Sudah siap membeli rumah pertamamu?

Author: | Posted in Keuangan, Liputan 22 Comments

Sudah siap membeli rumah pertama? – Rasanya tuh excited dan penasaran, ketika tau kalau Ligwina Hananto dari QM Financial akan mengadakan seminar kecil-kecilan di Jakarta Property Week (ngetik ini sambil berdoa, biar ga salah tulis jadi ‘Jakarta Fashion Week’) di Balai Kartini yang diselenggarakan oleh Rumah123. Pertama karena saya sudah ngikutin Ligwina Hananto dari awal pas doi siaran radio di area Sarinah, Thamrin. Kedua, karena properti merupakan salah satu hal yang saya sukai juga. Tiga, topik yang dibawakan pun menarik ‘How to do a financial planning to buy your own first house’ alias ‘bagaimana caranya mengatur keuangan untuk membeli rumah pertamamu’.

Alasan jangan menunda membeli rumah pertama

Jakarta Property Week atau kamu juga bisa cek hashtag #jpw2016 di media sosial, pada waktu itu mengajak orang-orang untuk mulai merencanakan membeli properti pertama.

Kenapa emangnya gitu?

Ada beberapa alasan yang saya perhatikan dari tampilan video di panggung di #jpw2016, sambil saya menunggu seminar teh Wina ini.

Kalau kamu menunda 1 tahun untuk membeli rumah pertamamu, maka bisa saja lokasi rumahmu akan lebih jauh 10 km dari kota. Karena biasanya, harga properti di kota, semakin lama akan semakin mahal. Sekali lagi, ini ‘biasanya’ ya.

membeli-rumah-pertama

Jangan menunda untuk membeli rumah pertama

Lalu apa lagi nih alasannya?

Karena lokasimu menjadi jauh 10 km dari kota (dengan asumsi kamu bolak-balik dari rumah ke kantor yang letaknya di kota), maka kamu bisa saja membuang bensin 3 liter per harinya. Coba aja dihitung deh, 22 hari kerja x 3-liter x harga bensin. Padahal kalau dikumpulin, kita bisa gunakan uangnya untuk lainnya, betul ‘kan?

Selain itu, karena penundaan dan harga properti menjadi semakin mahal, jadi mungkin saja rumah yang kamu beli akhirnya menjadi lebih kecil sekitar 28m2 dari yang seharusnya. Padahal area bisa digunakan untuk tambahan ruang keluarga, atau apalah apalah ya.

Jadi kapan dong kita harus membeli rumah pertama kita?

Kapan? Jangan kapan-kapan dong hehe.

Kalau rumah yang ingin kamu beli ini merupakan rumah pertamamu, yang mesti kamu perhatikan adalah ini:

‘Rumah mana yang kamu MAMPU beli, dan BUKAN, rumah mana yang kamu mau atau inginkan’

Kamu bisa saja mau rumah 2 lantai di area Pondok Indah, Jakarta. Pertanyaan selanjutnya, kamu mampu ga? Kalau mampu, ya go ahead. Kalau belum mampu, berarti kamu mesti membeli rumah pertama yang sesuai dengan kondisi finansial kamu terlebih dulu.

membeli-rumah-pertama-seperti-mansion

Kalau kamu mampu beli mansion, ya go ahead 😉

Berbicara mengenai kemampuan membeli rumah, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan.

Biaya-biaya yang timbul ketika membeli rumah

Apa aja tuh misalnya?

Kalau kamu membeli rumah dengan menggunakan kredit dari bank, biasanya akan timbul beberapa biaya, seperti misalnya biaya provisi, biaya administrasi, biaya asuransi, biaya notaris, pajak jual beli, dan beberapa biaya lainnya. Biaya-biaya ini tentunya harus kamu ketahui dulu, biar nanti ga kaget di tengah-tengah, ya.

Dan ketika kamu sudah membeli rumah pertama, ada hal lain lagi nih yang harus kamu ketahui setelah kamu membeli rumah pertama. Hmm, yak itu dia, ngisi rumahnya! Haha … Ya, masa kosongan yak rumahnya. Diisi perabotan deh, atau mungkin renovasi ini itu deh, dan ini butuh biaya kan ya?

Ngumpulin uang DP alias Down Payment

Sekali lagi, ini dengan asumsi, kamu mau membeli rumah pertama dengan menggunakan kredit dari bank, ya. Tentunya kamu tidak bisa ambil kredit 100% dari harga rumah tersebut. Palingan kamu hanya bisa ambil 70% saja dari harga rumah itu. Sisanya yang 30% inilah yang merupakan Down Payment (DP). DP ini datangnya dari mana dong? Ya dari kantungmu sendiri 🙂

Kalau misalnya kamu ga punya uang untuk bayar DP-nya, berarti kamu harus mulai merencanakan bagaimana kamu bisa mendapatkan DP itu, apakah dengan menabung atau dengan menggunakan investasi. Maka dari itu, memikirkan cara untuk mengumpulkan Down Payment, sebenarnya lebih penting daripada faktor lainnya dalam membeli rumah. Karena kalau tidak kekumpul DP, bagaimana caranya kita membeli rumah dengan kredit dari bank?

merencanakan-down-payment-membeli-rumah-pertama

Kumpulin Down Payment dulu aja yuk

Dan berhubungan dengan menunda lagi, semakin kamu menunda mengumpulkan DP, maka semakin besar pula uang DP tersebut. Misalnya nih ya, DP-nya adalah Rp. 300 juta. Nanti misalnya kamu menunda hingga tahun 2019, uang DP ini akan meningkat menjadi sekitar Rp. 377 juta, dan seterusnya. Wah!

Berapa besar cicilan per bulan selama sekian tahun

Nah, besarnya cicilan per bulan, balik lagi ke kemampuan finansialmu. Ini harus bener-bener dihitung, karena kamu harus membayar cicilan ini per bulan selama sekian tahun. Jadi jangan gara-gara kamu menggunakan sebagian besar pendapatanmu untuk cicilan hutang, malah kamu tidak bisa ngapa-ngapain lagi, karena sisa dari pendapatanmu udah kecil banget.

Trus, berapa dong yang mesti disisihkan untuk cicilan kredit rumah ini?

Kalau menurut teh Wina ini, biasanya porsi untuk cicilan hutang itu maksimum 30% dari pendapatan.

Lalu sisanya untuk apa? Misalnya 20%-40% untuk pengeluaran bulanan dan 20% berikutnya untuk lifestyle — contohnya ngopi-ngopi atau belanja.

Ini sih pembagian porsi pendapatan pada umumnya ya, dan mungkin saja si A dan si B pembagiannya berbeda. Jadi sangat tergantung orangnya deh. Jangan lupa nih, semakin besar porsimu untuk satu hal, maka tentunya akan mengurangi porsi untuk hal yang lain 🙂

Kalau kamu misal mau tau kira-kira cicilan dan biaya untuk membeli rumah pertamamu, kamu bisa pakai kalkulator  kredit dari simulasikredit.com di sini.

Nah ini contohnya yang diberikan oleh teh Wina waktu seminar tadi.

simulasi-kredit-membeli-rumah-pertama

Contoh perhitungan cicilan kredit untuk membeli rumah

Tips membeli rumah pertama

Nah, kalau kamu sudah siap untuk membeli rumah pertama, teh Wina tadi juga sharing beberapa tips-nya nih.

Coba survey Lokasi rumah pertama

Waktu membeli rumah pertama tuh, kita mesti bener-bener jatuh cinta banget banget ama rumah tersebut. Ya iya dong, secara itu rumah pertama kita. Dan yang harus diperhatikan ya pastinya lokasi. Kalau udah ga suka ama lokasi, bagaimana kita bisa jatuh cinta ya ama itu rumahnya hehe.

Anyway, sekarang sudah banyak banget listing properti secara online, seperti di Rumah123. Jadi daripada kamu langsung datang, kamu bisa lihat foto-fotonya dulu untuk menyeleksi 🙂

Perhatikan Fasilitas di sekitar rumah pertama

Sarana transportasi keluar dan menuju rumah bagaimana, mudah ga? Apa dekat dengan stasiun kereta Commuter Line? Kemudian, bagi keluarga yang memiliki anak, tentunya fasilitas pendidikan juga merupakan unsur penting dalam memilih rumah. Apakah sarana pendidikannya jauh atau dekat? Kan kasian ya, kalau anak kita – (((ANAK KITA))) – yang masih kecil harus menempuh jarak yang lumayan hanya untuk ke sekolah dan pulang ke rumah.

Lalu ada rumah sakit atau ada klinik terdekat ga? Susah juga kalau misalnya jauh-jauh, terus ada keadaan darurat yang harus segera ditangani, ya.

Sistem pembayaran dari rumah pertama tersebut

Biasanya sih ya, kalau kita bayar menggunakan cash keras, suka ada diskon lho. Jadi kita mesti kulik-kulik info diskon ke si developernya. Kalau misalnya bukan cash keras, apakah developernya menyediakan sistem cicilan atau mungkin ada kerja sama dengan sebuah bank. Kalau ada kerja sama dengan sebuah bank, kan bisa lebih enak prosesnya.

ligwina-hananto-membeli-rumah-pertama-jakarta-property-week-2016

Si teteh ini neranginnya menggebu2 lho 🙂

Hitung pembayaran pertama

Kalau soal hitung-menghitung pembayaran sudah disebutin di atas ya, yang bisa pakai kalkultor si simulasikredit.com itu. Jadi untuk pembayaran pertama itu dari DP + Biaya dan Pajak.

Besaran kemampuan cicilan bulanan

Besarnya cicilan bulan, bisa kita lihat dari porsi pembagian pendapatan seperti yang sudah disebutin di atas. Sekali lagi perlu ditekanin nih. Membeli rumah pertama, apalagi dengan menggunakan kredit bank, memerlukan komitmen yang super banget. Karena pembayaran cicilannya ini itungannya tahunan lho, ga hanya sehari atau dua hari.

So … setelah tau hitungannya, berarti kamu sudah tau kemampuanmu untuk membeli rumah pertama, kan?!

 

Kalau kamu suka dengan blog post ini, tinggalin komen dan share ya, siapa tau bisa membantu yang lain juga 🙂

Advertisements
Comments
  1. Posted by Nasirullah Sitam
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Hanif Insanwisata
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by denahrumahminimalis.info
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Hastira
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Iqbal Kautsar
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by evrinasp
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by zata ligouw
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Cerita Melalak
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by cumilebay
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by bena
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Dapurku
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment