(Adv) Jangan buang pisau cukurmu

Author: | Posted in Advertorial 6 Comments

Berbicara mengenai pisau cukur, jadi masih ingat pengalaman waktu kecil dulu. Sering sekali melihat orang tua dan kakak melakukan kegiatan rutin di wastafel sambil menatap kaca pada waktu pagi hari. Sambil melapisi dagu dan daerah di antara hidung dan mulut dengan foam hingga menutupi area tersebut hingga mirip banget dengan Sinterklas. Kemudian mereka mengambil alat cukur dan mulai mencukur kumis dan jenggotnya. Agak mengerikan kalau diliat, tapi saya jadi penasaran untuk mencoba. Saya ambil kursi – karena saya masih belum terlalu tinggi untuk melihat muka saya di kaca – dan saya melakukan hal yang sama seperti mereka. Bedanya saya belum ada kumis, apalagi jenggot. Jadi setelah dicukur pun tidak ada bedanya hehe.

Saya tumbuh dewasa, dan saya pun mulai rajin menggunakan alat cukur. Saya juga melihat kalau alat cukur berkembang dari yang manual, sekarang memiliki versi yang elektrik. Namun demikian, entah kenapa, saya kok lebih suka menggunakan pisau cukur tradisional alias bukan yang elektrik. Selain itu, produsen pisau cukur pun juga mengembangkan produknya, dari yang tadinya (kalau tidak salah hanya) satu bilah pisau terpasang di alat cukur, hingga sekarang ada yang tiga bilah pisau. Produsen pisau cukur pun juga berlomba – lomba memamerkan teknik modern yang membantu proses mencukur menjadi lebih mudah dan tidak sakit, termasuk dengan ditambahkannya strip pelembab di atas pisau cukurnya.

Namun memang mencukur tidak selama menyenangkan, karena tentunya yang namanya pisau, kalau sering dipakai pasti bisa saja tumpul. Apalagi dengan pisau cukur, terkadang masih saja ada sisa – sisa rambut, kulit, dan sabun di sela – sela pisau. Hal – hal demikian tuh yang membuat proses mencukur pun jadi menyebalkan, apalagi kalau kumis dan janggutnya sudah agak panjang. Rasa – rasanya pada waktu mencukur, rambut kumis atau janggut seperti sedikit ketarik – tarik, jadi menambah sensasi cenat – cenut di kulit, apalagi saya sukanya mencukur dari arah bawah ke atas, karena kata teman sih biar lebih ‘halus’ dan ga tajam – tajam gitu rambutnya.

Tentunya kalau pada saat mencukur menggunakan pisau cukur yang baru, sekali melewatkan pisau ke kumis atau jenggot, langsung terlibas rambutnya. Tapi ya masa mesti sering – sering beli pisau cukur, ya? Lumayan juga sih ya, kalau sering – sering beli hehe. Makanya sekarang ada yang namanya RazorAid buat bantuin membersihkan pisau cukur dari sisa-sisa tadi yang masih nyangkut di sela-sela pisaunya, dan membuat pisau cukur tumpulmu bisa digunakan lagi dengan enak. 

packaging-razoraid-cara-hemat-memakai-pisau-cukur

Packaging RazorAid

Untuk membersihkan pisau cukurmu yang sudah tumpul karena banyak sisa – sisa tadi juga gampang banget, dan hanya sekitar 1 menitan saja. Tinggal pake foam atau sabun mandi yang dituang di atas RazorAid (atau bahkan dengan air mengalir saja), trus tinggal gosok pisau cukurnya dari bawah ke atas (jangan kebalik tapinya, biar ga gompel alasnya kena pisau cukurnya), dan pisau cukur yang ingin kamu buang tadi, sudah bisa digunakan lagi.

Nah ini ada video tutorial cara membersihkan pisau cukurmu.

Mudah, kan?

Saya pas coba pertama kali langsung kaget, karena memang bersih. Makanya saya coba lagi pakai pisau cukur yang lain, dan memang bener sih! Coba bandingkan hasilnya deh.

pisau-cukur-bersih-pakai-razoraid

Yang kiri masih ada sisa – sisa rambut setelah cukuran, dan yang kanan setelah dibersihkan dengan RazorAid

Ini bakalan saya bawa terus deh kalau travelling, apalagi kalau travelling jangka panjang, masa mesti ke minimart dulu untuk beli pisau cukur hehe. Apalagi kalau yang biasanya si pisau cukurmu biasanya dipake sebulan doang, kalau pake RazorAid nanti kita bisa hemat sampe berbulan – bulan! Dan bentuk RazorAid juga mirip kayak tempatnya si cukuran gitu, tapi pastinya lebih apik, dan praktis untuk dibawa ke mana – mana karena tidak terlalu memakan tempat.

ukuran-razoraid-cara-hemat-memakai-pisau-cukur

RazorAid bentuknya apik dan cukup praktis untuk dibawa – bawa

Untuk harganya, RazorAid dibandrol seharga Rp. 125.000,-, tapi untuk jangka panjang tampaknya akan lebih hemat daripada beli-beliin pisau cukur baru mulu haha. RazorAid juga produk yang tahan lama kok!

Kamu bisa beli secara online di website RazorAid di sini.

Jadi sekarang udah tau kan cara hemat pakai pisau cukur? Dengan pakai RazorAid, kamu mulai sekarang tidak perlu cepat – cepat membuang pisau cukurmu yang sudah tumpul deh!

Advertisements
Comments
  1. Posted by Shinta
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Haya Aliya Zaki
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by winny
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment