Rudy Habibie, sebuah prekuel …

Author: | Posted in Film, Liputan 12 Comments

Jumat lalu saya mendapatkan kesempatan untuk menonton Rudy Habibie (atau juga disebut dengan Habibie & Ainun 2) dan menghadiri press conference Rudy Habibie bersama para casts. Rudy Habibie yang akan tayang di bioskop pada tanggal 30 Juni 2016 ini, merupakan sebuah prekuel dari film Habibie & Ainun. Jadi di sini memang tidak akan terlihat sosok Bunga Citra Lestari, melainkan akan terlihat sosok cantik lainnya, Chelsea Islan yang memerankan kekasih Rudy Habibie yang bernama Ilona.

Rudy Habibie dan kecintaannya terhadap Indonesia

Tidak perlu berbicara banyak mengenai film Rudy Habibie, karena film ini sungguh bagus dan mempesona. Bahkan dengan durasi yang cukup panjang, tetap membuat saya menikmati setiap detail dari film ini.

Menceritakan satu potong kehidupan Habibie (Reza Rahadian) pada saat muda yang melakukan studi di Jerman, film ini membuat saya merinding akan kegigihan Habibie akan kecintaannya terhadap tanah air Indonesia. Banyak konflik dan pertentangan yang dihadapi Habibie ketika beliau ingin mewujudkan mimpinya ketika berada di negara Jerman tersebut, namun Habibie pantang menyerah, bahkan ketika sakit pun, Habibie tetap ‘maju’ dan berjuang. Selain itu di film ini juga diceritakan kisah percintaaannya dengan seorang wanita cantik jelita, bernama Ilona (Chelsea Islan).

rudy-habibie-1

Salah satu scene dari Rudy Habibie (screen shot dari trailer)

Yang membuat saya kagum dengan Reza dan Chelsea adalah kefasihan mereka dalam berbahasa Jerman. Walau tidak semuanya berbahasa Jerman, tetap saja, itu membutuhkan waktu untuk belajar dan berakting dengan bahasa Jerman. Apalagi ditambah dengan belajar aksennya. Salut!

Hal lain yang saya suka dari film ini adalah bertebarnya cuplikan-cuplikan dari kota di Jerman. Mulai dari alamnya, serta kotanya.

rudy-habibie-jerman-german

Cantiknya salah satu kota di Jerman pun terekam di Rudy Habibie (screen shot dari trailer)

Dan karena ini mengambil waktu jaman dahulu, maka tentunya pakaian serta musiknya menyesuaikan dengan waktu pada jaman ini. Saya suka sekali dengan gaya classic dari pakaian-pakaian yang dikenakan, serta music classic ala jaman itu, seperti iringan musik ‘Nona Manis’ yang sempat mengiringi pertunjukan dansa di salah satu film tersebut. Eh iya, selain itu, Cakra Khan dan CJR juga menyumbangkan suara mereka untuk film ini.

Kamu bisa lihat video clip dari Cakra Khan dengan ‘Mencari Cinta Sejati’ yang menjadi salah satu soundtrack di film ini:

Nah, kalau ini penampilan impromptu dari Iqbaal, Ryzki, dan Alvano dari grup CJR yang juga mengisi di film ini dengan lagunya ‘Mata Air‘:

Kamu bisa melakukan pre-order soundtrack dari film Rudy Habibie di iTunes, dari sini.

Satu lagi nih … Jangan buru-buru meninggalkan studio ya, walau sudah selesai filmnya, soalnya ada after-credit scene lho! 😉

Press Conference Rudy Habibie

Mengenai penjiwaan peran dari beberapa casts

Reza Rahadian

Riset mengenai Pak Habibie sendiri sudah dilakukan pada saat film Habibie & Ainun, jadi di film Rudy Habibie ini, dia mencoba untuk me-recall kembali proses yang dilakukan di film yang pertama itu. Tentunya bukanlah perkara mudah untuk menghidupkan kembali karakter Pak Habibie yang memiliki semangat yang tinggi itu. Untungnya ada Hanung Bramantyo sang sutradara dari Rudy Habibie dan Gina S. Noer sang penulis naskah, yang  membantu Reza dalam menjiwai peran ini.

rudy-habibie-press-conference-reza-rahadian-chelsea-islan

Reza Rahadian beserta Chelsea Islan

rudy-habibie-press-conference-reza-rahadian-chelsea-islan-2

Reza Rahadian wawancarai Chelsea Islan … Eh, gimana? 😀

rudy-habibie-press-conference-reza-rahadian-chelsea-islan-3

Renyah ya ketawanya #eh 😀 😀 😀

Selain itu, tentunya kita semua sudah tau, kalau di film Habibie & Ainun pun, Reza Rahadian dituntut untuk bisa berbahasa Jerman ini. Maka di film ini, kita juga bisa melihat Reza berbicara menggunakan bahasa Jerman dan ternyata semakin lancar aja. Ini semua, tentunya karena Reza sering melakukan proses reading, termasuk dibantu oleh cast lain, Millane, yang memang sudah fasih berbahasa Jerman.

Dian Nitami

Di film Rudy Habibie, Dia berperan sebagai sosok ibunda dari Rudy Habibie, yang disandingkan dengan Donny Damara sebagai suaminya. Walaupun sudah lama Dian beristirahat dari dunia perfilman, tidaklah sulit bagi Dian untuk berakting lagi, apalagi dibantu dengan proses reading, dan input dari Hanung Bramantyo, apalagi Dian juga sudah beberapa kali berakting dengan Donny Damara.

rudy-habibie-press-conference-dian-nitami

Dian Nitami yang berperan sebagai Tuti Habibie

Penggarapan film dan budget

Dari segi penulisan naskah, Gina S. Noer, menyelesaikannya dalam 17 draft dan berlangsung dalam waktu sekitar 1 tahun. Proses riset sendiri sudah Gina lakukan dari sejak film Habibie & Ainun, dan untuk film Rudy Habibie ini, Gina mencoba untuk melihat sudut manakah dari kehidupan Habibie yang menarik, khususnya untuk anak muda.

rudy-habibie-press-conference-hanung-bramantyo-sutradara

Gina dan Hanung Bramantyo

Sedangkan kalau dilihat dari segi budget, memang film Rudy Habibie ini merupakan salah satu film Indonesia yang berbiaya tinggi. Contohnya adalah dipilihnya Wildfire Studios di Hollywood untuk finalisasi dari sound editing, serta tidak tanggung-tanggung, Manoj pun memilih Chris David yang membantu untuk proses ini. Chris David ini pernah mendapat nominasi Oscar untuk kategori sound mixing di film Legends of The Fall lho. Selain itu, Manoj juga tidak tanggung-tanggung dalam hal promosi, karena sudah membeli hampir sebanyak 2,000 TV spots. Ini pasti harganya juga ga tanggung-tanggung ya!

Strategi Manoj Punjabi dengan Rudy Habibie

Manoj berharap kalau filmnya bisa mencapai 10 juta penonton, tapi tentunya mesti dibarengi dengan dukungan dari pihak bioskop yang akan memutar film Rudy Habibie, seperti berapa banyak layar yang akan didedikasikan untuk film ini. Keinginan tentunya untuk penayangan perdana, film ini diputar di sekitar 333 layar, tapi sampai saat ini baru mendapat konfirmasi bahwa film Rudy Habibie akan mendapatkan tempat di 146 layar bioskop XXI, serta komitmen dari CGV Blitz beserta Cinemax yang akan memutar film Rudy Habibie di setiap bioskop mereka.

rudy-habibie-press-conference-manoj-punjabi-md-entertainment

Manoj Punjabi sebagai produser

Selain itu, Manoj juga berharap agar film Rudy Habibie diputar di studio Premiere, karena film ini sangat layak untuk diputar di studio Premiere. Apabila ini terjadi, melihat angka dari Habibie & Ainun, film ini bisa mendapatkan angka hingga 10,000 penonton di studio Premiere saja.

Manoj mengatakan kalau film ini memiliki unsur seperti ‘diesel’ di mana start slow tapi bisa bertahan lama, sehingga pastinya ada harapan untuk film ini sukses. Jika film ini dan banyak film Indonesia yang akan tayang nanti sukses, seperti film Indonesia sebelumnya, seperti AADC2, My Stupid Boss, dan London Love Story, siapa tau nanti ke depannya bisa menjadi sebuah industry perfilman Indonesia, dan tidak sekedar sebuah proyek saja.

Bagi yang belum melihat trailer Rudy Habibie, nah ini kamu bisa menontonnya di sini:

Jangan lupa, akan ada special screening di beberapa kota di Indonesia:

  • 28 Juni 2016 – CGV Blitz di Hartono Mall Jogja
  • 29 Juni 2016 – Solo
  • 3 Juli 2016 – Nonton bareng di Gorontalo

Nah jadi yuk, mari kita dukung perfilman Indonesia, dan menonton film Rudy Habibie yang akan tayang serentak pada tanggal 30 Juni 2016.

Eh, iya, daripada disimpan aja, ini ada 2 bonus foto setelah acara press conference:

rudy-habibie-press-conference-chelsea-islan

Cantiknya Chelsea!!

rudy-habibie-press-conference-chelsea-islan

Siapa yang ga kenal CJR, salah satu pengisi soundtrack dari Rudy Habibie ini?!

Advertisements
Comments
  1. Posted by cumilebay
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Hastira
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Agung Han
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Khoirur Rohmah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by zata ligouw
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Walidin
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment