa macam investasi yang biasanya dipilih oleh sebuah MI, mulai dari deposito, obligasi, atau pun saham. Tentunya orang-orang di balik sebuah Manager Investasi ini sudah berpengalaman dong dalam hal investasi, apalagi yang namanya investasi di saham. Kalau investasi di saham, kita mesti tau cara baca grafiknya, dan kalau mau lebih mendalam lagi, ya setidaknya bisa baca laporan keuangannya sedikit-sedikit huehe.

Wah, kalau ngomongin reksa dana tok, kayaknya panjang nih huehe. Ya udah, sambil artikelnya mengalir, mungkin diselipin penjelasan-penjelasan lagi tentang reksa dana, ya.

Emang bagaimana investasi jaman baheula?

Di blog post tentang persiapan budget jalan-jalan, saya sempat menyinggung tentang investasi kekinian tuh udah ga ribet kayak dulu. Emang dulu kenapa sih? Sampe kek gimana ribetnya? Ribetnya sih lebih ke sisi administrasi aja. Dulu saya pernah tuh cobain investasi reksa dana dari dua jenis penjual yang berbeda, ada yang dari Manager Investasinya atau Asset Management langsung, dan ada juga yang melalui bank.

Keduanya memang agak mirip-mirip sih kalau dari segi administrasinya, ya. Misalnya saat pendaftaran, ada banyak lembaran form yang harus diisi. Dan misalnya kalau saya mengambil formnya dari website, berarti setelah diisi, saya harus mengirimkan form tersebut ke kantor Manager Investasi tersebut. Selanjutnya ya tinggal menunggu rekening investasinya dibuka, baru deh mulai investasi.

Lalu bagaimana caranya kalau mau investasi, alias mau beli reksa dana saat jaman baheula?

Karena masih menggunakan paper-based, berarti saya harus sedia form subscription reksa dana (istilah kalau beli reksa dana). Nanti saya harus isi tuh form subscription reksa dana, dan kemudian harus saya fax ke kantor penjual atau bank. Agak ribet memang dan ga terlalu mudah ya jadinya, soalnya kalau di dekat tempat kerja atau tinggalnya ga ada yang punya mesin fax, kan ya susah jadinya hehe.

Hal lain yang mungkin menjadi ganjalan orang untuk investasi reksa dana adalah minimum pembelian reksa dana. Dulu itu minimum pembelian ada yang mulai dari Rp. 500.000, bahkan untuk reksa dana yang cukup populer, dan memiliki performa yang oke, bisa aja mulai dari Rp. 1.000.000. Baru kemudian lama-kelamaan, kalau mau beli reksa dana dimulai dari angka Rp. 100.000. Seratus ribu bagi sebagian orang mungkin merupakan hal yang mudah, karena tinggal menyisihkan satu lembar Rp. 100.000 di dompet, udah bisa mulai investasi reksa dana. Namun, bagi sebagian yang lain, uang Rp. 100.000 itu masih agak susah kalau disisihin buat investasi.

Solusi investasi reksa dana kekinian

Dahulu dan sekarang pasti beda. Dulu yang masih ribet dengan pendaftaran secara paper-based, sekarang semuanya udah bisa online. Termasuk yang namanya investasi reksa dana. Ini karena sekarang udah ada yang namanya aplikasi investasi reksa dana online yang kekinian nih! Kok bisa kekinian?

Ya iya, secara semua prosesnya udah bisa online dan hanya menggunakan smartphone aja. Gampang banget lah sekarang, udah ga perlu cape-cape ke bank, trus antri, kemudian isi form banyak, untuk melakukan pendaftaran. Apalagi kalau mau beli udah ga perlu nge-fax subscription form segala. Udah lupakan itu semua ya, jaman udah berubah haha. Sekarang melakukan itu semua tinggal pake smartphone aja.

Kenalan dulu sama INVISEE

Lalu, kek gimana itu si aplikasi investasi reksa dana?

Nih, ta’ kenalin ya, namanya INVISEE, alias Investasi is Easy!

Aplikasi investasi Reksa Dana online INVISEE ini baru aja diluncurin tanggal 10 Oktober 2018 lalu. Namun sebenarnya, udah banyak yang pakai, karena sebelumnya udah soft launching dulu. Makanya di acara ini juga hadir nasabah-nasabah dari INVISEE. Wah, ternyata mereka lebih tau duluan daripada saya haha.

grand launching invisee - kadungcampur
Grand launching INVISEE

Mereka yang hadir pastinya udah merasakan manfaat dari INVISEE ini, karena ya emang lebih praktis sih, ya, udah serba online. Dan yang terpenting adalah bisa melakukan semuanya sendiri dan di mana aja. Mau melakukan pendaftaran sambil tidur-tiduran di kamar, bisa banget!

Cobain buat akun di INVISEE

Saya tentunya ga mau kalah dengan para nasabah INVISEE yang udah duluan punya aplikasinya. Setelah download dan install aplikasi INVISEE, saya pun mulai melakukan proses pendaftaran alias buat akun INVISEE. Prosesnya jelas, tahapannya juga jelas. Kita tinggal siapin KTP aja, karena mesti difoto, dan kita juga perlu selfie dengan KTP kita. Mungkin ada yang tanya, kenapa mesti selfie? Ya jelas, secara kita saat melakukan pendaftaran kan ga datang ke kantornya INVISEE hehe. Itu semacam bukti aja sih, kalau kita tuh benar-benar ada hehe.

Nah, setelah semua proses selesai, tinggal menunggu pihak INVISEE memverifikasi data kita aja. Waktu itu saya coba daftar pas malam hari sih, tapi besoknya udah aktif kok, jadi ga pake lama, ya.

timo wp trying invisee app - kadungcampur
Udah buat akun di INVISEE, belum? 

Pilih produk yang mana?

Produk reksa dana di INVISEE udah ada banyak pilihan, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko kamu. Profil risiko saya dan kamu bisa aja beda. Karena saya bisa menerima risiko untuk mendapatkan hasil yang lebih tinggi, maka saya termasuk kategori aggressive. Kalau kamu ga bisa menerima risiko nilai reksa danamu turun dan turun terus, berarti kamu termasuk profil yang konservatif.

Selain dilihat dari profil risiko, memilih produk reksa dana juga harus sesuai dengan kebutuhannya. Kalau misalnya kamu butuhnya dalam beberapa bulan ke depan, disarankan kamu jangan mengambil produk yang berisiko tinggi. Kenapa gitu? Ya takutnya pas saat kamu lagi butuh, eh malah nilainya lagi anjlok. Lain lagi halnya kalau kamu investasi untuk jangka panjang, misalnya untuk pensiun. Kira-kira periode menuju pensiun masih sekitar 20-30 tahun lagi. Untuk yang jangka panjang, memang disarankan mengambil produk yang memberikan return yang tinggi. Kenapa gitu? Ya biar nanti uang yang didapatkan saat pensiun, sesuai dengan yang diharapkan hahaha.

Salah satu hal yang perlu kamu ingat ketika berinvestasi adalah risiko berbanding lurus dengan return yang ingin didapatkan. Risikonya rendah, berarti return yang didapatkan juga rendah. Risikonya tinggi, berarti return yang didapatkan juga bisa tinggi.

Sebelum memilih produk yang mana, kamu mesti kenalan lebih jauh lagi sama reksa dana, karena setidaknya ada 4 jenis reksa dana yang biasanya orang pilih:

  • Reksa dana pasar uang

Produk ini memiliki risiko yang paling rendah, tapi tentunya dengan return yang rendah juga. Ini karena produknya berisi deposito, obligasi, termasuk sertifikat Bank Indonesia. Produk ini cocok kalau kamu mau investasi jangka pendek, sekitar 1 tahun atau kurang

  • Reksa dana pendapatan tetap

Produk ini memiliki risiko yang lebih tinggi daripada reksa dana pasar uang, tapi bisa memberikan return yang lebih tinggi sedikit. Ini karena 80% isi dari reksa dana pendapatan tetap adalah obligasi atau surat utang, baik surat utang negara maupun surat utang korporasi atau perusahaan.  Produk ini cocok jika kamu punya rencana investasi jangka menengah sekitar 1 – 3 tahun.

  • Reksa dana campuran

Nah produk ini ya isinya campur-campur deh, bukan kadung campur, ya haha. Jadi di sini ada saham dan ada surat utang juga. Karena mulai ada porsi saham di sini, makanya return si reksa dana campuran bisa lebih tinggi dari reksa dana pendapatan. Kalau yang ini bisa juga dipilih jika kamu ada rencana jangka menengah, tapi mungkin mulai 3 – 5 tahun deh, ya.

  • Reksa dana saham

Nah, ini dia yang bisa memberikan return paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya, karena porsi saham di reksa dana saham minimal adalah 80%. Seperti yang saya omongin sebelumnya, kalau return tinggi = risiko tinggi. Makanya reksa dana saham itu cocok dan disarankan kalau kamu punya rencana investasi jangka panjang, sekitar 5 tahun lebih. Contohnya ya untuk dana pensiunmu.

Bingung pilih produk, bisa dibantu dengan Goal Planner

Setelah tau jenis-jenis reksa dana, tapi kamu masih belum pasti, mau investasi di mana, enaknya di INVISEE ada yang namanya Goal Planner. Di Goal Planner, kita bisa mendapatkan saran, ke produk manakah nanti uang kita bisa diinvestasikan. Karena salah satu tujuan investasi saya adalah buat jalan-jalan, maka saya mau tau, berapa dana yang saya butuhkan, dan ke mana aja saya mesti taruh tuh dananya. Saat ini kamu bisa mengaksesnya di website INVISEE.

Langkah pertama:

goal planner invisee - kadungcampur
Goal mu apa?

Langkah ke dua:

Di sini kita masukkan budget yang direncanakan. Saya sih sempat browsing, dan kira-kira butuh dana sekitar Rp 9.5 jutaan.

goal planner invisee budget jalan jalan taiwan - kadungcampur
Budget nya kira-kira berapa?

Langkah ke tiga:

Di langkah ini kita bisa sesuaikan modal awal dari budget jalan-jalan ke Taiwan. Berarti nanti sisanya menyesuaikan deh.

goal planner invisee perkiraan investasi bulanan - kadungcampur
Mau investasi berapa per bulannya?

Langkah ke empat:

Nah, di langkah ini, kita diminta untuk memilih model portfolio mana yang diinginkan, disesuaikan dengan profil dan kebutuhan kita.

goal planner invisee model portofolio - kadungcampur
Tinggal pilih model portofoliomu

Produk di INVISEE di-supply dari beberapa Fund Manager, seperti contohnya BNI Asset Management, Danareksa Investment Management, Mandiri Investment, Trimegah Asset Management, Insight Investment Management, dan Eastspring Investments.

Mau beli, masukin uangnya bagaimana dong?

Gampang kokkk, tinggal transfer aja antar bank untuk mengisi saldo VIseePay. Nanti saldo ViseePay ini bisa kita gunakan untuk membeli produk reksa dana di INVISEE hehe. Dan tau ga, ternyata sekarang untuk mulai investasi reksa dana itu dari Rp. 10.000 lho!

So, tunggu apa lagi, jangan terlambat!

Sebenarnya apa pun pilihan investasimu, yang penting jangan terlambat #DemiNanti yang lebih baik. Yuk, dimulai dari sekarang. Kalau toh akhirnya tetap mau investasi reksa dana, kan udah ada aplikasi INVISEE, yang membuat hidup kita lebih mudah kalau mau investasi reksa dana. Kuy cuss! 😉

Kalau kamu mau download aplikasi INVISEE, bisa langsung klik di bawah ini, ya:

install aplikasi invisee android - kadungcampur install aplikasi invisee apple - kadungcampur

timo wp with invisee demi nanti - kadungcampur
Jangan telat, #DemiNanti yang lebih baik! 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here