Cinta pertama dengan Sulawesi Selatan berlabuh di Tanjung Bira

4
438

Cinta pertama dengan Sulawesi Selatan berlabuh di Tanjung Bira – Kunjungan saya ke Sulawesi Selatan terjadi pada tahun 2013. Pada awalnya, saya berencana mengunjungi beberapa tempat, seperti Tana Toraja, Rammang – Rammang, dan Tanjung Bira, tetapi karena satu dan lain hal, terpaksa saya harus memotong liburan singkat saya ini, dan hanya menyisakan Tanjung Bira dalam acara perjalanan ke Sulawesi Selatan ini.

penerbangan jakarta makassar sulawesi selatan naik airasia - kadungcampur
Penerbangan ke Makassar naik AirAsia

Road trip singkat di Sulawesi Selatan

Karena perjalanan saya menjadi super singkat, maka saya memutuskan untuk menyewa kendaraan dari Makassar untuk menuju Tanjung Bira, daripada menggunakan transportasi umum yang mungkin saja memakan waktu lebih lama. Sayangnya, hanya saya yang bisa menyetir mobil, tapi ya sudah tidak apa – apa, karena saya pikir pasti seru. Untungnya, kami liburan selama 2 malam di Tanjung Bira, jadi ada waktu untuk menikmati dan relaks sejenak sebelum balik lagi menyetir balik ke Makassar.

Ini kunjungan saya yang pertama ke Sulawesi Selatan, dan saya kurang tahu kondisi lalu lintas antar kota di Sulawesi Selatan, jadi saya nekat saja. Bahkan perjalanan menuju Tanjung Bira, baru dimulai sore hari, setelah kami mengantar teman kami lainnya yang akan pulang ke Jakarta.

Satu komentar yang saya ingat dari teman seperjalanan saya mengenai gaya menyetir saya, setelah saya menghitung waktu perjalanan yang memakan waktu hingga 6 jam dan tiba di Tanjung Bira sekitar jam 10 malam

‘kamu nyetirnya ga cepat – cepat amat nih, tadi aku lihatin speedometer-nya, kecepatanmu dari 70 – 80 km/j, terus turun lagi, gitu aja terus haha!’

Iya sih menurut Google Maps perjalanan dari Makassar ke Tanjung Bira hanya memakan waktu sekitar 4,5 jam saja, tapi ya sudah lah, padahal saya yang menyetir sepertinya sudah cepat lho karena ingin cepat sampai haha!

Pertama kali ke Tanjung Bira

Penginapan yang kami pilih berlokasi tepat di samping pantai Tanjung Bira, jadi senang banget waktu pagi – pagi dan melihat keluar kamar yang terlihat pantai Bira langsung. Bahkan lokasi untuk makan pagi pun terletak di dekat pantai.

Sebenarnya saya tidak terlalu banyak merencanakan perjalanan ini, karena setelah menyetir sendiri selama sekitar 6 jam, sepertinya tidak perlu sibuk pergi ke sana ke sini, tetapi ada satu hal yang ingin saya lihat, yakni pembuatan kapal phinisi di Tana Beru. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Pantai Tanjung Bira.

Melihat pembuatan kapal phinisi di Tana Beru

Ketika saya mendatangi Tana Beru, ternyata pembuatan kapal phinisi terletak di tepi pantai, dan ada beberapa pembuatan kapal yang sedang berlangsung. Kami cukup beruntung untuk berbicara dengan salah satu pembuat kapal Phinisi.

kerangka kapal phinisi tana beru sulawesi selatan - kadungcampur
Pembuatan kapal phinisi di Tana Beru, Tanjung Bira, Sulawesi Selatan

Saya cukup terkejut ketika sang pembuat kapal phinisi ini mengatakan kalau dia tidak perlu merancang bentuk kapal seperti apa, mengukur berapa panjang kayu untuk kerangka kapal ini, dan sebagainya. Semuanya dilakukan dengan insting saja. Keren sekali! Saya saja kalau mau membuat sesuatu mesti dikonsep terlebih dahulu. 

Hal berikutnya yang cukup membuat saya tercengang adalah harga dari kapal phinisi tersebut. Harganya memiliki rentang dari puluhan hingga ratusan juta! Beberapa konsumennya ada yang berasal dari Bali. Kok saya jadi pengen ya phinisi *ehm … ngarep*

timo wp kapal phinisi tana beru sulawesi selatan - kadungcampur
Hayooo, siapa yang mau beli kapal phinisi?

Sunset di Tanjung Bira

Setelah melihat – lihat pembuatan kapal phinisi, ternyata pantai Tanjung Bira merupakan pantai sunset, dan sungguh menyenangkan memang, bermain air di pantai sambil menikmati sunset.

sunset tanjung bira - kadungcampur
Sunset di Tanjung Bira

Mau belanja ikan segar? Hehe

Sebenarnya tidak jauh dari tempat kami tinggal (keluar dari kompleks wisata Tanjung Bira), terdapat pantai lain lagi yang merupakan pantai sunrise!

Di situ tidak hanya menikmati sunrise, tetapi kami juga sempat melihat para nelayan yang baru saja pulang dari melaut dengan hasil tangkapannya, sedangkan para pembeli, sudah siap dengan kardus – kardusnya untuk menaruh ikan – ikan tersebut.

nelayan tanjung bira sulawesi selatan - kadungcampur
Ikan segar hasil tangkapan nelayan

Ada juga pembuatan kapal phinisi di Tanjung Bira

Dan ternyata, di pantai yang dekat dengan kompleks wisata Tanjung Bira ini, juga terdapat pembuatan kapal phinisi. Saya pikir hanya ada di Tana Beru hehe.

Ternyata di sini bahkan ada kapal phinisi yang sudah hampir jadi, dan sedang dipersiapkan untuk berlabuh, Jadi lokasinya sudah agak masuk lebih menjorok menjauhi pantai.

kapal phinisi tanjung bira sulawesi selatan - kadungcampur
Kapal phinisi yang hampir jadi

Good bye Sulsel!

Memang, perjalanan saya pertama ke Sulawesi Selatan ini, sangatlah singkat. Belum berlama – lama sudah harus bergerak menuju airport, tapi setidaknya saya senang kalau cinta pertama saya dengan Sulawesi Selatan berlabuh di Tanjung Bira. Selain tempatnya yang menyenangkan untuk dikunjungi, ternyata ketika dalam perjalanan balik menuju Makassar, saya akhirnya bisa melihat pemandangan dalam keadaan terang hehe.

perjalanan balik tanjung bira menuju makassar sulawesi selatan - kadungcampur
Perjalanan balik ke Makassar

Sampai jumpa lagi Sulawesi Selatan!

Semoga, di kunjungan saya berikutnya, saya bisa mengunjungi tempat – tempat yang belum pernah saya datangi, terutama Tana Toraja dan Rammang – Rammang 🙂

jembatan kembar sulawesi selatan - kadungcampur
Ketemu jembatan kembar dalam perjalanan singkat di Sulawesi Selatan ini
makassar sulawesi selatan - kadungcampur
Back to Makassar!

4 KOMENTAR

  1. Pantainya ya memang menjadi tidak bersih, karena banyak serpihan2 kayu, dan sebagainya … Tp ya mungkin di pantai merupakan lokasi yang memungkinkan untuk membuat perahu phinisi itu, jd kl udah kelar tinggal diluncurkan aja dgn gampang ke laut huehehe 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here