Apakah kamu sudah memiliki asuransi?

Author: | Posted in Keuangan, Lomba 15 Comments

‘Apakah kamu sudah memiliki asuransi?’

Kalau belum, mungkin pertanyaannya, dirubah menjadi ini saja:

‘Apakah biasanya reaksimu ketika ada yang menawarkan kamu produk asuransi?’

Ada berbagai macam pastinya. Kalau ada yang sudah mengetahui dari manfaat produk asuransi itu sendiri, pasti akan lebih mudah untuk dijelaskan. Namun, kalau yang belum, biasanya akan berkata ‘untuk apa, kan belum perlu memiliki asuransi.’

Lalu kalau misalnya belum perlu, kenapa kira-kira perlu ada produk asuransi, ya?

Hidup dan risiko

Kamu percaya, tidak, kalau sebenarnya hidup seseorang itu selalu dibayangi oleh risiko. Misalnya saja, ketika seseorang mau bekerja, dalam perjalanan naik motor, mobil, bisa saja ada risiko. Meskipun orang tersebut kerja di kantor, tetap saja ada risiko. Bahkan, orang yang suka travelling, akan ada risikonya juga. Tentunya kita tidak mengharapkan hal-hal yang buruk terjadi. Kita hanya bisa menjaga diri kita dengan baik, agar kita tidak terkena dampak risiko itu.

memiliki-asuransi-untuk-mengatasi-risiko

‘Aaaakkk tidakkk, banyak banget risiko, ya! (sumber gambar: neuropathytreatmentgroup.com)

Risiko juga bentuknya bermacam-macam. Misalnya ketika travelling, bisa saja jam keberangkatan tertunda, sehingga jadwal kacau. Atau mungkin bisa saja, kopernya tidak sampai. Kemudian, kalau kita lagi dalam perjalanan ke kantor, mungkin saja mobil kita diserempet sama kendaraan lain, atau mungkin saja ban kita dicuri pada saat parkir (haha, mungkin saya akan cerita mengenai ini lain kali!). Dan tentu saja, ada satu risiko yang biasanya orang takuti, yakni antara sakit atau kecelakaan, dan juga meninggal dunia.

Nah, di sini lah kita bisa tahu manfaat dari memiliki asuransi itu.

Manfaat dari memiliki asuransi

Jadi sebenarnya apa sih, manfaat dari memiliki asuransi itu?

Sama seperti dengan pepatah yang kita kenal dari kecil, yakni ‘sedia payung sebelum hujan’, maka di sini, asuransi bisa diibaratkan sebagai ‘payung’. Memangnya kita kalau bawa payung akan selalu hujan? Tidak, ‘kan? Kita bawa payung, karena kita ingin jaga-jaga biar tidak kebasahan kalau hujan. Kita jaga-jaga kalau terjadi apa-apa dengan jadwal penerbangan kita, mobil kita, atau diri kita. Karena kita tahu, bahwa ini semua ada nilainya, ada value-nya. Bener, ga?

memiliki-asuransi-seperti-sedia-payung-sebelum-hujan

Memiliki asuransi ibarat ‘sedia payung sebelum hujan’ (sumber gambar: 30dayadventures.ca)

Coba kita perhatikan, deh. Kalau penerbangan kita terlambat, sehingga jadwal kita kacau, atau kita terlambat ke penerbangan selanjutnya, sehingga menimbulkan kerugian berupa uang, maka dengan asuransi, kita bisa saja mendapatkan kompensasi atau ganti rugi, sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di kontrak asuransi. Demikian halnya dengan mobil, di mana kalau ada kecelakaan, kita bisa mengganti bagian yang rusak akibat kecelakaan dengan asuransi.

Lalu, apakah yang terjadi kalau seseorang kehilangan kemampuan untuk menghasilkan uang, misalnya karena meninggal dunia atau karena suatu kecelakaan yang menyebabkan tidak bisa bekerja lagi? Bagaimana dengan suami/istri-nya, anak-anak-nya, atau keluarga-nya yang lain yang menjadi tanggungannya? Apa yang terjadi dengan kehidupan mereka selanjutnya, setelah ada kejadian yang menimpa orang tersebut. Tentunya dia tidak mau keluarganya terluntang-lantung sendirian, ya. Pastinya orang tersebut mau keluarganya tetap dapat hidup dengan layak walaupun tidak ada pendapatan lagi dari dia. Inilah mengapa pentingnya proteksi dari pendapatan orang tersebut dengan memiliki asuransi. Asuransi akan memberikan kompensasi berupa santunan, ketika ada risiko yang menimpa orang tersebut.

memiliki-asuransi-jiwa-untuk-kesejahteraan-keluarga

Memiliki asuransi untuk menjaga kesejahteraan keluarga ketika risiko datang (sumber gambar: visionforum.org)

Bagaimana dengan orang yang belum menikah, dan belum punya tanggungan? Oke deh, contohnya saya saja hehe. Saya yang masih single, tetap membeli produk asuransi. Alasannya? Karena saya tidak mau merepotkan keluarga saya, ketika saya meninggal dunia. Ketika saya meninggal dunia, pasti ada biaya untuk rumah duka, pemakaman, pengurusan makam, dan sebagainya. Biaya ini bisa dibiayai dari kompensasi berupa santunan yang didapat dari asuransi yang saya punya itu.

berhitung-dengan-sempoa

Orang single juga perlu memiliki asuransi lho! (dokumen pribadi dong)

Jadi asuransi di sini, fungsi singkatnya adalah untuk ‘mengambil alih’ risiko itu, sehingga kalau misalnya risiko itu terjadi, kita bisa mendapatkan semacam ‘kompensasi’ sesuai apa yang sudah tertera di kontrak asuransi yang kita buat itu, sebagai pengganti dari risiko yang kita hadapi. Dengan demikian, diharapkan kita bisa menjadi lebih tenang dalam menjalani hidup ini.

Jenis produk asuransi

Produk asuransi ada bermacam-macam, tergantung kebutuhan kita.

Asuransi kendaraan bermotor

Biasanya asuransi kendaraan bermotor terdiri dari jenis All Risk dan Total Lost Only (TLO). Sesuai namanya, maka apabila kita membeli jenis yang All Risk, maka asuransi tersebut akan meng-cover setiap jenis kerusakan yang terjadi pada kendaraan kita, sedangkan kalau TLO, maka asuransi akan memberi ganti rugi kalau terjadi kehilangan kendaraan atau kerusakan dimulai dari 75%. Kalau dilihat dari segi harga, pastinya yang All Risk akan lebih mahal dari yang TLO.

memiliki-asuransi-kendaraan-bermotor

Yakin, kendaraan bermotornya tidak mau diasuransikan? (sumber gambar: wikipedia.org)

Asuransi perjalanan

Akhir-akhir ini saya suka beli asuransi perjalanan, karena saya sudah merasa memang diperlukan. Biasanya asuransi perjalanan akan meng-cover mulai dari penerbangan yang batal, kehilangan atau kerusakan bagasi, bahkan ada juga asuransi perjalanan yang mencakup biaya pengobatan ketika kita di luar negeri.

Asuransi kesehatan

Nah, ini biasanya kalau kita bekerja, suka diberikan asuransi kesehatan dari tempat kita bekerja. Asuransi kesehatan biasanya digunakan ketika kita melakukan rawat jalan, misalnya periksa ke dokter di kompleks rumah, atau rawat inap, karena misalnya diperlukan suatu operasi. Bahkan terkadang ada juga asuransi kesehatan yang juga termasuk penggantian kaca mata dan perawatan gigi.

Asuransi Jiwa

Kalau asuransi jiwa tentunya akan melindungi ‘nilai’ seseorang, di mana biasanya berpenghasilan yang digunakan untuk menghidupi keluarga. Apabila terjadi meninggal dunia atau kecelakaan, yang menyebabkan seseorang tidak bisa berpenghasilan lagi, maka nanti ‘nilai’ dari penghasilan orang tersebut bisa diganti dengan ‘kompensasi’ dari produk asuransi yang sudah dibeli.

memiliki-asuransi-jiwa

Memiliki asuransi jiwa untuk memproteksi pendapatan (sumber gambar: mindbodyspiritualawareness.com)

Munculnya asuransi syariah

Biasanya, produk asuransi yang kita kenal adalah produk asuransi konvensional, namun sekarang sudah ada lagi produk asuransi berbentuk lain, yakni produk asuransi syariah. Prinsipnya keduanya bisa dibilang mirip. Jadi ada satu kelompok orang yang mengumpulkan dana secara bersama. Dana yang dikumpulkan tentu bisa saja berbeda setiap orang ya, tergantung berapa banyak benefit yang diinginkan. Kemudian dana yang terkumpul akan dikelola oleh suatu badan (perusahaan asuransi). Nanti, ketika ada orang dari kelompok tersebut yang melakukan klaim, maka perusahaan asuransi ini akan memberikan kompensasi.

Perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional

Penamaan

Ada beberapa perbedaan pada penamaannya. Misalnya grup dari orang-orang yang mengumpulkan dana untuk dikelola pada asuransi konvensional bernama ‘premi’, sedangkan pada asuransi syariah bernama Tabarru’.

konsep-asuransi-konvensional

Konsep asuransi konvensional

Konsep

Jika di asuransi konvensional, orang-orang membayar premi ke sebuah perusahaan asuransi untuk ‘men – transfer risiko’ ke perusahaan asuransi tersebut. Berbeda dengan asuransi syariah, di mana memiliki konsep ‘berbagi risiko’. Berbagi di sini maksudnya adalah para peserta dari grup ini ibaratnya saling tolong-menolong untuk membantu dan berbagi dengan orang yang membutuhkan (atau yang melakukan klaim).

konsep-asuransi-syariah

Konsep asuransi syariah

Selain itu, perbedaan juga terletak pada pengumpulan dana. Jika di asuransi konvensional para anggota mengumpulkan premi langsung ke perusahaan asuransi yang akan mengelolanya, maka di asuransi syariah, para peserta mengumpulkan tabarru’ ke pundi yang bernama Dana Rabarru’. Nanti peran perusahaan asuransi di sini adalah membantu mengelola Dana Rabarru’ dengan prinsip-prinsip Syariah.

Nah, memang apa yang saya share di sini hanyalah merupakan kulitnya saja dari asuransi, tetapi semoga bisa membantu memberikan pemahaman tentang asuransi itu sendiri. Tentunya juga bisa merubah pandangan kamu tentang asuransi, dan tidak takut lagi dengan yang namanya memiliki asuransi, ya. 🙂

Apabila ada yang ingin memberikan masukan, boleh langsung meluncur ke kolom komen ya 🙂

Disclaimer:

  • Saya bukan seorang financial planner, tapi memang saya suka dengan pembahasan mengenai produk-produk keuangan, karena dulu pernah kerja di dunia perbankan hehe. Jadi tulisan ini hanya merupakan pendapat pribadi, dan kalau pun ada referensi, sudah saya sematkan di hal terkait di blog post di atas.
  • Pembahasan di sini, masihlah sangat ringan, dan tentunya wajib dikonfirmasi ke agen asuransi kamu, atau seorang financial planner yang certified. Termasuk juga untuk mengetahui risiko dan benefit dari asuransi terkait.
  • Saya tidak memiliki tanggung jawab atas keputusan yang kamu ambil setelah membaca blog post ini, termasuk kerugian/kerusakan yang terjadi akibat pengambilan keputusan itu.
Advertisements
Comments
  1. Posted by dani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Sokhib Nur Prasetyo
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Didik
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Haya Aliya Zaki
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Nasirullah Sitam
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by mariana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Wadiyo
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Oyong Ilham

Add Your Comment