Quo Space, sebuah hybrid di area Jakarta Selatan

Author: | Posted in Liputan 107 Comments

Quo Space, sebuah hybrid di area Jakarta Selatan – Saya sebagai seorang blogger, biasanya juga mengambil kerjaan freelance, baik itu yang short-term project maupun yang sedikit long-term haha. Nah, biasanya sih ya, kalau dapat tawaran kerjaan freelance, saya akan tanya, apakah bisa kerja di rumah, atau mesti ke kantor. Beberapa kali sih saya bisa dapat kerjaan freelance yang hanya membutuhkan saya ke kantor sekali-sekali saja, dan selebihnya sih saya kerja di rumah, atau bahkan coffee shop di daerah Bintaro untuk ganti suasana.

Pilih kerja di rumah atau di kantor?

Saya lama-lama menikmati gaya hidup sebagai seorang freelance, yang memang ga kenal waktu berangkat kerja dan pulang kerja, apalagi saya termasuk orang yang kalong alias mulai aktifnya malam ke subuh. Makanya terkadang saya bisa bangun pagi maupun siang, tergantung deh malemnya lembur ga haha. Dan menurut saya, gaya hidup seperti ini terlihat lebih menyenangkan kalau dilihat dari segi perjalanan bolak-balik.

Kerja di rumah

Memang apa enaknya sih kerja di rumah, baik sebagai blogger atau pas lagi kerja freelance yang ga perlu ke kantor. Kalau misalnya pas malem sebelumnya saya lembur, dan ternyata saya bangunnya kesiangan, saya ga perlu panik mandi buru-buru, pesen ojek online, lalu meluncur ke stasiun commuter line terdekat.

Terus memangnya kalau saya bangunnya kesiangan, memangnya ga perlu buru-buru? Tergantung sih, ada acara ga siangnya haha. Kalau ga ada, ya udah deh, antara langsung buka laptop, atau melakukan kegiatan lainnya terlebih dahulu, baru kemudian mulai kerja. Jadinya kan dengan begini, saya ga perlu memburu-burukan diri sendiri dan menyesuaikan dengan jadwal keberangkatan kereta. Eh, tapi bukan berarti saya ga suka dengan kereta commuter line, ya! Saya sekarang sudah menikmati enaknya menggunakan transportasi publik di Jakarta 😊

Lalu, memang apakah kalau kerja di rumah itu selalu enak? Tergantung orangnya! Memang suka kerja sendiri atau kerja berkelompok. Dan satu lagi sih yang kurang menyenangkan ketika kerja di rumah, yaitu jam kerja menjadi lebih panjang haha. Lebih panjang karena ya memang ga ada batasan jam kerjanya toh, dan terkadang suka melakukan ini-itu dulu sebelum kerja.

 

Kerja di kantor

Saya pernah kok kerja di kantor, pun saya juga pernah kerja freelance yang setiap hari datang ke kantor. Jadinya setiap hari harus bisa bangun pagi, dan kalau bangun kesiangan, ya harus buru-buru, karena mengikuti jadwal kereta.

Walaupun ke mana-mana saya udah menggunakan transportasi publik plus layanan transportasi online, tentunya untuk menuju kantor atau pulang ke rumah membutuhkan waktu yang tidak sebentar, karena rumah saya di daerah Tangerang Selatan, dan kantornya di daerah Jakarta Pusat. Menggunakan layanan transportasi commuter line benar-benar udah mempersingkat waktu tempuh, karena ga mengenal kemacetan lalu lintas. Kira-kira waktu tempuh dari Tangerang Selatan ke stasiun Palmerah itu sekitar 45 menit. Tapi kan kemudian masih ditambah waktu untuk naik ojek dari stasiun ke kantor, yang kira-kira memakan waktu 30 menit. Berarti kalau bolak-balik, saya menggunakan waktu sekitar 2.5 jam untuk perjalanan PP dari rumah ke kantor.

Tentunya ga semua orang seperti saya kok, ada juga yang suka kerja di kantor, karena di kantor itu bisa ketemu banyak orang, trus bisa sambil ngobrol-ngobrol atau hang out ke cafΓ© setelah jam pulang kantor.

Wah kok ini masing-masing antara kerja di rumah maupun kerja di kantor, ada baik dan buruknya, ya. Boleh ga sih ga harus milih hehe, atau mungkin adakah cara lain agar kita ga perlu memilih?

Quo Space, pilihan hybrid antara rumah dan kantor

Salah satu caranya biar ga perlu milih adalah dengan menggabungkan antara rumah dan kantor menjadi satu. Udah lumayan banyak kok yang menjadikan rumahnya sebagai kantor, bahkan biasanya yang start-up atau kantor dari para creative industry atau digital agency pun banyak juga yang berkantor di rumahan. Konsep ini biasanya disebut sebagai konsep SOHO alias small office, home office. Tentunya konsep SOHO ga hanya bisa diterapkan di rumahan, karena konsep hybrid dari rumah sekaligus kantor ini juga udah mulai diterapkan di apartemen, seperti contohnya Quo Space dari Savills Indonesia.

quo space for the true you

Space for the true you!

Konsep SOHO pada apartemen

Biasanya kalau kita ngobrolin soal apartemen, tentu yang terlintas di pikiran kita adalah jumlah kamar dalam satu unit? Berbeda dengan apartemen yang berkonsep SOHO karena seperti Quo Space, maka di dalam 1-unit apartemen Quo Space yang luasnya mulai dari 50m2 ini akan memiliki 2 lantai. Lantai yang pertama nanti bisa kita gunakan sebagai small office-nya, dan kemudian di lantai atas – kadang disebut juga sebagai loft – yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal. Wow, ini mah bener-bener idaman saya dan mungkin para entrepreneur atau start-up owner yang belum perlu memiliki kantor besar nan luas. Jadinya setelah bangun, langsung deh aja meluncur ke lantai bawah dan mulai kerja hehe. Dan ini bisa banget menghemat waktu kita dalam sehari yang biasanya kita pakai untuk commuting.

acara blogger gathering dialogue kemang quo space

Talkshow saat blogger gathering bersama Quo Space di dia.lo.gue Kemang.

Nah, kantor yang berkonsep seperti SOHO ini memang bisa aja membuat kita betah, ya, karena pada dasarnya ya ini sebuah apartemen atau tempat tinggal juga, dan ga memiliki kesan β€˜kantoran’. Apalagi kalau didukung dengan interior design yang menarik, yang membuat kita semakin nyaman bekerja di dalam sebuah unit Quo Space ini. Aah, saya jadi langsung mikir, enaknya design unit saya seperti apa ya nanti, pastinya akan ada banyak lazy chair dan bean bags haha.

Oh iya, satu lagi yang penting, karena kita menjadikan Quo Space sebagai tempat tinggal sekaligus tempat kerja kita, jadinya kita ga perlu mengeluarkan biaya sewa yang timbul kalau misalnya kita menyewa area kantor di gedung-gedung perkantoran.

Konsep SOHO yang representatif sebagai domisili bisnis kita

Terkadang kalau sebuah usaha yang masih baru dan belum berskala besar ingin bekerja sama dengan sebuah klien perusahaan yang brand-nya udah besar, biasanya perusahaan ini hanya mau bekerja sama dengan yang sudah resmi, alias sudah berbadan hukum. Untuk membuat akta perusahaan dan lainnya, bisa aja mudah, tapi tentunya diperlukan juga alamat atau domisili dari tempat usaha kita. Dan sepertinya terakhir saya cek, untuk rumah – apalagi yang di dalam kompleks – belum bisa dijadikan alamat domisili dari sebuah perusahaan. Oleh karena itu, konsep SOHO dari Quo Space memang cocok dengan start-up atau business owner yang sedang berkembang dan memerlukan alamat domisili untuk keperluan ijin suatu usaha.

Selain untuk urusan administratif, tentunya konsep SOHO juga bisa Β menjadi lebih representatif di mata klien, apalagi kalau misalnya si klien pengen banget main-main atau meeting ke tempat kerja kita.

Lokasi yang strategis

Tentunya kalau lagi cari tempat untuk usaha, pengennya di lokasi yang strategis, jadi kalau mau ke mana-mana mudah, dan termasuk juga kalau misal sang klien pengen banget berkunjung ke kantor kita. Makanya karena alasan ini, dipilihlah area Fatmawati sebagai lokasi dari Quo Space. Lokasi tempat dibangunnya Quo Space juga cukup berdekatan dengan mall One Belt Park. Kalau mau ke Citos monggo aja sih, karena juga ga terlalu jauh sih ya,

Tapi ada satu hal yang penting sih, kenapa Fatmawati bisa dibilang menjadi lokasi yang strategis. Itu karena sebentar lagi kita akan ada MRT Jakarta! Dan Fatmawati tentunya dilewati oleh jalur MRT-nya yang asalnya dari Lebak Bulus itu. Oh, bahkan nanti bakal ada stasiun Fatmawati lho. Wah ini mah tambah enak banget ya, udah rumah dan kantor jadi satu, sekarang lokasinya juga oke ya.

Fasilitas pendukung lainnya

Di atas udah disebutin, bagaimana kalau suatu saat nanti, si klien pengen banget meeting di tempat usaha kita. Nah, tentunya kalau orang yang hadir pas meeting ga banyak-banyak amat, kita bisa ajak meeting di unit kita di Quo Space. Eh tapi kalau tiba-tiba yang datang ada banyak orang, kita bisa banget mengajak si klien untuk meeting di salah satu meeting room yang tersedia di Quo Space.

ilustrasi co working space quo space

Ilustrasi dari co-working space di Quo Space

Tentunya masih ada beberapa lagi nih fasilitas pendukung dari si Quo Space, misalnya akan ada juga co-working space, yang bisa digunakan juga sebagai tempat networking dan berkolaborasi satu sama lain. Selain itu, nanti di Quo Space juga akan ada micro gym, yang bisa dimanfaatkan para pemilik unit di Quo Space. Oh iya, nanti kan ada juga app yang bisa menghubungkan kta dengan pemilik unit lainnya, jadi misalnya kita mau adain pelatihan yoga, kita tinggal ajak yang lain untuk join dengan kita.

…

Oh iya, saat acara blogger gathering bersama Quo Space, juga ada acara penandatanganan kerja sama dengan Bank BRI untuk memudahkan kepemilikan dari unit Quo Space lho. Jadi lebih mudah nih, kalau mau beli unit SOHO Quo Space 😊

Untuk informasi mengenai Quo Space, bisa langsung meluncur ke website-nya di sini.

quo space fatmawati jakarta selatan

Quo Space di Fatmawati, Jakarta Selatan

Advertisements
Comments
  1. Posted by Ikrom
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Galatama
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Rach Alida Bahaweres
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Lidya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Maria G Soemitro
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Utie adnu
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Noe
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by @arrezamp
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Lidya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Yoga Purnama Putra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Kurnia amelia
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by dicapriadi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by Riyardiarisman
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by Ria Buchari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by Ocit
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Dewi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Yuniari Nukti
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by Agatha Mey
    • Posted by Timothy W Pawiro
  19. Posted by Tuty Queen
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by Awan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  21. Posted by Dian Radiata
    • Posted by Timothy W Pawiro
  22. Posted by Hastira
    • Posted by Timothy W Pawiro
  23. Posted by Eni Martini
    • Posted by Timothy W Pawiro
  24. Posted by Winda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  25. Posted by Dewi Rieka
    • Posted by Timothy W Pawiro
  26. Posted by Matius Teguh Nugroho
    • Posted by Timothy W Pawiro
  27. Posted by Rahmi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  28. Posted by Nunung
    • Posted by Timothy W Pawiro
  29. Posted by Mukhofas Al-Fikri
    • Posted by Timothy W Pawiro
  30. Posted by Atanasia Rian
    • Posted by Timothy W Pawiro
  31. Posted by Windah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  32. Posted by uli
    • Posted by Timothy W Pawiro
  33. Posted by Adiitoo
    • Posted by Timothy W Pawiro
  34. Posted by Uwan Urwan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  35. Posted by unggulcenter
    • Posted by Timothy W Pawiro
  36. Posted by Retno
    • Posted by Timothy W Pawiro
  37. Posted by Cerita Bunda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  38. Posted by rani yulianty
    • Posted by Timothy W Pawiro
  39. Posted by Kopiah Putih
    • Posted by Timothy W Pawiro
  40. Posted by Ulya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  41. Posted by dikkicantona (@dikki_cantona)
    • Posted by Timothy W Pawiro
  42. Posted by Ilham Kusumaning Pratama
    • Posted by Timothy W Pawiro
  43. Posted by zefy
    • Posted by Timothy W Pawiro
  44. Posted by Nova Violita
    • Posted by Timothy W Pawiro
  45. Posted by Amanda Desty
    • Posted by Timothy W Pawiro
  46. Posted by dian Farida Ismyama
    • Posted by Timothy W Pawiro
  47. Posted by Ruziana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  48. Posted by Nurul Fitri Fatkhani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  49. Posted by Bela
    • Posted by Bela
      • Posted by Timothy W Pawiro
  50. Posted by lendyagasshi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  51. Posted by Atanasia Rian
    • Posted by Timothy W Pawiro
  52. Posted by Mahadewi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  53. Posted by Oky Maulana
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment