Sabtu seharian bersama Brilio.net

Author: | Posted in Liputan, Tips 10 Comments

Bagi kamu yang berprofesi sebagai blogger atau punya blog, pasti salah satu tujuannya adalah agar tulisannya dibaca orang banyak. Soalnya, sedih juga misalnya kita udah buat blog dengan persiapan yang matang, dari A – Z, eh tapi kok yang baca cuma seiprit, dan kemudian kita nangis di pojokan.

Well, kalau kamu bener-bener peduli dan ingin agar blog mu dibaca oleh khalayak rame, berarti kita mesti belajar sama suhunya. Suhunya juga bukan sembarang suhu, karena kitaharus mencari blog yang sudah sukses dibaca jutaan orang setiap bulannya, bahkan kalau bisa ratusan juta! Emang ada ya? Ada aja sih! Namanya Brilio.net.

brilio office jakarta

Sabtu-sabtu main ke kantor Brilio.net

Nah, beberapa waktu lalu, di hari Sabtu yang indah, saya mendapat kesempatan bergabung dengan komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) untuk bertamu ke rumahnya Brilio.net dan belajar bagaimana membuat konten yang viral, yang dibagiin beberapa orang dari Brilio.net!

joe wadakethalakal founder brilio

Mas Joe, founder Brilio, sedang membayangkan 5 tahun ke depan Brilio mau jadi apa?!

Eh, tapi sebelumnya, kenalan dulu deh dengan Brilio ini – ingat bukan Brio, ya! Beda merk! πŸ˜€

Siapa tuh Brilio.net?

Kalau misalnya kamu belum akrab dengan Brilio.net, mending langsung meluncur aja ke sana, sekalian nambahin jumlah page views mereka lah!

Nah, udah liat kan?

Well, Brilio yang sekarang tentunya berbeda dengan Brilio pada saat awal berdiri. Dulu masih sederhana banget tampilannya. Ini nih tampilan Brilio jaman baheula:

tampilan website brilio lama

Ini tampilan jadul Brilio.net (sumber gambar: Brilio)

Jaman baheula-nya Brilio sebenarnya ga lama-lama banget sih, karena Brilio berdiri udah sejak 18 Maret 2015, dan di Jogja lho, bukan di Jakarta. Kalau sekarang mereka udah punya kantor di 3 kota, yaitu, Jakarta, Jogja, dan Malang.

Walaupun, mereka bisa dibilang baru berdiri, tapi jangan main-main dengan mereka. Brilio yang merupakan portal konten untuk generasi millennials ini, sudah dengan sukses dihampiri oleh sekitar 22 juta pengunjung dan dibaca hingga 120 juta kali! Gils bener kan, ya?

titis widyatmoko editor brilio

Mas Titis dari Brilio Jogja yang berperan sebagai editor

Kok bisa sih, mereka bisa dihinggapi begitu banyak orang?

Karena mereka berusaha untuk mengikuti jaman!

Kita tau lah, jaman udah berubah. Dulu waktu kecil, kita masih main kelereng ama tetangga sebelah, sekarang kebanyakan anak-anak udah pegang gadget.

Ga hanya anak kecil, anak mudah pun yang termasuk golongan millennials yang berusia di kisaran 16 – 24 tahun pun, udah lebih sering mantengin smartphone-nya, daripada TV.

brilio perbedaan dulu sekarang

Perbedaan dulu dan sekarang (sumber gambar: Brilio)

Oh ya, masa? Masih ga percaya? Coba ditest deh, hal pertama yang kamu pegang pas bangun pagi apaan tuh?

Pasti kebanyakan jawabannya smartphone! Pasti pengen update jumlah love di foto Instagram yang semalem di-posting udah berapa aja ya? Dapat pesan WhatsApp dari gebetan ga, ya? Dan sebagainya lah.

Setelah tau target marketnya, Brilio juga mulai menyesuaikan kontennya, tentunya yang sesuai dengan generasi millennials ini.

Konten yang kek gimana sih dilirik generasi millennials?

Perjalanan 2 tahun tentunya membuat Brilio bisa membaca pembacanya dong ya. Dan mereka bisa mendapatkan kesimpulan kalau generasi anak muda tuh paling suka dengan konten-konten yang ucul-ucul. Siapa juga sih yang ga suka dengan konten-konten yang lucu, anggaplah sebagai pelepas lelah setelah belajar atau bekerja seharian, langsung raih handphone dan ketawa-ketawa. Seperti ini contohnya yang pernah di-share oleh Brilio. Masih inget kan tentang nama-nama unik di kartu identitas? 😊

brilio nama unik lucu

Namanya James Bond! (sumber gambar: Brilio)

Selain konten-konten yang lucu, ternyata anak muda banyak juga yang suka dengan konten-konten yang bisa menggugah nuraninya, inspiratif, bisa memuaskan rasa penasaran, bahkan konten yang bisa membuat mereka terkejut, biasanya akan menjadi konten yang viral di Brilio. Viral untuk Brilio itu berarti dibaca ratusan ribu hingga jutaan pembaca, dan bahkan dibagikan oleh puluhan ribu orang! Wew, sesuatu banget!

brilio very afi

Ini salah satu konten viral dari Brilio yang isinya bikin kita penasaran deh!

PS: Oh iya, ada yang ngeh ga, gaya penulisan Brilio? Kata-katanya sedikit aja, tapi banyak gambar, biar lebih visual aja, dan lebih enak dilihat orang. Eh tapi kalau gayanya berbeda, dan ga cocok sama kamu, ya udah, disesuaiin aja dengan gayamu.

Cara menggali tulisan ide yang viral

Oke, kalau kamu udah tau mau nulis cerita dengan gaya yang seperti apa, terus kemudian kamu berhenti dan bingung. Mau nulis tentang apaan? Idenya dapat dari mana? Mungkin kamu coba mendapatkan ide dengan bersemedi atau berpikir di bawah pancuran air dingin, tapi tetap aja ga nemu satu pun ide.

andry trisardy content brilio

Mas Andry – team konten Brilio – serasa lagi nyanyi deh di foto ini πŸ˜€

Well, hello, coba ambil smartphone dan pantau media sosial. Mulai dari Instagram, Facebook, sampe Twitter coba diobok-obok. Nah, kalau Twitter sih mudah ya, tinggal pantau aja Trending Topic-nya. Kalau Instagram, kamu bisa aja pantau akun-akun seperti Lambe Turah, atau akun gossip, siapa tau kamu bisa dapat ide mengenai artis favoritmu. Nah, bicara soal artis, ternyata, kalangan anak muda, suka banget lho dengan berita mengenai selebritis. Coba deh keep yourself up-to-date dengan info-info terkini dari selebritis kita!

Kalau kamu udah dapat berita atau ide mau ngomongin apa, coba deh cari sisi lain dari berita atau ide tersebut. Karena mungkin aja, udah banyak orang yang bicarain tentang berita itu dari sudut pandang A. Kalau kamu mau viral, kamu harus bisa cari yang beda dari peristiwa itu. Masih ingat dengan berita bom di Sarinah, Jakarta. Pastikan udah banyak berita mengenai bom di Sarinah, nah makanya kamu coba cari yang lain deh. Misalnya seperti yang diberitain Brilio tentang Pak Jamal, seorang penjual sate di area dekat lokasi pemboman, yang tetap aja tuh berjualan, walaupun situasi sedang tegang!

pak jamal tukang sate di bom sarinah

Pak Jamal tetap santai jualan sate saat bom Sarinah

Setelah itu, jangan lupa bagiin di media sosial

Konten udah jadi, terus diapain? Dianggurin aja?

Jangan dong!

Gimana kalau kamu share aja di media sosialmu. Ada banyak, kan? Hehe.

Emangnya kenapa harus dibagiin di media sosial?

Well, Brilio aja masih mengandalkan media sosial mereka untuk mendapatkan traffic ke website mereka kok!

brilio traffic social media

Ini dia seberapa besar media sosial berperan terhadap traffic Brilio.net

Tapi tentunya kamu harus bisa tau, mana media sosial yang cocok. Kalau kontenmu foto atau video, kamu tau lah mesti bagiin di mana. Kalau kontenmu seperti blog post atau berita, bisa aja kamu bagikan di Facebook ataupun Twitter. Kalau Facebook, selain kamu bisa mendapatkan traffic secara organik, kamu juga bisa mem-boost kontenmu dengan membayar sekian Rupiah, sehingga lebih banyak lagi orang yang membaca. Duh, berbayar, ya? Iya, tapi bisa dilihat lah hasilnya nanti hehe. Contohnya ini nih dari salah satu konten Brilio yang di-boost di Facebook. Dengan membiar sekian, bisa mencapai hampir 20.000 orang!

brilio boost konten

Demi konten tersebar, mending puasa jajan dulu hehe! πŸ˜€

Kalau Twitter, saya pernah dapat ide menarik nih dulu. Kamu bisa aja buat kultwit tentang kontenmu. Ga perlu diomongin semua, hanya garis besarnya aja, dalam beberapa tweet, dan selanjutnya kamu bisa kasih link dari blog post mu.

Setelah selesai bagi-bagiin kontenmu di media sosial, jangan lupa, selanjutnya yang harus kamu lakukan adalah menganalisa! Sounds boring, but penting! Kamu ‘kan mau tau dari sekian banyak kontenmu yang udah dibagi mana yang jumlah like banyak, mana yang ga. Jadi selanjutnya kita bisa tau, tipe konten mana yang disukai oleh followers-mu. Kemudian, ada juga media sosial yang bisa kasih tau jam berapa aja followers-mu aktif, dan bahkan dari sisi gendernya. Ini semua kamu bisa cek di bagian Analytics media sosial. Mulai dari Facebook, Instagram, maupun Twitter udah punya analytics-nya sendiri, tinggal kamu cek! πŸ˜‰

brilio aldio judisya social media manager

Kalau di Ma*na punya Keenan Pearce, maka di Brilio punya Mas Aldio! Siapa yang ga meleleh kalau disenyumin kek gitu πŸ˜€

Bonus – sharing session bersama Marlo Ernesto

Setelah seharian ngomongin mengenai konten viral, ternyata di sesi terakhir, kami kedatangan tamu spesial. Mungkin untuk yang gemar nonton vlog, suka nonton yang namanya Marlo Ernesto.

bintang tamu marlo ernesto youtuber diwawancarai josie valentino brilio

Bintang tamu: Marlo Ernesto

Ada satu hal yang penting yang saya dapetin dari acara bincang-bincang bareng Marlo, yaitu mengenai sosok inspirasi. Seorang Marlo pun punya sosok inspirasi, seperti si Ryan Higa. Bolehlah kita mengkopi sosok yang menjadi inspirasi kita, tapi pada saat di β€˜paste’ jangan plek sama 100%. Kita harus bisa memberikan jati diri kita yang nanti orang-orang akan melihatnya sebagai brand kita.

Setujuh? Tentulah!

PS: Eh, iya, ada yang ngeh ga, kalau Marlo Ernesto ini adalah anak Andy F. Noya?

marlo ernesto andy noya youtuber

Channel YouTube Marlo Ernesto

Advertisements
Comments
  1. Posted by kurnia amelia
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Ani Berta
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Reza Andrian
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Noe
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Josie
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment