Advertisements

Persiapan menuju Asian Games 2018

Author: | Posted in Lifestyle No comments

Sebentar lagi Asian Games 2018 akan diadakan, dan mengambil tempat di Jakarta dan Palembang. Persiapan menuju Asian Games 2018 sudah dan masih banyak yang harus dilakukan, mulai dari berbenah Gelora Bung Karno, jalan Sudirman, dan pengerjaan proyek MRT Jakarta pun dikebut. Ini tentunya melibatkan banyak pihak, mulai dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan juga pihak Kepolisian. Hal lain yang akan terkena dampaknya adalah keadaan berlalu lintas kendaraan bermotor.

Antisipasi lalu lintas menjelang Asian Games 2018

Menjelang Asian Games 2018, penyesuaian lalu lintas juga sudah mulai dilakukan. Sudah ga perlu dipungkiri lagi deh ya, kalau kota Jakarta yang tanpa ada Asian Games 2018 aja, sudah macet terutama di pagi hari – saat orang masuk kerja, dan sore ke malam hari – saat orang pulang kerja. Apalagi nanti pas terselenggara Asian Games 2018 hehe?

persiapan lalu lintas asian games 2018 featured image - kadungcampur

Perlu adanya penyesuaian lalu lintas untuk mendukung Asian Games 2018 

Kok bisa ya, Asian Games 2018 mempengaruhi lalu lintas kota Jakarta? Ini dikarenakan adanya lalu lintas pergerakan atlet yang akan berlaga di Asian Games 2018, apalagi nanti akan ada 40 cabang olahraga di Asian Games 2018. Bayangkan aja berapa banyak bus yang hilir mudik untuk mengantar atlet, pelatih, dan official member lainnya. Dan ternyata hal seperti lalu lintas atlet ini, harus mengikuti standar internasional dari pihak OCA (Olympic Council of Asia) yang menyatakan tentang syarat waktu tempuh atlet ke venue adalah sekitar 30 menit. Bahkan kualitas udara pun juga harus mengikuti baku mutu, baik mutu harian maupun mutu menurut WHO.

Apa aja yang perlu dan sudah dilakukan untuk penyesuaian lalu lintas ini?

Tentunya untuk menunjang hal ini, diperlukan penyesuaian lalu lintas, dan ini perlu banget dikomunikasikan jauh-jauh hari sebelum event Asian Games 2018 digelar. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sebagai lembaga setingkat Direktorat Jenderal di Kementerian Perhubungan secara konsisten melakukan berbagai program edukasi, termasuk adanya rekayasa lalu lintas di Jakarta secara masif.

Oleh karena itu, di Jakarta dan sekitarnya, sejak 2 Juli 2018 lalu dilakukan uji coba rekayasa lalu lintas Jabodetabek. BPTJ meluncurkan 3 paket kebijakan transportasi untuk menjamin pelaksanaan Asian Games lancar. Ketiga paket kebijakan tersebut yaitu Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL), Penyediaan Angkutan Umum serta kebijakan Pembatasan Lalu Lintas Angkutan Barang (golongan III, IV, dan V).

Untuk membantu kita dalam menyesuaikan diri dengan kebijakan lalu lintas yang baru, seperti peraturan ganjil genap yang sudah diperluas wilayahnya, BPTJ bekerja sama dengan Google Indonesia untuk update aplikasi Google Maps, sehingga bisa mendeteksi rute ganjil genap. Nanti akan ada beberapa rute alternatif yang akan ditampilkan, sehingga kita ga salah masuk.

rute alternatif ganjil genap google maps - kadungcampur

Pakai Google Maps untuk cari alternatif rute ganjil genap (gambar dari humat BPTJ)

Hal seperti penyesuaian lalu lintas ini sebenarnya ga hanya terjadi di Jakarta aja sih. Kota lain yang sempat menjadi tuan rumah event besar pun juga mau ga mau harus bisa menyesuaikan diri. Misalnya saat Olimpiade Beijing 2012 lalu. Beijing sebagai ibu kota Cina, sebenarnya juga mengalami masalah lalu lintas yang hampir sama dengan kita, yaitu macet. Makanya diterapkan peraturan berlalu lintas, yang ternyata lebih ekstrim dari peraturan ganjil genap kita. Misalnya aja angka terakhir dari plat nomor yang berangka 1 & 9, maka hanya boleh melintas di hari Senin, dan seterusnya. Dan ternyata mungkin karena manfaatnya sudah dirasakan selama event berlangsung, akhirnya malah peraturan tersebut diteruskan setelah event Olimpiade Beijing 2012 berakhir.

Memaksimalkan transportasi publik di Jakarta

Kalau bicara soal transportasi publik di Jakarta, kita pasti sudah sering menggunakannya berulang kali setiap hari. Bahkan kalau saya bisa berkali-kali menggunakan kendaraan umum dalam sehari. Saya sendiri lebih sering menggunakan commuter line untuk pergi ke Jakarta dan sebaliknya, karena kebetulan di dekat rumah ada stasiun commuter line. Selain commuter line, tentunya kita sudah familiar dengan yang namanya bus TransJakarta.

Masih inget ga kira-kira TransJakarta tuh mulai beroperasi tahun berapa? Saya juga sudah ga terlalu inget, karena sudah lama banget ya, makanya saya cari-cari lagi infonya di internet hehe. Ternyata TransJakarta mulai beroperasi di tahun 2004, dan ini menjadi sistem Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan lho. TransJakarta ini sebenarnya mencontoh konsep yang sama di Bogota, Colombia, dan sekarang sudah menjadi moda transportasi andalan warga Jakarta dan sekitarnya. Ngomong-ngomong, sampai sekarang tuh saya masih penasaran untuk mencoba rute Ciledug – Tendean, karena mempunyai lajur sendiri dan sebagian besar merupakan jalan layang. Asik aja gitu rasanya, jadi terhindar dari macet pastinya ya hehe.

timo wp ayo naik bus transjakarta - kadungcampur

#AyoNaikBus aja untuk commuting 😉 

Bicara soal macet, so pasti yang namanya macet tuh bisa menyebabkan banyak kerugian deh, dari yang tadinya kamu bisa meeting hingga 3-4 kali per hari, ternyata malah hanya bisa 2 kali aja per hari. Bahkan ada riset yang membuktikan kalau ada lebih dari Rp. 100 triliun bisa hilang setiap tahunnya akibat dari kemacetan di Jabodetabek. Kerugian lainnya adalah kadar emisi CO2 bisa meningkat, karena banyaknya mobil pribadi di jalanan. Bayangkan aja deh, misalnya 1 kompleks rumah ada 20 rumah, dan setiap rumah punya mobil satu. Setiap hari pula 20 mobil yang keluar dari kompleks rumah tersebut. Beda halnya dengan bus, yang di dalam 1 bus aja bisa menampung lebih dari 20 orang itu.

Apa aja yang perlu dan sudah dilakukan untuk memaksimalkan transportasi publik?

Memaksimalkan sarana transportasi publik yang sudah ada di Jakarta, tentunya juga harus dilakukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama Asian Games 2018.

Untuk itu, BPTJ telah bekerja sama dengan berbagai operator kendaraan umum dalam rangka menambah armada bus di Jakarta. Kebijakan ini meliputi penambahan armada bus Transjakarta ke venue Asian Games 2018 sebanyak 76 unit dari kondisi sekarang yang sudah berjumlah 294 unit, penyediaan 57 unit bus dari Hotel/Mall ke Venue, penyediaan 204 bus khusus untuk wilayah-wilayah yang terdampak perluasan kebijakan ganjil-genap, serta penyediaan 10 unit bus guna keperluan non-pertandingan (wisata). Asiknya, bus dengan trayek menuju venue Asian Games 2018 akan digratiskan untuk masyarakat umum.

Bagi kamu yang belum terbiasa naik kendaraan umum, ga perlu khawatir dan bingung dengan jadwal dan rute kendaraan umum. Tinggal install aja aplikasi Moovit, karena nanti di situ kita bisa melihat jadwal kereta, bis, dan angkot. Kita juga bisa cek waktu kedatangan, rute detail di dalam maps, serta ada notifikasi tujuan. Kalau gini mah kita bisa dengan gampang cari rute yang paling efektif dan efisien ketika commuting di Jakarta. Oh iya, di aplikasi Moovit juga sudah diperbaharui dengan lokasi dan rute cabang olahraga Asian Games 2018.

Yuk, kita mulai menggunakan transportasi publik untuk commuting. Dengan naik kendaraan umum, kita bisa membantu mengurangi kemacetan, mengurangi polusi, dan bisa membuat hidup kita semakin berkualitas. Kebiasaan ini tentunya ga hanya untuk mendukung Asian Games 2018 aja kok, tapi ini untuk mendukung perubahan transportasi ibu kota menjadi lebih baik.

#ayonaikbus dukung asian games 2018 - kadungcampur

#AyoNaikBus untuk kelancaran #AsianGames2018 

Advertisements

Add Your Comment