Darurat hard disk terselamatkan oleh Seagate FireCuda

Author: | Posted in Teknologi 61 Comments

Darurat hard disk terselamatkan oleh Seagate FireCuda – Sebagai seorang blogger, salah satu andalan saya untuk membuat sebuah blog post tentunya si laptop. Laptop saya ternyata kalau diingat-ingat udah berumur sekitar 4 tahun, dan masih bisa berjalan dengan baik hingga sekarang, walau udah minta untuk di-upgrade ini itu hehe.

Laptop yang saya gunakan juga ga hanya untuk menulis blog post aja. Saya juga suka foto-foto, apalagi pas berlibur, maka banyak tuh file foto bergiga-giga saya pindahkan dari memory card kamera ke laptop saya. Kemudian ketika saya edit foto – biasanya untuk urusan blog post atau Instagram – maka setelah di-edit, kemudian disimpan, maka otomatis akan tersimpan sebagai file baru. Semakin sering berlibur, maka stok foto saya juga akan semakin banyak deh hehe.

batch coffee lounge bali timo wp blogger

Ke mana-mana bawa laptop πŸ˜€

Selain foto, laptop saya juga ada video, karena kalau lagi berlibur, saya juga suka ambil video. Yah, footage-nya memang ga sebanyak jumlah foto, tapi ukuran video yang berdurasi sekitar 10 detikan, bisa mencapai sekitar 20Mb-an. Berarti kira-kira setara dengan 5 foto dengan format digital biasa ya, bukan RAW :D.

Makanya seiring berjalannya waktu, drive D: yang biasanya saya pakai untuk menyimpan data menjadi semakin penuh. Memang sih ada external hard disk, dan semua file udah saya backup ke external hard disk. Namun, saya kadang suka malas menghapus file foto dari trip saya sebelumnya. Salah satu alasan mungkin karena saya akan menggunakan tuh foto-foto lama lagi, walau ternyata file-file lama tersebut faktanya jarang disentuh juga haha.

darurat hard disk

Ketika darurat hard disk melanda

Lalu, ketika drive D: saya penuh, jadinya saya pindahin sebagian file-nya ke drive C: – yang sebenarnya adalah drive untuk sistem laptop. Dan waktu ada teman saya yang lihat kalau hard disk di laptop saya pada merah semua, dia langsung pusing sendiri haha. Dia bilang untuk drive C: semestinya ga boleh sampai merah, harus ada sisa sekitar 25% sih, atau paling sedikit 10%. Biar sistemnya bisa bernafas deh.

Mengatasi darurat hard disk

Total kapasitas penyimpanan di laptop yang sekarang itu hanyalah 500Gb, memang sih rasanya kok cepet penuh, ya. Makanya salah satu cara yang paling mudah untuk mengatasi darurat hard disk, ya harus tega deh membuang file-file yang memang ga perlu, atau file-file yang udah di-back up. Mau ga mau, ya harus mau hehe. Dan ntar kalau butuh ya tinggal ambil file-file yang dibutuhkan dari external hard disk.

samsung ultra series 5 hard drive hitachi travelstar

Hard drive bawaan laptop yang hanya 500Gb aja

Opsi lainnya kalau memang malas atau sayang dengan file-file tersebut, ya berarti harus melebarkan kapasitas penyimpanan di laptop, seperti contohnya mengganti internal hard disk saya dengan kapasitas yang lebih besar. Tentunya kalau yang sekarang aja udah 500Gb, jadi mending hard disk saya diganti ke 1Tb atau sekalian deh ke 2Tb hehe. Ada gitu yang 2Tb? Ada banget lah.

Nah karena saya udah menentukan pilihan untuk upgrade ke 2Tb, kemudian yang saya perlu tentukan adalah jenis hard disk-nya mau yang seperti apa?

Emang ada apa aja sih?

Jenis hard disk tuh ternyata ada 3 macam untuk saat ini. Kalau yang hard disk bawaan dari laptop saya tuh berjenis HDD alias Hard Disk Drive. Sekarang tuh udah ada juga yang namanya SSD alias Solid State Drive, dan ada juga yang merupakan gabungan dari HDD dan SSD, namanya SSHD, alias Solid State Hybrid Drive.

Nah lho, bedanya apa pula? Hehe.

Perbedaan singkat HDD, SSHD, dan SSD

Bedanya sih ada di 3 komponen ya (biar singkat aja haha!), misalnya di media penyimpanannya. Kalau HDD tuh media penyimpanannya masih berupa piringan, jadi agak sedikit berisiko kalau lagi bekerja, kemudian kitanya bergerak-gerak. Lalu kalau SSD, media penyimpanannya udah pakai semacam chip gitu, istilahnya sih flash memory chip (mirip seperti yang ada di dalam flash disk kita), dan ga ada komponen piring berputar seperti pada HDD. Nah, kalau SSHD tuh kombinasi keduanya. Masih menggunakan komponen piring berputar sebagai tempat penyimpanan, tapi juga ada unsur flash memory chip-nya biar proses transfer lebih cepat. Makanya, Seagate juga menyebut produk SSHD-nya sebagai Flash Accelerated Drive. Contohnya seperti Seagate Firecuda.

flash accelerated drive sshd seagate firecuda

Ini dia si Seagate FireCuda

Dan urusan kecepatan menjadi perbedaan yang kedua. Karena di atas udah dibilang kalau penggunaan flash memory chip, maka proses transfer lebih cepat, makanya tipe SSD akan lebih cepat dari keduanya, diikuti oleh SSHD, dan terakhir adalah HDD.

Yang ketiga adalah dari soal harga hehe. Untuk saat ini, harga SSD tuh premium deh, menjulang tinggi mengalahkan SSHD dan HDD. Kenapa SSD tuh harganya tinggi, karena pembuatannya yang menggunakan flash memory chip mahal dan prosesnya kompleks, diikuti dengan permintaan yang masih rendah. Semua faktor tersebut digabungin jadinya harga SSD masih mahal untuk saat ini deh. Makanya muncullah SSHD yang harganya ga semahal SSD tapi kemampuannya bisa dibilang udah oke melebihi HDD. Contohnya untuk harga Seagate FireCuda yang merupakanΒ  ini, di salah satu situs e-commerce Indonesia, dijual dengan harga sekitar Rp. 1,5 juta, sedangkan untuk yang HDD di sekitar Rp. 1 jutaan. Nah, berapa harga SSD? Sekilas saya melihat untuk SSD yang 500Gb aja, harganya udah sekitar Rp. 2,5 jutaan hehe.

Untuk informasi lebih detailnya, boleh lho cari infonya di mbah Google, tapi untuk lebih ringkasnya, ada video dari Seagate mengenai perbedaan dari HDD vs SSD vs SSHD:

Kalau udah liat video di atas, memang untuk saat ini, udah cocok banget kita berpindah dari media penyimpanan HDD ke bentuk yang hybrid, si SSHD alias flash accelerated drive, seperti si Seagate FireCuda-nya yang memiliki kapasitas penyimpanan mulai dari 500 Gb hingga 2Tb, dan ada pilihan ukuran fisik dari internal hard disk-nya tergantung untuk dipasang di laptop atau PC.

Enak ga pakai si Seagate FireCuda ini?

Dilihat dari kecepatan transfer file

Tentunya karena saya pilih yang 2Tb, saya ga perlu bicara lagi kalau kapasitas penyimpanannya lebih luas lah, ya. Itu udah pasti haha. Tapi ada satu hal lagi yang membuat saya suka dengan si Flash Accelerated Drive keluaran Seagate ini. Yaitu kecepatan transfer file. Saya sih cobanya transfer dari laptop ke external hard disk (atau istilahnya β€˜read’) dan sebaliknya (β€˜write’) dengan menggunakan USB 3.0. Untuk file yang digunakan saya cobain dengan satu file berukuran besar, dan file banyakan. Pengukurannya manual sih, pakai stopwatch dan mungkin tiap laptop hasilnya bisa berbeda ya, secara punya saya masih i3 aja nih hehe.

hdd flash accelerated drive seagate firecuda

Seagate Firecuda (kiri) dan HDD lama saya

flash accelerated drive sshd seagate firecuda transfer file time comparison

Perbedaan waktu transfer file untuk HDD lama saya dengan Seagate Firecuda

flash accelerated drive sshd seagate firecuda transfer file speed comparison

Ini saat saya ngetes transfer file satu tapi berukuran besar dari laptop (drive D:) ke external hard disk (E:) dan sebaliknya

flash accelerated drive ssh seagate firecuda transfer file speed comparison

Kalau yang ini lagi coba transfer file yang banyak sekaligus

Oh iya, untuk informasi, HDD lama yang saya gunakan masih menggunakan SATA 3Gbps, dan kecepatan rotasinya di 5.400RPM. Dan kalau kita lihat dari spesifikasi singkat dari Segate FireCuda, ternyata sudah memiliki SATA 6Gbps dengan kecepatan rotasi 7.200RPM, dan tentunya ada tambahan Flash Memory Capacity sebesar 8Gb.

Tuh, ada tambahan Flash Memory Capacity sebesar 8Gb, yang meningkatan performa dari Seagate FireCuda ini, hingga sekitar 4x lho! Flash Memory ini namanya Flash Memory NAND.

Ada teknologi Adaptive Memory

Wah, teknologi apalagi tuh?

Jadi di perangkat flash accelerated drive Seagate FireCuda, udah ditambahkan teknologi Adaptive Memory. Dengan adanya Adaptive Memory, maka si FireCuda ini bisa belajar, data atau aplikasi apa aja yang paling sering digunakan oleh kita. Nah, secara otomatis, FireCuda akan belajar dan beradaptasi, kemudian dengan sendirinya akan menempatkan data dan aplikasi yang akan sering kita gunakan di Flash Memory NAND ini.

flash accelerated drive sshd seagate firecuda samsung ultrabook series 5

Seagate Firecuda sudah terpasang di laptop saya

Udah dijelasin kan di atas, kalau flash memory ini bisa meningkatkan performa dari hard disk. Oleh karena itu, karena ada data dan aplikasi yang ditaruh di situ, tentunya ketika kita ingin menggunakannya, proses loading awal bisa lebih cepat dari biasanya.

Misalnya apa aja sih yang biasanya bakal ditaruh di sini? Mulai dari proses booting awal, restart, dan juga membuka aplikasi umum, seperti pemrosesan kata, email, dan spreadsheet. Jadi, kalau misal dulu kamu bisa sambil buat kopi dan ngemil, sambil menunggu proses booting Windows, sekarang udah lebih cepat. Saya juga sering banget pakai Adobe Photoshop, dan udah kerasa kalau sekarang proses loading di awal ketika klik icon Photoshop hingga siap dipakai, menjadi lebih cepat!

Nah, kalau kamu mau lihat lebih lengkap spesifikasi dari Seagate FireCuda, ada di bawah ini ya:

spesifikasi seagate firecuda 2Tb

Spesifikasi Seagate Firecuda 2Tb

Garansi 5 tahun

Iyes, bener banget. Jadi, selain spesifikasi di atas, ada yang lebih penting lagi nih. Seagate FireCuda memiliki garansi hingga 5 tahun. Keren ga tuh?

Untuk lebih jelasnya, mending kamu langsung aja ke website Seagate FireCuda di sini.

Advertisements
Comments
  1. Posted by Atanasia Rian
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Fania surya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by heymiftah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by keninglebar
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Fandhy Achmad Romadhon
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Nurul Fitri Fatkhani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by William Giovanni
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Tukang Jalan JAjan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Ilham
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Perempuan November
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Tomi Purba
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by deddyhuang.com
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by Pertiwi Yuliana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by Mahadewiii
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by erina
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Dikki cantona putra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Liza
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by Liswanti Pertiwi
  19. Posted by unggulcenter
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by Puspa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  21. Posted by Marga
    • Posted by Timothy W Pawiro
  22. Posted by uli
    • Posted by Timothy W Pawiro
  23. Posted by Oline
    • Posted by Timothy W Pawiro
  24. Posted by Desy Yusnita
    • Posted by Timothy W Pawiro
  25. Posted by Fawwaz Ibrahim
    • Posted by Timothy W Pawiro
  26. Posted by andiyani achmad
    • Posted by Timothy W Pawiro
  27. Posted by Idfi pancani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  28. Posted by Dini
    • Posted by Timothy W Pawiro
  29. Posted by Atisatya Arifin
    • Posted by Timothy W Pawiro
  30. Posted by zata ligouw
    • Posted by Timothy W Pawiro
  31. Posted by Siti Mudrikah
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment