Asyiknya jalan jalan sambil road trip di Bali (2)

Author: | Posted in Wisata 8 Comments

Ini merupakan kelanjutan cerita sebelumnya: Perjalanan road trip di Bali (1) yang bisa kamu baca di sini, sebuah road trip singkat pada beberapa waktu lalu yang dimulai dari airport Ngurah Rai menuju timur Bali dan kemudian lanjut ke utara Bali. Perjalanan ini saya lakukan bersama teman dengan sewa mobil di Bali, dan saya yang menyetir sendiri … Ya masa, setirnya dipegang dua orang 😀

Road trip di Bali: Menuju utara

Saat perjalanan road trip di Bali, sebisa mungkin kami ga berhenti-henti, biar ga terlalu memakan waktu, karena biasanya kalau berhenti untuk foto-foto pasti ga bisa sebentar. Tapi apa daya, ketika melihat lahan kosong dengan latar belakang sebuah gunung, dan sedikit sisa-sisa cahaya sunset, kami pun memutuskan untuk berhenti sejenak dan mengambil foto.

sunset bali

Bisa lho berhenti bentar pas road trip di Bali buat nikmatin sunset (Haha foto ini keburu nongol di postingan sblmnya, tapi ya udah deh gpp masukin lagi haha)

Lelah memang karena saya menyetir dari pagi selama road trip di Bali waktu itu, dan akhirnya baru sampai di penginapan sekitar jam 20:30. Jadi total perjalanan dengan beberapa perhentian dari airport hingga ke penginapan di utara Bali itu sekitar 10 jam lebih. Wah!

Oh iya, walaupun kami sudah berada di utara Bali, kami memang ga ada rencana untuk melihat lumba-lumba dari pantai Lovina. Liburan di Bali kali ini dibuat santai aja, tanpa itinerary yang heboh dari pagi sampai malam. Kami pun memilih penginapan di daerah Singaraja, namanya Shanti Natural Panorama View. Penginapannya asri dan cakep, dilengkapi dengan pemandangan lembah yang istimewa. Stunning deh!

(Baca juga: A great escape in the North Bali at Shanti Natural Panorama View)

shanti natural panorama view singaraja bali

Ini view dari kolam renang Shanti Natural Panorama Resort. Keliatan kan, sekelilingnya masih asri!

Air terjun Aling Aling

Dengan penginapan nyaman dan asri, seperti yang bisa dilihat di foto atas, rasanya agak malas untuk ke mana-mana, ke Lovina aja ga. Dan saya juga ga merencanakan untuk pergi ke Air Terjun Aling Aling.

Waktu pagi harinya setelah selesai sarapan, seperti biasanya, saya suka keliling tempat saya menginap dan mengambil foto. Setelah selesai, saya pun iseng keluar dari tempat penginapan tersebut, sambil jalan-jalan santai. Santai banget! Apalagi jalanannya waktu itu sepi. Nyaman deh waktu itu jalannya, sambil lihat kanan kiri masih ada sawah.

jalanan depan shanti natural panorama view singaraja bali

Jalanan depan penginapan di daerah Singaraja

Lagi iseng jalan-jalan, tiba-tiba saya disamperin seseorang yang naik motor. Oalah, ternyata staff dari tempat saya menginap. Si bli pun tanya apakah saya mau diantar ke air terjun terdekat ga. Tanpa pikir panjang, saya pun setuju. Saya aja ga ngeh, kalau ada air terjun di dekat Shanti Natural Panorama View — kan yang buat itinerary teman saya haha. Untunglah jaraknya ga terlalu jauh, karena saya jadi berpikir, kalau berangkatnya diantarin naik motor, pulangnya kalau jauh, bisa-bisa gempor kakinya deh pulang jalan kaki.

Setelah memberikan donasi di pos penjagaan, sepertinya hanya saya aja – pengunjung – yang ada di situ. Saya juga ditemani guide-nya sebentar aja, karena setelah jalan-jalan melewati sawah dan kandang kerbau, jalan menuju air terjun Aling Aling sebenarnya mudah, kecuali kamu memutuskan untuk pergi ke air terjun Kroya, Kembar, dan Pucuk — yang arahnya bersimpangan dengan arah air terjun Aling Aling — yang memang harus pakai guide.

Setelah naik turun tangga, kemudian menyusuri sungai yang airnya bersumber dari air terjun Aling Aling, dan akhirnya lanjut lagi naik tangga. Enak rasanya jalan-jalan sendiri, tapi agak deg-degan juga sih ya, soalnya memang ga terlihat siapa-siapa 😀

Air terjun Aling Aling sudah bisa terlihat dari atas, tinggal turun tangga terakhir sebelum akhirnya sampai di bawah. Sayangnya saya hanya sendirian waktu itu, jadi malas kalau mau main air, soalnya ga ada yang fotoin juga hehe. Jadi paling hanya foto-foto sebentar lalu balik lagi deh. Dan beneran, baliknya pun juga masih ga ada siapa-siapa, padahal cakep lho air terjunnya hehe.

air terjun aling aling singaraja bali

Air terjun Aling Aling di Singaraja Bali dilihat dari atas

Ada Borobudur di Bali

Siangnya setelah kami menyantap makan siang, kami jalan-jalan seputaran Lovina, dan teman saya nyeletuk, mau ke Borobudur ga? Eh, kok pikir saya Borobudur apaan sih, kan lagi di Bali? Akhirnya kami google sebentar mengenai keberadaan Candi Borobudur di Bali, dan ketemulah nama sebenarnya, Brahmavihara-Arama.

brahmavihara arama di bali

Welcome to Brahmavihara Arama di Bali. Gerbangnya bergaya pura-pura seperti biasanya di Bali, yak?

Di pulau yang mayoritasnya beragama Hindu, saya sudah terbiasa melihat pura ketika di dalam perjalanan, tapi memang jarang melihat adanya vihara, tempat untuk sembayang umat Buddha. Ternyata Vihara Brahmavihara Arama sudah berdiri sejak 37 tahun yang lalu, dan saya baru tau keberadaannya waktu saya berkunjung ke Bali saat itu.

tangga menuju brahmavihara arama

Di setiap anak tangganya, ada tulisan semacam ajaraan Buddha …

Vihara yang bisa dibilang cukup luas ini terletak di daerah yang saat itu bisa dibilang cukup asri. Letak viharanya bersebrangan dengan bukit yang ditumbuhi pepohonan yang rindang, bahkan di dalam komplek viharanya pun juga banyak ditanami pepohonan. Ini cocok sih memang dengan dijadikannya vihara ini sebagai tempat meditasi.

brahmavihara arama bali singaraja suasana asri cocok meditasi

Lingkungan sekitar yang asri, jadi cocok untuk meditasi

Taman di brahmavihara arama

Taman di brahmavihara arama

buddha semedi di bawah pohon bodhi tree

Patung Buddha yang digambarkan lagi semedi di bawah pohon Bodhi

 

Tempat meditasinya terletak di bagian paling atas dari Brahmavihara-Arama yang terletak di desa Banjar, Bali ini. Di tempat meditasi ini pula, yang berupa area kosong seperti taman, juga terletak miniatur dari Candi Borobudur yang tersohor itu. Tempatnya memang tenang banget, dan dikeliling oleh pohon-pohon kecil, jadi memang tepat untuk dijadikan area meditasi. Biasanya kalau lagi ada acara meditasi, pengunjung ga boleh berisik, karena bisa mengganggu konsentrasi 🙂

brahmavihara arama mini borobudur bali

Nah ini diaaaa … mini Borobudur di pulau Bali. Duh ada selangnya melintas haha … Nah area lapang depan mini Borobudur ini bisa dijadikan tempat meditasi sepertinya

brahmavihara arama mini borobudur

Oke … Ini lebih jelas fotonya dari si mini Borobudur di pulau Bali

Pemandian air panas

Walaupun hari sudah mulai sore, setelah kunjungan ke miniatur Candi Borobudur di Bali, kami mencoba untuk pergi ke pemandian air panas yang letaknya masih di Desa Banjar juga. Lokasinya sebenarnya ga terlalu jauh sih, tapi kami tetap harus nyasar dulu — entah karena jalanannya ga sesuai atau apa gitu — kami pun sampai di sana sudah mulai menggelap, dan mau ambil foto pun, penerangannya kurang. Jadi ya sudah, akhirnya kami pun menikmati pancuran air panas. Ada juga sih yang berupa kolam, tapi sepertinya yang berupa pancuran terasa lebih fresh, ya.

road trip bali singaraja

Udah sore banget kan ya, menjelang malam malah, baru mau meluncur ke pemandian air panas di Desa Banjar hehe.

Di pemandian air panas, sebenarnya juga sudah tersedia tempat ganti, tapi karena kami sebenarnya ga ada rencana ke sini, jadinya kami ga bawa handuk ataupun pakaian ganti. Ya udah deh, kami korbankan kaos masing-masing sebagai handuk haha. Soalnya, udah kadung sampai di sini, kalau ga sekalian mencoba air panasnya, sepertinya ya sayang deh.

Pantai Lovina

Eits, katanya ga ada rencana ke Pantai Lovina?

Memang benar sih, ga ada rencana sama sekali, tapi cukup tergoda dengan pemikiran ‘kok sudah di daerah sini, tapi ga menginjakkan kaki ke Pantai Lovina’ haha.

Yah, walaupun ke sananya pas sudah malam juga sih ya, jadi kami ke sini hanya untuk mampir makan malam saja sih di salah satu restoran vegetarian di Bali Utara, namanya Akar Cafe. Ini saya ketemunya juga dari TripAdvisor sih ya hehe.

road-trip-di-bali-pantai-lovina

Karena udah gelap juga, jadi ini doang foto di jalanan Pantai Lovina haha. Mirip-mirip sedikit dengan suasana di Jalan Pantai Kuta, tapi lebih sepi sih

Rasanya kalau dibandingkan dengan jalan populer di daerah Bali lainnya, seperti Jalan Seminyak, jalanan di Pantai Lovina akan terasa lebih sepi. Atau mungkin momen saya yang ga pas ya, jadinya jalanan terlihat lebih sepi.

Nah, kalau kamu, bagaimana kamu akan menghabiskan hari-harimu di Bali Utara?

Sayang ya saya hanya beberapa hari di Bali Utara, padahal kepikiran untuk melanjutkan road trip di Bali ke arah barat lho, tapi ya sudah lah. Mudah-mudahan masih diberi kesempatan untuk mengeksplorasi bagian barat dari Bali di lain waktu 🙂

shanti natural panorama view singaraja bali timo wp

Ini di tempat makan di Shanti Natural Panorama View. Shanti ini merupakan tempat istirahat kami selama 2 malam saat masih road trip di Bali 

Advertisements
Comments
  1. Posted by Deddy Huang
  2. Posted by Inayah
  3. Posted by Dhanang Sukmana Adi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Dickie
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Mesra Berkelana
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment