Food photography workshop bersama iLOTTE Hangout

3
56
food photography workshop ilottehangout featured image - kadungcampur

Food photography workshop bersama iLOTTE Hangout – Apa kebiasaan yang suka kita lakukan sebelum makan? Hayooo ngaku hehehe. Oke, selain berdoa dan berterima kasih atas makanan yang sudah diberikan, saya pun biasanya langsung mengeluarkan kamera atau hape saya buat โ€ฆ foto makanannya haha!

Sejujurnya kalau urusan foto-memfoto, saya ga banyak ikut photography workshop sih. Itu aja dulu belajar ama teman waktu awal-awal mau pake kamera DSLR. Dan sekarang pun kameranya udah berganti menjadi mirrorless hehe. Selanjutya belajar biasa aja sih, cuma karena awalnya tujuan beli kamera untuk menyimpan kenangan saat berlibur, jadinya ya saya ga terlalu mendalami urusan fotografi hehe. Dan sekarang pun ga hanya kenangan saat berlibur, tapi juga untuk menyimpan kenangan saat makan! ๐Ÿ˜€

Food photography workshop with @coolineran

Kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti food photography workshop yang diadakan oleh iLOTTE Hangout. Food photography workshop kali ini dipandu oleh Antonius Adi Subroto yang juga memegang akun @coolineran di Instagram. Selain itu, di acara ini, kami didukung sekali oleh GROM gelato store di Lotte Avenue, Jakarta. Dan tentunya karena diadakan di GROM, maka tentunya ada gelato dari GROM yang jadi penghias hasil foto para peserta food photography workshop ini. Jadi itulah kenapa nama workshop kali ini adalah โ€˜Delicioushot with GROM.โ€™ ๐Ÿ˜‰

Materi di food photography workshop saat itu memang masih terbilang basic, ya. Ya pastinya sih, karena kalau mau yang lebih advance, ga bisa hanya beberapa jam atau hanya sekali seating aja hehe. Ini kalau buat saya lebih sebagai pengingat saat nanti mau foto-foto makanan lagi.

Beda Food Still & Food Lifestyle

Sebelum dimulai, Mas Anton sempat bertanya satu hal terlebih dahulu:

โ€˜Apakah perbedaan food still & food lifestyle photography?โ€™

Pasti kita pernah melakukan keduanya, cuma kita ga ngeh aja kalau yang kita lakukan itu ada namanya hehe.

Gampangnya, yang disebut sebagai โ€˜food still,โ€™ berarti objeknya adalah si makanan itu sendiri, atau mungkin makanan dan ditemani oleh minuman. Sedangkan, kalau โ€˜food lifestyleโ€™ itu berarti ada orang yang mendampingi makanannya.

Contohnya seperti ini. Di bawah ini adalah foto dari gelato GROM aja. Berarti ini merupakan contoh dari โ€˜food still.โ€™

ilottehangout grom food still photography 2 - kadungcampur
Food still gelato GROM ๐Ÿ™‚

Sedangkan yang di bawah ini, berarti termasuk โ€˜food lifestyle,โ€™ karena ada model atau talent yang menemani si gelato GROM tersebut.

ilottehangout grom food lifestyle photography 5 - kadungcampur
Food lifestyle photography hehehe — ada modelnya ๐Ÿ˜€

Hal apa aja yang perlu diperhatikan ketika foto makanan?

Ada beberapa poin yang Mas Anton sempat bagikan ke peserta food photography workshop.

1 | Pemilihan objeknya

Objek foto yang berupa makanan tentunya ga bisa mengikuti arahan sang fotografer hehe. Jadi kitalah yang harus mengikuti bentuk makanannya. Apakah kita ingin lebih meng-highlight si telor yang berbentuk oval, atau mungkin ingin si tahu yang berbentuk seperti kubus itu menjadi bintang di foto tersebut?

Warna dari makanan pun juga menentukan bagaimana cara kita mengambil foto makanan itu. Saya paling kurang suka mengambil makanan yang warnanya gelap, misalnya karena di grilled. Contohnya aja iga bakar. Menurut saya sih ya, karena ini warnanya gelap, makanya agak susah terlihat tekstur makanannya dengan jelas.

Makanan yang berbentuk padat atau cair pun, juga bisa membuat kita untuk memutar otak dulu, bagaimana cara kita memfotonya. Untuk makanan yang cair misalnya adalah sup. Bagaimana kita memfoto si sup, sedangkan isinya pada tenggelam semua hehe. Apakah isinya ada yang kita ciduk ke permukaan menggunakan sendok, atau seperti apa.

Ada beberapa hal lain yang harus kita perhatikan juga, seperti tekstur makanan yang kasar dan halus, serta makanan yang bisa memantulkan atau meredam cahaya.

2 | Pencahayaan

Urusan pencahayaan nih penting banget hehe, terutama dari arah mana datangnya cahaya. Seperti yang kita ketahui, kalau cahaya datang dari depan kita, biasanya malah bisa backlight. Ini kalau kita foto orang seperti ini, biasanya yang kelihatan malah silhouette alias bentuk lekuk tubuhnya aja.

food photography workshop ilottehangout cahaya depan objek - kadungcampur
Test photo kalau cahaya dari arah depan objek atau belakang kameraย 

Bagaimana kalau cahaya datang dari arah belakang kita? Ya bisa dilihat sendiri contoh yang diberikan oleh Mas Anton saat kelas food photography ini.

food photography workshop ilottehangout result with light variations - kadungcampur
Contoh hasil foto kalau cahaya dari arah belakang kameraย 

Kalau kita lihat gambar yang kiri, cahaya datang dari belakang kamera, jadi kelihatan banget seperti silau banget ya di permukaan depan hehe. Nah, tapi kalau seperti ini tuh bisa kita siasati dengan menggunakan shade atau penghalang cahaya. Kebetulan waktu itu karena menggunakan cahaya flash, jadi bisa ditutup dengan kertas putih ~~ pakai yang putih, jadi cahaya masih bisa menembus si kertas sedikit.

Menutup cahaya menggunakan kertas pun bisa kita atur, antara ditutup sebagian atau cahanya ditutup seluruhnya. Bisa lagi dilihat gambar di atas. Untuk gambar di tengah, itu kalau cahaya ditutup sebagian, sedangkan yang kanan, itu hasilnya kalau ditutup semuanya. (Oh iya, saya sengaja ga terlalu edit brightness dari fotonya ya, jadi ya itu sebagaimana adanya lah).

Kalau saya sendiri, biasanya menggunakan arah cahaya dari samping. Biasanya menggunakan cahaya alami yang menembus jendela hehe. Saya jarang sih pakai cahaya flash, jadi ga terlalu natural terlihatnya. Tapi kalau memang dibutuhkan ya monggo, balik lagi ke preferensi masing-masing.

3 | Sudut pengambilan gambar

Ini dia yang sulit tapi menantang. Mau ambil fotonya dari sudut mana, dari atas atau samping, atau dari mana lagi? Hehe.

Kalau dari atas atau biasa disebut flat lay tuh emang bisa membuat foto tampak lebih cantik sih, tapi ya kita harus bisa menata semua yang ada di permukaan dengan baik. Ada juga yang menata dengan rapih, ada juga yang berserakan, ya suka-suka gaya orang yang foto sih. Tapi kalau memang foto dari atas, diusahakan agar permukaan lensa sejajar dengan permukaan meja atau objek. Bahkan kalau bisa sampai manjat-manjat deh ya hehe. Soalnya kalau flat lay tapi agak miring, jadinya kurang cantik. Kalau mau sih, kita beli tripod dan penahan kamera seperti ini sih.

food photography workshop ilottehangout flatlay - kadungcampur
Biar bagus saat foto flat lay, dibantu dengan tripod dan penahan kamera ini ๐Ÿ™‚

Sedangkan kalau angle dari samping tentunya agar kita bisa melihat tekstur dan bentukan dari makanan tersebut dengan lebih baik. Gampangnya sih kalau mau foto burger. Lebih baik kita foto dari samping toh, sehingga bisa terlihat layer demi layer dari burgernya. Kalau saya kebanyakan foto dari samping sih, ga tau kalau kamu, ya hehe.

4 | Komposisi gambar

Nah, komposisi ini ada hubungannya sih dengan yang nomor 3, seperti tadi yang saya bilang untuk flat lay, mau komposisi gambarnya seperti apa, terlihat rapih kah, atau terlihat berserakan? Mengatur komposisi penting sih, jadi biar ga terlihat ada ruang kosong di salah satu sudut gambar. Dan kalau misalnya hanya ada satu objek, biasanya sih orang pilihnya akan menaruh si objek di tengah. Lebih aman hehe. Kalau mau lebih ramean, ya udah tinggal tambahkan properti foto secukupnya.

Tapi ada juga kok yang suka โ€˜memotongโ€™ si objek, jadi hanya terlihat ยพ saja, biar terlihat lebih artistic sepertinya. Saya ya terkadang suka gitu sih hehe. Apalagi kalau mau ambil foto makanan secara vertikal. Tentunya kalau vertikal, agak susah kalau mau ambil objek secara seutuhnya — kalau misal si objek ukurannya besar.

Thank you iLOTTE Hangout atas kelas fotografinya!

Nah, itu tadi sekilas hal-hal apa aja yang perlu diperhatikan saat kita mau foto makanan.

Terima kasih ke GROM Lotte Avenue Jakarta, karena udah minjemin tempatnya, serta Sigma dengan lensa-lensanya, dan tentunya @manfrotto.id untuk tripodnya.

Oh iya, ngomong-ngomong tentang GROM, tau ga kalau sekarang GROM bisa dikirim ke rumah lho. Kita tinggal isi form di salah satu store GROM terdekat, dan nanti GROM akan mengirimkan gelato GROM secara reguler setiap bulannya, tergantung pengisian kamu di form. Selain itu ternyata GROM juga bisa lho hadir sebagai salah satu bagian catering di pernikahan, acara ulang tahun, dan sebagainya. Ini semua kamu bisa tanyakan infonya melalui email GROM di sales.gromid@gmail.com atau telpon GROM di 0811134766.

sigma lensa - kadungcampur
Sigma dan para lensanya ๐Ÿ™‚
grom lotte avenue jakarta 1 - kadungcampur
GROM store di Lotte Shopping Avenue, Jakarta

3 KOMENTAR

  1. Motret makanan itu malah susah banget buat aku. Selain pencahayaan, lensa, yang perlu diperhatikan juga tatanan makanannya. Saya pernah lihat teman ingin memotret makanan, peralatan yang digunakan ngeri-ngeri sedap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here