Asyiknya jalan jalan sambil road trip di Bali (3)

Author: | Posted in Wisata 19 Comments

Ini merupakan kelanjutan dari blog post seri ‘Asyiknya jalan jalan sambil road trip di Bali’, sudah ada 2 seri lho, sudah baca kan seri yang sebelumnya. Nih kalau belum baca tinggal klik ini aja: seri 1 | seri 2.

Jalan jalan sambil road trip menuju selatan Bali

Setelah menghabiskan dua malam di utara Bali, saya bersama teman akhirnya meluncur ke keramaian Bali di daerah selatan. Kalau sebelumnya dari selatan ke utara via menuju Bali timur, kali ini kami memutuskan lewat jalur tengah. Sayangnya ga mampir Ubud juga sih, dan ga terlalu mau banyak mampir-mampir lagi, ntar ga sampe-sampe deh seperti yang sebelumnya haha. Eh tapi kalau dihitung-hitung, kok sepertinya kami menghabiskan sekitar 10 jam lagi di perjalanan hahaha. Sepertinya kalau yang ini kami terlalu lama di tempat perhentian sih, ya ?

Air terjun Gitgit

Pemberhentian pertama dari penginapan kami di Singaraja adalah si air terjun yang sudah sangat terkenal, tapi baru kali ini saya bisa mampir haha. Air terjun Gitgit yang letaknya di Singaraja, Bali. Air terjun Gitgit karena sudah populer dan sudah banyak yang mampir ke sini, makanya sudah ada jalur jalan kakinya. Untuk tempat parkir mobil pun juga ada kok.

jalan jalan road trip di bali tempat parkir air terjun gitgit waterfall

Tempat parkir di seberang tanda ini

Dari tempat parkir mobil, kami harus menyebrang jalan dan mulai berjalan kaki menuju air terjun Gitgit. Kalau ditanya jauh atau ga, rasa-rasanya ga terlalu jauh, tapi asik aja gitu, dibawa santai. Cuma memang teman saya menyesal pake sandal teplek tipis buat jalan kaki yang cukup jauh, yang ada dia malah pegel sendiri. Katanya, kalau tau bakal jalan gini mending sebelum berangkat ke Bali, belanja dulu sepatu sport murah. Duh ya mana eike tau ya kalau mesti jalan cukup jauh menuju air terjun Gitgit, kan dia yang buat itinerary juga huaha.

Kenapa saya bisa bilang kalau jalan menuju air terjun Gitgit bisa cukup asik, ya karena selama perjalanan, kita disuguhi pemandangan yang cukup jarang kita jumpai di perkotaan, yaitu sawah :D. Intinya daerah sana masih asri nan hijau, ga hanya sawah juga sih, tapi masih banyak pepohonan rindang, jadi enak buat mata.

sawah dalam perjalanan ke air terjun gitgit waterfall

Pemandangan asik selama jalan kaki menuju air terjun Gitgit

pemandangan asri hijau pepohonan menuju air terjun gitgit waterfall

Selain sawah, ada pemandangan pepohonan rindang nan asri nan hijau

Selain itu, kalau kamu memang lagi cari oleh-oleh atau barang kerajinan dari Bali, sepanjang perjalanan banyak toko-toko suvenir yang bisa disamperin sebelum atau sesudah menikmati air terjun Gitgit. Selain toko suvenir juga ada beberapa pelukis yang menjual lukisannya. Kadang kalau waktunya pas, bisa juga lihat si orangnya lagi melukis juga.

kerajinan dijual sebelum air terjun gitgit waterfall

Salah satu kerajinan yang dijual yang bisa ditemui dalam perjalanan ke air terjun Gitgit

pelukis lukisan menuju air terjun gitgit waterfall

Selain toko suvenir, juga ada penjual lukisan ketika menuju air terjun Gitgit

Ga berapa lama setelah menikmati sawah dan hijaunya pepohonan rindang, akhirnya kami bisa melihat air terjunnya dari kejauhan. Masih dari kejauhan, ya, karena masih perlu jalan lagi haha. Kami juga bisa melihat bagaimana si aliran air dari air terjun Gitgit mengalir mengikuti celah yang terbentuk di antara bebatuan.

air terjun gitgit waterfall dari kejauhan

Wah, air terjun Gitgit udah keliatan! 😀

aliran sungai terbentuk dari air terjun gitgit waterfall

Aliran sungai yang terbentuk dari air terjun Gitgit

Setelah melewati gapura kecil, akhirnya kami sampai juga di air terjun Gitgit. Teman saya sibuk foto-foto sendiri, saya pun sibuk foto-foto juga. Foto dari sisi sini, foto dari tengah, sampai akhirnya kami mencoba untuk foto lucu-lucuan dari samping, yang kalau sudut fotonya benar, kita bisa terlihat seperti lagi meminum air terjun Gitgit. Setelah berhasil memfoto teman saya, giliran teman yang memfoto saya. Dan setelah tiga atau empat kali mencoba, saya pun menyerah — ini saya yang menyerah, bukan teman saya haha. Mungkin sudah saatnya kita melanjutkan perjalanan 😀

air terjun gitgit waterfall

Yeay, akhirnya sampe juga ke air terjun Gitgit

air terjun gitgit waterfall populer dikunjungi wisatawan

Air terjun Gitgit yang sudah cukup populer dikunjungi oleh para wisatawan 🙂

foto bersama air terjun gitgit

Mencoba ‘meminum’ air terjun Gitgit, but did not succeed lols

Danau Tamblingan

Hmm, sebenarnya bukan langsung berkunjung ke Danau Tamblingan sih, tapi lebih ke melihat Danau Tamblingan dari kejauhan haha. Secara memang kami melihatnya, di salah satu pos lookout untuk melihat danau tersebut, waktu dalam perjalanan ke tempat berikutnya. Eh iya, sebenarnya juga masih kurang yakin, ini yang saya lihat tuh Danau Tamblingan atau Danau Buyan. Kalau saya bandingkan foto-foto saya dengan yang ditemuin di Google, sepertinya ini Danau Tamblingan.

danau tamblingan bali dari kejauhan

Danau Tamblingan dari kejauhan

Mungkin ada yang lebih tau?

Well, kami di sini hanya sebentar juga, karena memang ga ada yang dilakuin, selain menikmati view danaunya dari atas.

Pura Ulun Danu Bratan

Oke sampailah kami di spot terakhir dalam perjalanan menuju Bali selatan. Sebelum kami explore kompleks Pura Ulun Danu Bratan yang terlihat luas ini, kami sempatkan dulu untuk makan siang di restoran dedanau yang letaknya di seberang. Asiknya dari restoran ini, kami bisa dapat view menarik dari danaunya.

view dari restoran dedanau seberang pura ulun danu bratan

Bisa melihat Danau Bratan dan keramaian pengunjungnya dari lantai dua restoran dedanau

Berkunjung ke Pura Ulun Danu Bratan yang terletak di daerah Bedugul, tujuannya utamanya untuk melihat pura di atas danau Bratan. Namun sebenarnya Pura Ulun Danu Bratan tuh kompleksnya cukup luas deh, dengan banyak taman-taman yang bisa dinikmati. Pastinya tempat ini jadi salah satu tempat favorit para turis, baik domestik maupun asing, yang datang ke Bali, karena waktu itu aja sudah banyak bis yang parkir.

kompleks pura ulun danu bratan bali

Pura Ulun Danu Bratan salah satu objek wisata favorit wisatawan

stupa di pura ulun danu bratan bali

Salah satu stupa di kompleks Pura Ulun Danu Bratan

Dan ternyata, Pura Ulun Danu Bratan ini sudah didirikan sejak tahun 1633, jadi kalau pada saat tulisan ini dibuat, umur pura ini sudah sekitar 384 tahun. Dan masih berdiri bagus, ya. Pura ini didirikan sebagai tanda terima kasih ke Dewi Danu – dewi danau dan sungai, karena danau Bratan ini jadi sumber air di Bali tengah.

pura ulun danu bratan bali

Pura di tengah danau: Pura Ulun Danu Bratan

Eh iya, kamu tau ga, kalau Pura Ulun Danu Bratan ini juga ada di uang Rp. 50.000,- yang lama. Ga percaya? Coba dicek deh hehe.

…

Wah, pokoknya setelah dari Pura Ulun Danu Bratan, akhirnya kami langsung tancap gas ke Harris Bukit Hotel Jimbaran yang jadi tempat menginap kami selama 2 malam berikutnya. Oh iya, jadi ingat lagi kenapa waktu tempuhnya juga sekitar 10 jam. Saya baru ingat kalau mampir ke toko oleh-oleh Erlangga dulu waktu lewat di Denpasar haha. Itu pun sebelum ke hotel sempatin makan malam dulu, karena kami yakin bakal udah malam juga sampai di sana haha!

(Baca juga: An interesting stay in Harris Bukit Hotel Jimbaran)

…

Nah, kalau kamu ada input kira-kira ke mana lagi kalau di Bali tengah, ya? Jangan lupa beri masukannya di komen, ya 🙂

pura ulun danu bratan di uang lima puluh ribu rupiah

Pura Ulun Danu Bratan di pecahan Rp. 50.000,-

Advertisements
Comments
  1. Posted by Riyardiarisman
  2. Posted by Awan
  3. Posted by Swastika Nohara
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Mesra Berkelana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Sandra Nurdiansyah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by GUS BOLANG
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Roy Vandi Tambunan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Ranger Kimi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Perempuan November
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Desak Pusparini
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment