Mengenal dunia tambang melalui Newmont Bootcamp

Author: | Posted in Liputan 40 Comments

Beberapa hari pertama di Newmont Bootcamp, kami para peserta bootcamp, yang terdiri dari berbagai latar belakang, diajak untuk melihat lebih dekat dunia tambang a la Newmont Indonesia. Melihat dunia tambang, berarti kami diajak untuk mengetahui dari mana tambang itu dilakukan, lalu proses selanjutnya, hingga nanti hasil prosesnya disimpan di stock pile untuk dikapalkan ke smelter untuk finalisasi pengolahan. Yang membuat saya takjub adalah semuanya dilakukan dengan sangat hati – hati dan terukur, bahkan secara regular, Newmont akan melakukan total plant shut down alias ‘tutup sementara’, untuk melakukan pengecekan, mana yang mau rusak, atau yang sudah rusak. Selanjutnya mungkin saya tidak akan membicarakan tentang dunia tambang lebih dalam, secara saya tidak memiliki background tambang huehe, tapi saya hanya ingin memaparkan apa yang saya lihat saja selama Newmont Bootcamp berlangsung.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-welcome-to-mining-site

ndonesia – Nusa Tenggara Barat – Sumbawa Barat – Newmont Indonesia – Welcome to mining
Welcome to Batu Hijau mining area! (Sumbawa Barat – Indonesia)

Lokasi pertambangan Newmont yang dikenal juga dengan area tambang Batu Hijau sebenarnya sudah mulai digarap sejak tahun 1990-an, dimulai dari pengeboran di berbagai titik hingga akhirnya dimulailah konstruksi area tambang, hingga akhirnya open pit mulai terbentuk di tahun 2002. Untuk pengembangan area tambang ini pun, Newmont yang memiliki ijin pinjam pakai, tidak asal tebang, tetapi Newmont dengan teliti melakukan inventaris jenis tanaman. Bahkan tanah asli di area tersebut tidak dibuang, tapi disimpan dan dirawat di stock pile. Tujuan dari keduanya adalah tentunya pada saat reklamasi setelah ada area tambang yang sudah tidak akan dikembangkan lagi. Mengenai reklamasi, mudah – mudahan bisa saya paparkan di blog post selanjutnya 😉

dunia-tambang-newmont-bootcamp-area-reklamasi

Indonesia – Nusa Tenggara Barat – Sumbawa Barat – Newmont Indonesia – Area reklamasi
Area reklamasi yang sekarang sudah jadi hutan lebat lagi … Dan ternyata, saya melihat elang beterbangan lho di atas hutan ini! (Sumbawa Barat – Indonesia)

Open pit yang terletak di area Batu Hijau ini, kalau dilihat secara langsung memang cukup besar, bahkan hingga satu frame foto dengan menggunakan kamera iPhone pun tidak cukup mengambil keseluruhan area open pit yang kami lihat di Lookout area, yang memang diperuntukkan bagi pengunjung yang ingin melihat open pit secara langsung. Ternyata nanti rencananya, open pit tersebut akan memiliki diameter hingga 2.8 km dan kedalamanan hingga 240 meter. Wah tentunya untuk mendesain sebuah open pit sebesar itu tentunya tidaklah mudah, karena desainnya jalur melingkar open pit harus mengikuti peruntukannya, apakah jalur tersebut akan dilalui haul truck, lalu apakah ada pipa dan pompa yang akan melintas di jalur tersebut. Jadi kalau jalur tersebut akan dilalui ketiganya, tentunya jalurnya akan lebih besar, ‘kan?

dunia-tambang-newmont-bootcamp-lookout-area-open-pit

Lookout untuk melihat open pit Batu Hijau-nya Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

dunia-tambang-newmont-bootcamp-open-pit-batu-hijau

Open Pit Batu Hijau punya Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Berbicara mengenai haul truck, apakah kamu sudah pernah berdiri bersebelahan dengan haul truck?

Saya sudah! Dan ternyata tinggi saya tidak melebihi tinggi bannya! Maka dari itu, kalau kamu ke area pertambangan, kamu akan melihat mobil – mobil yang berukuran lebih mini dari haul truck tersebut akan memiliki bendera menjulang ke atas. Bendera yang dipasang menjulang tinggi di badan mobil – mobil tersebut, bertujuan agar operator haul truck bisa mengetahui kalau ada mobil di sekitarnya. Benar juga ya, bagaimana pengemudi haul truck bisa melihat di bawahnya ada apa, karena posisi dia jauh lebih tinggi hehe.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-pose-dengan-ban-haul-truck

Saya berdiri di samping ban haul truck punya Newmont Indonesia. Dan tinggi saya 1.75m! *lho kok malah promosi* – lokasi di: Batu Hijau Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

dunia-tambang-newmont-bootcamp-haul-truck

Coba kira – kira saja tinggi haul truck dengan perbandingan tinggi saya di foto sebelumnya – lokasi di: Batu Hijau Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Kamu tahu tidak, ternyata operator haul truck tidak melulu harus pria, karena ada beberapa operatornya yang wanita, seperti Itot ini.

Oh iya, kamu bisa baca lebih lanjut mengenai Itot di blog Adhi – salah satu peserta Newmont Bootcamp V

(Baca juga: Ritawati, Sang Penakluk Haul Truck)

dunia-tambang-newmont-bootcamp-driver-haul-truck-perempuan

Ritawati atau kerap disapa Itot sebagai salah satu operator haul truck di Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Newmont Indonesia memiliki 111 haul truck, di mana fungsi dari haul truck ini adalah untuk membawa pecahan – pecahan batu dari area open pit menuju conveyor yang melintas sepanjang 7 km menuju pabrik pengolahan untuk proses selanjutnya. Tentunya bebatuan yang berasal dari tambang open pit tersebut memiliki kadar mineral yang berbeda – beda, dan Newmont lebih mengutamakan untuk mengolah bebatuan yang memiliki kadar mineral tertinggi terlebih dahulu, sedangkan yang memiliki kadar mineral sedang dan rendah akan disimpan terlebih dahulu. Nanti ketika Newmont – yang menurut rencana – stop menambang di 2024, dan stock bebatuan dengan kadar mineral tinggi sudah menipis, maka Newmont akan mulai mengolah yang kadar mineralnya sedang dan rendah.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-stock-pile-bijih-kadar-mineral-rendah-sedang

Bebatuan yang terletak di paling atas merupakan bebatuan yang memiliki kadar mineral sedang dan rendah – lokasi: Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Tentunya pecahan bebatuan atau kita juga bisa menyebutnya sebagai bijih karena batu tersebut mengandung mineral, yang dikirim oleh haul truck memiliki ukuran yang bervariasi, ada yang besar, dan ada yang kecil, makanya pada pemrosesan selanjutnya, bijih tersebut akan digiling hingga dua kali. Penggilingan pertama merupakan penggilingan super besar yang bernama gilingan SAG mills, dan penggilingan berikutnya – Ball mills, yang merupakan tahap penghalusan, memiliki ukuran yang lebih kecil. Jadi proses penggilingannya sebenarnya adalah menggunakan bijih itu sendiri. Maksudnya begini, ketika mesin penggiling itu berputar, maka bijih yang di bawah akan ikut berputar ke atas, dan kemudian akan jatuh karena gaya gravitasi, dan menimpa yang berada di bawah. Kalau begini terus, berarti lama – lama bijih yang di bawah bisa makin hancur ‘kan, ya? Dan ternyata, di penggilingan pertama, ditempatkan bola baja, untuk membantu proses penghancuran menjadi lebih cepat.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-berdiri-depan-sag-mill

SAG mills itu yang berupa lingkaran besar di belakang (Photo credit: Iqbal Kautsar) – lokasi di: Concentrator area Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

dunia-tambang-newmont-bootcamp-perbandingan-ukuran-manusia-sag-mill

Lihat betapa besarnya ukuran SAG mill dibandingkan dengan Mbak Donna Imelda 😀 (Photo credit: Donna Imelda) – Lokasi di: Concentrator area Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

dunia-tambang-newmont-bootcamp-ball-mills

Kalau yang ini adalah Ball Mills yang ukurannya lebih kecil dari SAG Mils – lokasi di: Concentrator area Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Kamu tentunya pernah dengar hossip kalau sebenarnya Newmont melakukan penambangan emas?

Well … Memang ada sih ya emasnya di dalam bijih tersebut, tetapi … kadar emasnya hanya dan cuma sekitar 20 – 40 PPM. Tahu PPM itu apa? Part per million. Haha … Katanya sih, itu paling kalau dikumpulin hanya bisa jadi anting saja. Dan ternyata selain tembaga – sebagai unsur utama dan emas, masih ada unsur – unsur lain di dalam bijih tersebut, yang terkadang memang tidak ada nilainya dan tidak diperlukan. Makanya, dilakukanlah pemisahan antara yang penting dan tidak penting dengan langkah flotasi yang juga menggunakan air laut.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-proses-flotasi

Proses flotasi berlangsung di area ini – yang berbentuk seperti segitiga kuning itu. Lokasi di: Concentrator area of Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Bingung apa itu flotasi alias ‘flotation’, inget aja kata ‘floating’ atau mengambang … Jadi nanti pasti yang berharga dan bernilai di proses ini akan mengambang, sedangkan yang tidak penting atau biasa disebut sebagai pengotor akan jatuh, dan inilah yang nantinya disebut sebagai ‘tailing.’

dunia-tambang-newmont-bootcamp-proses-flotasi-dalam-jarak-dekat

Nah ini proses flotasi jika dilihat secara lebih dekat. Lokasi di: Concentrator area of Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

‘Tailing?’ … Apaan tuch?

Pertama – tama saya juga kurang ngeh, apa sih tuh ‘tailing’ tapi anggap aja itu dari kata ‘tail’ yang secara harafiah bisa diartikan sebagai kata ‘buntut’ atau ‘paling akhir’, dan ini merupakan bagian yang tidak berguna lagi, atau seperti yang tadi disebut di atas, sebagai pengotor.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-sampel-konsentrat-tailing

Foto sampel antara konsentrator dan tailing punya Newmont Indonesia

Karena area pulau Sumbawa, termasuk area yang rawan gempa, maka akan sangat berbahaya jika menempatkan ‘tailing’ ini di daratan, karena ditakutkan tempat penampungnya akan retak pada saat gempa. Oleh karena itu, Newmont sudah mendapatkan ijin dari pemerintah untuk menempatkan ‘tailing’ tersebut di palung laut di area Teluk Senunu. Tentu sesuatu yang berasal dari tambang, dan kemudian ditempatkan di lingkungan, sudah melewati pengecekan ketat, termasuk kadar logam dari tailing yang sudah dalam level yang sangat rendah sudah lolos toxicity test. Bahkan ada beberapa rekan peserta bootcamp yang sempat memegang ‘tailing’ tersebut yang bentuknya mirip pasir deh.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-memegang-tailing

Bli Putu, salah satu peserta Newmont Bootcamp V, memegang tailing (foto diambil dari: sini)

dunia-tambang-newmont-bootcamp-pipa-tailing

Pipa tailing yang berwarna putih terbuat dari baja dan dilapisi karet (berasal dari concentrator area), dan disambung dengan pipa HDPE berwarna hitam yang menuju Teluk Senunu (Sumbawa Barat – Indonesia)

Kamu bisa baca cerita lebih lanjut mengenai tailing di postingan Mas Hendra, yang juga merupakan salah satu peserta Newmont Bootcamp ini.

(Baca ulasan Hendra Wardhana: Tentang tailing Newmont Nusa Tenggara yang ‘dibuang’ ke laut)

Lalu bagaimana dengan bagian yang berharga, atau kita bisa sebut sebagai ‘konsentrat’-nya?

Konsentrat ini nantinya akan disimpan di dalam sebuah depot sebelum akhirnya dikapalkan untuk menuju pengolahan final di smelter, di mana nantinya konsentrat ini dimurnikan lagi untuk meningkatkan kandungan logamnya. Pada saat kami berkunjung ke depo terakhir di dekat pelabuhan di Benete ini, jumlah konsentrat yang ditumpuk sebelum dikapalkan itu sudah mencapai sekitar 53,000 ton!

dunia-tambang-newmont-bootcamp-konsentrat-tembaga

Berdiri di depan konsentrat yang menjulang tinggi! Apakah punggung saya sudah backgenic? (Photo credit: Iqbal Kautsar). Lokasi di: Newmont Indonesia (Sumbawa Barat – Indonesia)

Wow … bagaimana kuliah hari ini? Hehe …

Semoga setidaknya kita – saya dan kamu, yang kurang mengerti dunia tambang, bisa menjadi lebih jelas dengan membaca tulisan ini.

dunia-tambang-newmont-bootcamp-peserta-batch-5

Peserta Newmont Bootcamp sedang menghadiri kuliah dunia tambang, eh maksudnya mendengarkan pengarahan dari fasilitator Newmont Indonesia 😀

PS: walaupun kami peserta Newmont Bootcamp diundang oleh Newmont Indonesia, tapi kami semua boleh menuliskan apa saja yang kami lihat pada saat kunjungan 🙂

Nah, kalau kamu berminat untuk mengikuti #NewmontBootcamp selanjutnya, pantau terus akun media sosial dari Newmont Nusa Tenggara di Twitter, Instagram, dan Facebook-nya 🙂

Setelah Newmont Indonesia diakuisi oleh Medco Energi Internasional, untuk saat ini nama Newmont Bootcamp berubah menjadi Batu Hijau bootcamp. Batu Hijau sendiri merupakan lokasi di mana terdapat open pit Newmont Indonesia.

Advertisements
Comments
  1. Posted by Ikhsan Anugrah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Monika
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Kadek Dwika
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Didik
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by azmiya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Intan Rosmadewi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Evi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Donna Imelda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Hendra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Agung Han
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Dee - @HEYDEERAHMA
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by Iqbal Kautsar
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by Nafila Wajdi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by Miqdad
  15. Posted by bersapedahan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Ares Jonekson Photography
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by insanwisata
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by academic Indonesia
    • Posted by Timothy W Pawiro
  19. Posted by Hamacaan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by Mumun
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment