SKYDIVE di DUBAI, Sensasi yang tidak akan terlupakan seumur hidup!

Author: | Posted in Guest Post, Wisata 14 Comments

Skydive di Dubai — judulnya disingkat aja ya, bo, merupakan guest post dari seorang sahabat, dan juga merupakan bagian dari keluarga ke dua saya, Lidya! Beruntung banget lah saya, karena si Lidya mau menyumbangkan ceritanya tentang Skydive di Dubai, walau akhirnya nyesel udah sumbangin ceritanya ke saya daripada posting di blog nya hahaha! *kabuuur*

Anyway, baru kali ini ngeh, kalau Lidya tuh suka banget pake emoticon-emoticon lucu a la dulu saya masih pake BBM deh 😀

Di balik cerita sebuah Skydive di Dubai

“Gila lo! Beneran?”

“Waaah seruuuu!”

“Gw dibayarin juga ngga bakal mau!”

“Pengeen jugaa!”

Begitulan kira-kira tanggapan teman dan saudara saat mendengar rencana gw untuk skydive di Dubai. Banyak yang ngga nyangka kalau gw  berani untuk melakukannya, padahal pada ngga tau aja kalau skydiving sudah berada dalam bucketlist gw dari dulu and I have to cross it from my bucket list :). Masalah takut atau ngga, yaah pastinya takutlah, tapi just do it anyway (^∇^)

Semua berawal dari mendapatkan kesempatan pergi ke Dubai secara gratis dari perusahaan tempat gw menjalankan bisnis sampingan. Setelah berjuang susah payah akhirnya berhasil mencapai target untuk mendapatkan Incentive Trip ke Dubai selama 5 hari di awal November 2016. Saat itu sebenernya pengen ngelanjutin untuk solo trip ke Jordan, tapi karena cuti sudah habis hehe, akhirnya memutuskan untuk skydive di Dubai aja.

Galau setelah liat harganya

Mulailah gw mencari informasi tentang skydive dubai di. Jujur saat mengetahui biayanya, cukup bikin shock, karena harga skydive di Dubai itu AED 1999 atau setara dengan 7.2 juta Rupiah. Gileee mahal aja ya kalau mau skydive di Dubai, bo! Harga segitu sudah termasuk foto dan video, jadi setiap jumper dapat satu orang dedicated videographer. No wonder harganya mahal yah, namun ternyata provider Skydive Dubai memang termasuk yang paling mahal dibanding negara-negara lain. Wheew, soalnya kalau dibandingin di Australia, kita bisa skydive hanya dengan harga Rp 3 jutaan.

provider skydive dubai

Skydive Dubai

Karena harganya yang sangat ngga murah, mulai bimbang hati ini. Rada ngga rela juga keluar uang segitu hanya untuk lompat sekali (-__-“ ). Tapi, saat melihat video-videonya, duh kok keren banget ya! Lompat dari pesawat dengan latar belakang Palm Jumeirah emang unik dan satu-satunya di dunia. Akhirnya setelah semedi dan nimbang sana nimbang sini (galaunya ngga ketulungan), akhirnya gw memantapkan diri untuk daftar. Karena toh semua trip gw udah dibayarin oleh perusahaan, gw kan tinggal bayar skydive di Dubai aja. Mumpung ke Dubai ini, kapan lagi coba! Begitulah alasan yang gw buat untuk diri sendiri ¡¡¡( •̀ ᴗ •́ )و!!!

Menuju Skydive Dubai

Step berikutnya setelah daftar adalah memilih hari dan jam untuk skydive. Gw pilih hari Kamis tanggal 10 November 2016, dengan waktu check in jam 11.15 siang, dan pastinya sambil berdoa biar hari itu cuaca cerah. Karena bila cuaca ngga bagus maka akan dibatalkan, tapi uang akan full refund kok. Perlu diperhatikan juga kalau saat kita book di website, maka kita kemudian harus bayar DP sebesar AED 999, dan sudah ngga bisa dibatalkan lagi. Pihak Skydive Dubai HANYA akan mengembalikan uang kita, bila pembatalan dikarenakan cuaca yang jelek. Alasan selain cuaca, misalnya sakit, urusan mendadak, no show, dan lain-lain ngga akan diterima. Pastinya DP kita akan hangus. Kalau gw googling, Skydive Dubai memang sangat ketat masalah refund jadi pikirkan baik-baik sebelum booking ya.

Oh ya, satu lagi yang perlu diingat, ada batasan maksimal BMI (Body Mass Index) kalau mau coba Skydive Dubai, yaitu perbandingan antara berat badan dan tinggi badan. Batas BMI untuk Wanita 27.5 dan Pria 30. Juga ada batas maksimal berat badan, kalau untuk wanita adalah 90 kg dan pria 100 kg. Mereka bener-bener periksa loh saat kita disana. Ada timbangan dan pengukur tinggi badan. Kalau melebihi batas bakal ditolak untuk skydive and the worst part itu uang DP hangus! Soooo,  diharapkan diet dulu seperti gw sebelum hari H. Jangan sampe gagal lompat gara-gara over weight. Bisa nangis bombay, gagal narsis, plus uang DP-nya lenyap. Amit-amit, jangan sampe ada yang kejadian kayak gitu deh.

The Day!

Finally hari yang dinantikan tiba, walaupun sebelumnya ada drama karena berat badan nambah 2 kg dalam waktu 2 hari, akbiat semua makanan di Dubai dibayarin Σ(°□°)/. Beneran langsung stress dan langsung diet ketat mati-matian. Untungnya langsung turun lagi fiuuuh. Pas paginya pun ngga makan sama sekali karena saking takutnya nambah 1 ons yang bisa jadi bikin gagal lompat.

Well anyway, pagi-pagi berangkat dari hotel ke Palm Drop Zone Dubai dengan naik taksi. Sesampai di sana celingak-celinguk sendirian, tapi untungnya sudah ramai dengan orang dari berbagai negara. Langsung ngantri di bagian registrasi ulang untuk ditimbang dan Alhamdulilah, lolos ciiin, walaupun mepet abis hehehehe. (Timo: seriusan Lid, sampe mepet gitu 😮)

daftar peserta skydive dubai

Daftar peserta Skydive Dubai, and I am super excited!

Cukup lama juga nunggu dipanggil untuk pake perlengkapannya. Sembari nunggu sempet kenalan dengan cewek Philipina yang juga sendirian, jadilah kita ngobrol dan sama-sama berbagi rasa takut  wkwkwwkwk.

Satu pesawat ada 6 orang peserta dan masing-masing memiliki partner tandem serta videographer-nya sendiri.  Partner tandem gw namanya Gael, orang Perancis dan videographer gw namanya Greg. Mereka sangat ramah dan Gael looks very professional, sehingga gw merasa aman, karena yah nasib gw kan di tangan dia. (Timo: ciyeee, udah tukeran nomor telepon belum? *kabuuur*)

Saat briefing, tau-tau ada pengumuman, kalo semua penerjunan di tahan dulu akibat anginnya lagi kencang.  Haiyaaa, bikin tambah deg-deg-an aja ε=ε=(っ*´□`)っ. As my new friend from the Philippines said ‘don’t prolong the agony, please God!’ Akhirnya setelah nunggu sejam-an, cuaca baru dinyatakan clear, dan gw naik pesawat sekitar jam 2 siang.

I am flying!

Gael bilang kalau cuacanya bagus banget setelah anginnya reda. Dan memang benar sih, clear blue sky ahead. Saat di pesawat, gw sebenernya banyakan blank-nya, pikiran kosong wkwkwkwk, kayak mimpi, I am really gonna do it, OMG!! Temen gw sempet bilang, don’t think just jump! Untungnya bukan gw yang jump, lebih tepatnya Gael yang lompat sambil nyeret gw yang terikat di badannya, hahahahaha. Damn!!! The moment when I jumped itu, rasanya ulu hati ngga karuan mirip dengan perasaan saat naik turun roller coaster, for at least 3 seconds! Setelah itu perasaan tersebut hilang dan gw terjun bebas, sebebas-bebasnya. Ngga mikir sama sekali, gimana kalo parasutnya ngga kebuka, gw malah sibuk berpose buat Greg sang videographer wkwkwkkwk.

melawan gravitasi saat skydive

Melawan gravitasi saat skydive

Karena terjun dari ketinggian 13 ribu kaki, kira-kira masa free fall tanpa parasutnya sekitar 40 detik. Selama 40 detik itu, G-force-nya bikin rada susah nafas dan anginnya bikin tangan sulit bergerak bebas, ditambah lagi semua lemak ikutan bergoyang-goyang, jadinya kurang bisa berpose cihuy pas di video-in \(>o<)ノ

Tanpa terasa tau2 greg membuka parasutnya yang berarti ketinggian kita kira-kira sudah di 6,000 kaki. Setelah parasut dibuka, baru deh kita bisa slowing down dan bisa menikmati pemandangan di bawah sana yang luar biasa indahnya. Beneran pemandangannya bagus banget, pengen bisa nikmati selama mungkin, namun sayangnya waktunya cuma kira-kira 15 menit sebelum sampai di daratan.

pemandangan palm jumeirah di dubai dari atas

I am flying!

(Timo: Liidddd, keren amatttt!!! Amazing experience banget nih!)

Perasaan gw saat mendarat tuh seperti ‘I feel like I can do anything Baby!! Bring it On!!!’ Hahahahaha, the adrenaline rush was still kicking in. Dan gw bersyukur kalau gw sampai di daratan dengan selamat. Sepanjang perjalanan balik, gw ngga bisa berhenti tersenyum, norak kali ya, but I am so proud for myself ✧*。٩(ˊᗜˋ*)و✧*。.

A quick note on skydiving

Oh ya, ada satu hal yang memang bikin gw ragu-ragu di awal, yaitu pada saat registrasi ulang di tempat, kita diminta untuk tanda tangan surat pernyataan yang membebaskan Skydive Dubai dari segala macam tuntutan bila terjadi kecelakaan. Jadi if shit happens, well, kita ngga bisa tuntut mereka. Ditambah lagi rata-rata program asuransi di Tanah Air ngga menanggung kematian dan kecelakaan saat melakukan olahraga extreme (setidaknya polis yang gw punya ngga menanggung itu). Tapi balik lagi, kecelakaan bisa terjadi dimana aja, bahkan saat santai di rumah pun bisa terjadi. Jadi kita hanya bisa berdoa, berusaha dan berharap yang terbaik saja 🙂

Gw aja pengen skydive di Dubai lagi, sayang harganya mahal banget. Insya Allah, kalau ada rezeki, siapa tau bisa ngerasain lagi Skydive di negara lain. And one thing for sure, it was one of the best experience ever!!!

(Timo: it’s definitely, the best unforgettable experience, Lid!)

Oh iya, jadi dari tadi kan gw udah bilang kalau ada videographer juga, ini dia videonya:

(Timo: Lidddd, gw bisa ngerasain kalau lu excited dan happy banget di video-nya! Haha 😀)

Lidya Ramadhania
Blog                      : http://ladybulbul.com/
Instagram           : http://instagram.com/lidyaramadhania
Twitter                 : https://twitter.com/lramadhania/

mendarat setelah skydive di dubai

I did it!

Advertisements
Comments
  1. Posted by @nurulrahma
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by @gajahpesing
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Wara
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by kurnia amelia
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Hastira
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Deddy Huang
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Dian Juarsa
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment