Seberapa pentingkah literasi keuangan untuk Perempuan?

4
445
prudential indonesia community investment financial literacy for women featured image - kadungcampur

Literasi keuangan untuk Perempuan – Di penghujung tahun 2018 ini, saya mendapat kesempatan berharga untuk ikutan sebuah acara Community Investment dari Prudential Indonesia. Kalau sebelumnya saya ikutan kegiatan di Kampung Mulyasari untuk ikutan acara Chairman’s Challenge 2018, kali ini acaranya di Jakarta aja yang acaranya merupakan sebuah pelatihan literasi keuangan untuk Perempuan.

(Baca juga: Nimbrung di kegiatan Prudential Indonesia Chairman’s Challenge 2018)

Di blog post saya sebelumnya tentang Community Investment Prudential Indonesia, udah sempat dijelaskan sedikit mengenai empat pilar dari Community Investment tersebut, salah satunya adalah pendidikan. Dan menurut Bu Nini Sumohandoyo – Corporate Communications & Sharia Director dari Prudential Indonesia – di acara press conference ‘Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan, di pilar pendidikan ini, ternyata mencakup beberapa segmen lho, mulai dari anak-anak di umur 7 – 12 tahun, anak kuliahan, Ibu Rumah Tangga, dan juga Syariah. Nah, kali ini, acara Community Investment Prudential Indonesia, memfokuskan di segmen Ibu Rumah Tangga.

prudential indonesia community investment financial literacy for women 1 - kadungcampur
Pelatihan literasi keuangan untuk perempuan

Pentingnya melek finansial

Ada yang menarik yang disampaikan oleh Pak Horas Tarihoran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di acara press conference ini. Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK di tahun 2016, ternyata sebenarnya angka inklusi finansial di Indonesia udah mencapai 68%, tapi sayangnya angka literasi keuangannya masih di 29%. Kalau bisa dicontohkan tuh sebagai ini, misalnya ada 68 orang yang memiliki sebuah mobil, tapi hanya 29 orang dari grup tersebut, yang memahami kenapa mereka punya mobil. Waduh, gawat dong ya, inilah kenapa, pelatihan seperti literasi keuangan itu penting. Penting agar orang-orang bisa memahami, produk apa yang mereka beli atau punya.

Dan dari survei yang sama pula, ternyata bisa ketauan juga kalau tingkat literasi keuangan Perempuan hanyalah 25.5%, lebih rendah dibandingkan laki-laki (33.2%). Padahal kalau kita perhatiin, kebanyakan rumah tangga, seorang ibu tuh memiliki peranan yang penting dalam mengelola keuangan rumah tangga, seperti contohnya di keluarga saya deh, ya. Ibu saya selalu dipercaya untuk mengelola keuangan di keluarga kami, mulai dari budget untuk belanjaan bulanan, untuk membayar listrik, untuk sosial, dan masih banyak lagi. Kalau dilihat, cara mengelola keuangannya masih termasuk basic lah ya, ada pemasukan berapa, dan ada pengeluaran berapa. Yang penting adalah, pengeluaran tidak boleh lebih besar daripada pendapatan.

prudential indonesia community investment financial literacy for women press conference 1 - kadungcampur
Berapa sih tingkat literasi keuangan di Indonesia?

Hal basic lainnya contohnya adalah bagaimana membedakan antara keinginan dan kebutuhan. Lah kalau ini pun saya juga masih suka susah. Terkadang suka kebablasan pun, apalagi kalau ada midnite sale, bisa-bisa barang yang ga butuh pun akan keangkut haha. Selain itu palingan tentang masalah keseringan nongkrong di tempat ngopi hehe. Coba aja hitung, berapa harga kopi yang kita beli di coffee shop, dan kemudian dikalikan 30 hari. Totalnya ada berapa tuh? Lumayan kan, uangnya bisa untuk ditabung atau diinvestasikan.

Hal-hal seperti ini memang terlihat masih basic ya, tapi sangatlah penting, dan belum banyak orang yang tau, seperti dari hasil survei oleh OJK yang saya sebutkan di atas. Inilah kenapa, Prudential Indonesia melalui kegiatan Community Investment, membantu Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan literasi keuangan khususnya untuk Perempuan di Indonesia.

Pelatihan literasi keuangan untuk Perempuan dari Prudential Indonesia

Pelatihan literasi keuangan untuk Perempuan oleh Prudential Indonesia ini sebenarnya udah dilakukan sejak tahun 2009. Dan pelatihan ini ga hanya dilakukan di Jakarta kok, bahkan Prudential Indonesia melakukan road show ke kota-kota. Untuk tahun ini, road show udah dilakukan di kota Manado, Ambon, Sorong, Malang, dan kemudian ditutup di Jakarta. Total kota yang udah dikunjungi dari awal adalah sebanyak 24 kota, dan total pesertanya adalah sebanyak lebih dari 27,000 orang perempuan lho!

Peserta di setiap pelatihan literasi keuangan untuk perempuan ini ternyata ga hanya ibu rumah tangga kok. Banyak juga dari mereka yang punya usaha kecil menengah, seperti warung. Dan mereka ini hebat-hebat lho, karena meluangkan waktunya yang berharga untuk belajar lebih banyak mengenai cara mengelola keuangan.

prudential indonesia community investment financial literacy for women 3 - kadungcampur
Pesertanya dari beragam latar belakang kok, ada yang ibu rumah tangga, pedagang, dan lainnya

Yang hebatnya juga dari program pelatihan literasi keuangan untuk perempuan ini, para pengajarnya merupakan karyawan dari Prudential Indonesia, atau lebih dikenal dengan sebutan PRUvolunteers! Di setiap pelatihan, PRUvolunteers ini akan mengajari peserta tentang jenis-jenis lembaga keuangan, serta produk-produk keuangan yang bisa dijadikan solusi dalam mengelola keuangan rumah tangga mereka. Tentunya untuk panduan dalam pelatihan, para peserta juga disedakan buku panduan yang berupa tips mengelola dana untuk perempuan.

prudential indonesia community investment financial literacy for women 2 - kadungcampur
Yang melatih juga pegawai Prudential Indonesia sendiri lho!

Target ke depannya seperti apa?

Untuk meningkatkan literasi keuangan tentunya harus dilakukan secara terus menerus, dan harus bisa menjangkau kota-kota lain di Indonesia. Makanya Prudential Indonesia udah memiliki target besar hingga tahun 2022 untuk peserta pelatihan literasi keuangan untuk perempuan ini, yaitu menjangkau lebih dari 50,000 perempuan di Indonesia. Dan karena Prudential Indonesia di tahun 2018 ini juga baru meresmikan Community Investment yang fokus di Indonesia bagian timur, maka target pelatihan literasi keuangan untuk perempuan ini juga akan menjangkau kota-kota di Indonesia bagian timur.

Bu Nini juga ikut mengajak perusahaan-perusahaan lain untuk ikut serta memberikan pelatihan-pelatihan di literasi keuangan untuk masyarakat Indonesia, karena tentunya untuk gerakan seperti ini harus dilakukan secara bersama-sama, ya ?  

prudential indonesia community investment nini sumohandoyo rhenad kasali jens reisch horas tarihoran - kadunprudential indonesia community investment nini sumohandoyo rhenad kasali jens reisch horas tarihoran - kadungcampurgcampur
Bu Nini, Pak Rhenald, Pak Jens, dan Pak Horas, berpose bersama di acara press conference Prudential Indonesia ‘Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan’

4 KOMENTAR

  1. Literasi keuangan untuk perempuan penting bangeeeet, soalnya kan yang ngatur keuangan di rumah kebanyakan emang perempuan. Kalau perempuannya belum pandai mengelola, wah bisa jebol terus tiap bulan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here