Newmont dan lingkungan sekitar tambang

Author: | Posted in Liputan 22 Comments

Kegiatan penambangan memang menggunakan lingkungan untuk mendapatkan mineral yang terkandung di dalam bumi, termasuk salah satunya Newmont Indonesia yang menambang tembaga di area Sumbawa Barat. Tetapi walaupun kegiatan pertambangan ‘menggunakan’ lingkungan, perusahaan tambang sekelas Newmont, tentunya tidak akan menutup mata akan apa yang terjadi dengan lingkungan sekitar tambang, mulai dari pada saat kegiatan tambang masih aktif ataupun nanti setelah semuanya selesai.

(Baca juga: Mengenal dunia tambang melalui Newmont Bootcamp)

Newmont mengikuti standar mutu yang sudah ditetapkan sehingga selalu memenuhi predikat ‘biru’ dan ‘hijau’ untuk KLHK – Proper (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan – Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan) sejak tahun 2002 – 2015. Predikat ‘biru’ berarti perusahaan sudah memenuhi standar yang ada, sedangkan ‘hijau’ berarti perusahaan tersebut sudah melebihi dari standar yang sudah ditetapkan.

kinerja-newmont-indonesia-lingkungan-klhk-proper

Kinerja Newmont Indonesia dalam pengelolaan lingkungan

Melihat hasil kerja Newmont berkaitan dengan lingkungan sekitar tambang

Salah satu agenda Newmont Bootcamp yang diikuti oleh peserta dengan berbagai latar belakang, kami para peserta diajak untuk melihat tindakan apa sajakah yang sudah dilakukan Newmont untuk melestarikan lingkungan sekitar tambang. Tetapi karena keterbatasan waktu, kami dibagi menjadi beberapa kelompok, di mana setiap kelompok akan melihat area yang berbeda, seperti mengikuti tim riset ke laut untuk melihat kegiatan penelitian terhadap tailing yang ditempatkan di teluk Senunu. Kemudian kelompok lain melihat kegiatan Newmont dalam memelihara kehidupan bawah laut di Teluk Benete. Kelompok terakhir, di mana saya ikut bergabung, melihat kegiatan reklamasi dan kegiatan berkaitan dengan lingkungan di area daratan.

Kebun bibit untuk kepentingan reklamasi

Seperti yang sudah saya ungkapkan di blog post sebelumnya, ternyata tahapan reklamasi yang Newmont lakukan, sudah dimulai dari awal sebelum kegiatan penambangan dilakukan, yakni melakukan inventaris jenis tanaman di area tersebut dan penyimpanan tanah asli area tersebut untuk digunakan nantinya pada saat reklamasi dilakukan. Berhubungan dengan inventaris tanaman, ternyata Newmont memiliki semacam kebun bibit (nursery), yang nantinya akan ditanam di area reklamasi. Ada beberapa tanaman yang kami lihat di area nursery tersebut, seperti contohnya tanaman Aur Petung yang nantinya akan menjadi bambu tinggi, tanaman miri, dan tanaman gelumpang yang akan menjadi tanaman berkayu besar.

sampel-bibit-tanaman-reklamasi-newmont-indonesia-sumbawa-barat

Sampel bibit tanaman untuk area reklamasi Newmont di Sumbawa Barat

peserta-newmont-bootcamp-di-kebun-bibit-newmont-indonesia-sumbawa-barat

Peserta Newmont Bootcamp V sedang mendengarkan penjelasan dari fasilitator Newmont di area Nursery (Sumbawa Barat – Indonesia)

Area reklamasi Newmont Indonesia

Lokasi berikutnya yang kami kunjungi merupakan salah satu area reklamasi yang baru dimulai pada Desember 2015. Tahapan reklamasi itu ternyata memerlukan perencanaan yang matang lho, dan untuk reklamasi, Newmont menggunakan bebatuan dari open pit yang memang tidak memiliki kadar mineral berharga, lalu melapisinya dengan tanah dan kemudian dipadatkan. Untuk area yang miring, Newmont juga melapisi bagian teratas tanah dengan jaring yang terbuat dari sabut kelapa (coconet) untuk mencegah terjadinya erosi. Untuk permulaan, tanaman yang akan ditanam biasanya padi, karena untuk melindungi benih tanaman asli Batu Hijau yang memang tidak terlalu ‘suka’ dengan cahaya matahari.

area-reklamasi-newmont-indonesia-sumbawa-barat

Area reklamasi Newmont yang kami kunjungi (Sumbawa Barat – Indonesia)

area-reklamasi-newmont-indonesia-sumbawa-barat-2

Tanaman padi sebagai tanaman ‘pembuka’ untuk area reklamasi Newmont (Sumbawa Barat – Indonesia)

Tongoloka Reclamation Division

Nah, karena untuk proses reklamasi ini Newmont menggunakan bebatuan yang berasal dari area tambang, maka harus dilakukan pengawasan, terutama air yang mengalir melalui area reklamasi ini. Oleh karena itu, Newmont memiliki area yang bernama Tongoloka Reclamation Division, di mana di sini terdapat semacam selokan yang terletak di sekeliling area reklamasi untuk menampung air dari area reklamasi tersebut. Kemudian ada semacam pintu air yang memiliki 2 pintu yang nantinya memiliki 2 aliran yang berbeda.

pintu-air-tongoloka-reclamation-division-newmont-indonesia-sumbawa-barat

Pintu air di Tongoloka Reclamation division milik Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Kenapa mesti ada 2 pintu air segala? Karena satu pintu untuk jaga – jaga apabila kualitas air yang berasal dari area reklamasi tidak memenuhi standar mutu, seperti air asam karena kadar pH-nya rendah. Tapi misalnya kalau airnya memiliki standar mutu yang oke, maka airnya akan mengalir menuju sungai, melalui pintu satunya.

Lalu, apa yang terjadi dengan air yang tidak sesuai dengan standar mutu itu?

Nanti alirannya akan mengalir ke sebuah dam, di mana air ini bisa digunakan untuk proses tambang juga. Newmont menyiapkan sebuah pompa di tengah dam tersebut yang dapat memompa air ke arah Konsentrator.

penampungan-air-tongoloka reclamation division-newmont-indonesia-sumbawa-barat

Tempat penampungan air Tongoloka milik Newmont Indonesia untuk menampung air yang tidak memenuhi standar mutu (Sumbawa Barat – Indonesia)

Jumlah air di dam tersebut memang tidak bisa dikontrol, karena tergantung dari volume aliran air dari area reklamasi, dan tentunya apabila ada ada hujan maka secara otomatis akan menambah jumlah air di situ. Misalnya, kalau sampai bertambah dan sampai meluap, maka Newmont sudah menyiapkan semacam ‘tembok’ buatan dari ban untuk menahan luapan air dari dam sehingga tidak menuju sungai. Tapi kalau sampai akhirnya meluap dan melewati ‘tembok’ buatan tersebut, maka tindakan darurat akan segera dilakukan dengan menebar kapur untuk menetralisir keasaman dari air tersebut.

tembok-ban-tongoloka-toe-dike-newmont-indonesia-sumbawa-barat

‘Tembok’ dari ban yang bisa menggelembung jikalau air dari tempat penampungan meluap – lokasi di: Tongoloka Toe Dike Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Penampungan air Santong

Selain penampungan air Tongoloka, Newmont juga memiliki penampungan lainnya yang dinamakan Santong. Tidak hanya satu, tapi sampai tiga: Santong 1 hingga 3. Kalau tempat penampungan air yang ini, digunakan Newmont untuk menampung air bekas dari kegiatan penambangan. Nanti air ini juga bisa digunakan untuk kegiatan pemrosesan di tambang jika diperlukan.

santong-3-newmont-indonesia-sumbawa-barat

Tempat penampungan air Santong 3 milik Newmont Indonesia yang menampung air bekas tambang (Sumbawa Barat – Indonesia)

Sama seperti Tongoloka yang terdapat aliran pemisah untuk air bersih, di Santong pun juga terdapat hal serupa, sehingga air bersih yang mengalir dari hutan sekitar tidak bercampur dengan air dari tambang. Nanti aliran air bersih ini pada akhirnya akan mengalir ke sungai Sejorong. Tapi tentunya, untuk lebih memastikan akan kualitas air di sungai tersebut, Newmont selalu melakukan pengecekan secara reguler kualitas airnya.

pengecekan-ph-sungai-newmont-indonesia-sumbawa-barat-2

Pengecekan reguler mutu air sungai oleh tim Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

pengecekan-ph-sungai-newmont-indonesia-sumbawa-barat

Salah satu pengecekan yang dilakukan adalah mengecek kadar pH (keasaman) dari air sungai (Sumbawa Barat – Indonesia)

Jadwal sehari yang sungguh padat untuk melihat berbagai macam kegiatan yang Newmont lakukan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar tambang. Di sini, saya bisa melihat kalau Newmont sungguh sangat serius dalam menjaganya, dan ternyata Newmont mengeluarkan sekitar 2 – 3 juta dollar setiap tahunnya untuk melakukan pemantauan lingkungan.

Berbicara mengenai pemantauan, sempat dilakukan peneliatan dengan memasang ‘camera trap’ di area reklamasi yang sudah menjadi hutan, dan ternyata di daerah tersebut sudah terlihat beberapa hewan berkeliaran, seperti ayam, babi hutan, dan rusa!

Reef ball untuk Teluk Benete

Nah, karena saya tidak sempat melihat apa saja tindakan yang dilakukan Newmont Indonesia untuk memelihara kehidupan bawah laut di Teluk Benete dengan menaruh reef ball, di bawah ini ada video dari kelompok yang lain yang dibuat oleh Dhanang Dhave.

Tindakan ini dilakukan Newmont, untuk memperbaiki keadaan di bawah laut yang sempat rusak karena aktivitas penangkapan ikan dengan bom.

Kamu juga bisa membaca di blog Iqbal Kautsar, mengenai pengalamannya yang ikut serta dengan tim pemantau tailing di Teluk Senunu yang menggunakan kapal Tenggara Explorer milik Newmont Indonesia:

(Baca juga: Tatkala Tailing Newmont ‘Dibuang’ di Laut)

PS: walaupun kami peserta Newmont Bootcamp diundang oleh Newmont Indonesia, tapi kami semua boleh menuliskan apa saja yang kami lihat pada saat kunjungan 🙂

Nah, kalau kamu berminat untuk mengikuti #NewmontBootcamp selanjutnya, pantau terus akun media sosial dari Newmont Nusa Tenggara di Twitter, Instagram, dan Facebook-nya 🙂

Setelah Newmont Indonesia diakuisi oleh Medco Energi Internasional, untuk saat ini nama Newmont Bootcamp berubah menjadi Batu Hijau bootcamp. Batu Hijau sendiri merupakan lokasi di mana terdapat open pit Newmont Indonesia.

Advertisements
Comments
  1. Posted by Sri Wulandari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Donna Imelda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by 21inchs
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Hendra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Evi
  6. Posted by Kornelius ginting
  7. Posted by Yudi Darmawan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by bersapedahan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Ares Jonekson Photography
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by DollyPR
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Khair
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by Endang Ermanto
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment