Advertisements

Mengajukan kredit melalui lembaga pembiayaan

Author: | Posted in Keuangan, Lomba 10 Comments

Pernah tidak kamu mengajukan kredit atau mungkin kartu kredit dari suatu bank? Masih ingat apa saja yang harus kamu lengkapi persyaratannya untuk memenuhi kriteria? Walaupun seseorang sudah melengkapi semua persyaratan yang ada, namun ada saja yang bisa membuatnya ditolak oleh lembaga keuangan yang menyediakan layanan pinjaman tersebut. Mungkin alasannya karena dia tidak memenuhi minimum pendapatan per bulan, yang menjadi salah satu syarat utama.

Bagaimana misalnya orang tersebut ingin mengajukan kredit untuk membeli barang-barang, seperti handphone atau laptop, yang ingin dia pakai untuk menunjang usahanya. Harganya memang tidak semahal rumah, tapi tentu saja harga sebuah laptop bisa cukup mahal untuk seseorang. Dia juga tidak memiliki kartu kredit yang sering mengeluarkan promo cicilan, padahal promo cicilan akan sangat membantu untuk pembayaran, ya? Daripada dia meminjam rentenir yang mungkin persyaratan bisa saja mudah, tapi memiliki bunga yang mencekik; sekarang sudah ada yang namanya lembaga pembiayaan yang bisa membantunya dalam mendapatkan kredit.

Lembaga pembiayaan vs bank ketika mengajukan kredit

Penyaluran kredit

Lembaga pembiayaan ini agak sedikit mirip dengan lembaga keuangan, seperti bank. Dulu perbedaannya terletak di penyaluran kreditnya. Ketika nasabahnya mengajukan kredit ke bank dan disetujui, maka nanti bank akan menyalurkan kreditnya berupa uang tunai ke rekening tabungannya. Berbeda dengan lembaga pembiayaan yang akan menyalurkan kreditnya dalam bentuk ‘menalangi’ konsumennya terlebih dahulu ketika ingin membeli suatu produk. Jadi di sini, sang konsumen tidak akan mendapatkan uang tunai, seperti kalau dia mengajukan kredit di bank. Tentunya dalam hal pembayaran, meminjam dari bank maupun dari lembaga pembiayaan, pembayarannya menerapkan sistem cicilan per bulan.

mengajukan-kredit-di-bank

Mau mengajukan kredit di mana ya? (gambar dari: www.careeranna.com)

Namun sekarang dengan adanya peraturan baru dari OJK No. 29/2014, lembaga pembiayaan memungkinkan untuk menyalurkan kreditnya untuk multiguna. Karena ini masih termasuk baru, jadi memang sepertinya belum semua yang masuk ke area ‘multiguna’ini. Contohnya saja, Home Credit Indonesia, salah satu perusahaan internasional penyedia jasa pembiayaan di Indonesia, saat ini masih memberikan kredit multiguna ini sebagai program khusus untuk konsumennya yang loyal saja, belum ke semua konsumen.

Proses dalam mengajukan kredit

Dulu saya pernah kerja di salah satu bank swasta, dan saya juga kebagian untuk mengurus kredit, termasuk di dalamnya kartu kredit dan kredit tanpa agunan. Jadi saya masih ingat waktu itu saya harus mengumpulkan sekian banyak dokumen untuk proses kredit. Demikian pula dengan halnya pengajuan kartu kredit. Prosesnya pun memakan waktu yang tidak sebentar, walaupun itu hanya kartu kredit ataupun KTA.

Namun tentunya proses mengajukan kredit melalui bank dan lembaga pembiayaan amat berbeda. Walaupun kredit dari lembaga pembiayaan merupakan kredit tanpa agunan, tapi proses mengajukan kreditnya lebih mudah dan sangat cepat. Misalnya Home Credit Indonesia, hanya memerlukan persyaratan KTP dan 1 dokumen pendukung lainnya, seperti SIM, dan bahkan kartu BPJS. Selain itu tentunya orang yang mengajukan kredit harus memiliki penghasilan tetap. Syarat yang sangat mudah untuk sebuah pengajuan kredit, bukan?

mengajukan-kredit-berapa-lama-waktunya

Berapa lama proses untuk mengajukan kredit? (gambar dari: www.flurtmag.com)

Lalu bagaimana dengan lama proses pengajuan kredit di lembaga pembiayaan?

Cepat kok! Home Credit Indonesia, yang memiliki moto untuk menyediakan layanan pembiayaan yang mudah, praktis, dan cepat ini, hanya membutuhkan waktu 30 menit saja untuk memproses pengajuan kredit. Proses ini untuk mengetahui apakah pengajuannya diterima atau tidak. Kalau diterima dan proses sudah selesai, maka si pembeli bisa langsung membawa pulang barang idamannya itu.

Manfaat dari layanan pembiayaan

Bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang lebih luas

Seperti yang sudah diuraikan di atas, untuk mengajukan kredit ke bank, terdapat beberapa persayaratan, yang mungkin saja tidak semua orang bisa memenuhinya, misalnya persyaratan minimum penghasilan. Di lembaga pembiayaan juga ada syarat minimum penghasilan, namun angkanya lebih ringan, sehingga diharapkan bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas. Contohnya, batas minimum penghasilan di Home Credit Indonesia adalah Rp. 1.200.000,- / bulan untuk wilayah Jogja dan Semarang (untuk wilayah lain dimulai dari Rp. 1.500.000,-). Tentunya dengan persyaratan ini, bisa menjangkau lebih banyak masyarakat yang berpenghasilan rendah. Bahkan untuk pembayaran cicilannya, bisa juga melalui Indomaret, selain melalui ATM bank.

mengajukan-kredit-syarat-pendapatn

Syarat minimum penghasilan yang cukup ringan jika mengajukan kredit di lembaga pembiayaan (gambar dari: en.citizendaily.net)

Bisa mengalokasikan dana yang ada ke kebutuhan lain

Misalnya seseorang ingin sekali membeli sebuah mesin cuci atau A/C, tentunya dia bisa saja memiliki pilihan untuk membayarnya secara tunai. Namun, harga mesin cuci atau A/C bisa dibilang sudah cukup mahal, yakni di kisaran Rp. 3 – 4 juta. Kalau dia langsung membayar tunai pada saat itu, maka dia akan langsung menghabiskan sekitar Rp. 3 juta pada saat itu juga. Beda kalau dia menggunakan program cicilan yang sudah tersedia dari lembaga pembiayaan, maka dia hanya perlu membayar proses administrasi, dan baru mulai melakukan pembayaran cicilan pada bulan berikutnya. Dengan demikian, dia bisa menggunakan uangnya untuk kebutuhan lain yang lebih penting pada saat itu.

mengajukan-kredit-memilih-barang-elektronik

Pilih A/C yang mana, ya? (gambar dari: tuoitrenews.vn)

Bisa membeli produk yang lebih bagus dan tahan lama

Apabila seseorang ingin membeli sebuah laptop tapi memiliki budget yang terbatas, tentunya dia akan membeli produk dengan spesifikasi yang sesuai budget dia pada saat itu. Bisa saja laptop yang didapat tidak memiliki kualitas yang terlalu baik, malah mungkin dia harus sering meng-upgrade kembali laptopnya di kemudian hari, sehingga keluar biaya lebih banyak lagi. Berbeda apabila dia membelinya dengan menggunakan fasilitas pembiayaan, maka dia bisa saja ‘menaikkan’ budget-nya, dan membeli barang yang lebih baik. Walaupun laptopnya yang lebih baik berarti harganya juga lebih mahal, namun dengan mengajukan kredit di lembaga pembiayaan, dia bisa mencicilnya setiap bulan, dan pengeluarannya menjadi lebih ringan.

Jenis produk dari layanan pembiayaan

Barang konsumtif

Barang konsumtif yang dimaksud misalnya barang-barang elektronik dan peralatan rumah tangga. Untuk Home Credit Indonesia yang merupakan pemimpin kedua terbesar di lembaga pembiayaan, barang-barang seperti handphone dan gadget (laptop) merupakan barang yang memberikan kontribusi terbesar sebanyak 69%, dan diikuti oleh peralatan rumah tangga.

Kebutuhan multiguna

Pembiayaan multiguna walaupun belum ditawarkan secara luas oleh lembaga pembiayaan, sangat bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang sebelumnya tidak mudah untuk mengajukan kredit di bank karena berbagai alasan. Kredit multiguna ini sangat bermanfaat, karena dana yang didapat bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan, misalnya untuk biaya pendidikan, kesehatan, umrah, bahkan hingga ke pernikahan.

mengajukan-kredit-pernikahan

Dana multiguna bisa juga untuk biaya pernikahan (gambar dari: www.sheknows.com)

Home Credit Indonesia siap membantu masyarakat

Home Credit Indonesia, sebagai salah satu lembaga pembiayaan di Indonesia, sudah siap membantu masyarakat yang sebelumnya tidak bisa menikmati fasilitas kredit. Home Credit Indonesia juga memiliki rencana untuk mengembangkan sayapnya ke 10 kota di lapis 1 dan 2 di Indonesia, sehingga bisa menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. Diharapkan dengan berbagai program promosi dan pelayanan yang baik, Home Credit Indonesia bisa menjadi pilihan yang pertama dan juga yang terpercaya, ketika masyarakat ingin mengajukan kredit.

Kalau kamu sendiri, apakah ada pengalaman dalam mengajukan kredit di salah satu lembaga pembiayaan? Jangan lupa komen dan share ya 😉

Advertisements
Comments
  1. Posted by Horas
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Mahfuzh tnt
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Traveling addict
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by DollyPR
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Salman Faris
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment