Gaya hidup dulu dan sekarang

0
203
#hydrationtalk perubahan gaya hidup dulu sekarang featured image - kadungcampur

Pernah ga sih ngeliat meme perbandingan gaya hidup dulu dan sekarang? Kita ambil contoh permainan anak-anak deh. Dulu waktu saya masih kecil, saya sempat tinggal di kompleks perumahan yang berada di Jakarta Barat. Saat itu belum ada tuh yang namanya handphone, jadi saya dan teman-teman suka naik sepeda terus menuju lapangan di dalam kompleks. Di situ kita main kejar-kejaran, atau main perosotan, kemudian lanjut main ayunan. Kalau misalnya ga main di lapangan, ya udah kami main petak umpet di gang kami hehe.

perbedaan gaya hidup dulu dan sekarang - kadungcampur
Perubahan gaya hidup dulu dan sekarang 😀 

Dulu juga saya pernah ikutan Ibu saya untuk belanja di pasar Kopro. Hayo, tau ga itu di mana hehe? Pasarnya bisa dibilang ga terlalu jauh sih. Namanya pasar, ada yang daerah basah dan daerah kering juga. Dan juga, ga ada pendingin ruangan, karena agak semi terbuka hehe.

dokter rimbawan #hydrationtalk danone blogger gathering - kadungcampur
Dokter Rimbawan dari BPOM menceritakan tentang perbedaan gaya hidup dulu dan sekarang

Contoh lain lagi misalnya dalam hal mencuci pakaian. Dulu pakai papan gilesan, dan pakaiannya digosok di atasnya pakai sabun. Kalau urusan masak-memasak, saya jadi keinget jaman dulu saat Oma saya kalau masak pakai tungku kecil. Kalau mau nyalain api, Oma pake lidi yang ujungnya dibakar hehe. Dan tentunya yang ga ketinggalan adalah urusan transportasi. Dulu saya kalau mau menjangkau angkot atau bis metro mini, mesti jalan dulu melewati perumahan lain.

Semua di atas adalah gaya hidup dulu, dan sekarang semua udah berubah deh.

Perubahan gaya hidup dulu ke sekarang

Kalau lihat keponakan saya, sekarang udah mainannya pake tablet, trus demennya nonton YouTube — walau doi masih suka main mainan dan mewarnai sih, ya. Trus kalau urusan belanja, sudah ada Alfamart atau Indomaret yang dekat rumah. Ada juga Transmart, Hypermart, dan masih banyak lagi. Semuanya udah ada pendingin ruangan, dan dibuat senyaman mungkin. Dalam hal mencuci juga udah ada mesin cuci, dan pastinya kalau urusan transportasi, udah ada transportasi online yang bisa menjemput kita di depan rumah langsung.

Perubahan gaya hidup inilah yang sempat disinggung oleh Dokter Rimbawan dari BPOM dan juga Profesor Ujang Sumarwan dari IPB di acara blogger gathering #HydrationTalk. Perubahan gaya hidup pulalah yang juga mulai mengubah jenis penyakit jaman dulu dan sekarang. Saat dulu, penyakit yang banyak adalah jenis penyakit menular, sedangkan kalau dilihat sekarang, penyakit yang banyak adalah penyakit tidak menular alias non-communicable disease. Contohnya apa aja tuh? Mulai dari yang terbanyak adalah hipertensi, stroke, dan juga diabetes.

tren penyakit tidak menular indonesia - kadungcampur
Tren Penyakit TidakMenular yang semakin meningkat di jaman sekarang
non communicable disease source national health survey 2013 - kadungcampur
Contoh Penyakit Tidak Menular menurut National Health Survey di tahun 2013

Pola konsumsi makanan dan minuman juga berubah

Yang termasuk gaya hidup tuh ga hanya kegiatan2 yang udah saya sebutin di atas nih. Gaya hidup yang berkaitan dengan pola konsumsi makanan dan minuman pun juga berubah. Semakin ke sini, semakin banyak orang yang makan makanan atau minuman jadi. Misalnya aja air teh kemasan, sari buah kemasan, dan minuman bersoda. Saya pun jadi kepikiran nih, secara tiap pagi, saya suka mampir ke salah satu minimarket di stasiun untuk beli minuman kemasan dingin haha.

profesor ujang #hydrationtalk danone blogger gathering - kadungcampur
Profesor Ujang dari IPB lagi sharing informasi tentang perilaku konsumsi kita

Profesor Ujang juga sempat membagikan hasil survey terhadap perilaku konsumsi kita, terutama yang berhubungan dengan minuman. Memang sih, air masih nomor satu jenis minuman yang kita konsumsi, tapi kemudian disusul oleh minuman hangat, dan juga SSB alias Sugar Sweetened Beverages. Jadi bisa keliatan sih ya, kalau kita tuh suka minuman yang manis-manis sih, ya hehe.

drinking quality research laksmi et al 2018 - kadungcampur
Minuman apa aja yang dikonsumsi oleh kita? (source : National Health Survey 2013) 

Makanya dengan adanya perubahan gaya hidup seperti ini tuh, kita juga harus bisa tau, kira-kira apa aja sih yang terkandung dari makanan atau minuman yang kita konsumsi. Mungkin kamu pernah mendengar ungkapan ‘You are what you eat’?

Cara mengenali makanan atau minuman yang dikonsumsi

Gampangnya kalau kita lihat nih ya, di minuman kemasan, biasanya tuh kan di kemasannya ada banyak gambar dan label. Di bagian belakang kemasan bisa kita lihat tuh, ada tabel yang isinya ada keterangan beserta angka-angka, ya. Nah ini yang dimaksud dengan Informasi Nilai Gizi atau kadang juga bisa disebut sebagai ‘nutrition facts.’ Di sini bisa kelihatan sih, beberapa hal yang memang udah jadi kewajiban untuk dicantumkan, yaitu kandungan gula, garam (natrium), dan lemak. Kalau membaca ketiga komponen barusan, jadi keingetan dengan jenis penyakit daftar Non-communicable disease yang di awal haha.

perlunya cek nutrition fact dari makanan dan minuman kemasan - kadungcampur
Penting nih mulai ngecek Informasi Nilai Gizi yang diberikan di makanan dan minuman kemasan

Emang ada anjuran konsumsikah tentang jumlah maksimal dari gula, garam, dan lemak?

Menurut anjuran dari Kementerian Kesehatan, jumlah maksimum kadar gula yang boleh dikonsumsi adalah sebanyak 50 gram, sedangkan kalau garam (Natrium) adalah 2,000 miligram, dan yang terakhir adalah lemak, sebanyak 67 gram. Ini anjuran kadar per hari untuk per orangan. Kalau masih bingung, coba inget ini aja:

G4 – G1 – L5 alias Gula 4 sendok makan – Garam 1 sendok teh – Lemak 5 sendok makan

Tapi ada yang harus diingat lagi nih ketika membaca label informasi nilai gizi di makanan atau minuman kemasan, yaitu takaran saji dan jumlah sajian. Nilai gizi yang tercantum di dalam kemasan itu sebenarnya lebih menunjukkan nilai gizi per sajian. Jadi kalau misalnya dituliskan jumlah sajiannya adalah ‘2’, berarti dianjurkan untuk dibagi 2 porsi, karena kalau kamu langsung habiskan semuanya, berarti jumlah gizi yang kamu konsumsi itu dikali dua.

Di bawah ini ada beberapa contoh yang bisa diperhatikan kalau kamu membeli minuman kemasan, ya. FYI, kalau di minuman, nilai gizi yang tercantum, biasanya hanya ada di karbohidrat (termasuk gula), dan natrium (garam).

contoh informasi nilai gizi pada minuman kemasan - kadungcampur
Ini beberapa contoh lain dari label Informasi Nilai Gizi 🙂

Ubah gaya hidup menjadi lebih sehat

Tau cara membaca informasi nilai gizi pada makanan dan minuman kemasan, tentunya bisa membuat kita menentukan pilihan, mana yang baik dan sesuai buat tubuh kita. Namun, ini hanyalah salah satu cara agar gaya hidup kita menjadi lebih sehat. Saya juga pernah cerita sebelumnya tentang jaga kesehatan tubuh, ada beberapa hal di sana yang diomongin, termasuk asupan makanan dan aktivitas fisik.

(Baca juga: Jaga kesehatan tubuh, biar bisa ikut donor darah!)

Lebih lengkapnya kita coba ikuti anjuran Piring Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan aja, ya ?

gizi seimbang anjuran kementerian kesehatan - kadungcampur
Anjuran Gizi Seimbang dari Kementerian Kesehatan untuk gaya hidup yang lebih sehat

(Note: screenshot diambil dari slide presentasi Prof Ujang dan Dr. Rimbawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here