Advertisements

Mulai investasi emas, yuk!

Author: | Posted in Keuangan 34 Comments

Mulai investasi emas, yuk! – Pasti kamu sering atau pernah mendengar dengan ungkapan ‘jangan menaruh semuanya di dalam satu keranjang’. Ini sama aja halnya dengan cara mengelola keuangan kita. Ungkapan tersebut menyarankan kita agar jangan menaruh semua uang kita di satu hal yang sama, misalnya menyimpan semua uang kita di satu bank, menginvestasikan semua uang kita di satu produk investasi aja, dan sebagainya. Sebenarnya ungkapan ini miriplah kalau dibilang sebagai ‘asuransi’ atau ‘jaga-jaga’. Jaga-jaga kalau sampai kenapa-kenapa, jaga-jaga kalau nilai investasinya turun, dan sebagainya. Amit-amit lah, ya! Namun tentunya ungkapan tersebut hanyalah saran ya, bisa kamu ikuti atau ga.

Kalau saya sendiri bagaimana? Saya tentunya mengelola keuangan dengan menyebarnya ke berbagai jenis produk keuangan. Namanya juga jaga-jaga hehehe. Sama kayak waktu dulu kerja di bank, produk yang ditawarkan juga macam-macam, mulai dari tabungan biasa, deposito, asuransi, hingga ada juga investasi. Ini sebenarnya bisa memberikan alternatif kepada nasabahnya untuk menyebar harta kekayaannya ke berbagai produk keuangan.

Bicara mengenai produk keuangan yang bisa digunakan untuk berinvestasi, saat ini udah ada bervariasi produk keuangan yang dipilih. Kalau dulu mungkin hanya sekitar reksa dana, saham, obligasi (seperti Obligasi Republik Indonesia – ORI), dan juga emas. Namun sejak adanya disrupsi digital, mulai deh ada banyak produk keuangan bermunculan, seperti investasi di bitcoin hingga investasi di peer-to-peer lending.

Tentu setiap orang punya preferensi masing-masing ketika ingin memilih produk keuangan sebagai sarana investasinya. Ada yang lebih suka investasi di produk yang sederhana, bisa dilihat, dan dipegang, maka bisa aja pilihannya jatuh ke investasi emas. Namun, sama seperti investasi yang lain, kalau kita berinvestasi di emas, tentu dari segi harga bisa naik dan turun. Namanya juga kita mau investasi, ya berarti yang kita lihat adalah jangka panjang. Semestinya pergerakan harga emas yang naik-turun ga perlu membuat kita cemas hehe.

Tips investasi emas ala saya

Emas sendiri jadi salah satu produk keuangan pilihan saya. Awalnya saya dibujuk-bujuk oleh keluarga untuk mulai berinvestasi di emas. Keluarga saya termasuk golongan yang konservatif, jadi kalau mau berinvestasi ya di produk yang sederhana, bisa dilihat, dan dipegang hehe. Mulai dari orang tua sampai tante saya ngomongin saya untuk mulai rutin beli emas aja. Akhirnya saya pun mulai menuruti untuk berinvestasi di emas.

Walaupun saya belum expert banget sih ya dalam hal berinvestasi, boleh lah ya share sedikit tips investasi emas ala saya hehe.

1 | Mau investasi secara reguler atau saat dapat bonus?

Mau investasi emas secara reguler atau saat-saat tertentu aja pas dapat bonus, ya balik lagi ke pilihan masing-masing. Tapi kalau kamu memang berencana untuk investasi emas secara reguler, bisa aja kamu menyisihkan pendapatan kamu setiap bulannya.

Memangnya bisa kebeli kalau menyisihkan dari pendapatan bulanan?

Bisa aja kok, karena seperti logam mulia ANTAM produksi terbaru, sudah dijual dari pecahan 0.5 gram. Beberapa waktu lalu saat peluncuran desain dan kemasan baru logam mulia ANTAM, harga spesial saat itu untuk pecahan 0.5 gram adalah Rp. 352,500. Semestinya kalau kita yang hobinya ngupi-ngupi cakep setiap hari, bisa lho menyisihkan uang setiap bulannya segitu. Atau ga ya dikurangi lah porsi ngupi-ngupi cakepnya hehe.

investasi emas logam mulia antam mulai setengah gram - kadungcampur

Walaupun si emas ini imut ukurannya, tapi tetap berharga lho. Oh iya, kamu bisa beli logam mulia ANTAM, mulai dari 0.5 gram kok 🙂 

Nah, nanti kalau misalnya memang tipe yang beli secara reguler bulanan, selanjutnya kalau udah kekumpul banyak, apakah tetap mau disimpan emasnya dengan pecahan kecil, atau ditukar (dijual dan beli lagi) dengan pecahan yang lebih besar.

Cara lain investasi emas secara reguler, mungkin bisa dengan target dari gram emas tersebut. Pecahan gram emas sangat bervariasi: 0.5 gram, 1 gram, 2 gram, 3 gram, 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, 250 gram, dan 500 gram. Nah, tentukan targetmu sesuai budget, dan beli secara reguler sesuai target.

Gimana, setuju ga dengan cara ini?

2 | Beli di tempat terpercaya

Pastinya kalau mau investasi emas, harus belinya di tempat terpercaya!

Kalau tante saya sih biasanya dia belinya di toko emas langganannya, yang udah terpercaya dari tahun ke tahun hehe. Saya juga dulu sempat beli dengan nitip tante saya hehehe.

Tapi kalau misalnya kamu bingung atau ragu mau beli di mana, kenapa ga langsung beli emas di ANTAM. Kan ANTAM yang melakukan eksplorasi, penambangan, pengolahan serta pemasaran dari komoditas, mulai dari bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit dan batubara. Dan ANTAM udah berdiri sejak 50 tahun yang lalu lho, tepatnya tanggal 5 Juli 1968! Makanya tahun ini merupakan ulang tahun emas dari ANTAM, dan merupakan saat yang tepat untuk dijadikan momen peluncuran desain dan kemasan baru logam mulia ANTAM deh.

 

jajaran direksi komisaris antam ubpp logam mulia - kadungcampur

Acara peluncuran desain dan kemasan baru logam mulia ANTAM, bertepatan dengan ulang tahun emas dari ANTAM 😉 

launching desain batik logam mulia antam yura yunita 1 - kadungcampur

Surprise di acara ini, ada Yura Yunita 😉

Selain itu ANTAM sendiri juga udah punya unit bisnis yang tugasnya mengolah dan mencetak emas batangan. Untuk yang ini namanya Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, kita singkat aja UBPP LM. UBPP LM ini udah punya banyak Butik Emas ANTAM-LM kok di beberapa daerah, misalnya di daerah Jakarta (termasuk di gedung ANTAM), Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Denpasar, dan masih banyak lagi. Bahkan mereka ini juga punya delivery service lho! Untuk delivery service logam mulia ANTAM, bisa langsung telepon 021-29980991 atau email ke delivery.lm@antam.com. Enak toh, tinggal duduk ongkang-ongkang kaki sambil nungguin emasnya dianter 😉

3 | Hati-hati emas palsu

Untuk investasi emas, tentunya butuh modal pastinya, walau yang kita beli hanya 0.5 gram, tetap aja uang toh?! Makanya kita harus menjaga uang kita agar jangan sampai ketipu dan beli yang palsu. Saya belum pernah lihat secara langsung sih emas palsu, baru baca-baca aja. Makanya untuk menghindari itu, selain membeli dari tempat terpercaya, ternyata di kemasan baru logam mulia ANTAM juga ada QR Code di bagian kiri bawah. QR Code ini kita bisa scan menggunakan aplikasi CertiEye yang bisa didapat di Playstore dan Appstore. QR code ini untuk digunakan untuk verifikasi keaslian emas logam mulia ANTAM.

launching desain batik logam mulia antam - kadungcampur

Selain memiliki desain baru yang berbentuk seperti batik ini, kemasannya juga dilengkapi dengan QR code di kiri bawah untuk mengecek keasliannya 🙂

Yang enaknya lagi dari produksi baru emas ANTAM, adalah kemasannya yang juga baru dan cakep. Kalau misalnya dulu kita suka bingung kalau setelah beli emas, mau dibungkus apa nih emasnya. Sekarang ga perlu terlalu khawatir dengan yang keluaran baru ini. Karena sudah ada segel pada kemasan emasnya, jadi untuk melindungi fisik emas tersebut, serta untuk menjamin keaslian produk.

launching kemasan baru logam mulia antam - kadungcampur

Kemasannya cakep lah, ya, di sekeliling fisik emasnya udah disegel 🙂

Udah siap investasi emas?

Nah, semoga ketiga tips di atas tentang investasi emas, bisa berguna, dan kalau kamu ada tips lainnya, monggo dibagikan di kolom komen, ya.

So, mau beli investasi emas berapa gram bulan ini? 😉

penampakan emas logam mulia desain batik dan kemasan baru antam - kadungcampur

Mau beli dan investasi emas yang berapa gram nih?

Advertisements
Comments
  1. Posted by Zefy Arlinda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by April Hamsa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by unggulcenter
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Tukang Jalan Jajan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Rhoshandhayani KT 💕
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Rani Yulianty
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by ulya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Tomi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Oky Maulana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Nurul Fitri Fatkhani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Dian Farida Ismyama
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by Hellofika
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by retno
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by lendyagasshi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by Yesi Intasari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Rindang
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Achmad Humaidy
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment