Mau bayar tapi ga bawa uang? Bayar tanpa tunai aja lah!

19
372
bayar tanpa tunai - kadungcampur

Mau bayar tapi ga bawa uang? Bayar tanpa tunai aja lah! – Beberapa waktu lalu waktu, saya sempat jalan-jalan ke Cina dan mampir ke beberapa kota, seperti Guangzhou, Guilin, Yangshuo, Zhangjiajie, dan Chengdu. Yang menarik dari kunjungan liburan ke saya, selain tentunya keindahan alam dan destinasi liburan lainnya, adalah kebiasaan mereka saat membeli barang dan jasa. Sebenarnya ini sudah sempat saya sadari, waktu tahun lalu berkunjung ke Xiamen.

Memang apa yang menarik dari kebiasaan mereka?

Kebiasaan cashless payment di Cina

Kebanyakan yang dari saya lihat, sudah memilih untuk bayar tanpa tunai atas barang atau jasa yang mereka beli. Di toko besar, restoran, taksi, hingga warung, para penjual dan pembeli sudah biasa dengan transaksi bayar tanpa tunai, atau sering kita dengar istilahnya dalam bahasa Inggris yaitu ‘Cashless Payment’.

Proses pembayaran tanpa tunai ternyata mudah sekali. Si penjual sudah menyiapkan identifikasi unik tokonya yang berupa QR code, kemudian si pembeli tinggal scan aja menggunakan hapenya. Tentunya si pembeli sudah meng-install aplikasi cashless payment untuk transaksi ini. Cashless payment di Cina digawangi oleh dua perusahaan raksasa, yang pasti namanya udah sering kita dengar, yaitu WeChat dan AliPay (AlipPay merupakan bagian dari Alibaba group). Karena ada dua metode pembayaran – dari WeChat dan AliPay – maka si penjual juga menyediakan QR code dari kedua penyedia jasa pembayaran non tunai.

beli sate di cina bisa pakai non tunai - kadungcampur
Beli sate di salah satu toko kecil di Cina aja udah bisa cashless payment lho!

Wait, WeChat?

Hahaha, iya, awalnya saya sempet kaget, kalau WeChat digunakan untuk transaksi bayar tanpa tunai?

Saya sendiri sebenarnya memang install aplikasi WeChat, tapi sebagai aplikasi untuk chatting, dan malah jarang digunakan juga. Tapi beda banget kalau di Cina! WeChat hampir digunakan untuk banyak macam, termasuk salah satunya untuk pembayaran cashless. Ada satu fitur di WeChat yang digunakan untuk pembayaran, namanya WeChat Pay. Saya sempat coba cek waktu di sana, ternyata untuk mengaktifkan WeChat Pay, harus menggunakan kartu kredit yang dikeluarkan oleh bank di Cina.

Jadi selama di Cina, saya beserta teman saya, cuma bisa takjub ketika mereka udah mulai fasih bayar tanpa tunai, sedangkan kami berdua masih menggunakan uang tunai untuk pembayaran hahahaha. Padahal sebenarnya lebih suka pilih bayar tanpa tunai sih memang, lebih mudah, dan ga ribet cari recehan, apalagi kalau angkanya ga bulet haha.

Bayar tanpa tunai di Indonesia juga udah ada kok!

Bener kan ya, bayar tanpa tunai di Indonesia juga udah mulai banyak yang melakukan. Apalagi ada Gerakan Nasional Non Tunai yang udah dijalankan. Dulu di akhir tahun 2016, saya sebenarnya juga udah pernah nulis blog post tentang gerakan ini, dan sudah menjabarkan tentang produk-produk yang mendukung cashless payment. Nah, tulisan yang sekarang bisa dibilang lebih ke update dari tulisan saya yang sebelumnya. Iya aja deh ya ?

(Baca juga:  Sekarang sih jamannya non tunai ya, kak!)

Sebenarnya udah ada beberapa aplikasi kok yang mendukung untuk transaksi non tunai di Indonesia, yaitu aplikasi e-wallet atau dompet digital. Namun yang paling nyantol di kepala alias top of mind saya adalah Go-Pay dari Go-Jek haha. Oh iya, jadi aplikasi e-wallet itu sama seperti dompet, ya kita mesti isi ‘dompet’ atau top-up, biar ga kosong, dan bisa kita gunakan untuk pembayaran ini itu. Jadi begitu juga dengan si Go-Pay, kita harus senantiasa top-up kalau memang mau digunakan.

Dan selama ini saya tuh lebih sering menggunakan fitur Go-Pay untuk pembayaran transportasi daring aja, ga lebih dari itu sih. Tapi sepertinya sekarang, Go-Pay udah mulai nih mengarah ke pembayaran non tunai seperti di Cina. Dan saya udah mulai sempet nyobain beberapa aplikasi cashless payment di Indonesia selain Go-Pay juga ?

Bayar Starbucks pakai Go-Pay

Sebenarnya Starbucks hanya satu dari beberapa rekanan yang udah bisa bayar pakai Go-Pay, misalnya Chatime, D’crepes, Lottteria, Platinum, Raa Cha, dan lainnya. Tentunya juga udah ada warung-warung yang sudah mendukung pembayaran menggunakan Go-Pay, seperti yang ada di Go-Food Festival di Gelora Bung Karno, Jakarta.

Sistem pembayaran non tunai menggunakan Go-Pay itu kurang lebih sama kok seperti yang lihat di Cina, yaitu bayar tanpa tunai menggunakan QR code.

Setelah saya melakukan pemesanan di kasir Starbucks, si kasir langsung input total belanjaan saya pada mesin EDC, dan kemudian keluar struk yang juga terlampir QR code dari transaksi saya. Jadi yang saya lakukan adalah buka aplikasi Go-Jek dan klik Scan QR. Kemudian di layar hape kita, akan muncul transaksi tersebut, dan kalau setuju kita tinggal klik OK (atau ‘Next’ ya? Ga inget), dan masukkan PIN! Setelah PIN dimasukkan dan benar, berarti transaksi berhasil deh, dan struk bukti pembayaran kita langsung keluar dari mesin EDC.

bayar starbucks pakai gopay - kadungcampur
QR code yang harus kita scan dengan Go-Pay untuk melakukan pembayaran 

Sempet kaget dan panik juga diminta untuk memasukkan PIN Go-Pay, soalnya ga inget lah, secara jarang perlu pakai PIN saat transaksi pembayaran Go-Jek haha.

Oke, emang selain pakai Go-Pay, pernah cobain apa lagi?

Bayar gado-gado pakai SOBATKU

Apa tuh SOBATKU?

SOBATKU itu merupakan tabungan online yang merupakan produk dari KSP Sahabat Mitra Sejati dan didukung oleh Bank Sampoerna.

(Baca juga : Nabung untung dengan tabungan online)

Karena ini merupakan produk tabungan, jadi ya agak berbeda sedikit dengan produk e-wallet, seperti Go-Pay dan Sakuku tadi. Berbeda karena kalau kita melakukan transaksi cashless payment menggunakan SOBATKU, nanti yang terpotong adalah saldo tabungan kita, sedangkan kalau produk e-wallet yang terpotong adalah saldo yang kita simpan di dompet digital tersebut. ‘Dompet’ dan tabungan tentunya berbeda lah ya, bukan? ?

Nah, sebelumnya di Starbucks, si kasir kan menggunakan mesin EDC, gimana kalau si penjual ga punya mesin EDC, dan si pembeli mau melakukan pembayaran non tunai?

Ini sama aja dengan yang saya lihat waktu di Cina. Si pembeli menyediakan QR code yang merupakan identitas usahanya. Ini agak berbeda cara pembayarannya dengan ketika saya bayar pakai Go-Pay di Starbucks.

qr code ibu gado gado - kadungcampur
Si penjual gado-gado dengan QR code SOBATKU

Jadi, beberapa waktu lalu saya pernah makan di kantin koperasi karyawan Sampoerna. Karena SOBATKU juga merupakan bagian dari grup Sampoerna, jadi untuk pembayaran makanan di kantin ini juga bisa menggunakan transaksi non-cash, yaitu dengan menggunakan SOBATKU.

Tentunya saya sebelum beli, saya coba tanya dulu, apakah bisa menerima pembayaran menggunakan SOBATKU atau tidak. Kalau bisa, berarti si penjual pasti udah punya QR code untuk warungnya itu. Waktu itu saya melakukan pembayaran untuk pembelian gado-gado.

Langkahnya gimana jadinya kalau bayar tanpa tunai pakai SOBATKU?

Saya tinggal scan QR code dari tempat makan tersebut, dan kemudian akan muncul identitas si pemilik usaha tersebut beserta nomor rekeningnya. Oh jadi, ternyata proses bayar tanpa tunai SOBATKU itu lebih mirip ke proses transfer antara tabungan online SOBATKU. Selayaknya proses transfer, berarti saya tinggal memasukkan harga si gado-gado dan keterangan pesanan kita, dan memasukkan PIN tabungan online SOBATKU saya, dan klik Transfer. Untuk alasan keamanan, kita juga akan diminta memasukkan kode OTP yang di SMS ke nomor kita. Setelah itu pembayaran selesai deh.

bayar tanpa tunai sobatku pakai sistem transfer - kadungcampur
Ternyata sistemn pembayaran non tunai dari SOBATKU menggunakan sistem transfer 

Menarik juga proses transaksi non tunai dari SOBATKU ini karena menggunakan proses transfer, ya.

Pengganti dompet jaman NOW

Sudah beberapa waktu ini, lagi nge-trend pengganti dompet alias cashless payment, yang menyambungkan dengan kartu debit kita. Jadi nanti aplikasi tanpa tunai tersebut akan langsung mendebet dari rekening kita.

Nah, biar aman sih ya, menurut saya pake aja tuh kartu debit electronic atau e-Card dari JENIUS aja. Jadi kalau kita koneksikan yang e-Card Jenius, berarti nanti yang akan tersambung dengan app pembayaran non-tunai adalah saldo di e-Card, bukan saldo di rekening utama. Tapi emang jadi agak ribet sedikit sih, karena kita harus top up dulu saldo si e-Card itu biar nanti bisa kita pakai sebagai alat pembayaran non-tunai.

aplikasi cashbac - kadungacampur
Salah satu aplikasi non-tunai favorit, aplikasi Cashbac

Ada beberapa sih aplikasi pengganti dompet yang saya suka pakai nih,salah satunya aplikasi Cashbac. Kenapa saya demen banget pake aplikasi Cashbac, ya tentunya karena ada cukup banyak promo cashback-nya hahaha.

Beberapa merchants yang saya suka adalah McDonald’s dan FamilyMart hehe. Biasanya tuh setiap Rabu suka ada tambahan cashback di McDonald’s.

cashbac merchants - kadungcampur
List merchants yang kerja sama dengan Cashbac app

Kalau ga mau ketinggalan cashback dari Cashback app, langsung aja install Cashbac app, ya. Biar dapat tambahan uang jajan, tinggal pakai aja kode referral Cashbac app di sini, ya: https://referral.cashbac.com/d/tim01ai

Nanti kamu bisa dapat cashback langsung senilai Rp. 50,000 setelah kamu pertama kali mengkoneksikan kartu debit atau kartu kredit ke aplikasi Cashbac 😊

aplikasi cashbac promo cashback liberica - kadungacampur
Sempat mencicipi promo cashbac di Liberica juga lho 🙂 (btw, ini nasi campur Bali)

Pernah bayar tanpa tunai dengan aplikasi lain?

Sebenarnya saya pernah sih pakai e-wallet selain Go-Pay. Saya juga pernah pakai Sakuku dari BCA. Waktu itu di bulan April 2018, pas ada acara Kaskus dengan Sakuku BCA yang namanya Markas 2018 di Bintaro Exchange.

Kenapa bekerja sama dengan Sakuku BCA? Karena di acara tersebut ada banyak booth makanan dan minuman. Oleh karena itu, selain bisa bayar dengan tunai, kita juga bisa bayar non tunai menggunakan Sakuku. Ya udah deh, saya iseng-iseng aja install Sakuku, sambil sekalian coba pakai transaksi deh. Lagian saya juga nasabah Bank BCA, jadi saya pikir akan mudah deh kalau mau top-up e-wallet Sakuku BCA.

Kebetulan saat itu lagi panas banget, dan kebetulan juga saat itu lagi populernya Es Kepal Milo. Langsung deh ketika nemu booth yang jualan Es Kepal Milo, saya langsung pesen dan bayar.

beli es kepal milo pakai sakuku - kadungcampur
Pernah juga nih beli es kepal Milo yg lagi hitz itu pake Sakuku di acara Kaskus Markas 2018 

Di setiap booth udah disediain mesin EDC untuk pembayaran menggunakan Sakuku BCA, cuma yang ga saya inget, apakah saya perlu memasukkan harga makanan seperti pas saya bayar gado-gado pakai SOBATKU, atau langsung aja seperti saat saya melakukan pembayaran di Starbucks hehehe. Nah, mungkin kamu yang pernah transaksi pakai Sakuku, bisa membantu mencerahkan saya hehe.

Oh iya, selain itu, saya juga pernah nih pake TCASH, yang merupakan salah satu dompet online dari Telkomsel. Enak banget lah kalau pake ini, karena banyak promo cashback dari TCASH haha.

(Baca juga: #JadiBaik di Bulan Baik pake TCASH)

Mungkin kamu pernah bayar tanpa tunai menggunakan aplikasi lain? Boleh dong di share di komen, ya ?

beli cireng gofood festival pakai gopay - kadungcampur
Beli cireng di Go-Food Festival juga bisa pake Go-Pay lho! 😉

19 KOMENTAR

  1. Aku juga udah menerapkapkan cashless lumayan lama, mulai dari beli bensin sampai belanja di minimarket dan toko buku.Sudah pasti juga saat belanja online. lebihmudah dan aman sih. ngga khawatir bawa uang banyak banyak. semua dalam kartu semua hehehehe

  2. Aku pernah bayar non tunai pakai tcash, hihi. Lainnya belum. Malah baru tahu nih go pay bisa buat beberapa tempat ya. Terus sobatku juga bisa. Jadi kepo di Cina orang2 tua gitu juga ngeh ya dengan non tunai. Kalau di Indonesia aku nggak kebayang betapa bingungnya mereka kalau harus non tunai semua, hoho

    • Iya nih, mesti dibiasakan kali ya utk menerima pembayaran pake cashless. Biasanya sih kl yg ga ngerti dibantuin anaknya yg jual hehe 😀

  3. Saya cuma pernah coba go pay. Asik beli ini itu. Lebih praktis. Jadi serba cepat. Seru juga. Tapi sempat terpikir gimana kalau dihack orang gitu.

    • Wah, jgn sampai ya, berarti mereka harus jaga keamanannya terus sih ya, biar org nyaman simpen uang di situ 🙂
      Kl aku sih plg seperlunya aja top up nya, nanti kl kurang tambah lagi hehe.

  4. Itu seriusan bayar gado-gado udah bisa cashless gitu mas? boleh boleh boleh
    Banyak untung ruginya juga sih, untungnya ga perlu ribet bawa uang di dompet, ruginya ya kalau kita kepengn beli di tempat yang ternyata belum menerima pembayaran non tunai 😀

    • Kl Sobatku sih krn sistem transfer jd langsung masuk ke rekening tabungannya yaa … Mudah2an yg lain jg mudah sih, sehingga ga ngerepotin pedagangnya 🙂

  5. Bayar gado2 udah bisa nontunai aja. Jadi gampang kan yaaa

    Aku di beberapa tempat belanja suka bayar nontunai. Biar cepet gak pakai ambil uang dulu atau ngitung kembalian. Tp karena di kampung, jd msh tetep byk yg tunai

  6. Gara gara wechat ini, Line juga merambah ke uang digital.

    Saya juga sekarang sedang membiasakan diri pakai cahsless nih gegara mall-mall deket rumah yg notabene dikuasi lippo sedang menggalakan cashless pakai OVO 🙂

  7. Cashless mestinya juga mulai banyak diterapkan di sini. Lebih aman dan akurat. Cina keren euy berani beralih ke cashless secara massal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here