Mengintip sepak terjang Prudential Indonesia

Author: | Posted in Keuangan, Liputan 20 Comments

Bisnis asuransi merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan di Indonesia. Ini karena semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya kebutuhan asuransi. Alasan lainnya tentu datang dari besarnya jumlah penduduk di Indonesia. Bisnis asuransi yang biasanya hanya besar di daerah perkotaan, ternyata sudah merambah ke daerah-daerah pedesaan. Inilah yang dialami oleh PT Prudential Life Assurance (atau biasa disebut Prudential Indonesia) yang sudah berada di Indonesia sekitar 21 tahun. Prudential Indonesia menjual produk PRUlink yang merupakan penggabungan dari produk asuransi dengan produk investasi.

Kinerja Prudential Indonesia

jens reisch president director prudential indonesia

Jens Reisch selaku President Direktur, membuka acara ‘Pengumuman Hasil Bisnis 2016’

Kinerja Prudential Indonesia selama tahun 2016 terbilang kinerjanya cukup baik, walaupun di awal semester pertama sempat mengalami penurunan, tapi akhirnya bangkit lagi di beberapa bulan terakhir di tahun 2016. Kinerja yang cukup baik ini terlihat dari total pendapatan premi yang mencapai Rp. 26,5 triliun selama tahun 2016, dan menyumbang sekitar 16% dari total premi dari keselurahan industri bisnis asuransi jiwa di Indonesia. Total premi ini merupakan gabungan dari asuransi jiwa konvensional dan asuransi jiwa syariah yang dimiliki oleh Prudential Indonesia.

Berbicara mengenai asuransi jiwa syariah, ternyata produk jenis ini sudah diperkenalkan ke masyarakat Indonesia sejak sekitar 10 tahun lalu. Untuk tahun 2016, asuransi jiwa syariah menyumbang sekitar Rp. 2,2 triliun dari total pendapatan premi Prudential Indonesia. Selain itu di tahun yang sama, sudah diperkenalkan produk premi asuransi jiwa syariah bernama Syariah Rupiah Asia Pacific Equity Fund. Ini merupakan asuransi jiwa syariah pertama yang diijinkan untuk berinvestasi di saham luar negeri hingga 100% dari porsi investasi produk tersebut. Produk tersebut merupakan satu dari 16 produk yang dimiliki oleh Prudential Indonesia. Ke semua produk ini dikelola oleh Eastspring Investments Indonesia, yang merupakan fund manager kedua terbesar di Indonesia dan sudah mengelola sekitar Rp. 58,1 triliun per akhir Desember 2016.

john oehmke chief investment officer prudential indonesia

John Oehmke selaku Chief Investment Officer, menyampaikan kinerja Prudential Indonesia

Sebagai perusahaan yang memiliki brand terpercaya dalam hal asuransi jiwa, tentunya harus memiliki komitmen tinggi kepada nasabahnya. Yang pertama adalah dalam hal klaim. Di tahun 2016 saja, sudah membayarkan klaim sebanyak hampir Rp. 10 triliun. Ini mewakili lebih dari 10% dari total klaim yang dibayarkan industri di Indonesia. Selain klaim, tentunya Prudential Indonesia juga terus merekrut tenaga kerja atau agen yang profesional, yang bisa menjelaskan mengenai produk asuransi yang dijual di Prudential Indonesia. Hingga saat ini, Prudential Indonesia sudah memiliki lebih dari 260.000 tenaga pemasar. Angka ini mewakili sekitar 54% tenaga pemasar asuransi di Indonesia. Terakhir, adalah mengenai kerja sama dengan pihak Rumah Sakit. Prudential Indonesia sudah memiliki 56 PRUhospital friend, yang bisa memudahkan nasabahnya dalam urusan klaim.

Giving back to the community

Sebagai perusahaan besar, tentunya ga hanya memikirkan perkembangan bisnisnya. Prudential Indonesia sudah senantiasa memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar dalam berbagai kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility), yang terbagi dalam 3 jenis, yakni di bidang edukasi, kesehatan, dan tanggap bencana.

CSR di bidang edukasi

Sudah 10 tahun lebih, Prudential Indonesia fokus dalam hal memberikan literasi keuangan untuk membantu masyarakat agar lebih paham mengenai asuransi. Salah satu program yang dilakukan adalah program ‘Cha-Ching’ (ini semacam bunyi yang dihasilkan ketika seorang kasir menutup tempat penyimpanan uangnya). Program Cha-Ching ini dikhusukan untuk anak-anak berusia 7 – 12 tahun dengan mengajarkan konsep keuangan, mulai dari menghasilkan (earn), membelanjakan (donate), menabung (save), dan menyumbangkan (donate). Tujuan dari program ini adalah agar bisa mengajarkan cara mengelola keuangan sedini mungkin.

Tahun lalu, Prudential Indonesia sudah melakukan pilot project untuk program ini, untuk melihat apakah proyek ini cocok untuk masuk ke kurikulum sekolah. Dan tahun ini, sekitar bulan Januari – Februari, sudah dilakukan kerja sama dengan kementrian pendidikan di Jatim untuk memasukkan program ini ke dalam kurikulum. Kalau berhasil, maka akan diterapkan di seluruh Indonesia.

Selain program Cha-Ching, juga sudah dibuat Taman Literasi Keuangan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta. Di taman ini, selain tempatnya nyaman, juga terdapat beberapa permainan keuangan yang bisa digunakan masyarakat sekitar.

nini sumohandoyo corporate marketing communication sharia director prudential indonesia

Nini Sumohandoyo sebagai Corporate Marketing and Communications, memberikan penjelasan mengenai program CSR

CSR di bidang kesehatan

Salah satu kegiatan CSR Prudential Indonesia di bidang kesehatan adalah dengan membantu anak-anak dengan penyakit kanker, seperti leukemia. Seperti kita ketahui, penyakit kanker membutuhkan sekali banyak dana, karena perawatannya dilakukan secara berkala, ga hanya sekali saja. Oleh karena itu, bantuan diberikan kepada keluarga yang kurang mampu.

Selain bantuan kepada keluarga, Prudential Indonesia juga telah bekerja sama dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) selama 14 tahun, dan sudah membantu lebih dari 1.100 anak penderita kanker. Kerja sama ini dalam bentuk penyediaan mesin Apheresis yang bisa menunjang penyembuhan berbagai jenis kanker.

CSR di bidang tanggap bencana

Wujud komitmen Prudential Indonesia dalam kemanusiaan termasuk juga dalam hal tanggap bencana, seperti contohnya gempa di Pidie Jaya, Aceh, pada bulan Desember 2016 lalu. Banyak bangunan, seperti masjid dan sekolah, yang rubuh akibat gempa tersebut. Oleh karena itu, Prudential Indonesia berencana untuk membantu dalam hal pembangunan masjid.

Selain Prudential Indonesia sendiri, sebenarnya banyak karyawan dan agen yang menjadi relawan – atau sebutannya PRUvolunteer, yang ikut terjun untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Misalnya pasca topan Haiyan di Bantayan, Filipina, ada 5 PRUvolunteer yang bergabung dalam tim yang dibentuk oleh Prudence Foundation dan Habitat for Humanity Philippines. Kegiatan yang dilakkan saat itu, misalnya membangun rumah untuk penduduk yang kehilangan tempat tinggalnya.

Tahun 2017 masih belum selesai, dan menurut pengamatan Eastspring, mereka optimis dengan tahun ini, misalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia akan jadi lebih baik. Pertumbuhan ekonomi yang baik, tentunya sejalan dengan pertumbuhan laba perusahaan, termasuk Prudential Indonesia. Nah, semoga tahun ini semuanya bisa berjalan dengan baik, termasuk bisnis dan kegiatan CSR dari Prudential Indonesia.

Advertisements
Comments
  1. Posted by Ani Berta
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Dian Ravi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Rhoshandhayani KT (Kak Roos)
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by @JanuaryanID as (Ryan RA)
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by dweedy
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Tukang Jalan Jajan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Yesi Intasari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Oky Maulana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by hello fika
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Masirwin
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment