Kembali ke Sawarna

Author: | Posted in Wisata 4 Comments

Kembali ke Sawarna – Beberapa waktu lalu saya sempat mengikuti acara Bloggers on Vacation – 4 days 5 bloggers, yang diselenggarakan oleh Semen Merah Putih, yang merupakan brand semen dari PT. Cemindo Gemilang. Rasa-rasanya seperti bernostaliga, karena saya sebelumnya pernah juga berkunjung ke sana, sekitar 5 tahun lalu. Awalnya saya bilang ke orang-orang kalau saya ke sana sekitar 2010-an, ternyata di Februari 2012 haha!

(Baca juga: Weekend Getaway to Sawarna)

Beda dulu beda sekarang

Saya masih ingat perjalanan saya dulu bersama salah satu open trip grup backpacker. Kami berkumpul di Plaza Semanggi pada Jumat malam agar bisa tiba pada pagi hari. Perjalanan juga ditempuh menggunakan minibus dari Jakarta menuju Sawarna via Tol Merak. Dulu seingat saya perjalanannya setelah sampai di suatu daerah beneran sangat bergejolak, bahkan saya pas tidur sambil duduk bisa goyang kanan-kiri haha.

Ketika bulan ini saya balik lagi ke Sawarna, rasanya bisa dibilang berbeda. Kami berangkat naik commuter line menuju Rangkasbitung, dan kemudian di sana kami dijemput oleh pihak Semen Merah Putih naik Innova menuju ke arah selatan. Dan kali ini saya ga merasakan goyangan yang berarti, paling bergoyang hanya karena kelokan dari jalanan saja hehe. Ini karena sebagian jalan sudah dibeton dengan bantuan dari Semen Merah Putih antara Rangkasbitung – Malingping – Gunung Kencana – Bayah.

Perbedaan lainnya dari Sawarna adalah keramaiannya. Waktu dulu saya tinggal di salah satu guesthouse milik warga, yang lokasinya dekat dengan pantai Sawarna, atau ada juga yang menyebutnya Pantai Pasir Putih atau Pantai Ciantir (?). Dari guesthouse, tinggal jalan kaki aja menuju pantai tersebut, karena jaraknya memang ga terlalu jauh. Dan dulu masih terbilang sedikit lah ya keramaian di pantainya. Keramaian dari pengunjung maupun warungnya. Mungkin dulu saya ke Pantai Ciantirnya pas panas terik di tengah hari ya hehe.

pantai ciantir tanjung layar dari atas bukit

Pantai Ciantir dan Tanjung Layar (kanan atas yang kecil) dilihat dari atas bukit

Kalau pada kunjungan saya terakhir, saya udah bisa melihat kalau Pantai Sawarna udah mulai cukup populer di kalangan turis lokal, apalagi memang saat itu pas weekend. Banyak yang datang menggunakan motor dalam grup, dan kemudian mendirikan tenda di pantai. Guesthouse di Sawarna beserta tempat makannya pun juga udah bisa dibilang banyak, ya. Bahkan guesthouse nya ada yang pake AC. Jadi sekarang dibilang udah banyak pilihan deh, ya, dan ga perlu khawatir soal tempat tinggal ataupun makanan hehe.

Menyambut pagi di Sawarna

Apa yang biasanya dilakukan kalau berlibur dan tinggal di pantai? Selain leyeh-leyeh di pantai, pastinya ingin banget mengejar sunrise ataupun sunset deh. Sama juga pas waktu jalan-jalan ke Sawarna bareng Semen Merah Putih, kami harus jalan pagi-pagi buta untuk berburu sunrise. Waktu itu kami mencari sunrise di Pantai Karang Beurem, Sawarna.

Masih inget banget dulu waktu pertama ke Sawarna untuk melihat sunrise, kami ke arah Lagoon Pari atau juga bisa disebut dengan Legon Pari. Ga terlalu jauh sih dengan Pantai Karang Beurem, karena masih di garis pantai yang sama, namun ke arah timur sedikit.

Yang berbeda adalah bagaimana menempuh perjalanan ke pantai. Waktu dulu, saya masih ingat, kami harus jalan kaki, dari tempat parkir, melewati jembatan gantung, dan tentunya masih gelap gulita, karena masih pagi-pagi buta. Nah, kalau sekarang udah bisa pake ojek, tapi bukan ojek online lah haha. Tinggal bilang aja mau ke pantai mana aja, nanti akan dikasih harga paket oleh si abang ojeknya. Kalau kami sih paketannya dari area Legon Pari kemudian lanjut ke Tanjung Layar di akhirnya.

naik ojek di sawarna

Sekarang untuk ke pantai-pantai di Sawarna bisa naik ojek πŸ™‚

Sayangnya pas kami ke sana, mataharinya disembunyikan oleh mendung, sehingga ga terlihat. Tapi ya udah, yang penting bisa ke pantai, β€˜kan? Hehe.

Pantai Karang Beurem

Pantai Karang Beurem saat pagi hari bisa terlihat kalau pantainya landai agak menjorok ke tengah. Selain masih surut, ini juga akibat ada pemecah ombak alami ga jauh dari pantainya. Pemecah ombak alami alias batu karang yang cukup besar dan berfungsi sebagai tembok dari serbuan ombak selatan yang ganas.

pantai karang beurem sawarna

Pantai Karang Beurem waktu pagi hari

pantai karang beurem sawarna bayah

Salah satu sisi di Pantai Karang Beurem

Kalau kamu suka fotografi, pastinya kamu suka melihat efek dari hantaman ombak ke tembok karang besar di depan pantai itu. Karena akibat hempasan ombak yang besar, terkadang suka menyisakan pertunjukan air yang mengalir dari atas karang ke bawah, tampak seperti juntaian rambut putih bersih. Memang kudu sabar menunggu hempasan ombak yang besar, sehingga bisa memberikan efek seperti itu.

pantai karang beurem sawarna

Efek dari ombak yang menghempas tembok batu karang di pantai Karang Bereum

pantai karang beurem sawarna

Hore … aku ke pantai! πŸ˜€

Nah, hati-hati kalau berjalan mendekati tembok karang tersebut, karena terkadang ada lumut di antara bebatuan yang kita pijak. Dan juga terkadang, aliran air dari arah samping semakin lama bisa semakin kencang. Oh, dan jangan terlalu dekat juga dengan tembok karang itu lah, bahaya, ya 😊

Pantai Legon Pari

Pantai Legon Pari menjadi destinasi kedua kami pagi itu, berupa seperti teluk. Berbeda karakter dengan Karang Beurem yang pantainya berupa karang, pantai Legon Pari berupa pasir seperti pada umumnya. Udah bisa dilihat para pengunjung bermain-main di air. Sedangkan kami sarapan dulu mie goreng atau kuah yang dijual di warung-warung di pantai ini.

pantai legon pari sawarna bayah

Menikmati sepinya pantai Legon Pari di Sawarna

pantai legon pari sawarna

Atau mau sambil main air di Legon Pari, boleh banget!

Sebenarnya kalau dilihat semakin ke kiri mendekati ujung pantai, semakin banyak juga warung-warungnya. Karena ternyata di balik ujung kiri pantai itu, ada lagi pantai tersembunyi yang bisa dilirik. Bisa banget kalau kamu mau jalan kaki ke ujung kiri pantai , kalau penasaran hehe. Atau misalnya naik ojek lagi karena udah termasuk paketnya, ya monggo.

Pantai Karang Taraje

Di balik bukit pada ujung kiri Pantai Legon Pari, terdapat pantai lagi yang bernama Pantai Karang Taraje. Mungkin ada yang bingung, lho, kok Pantai Karang Taraje di sini? Sama saya juga sih, karena dulu saya ke Pantai Karang Tareje di sebelah barat dari Pantai Sawarna sih untuk melihat sunset, ini juga dekat dengan pabrik dari PT Cemindo Gemilang. Nah, kalau yang ini letaknya di samping Legon Pari.

Dari ujung pantai Legon Pari di sebelah kiri, untuk melintas ke balik bukit harus melewati batu-batu karang yang besar, dan sepertinya ga bakal bisa melintas kalau air sudah pasang, apalagi pas ombaknya kencang. Guratan-guratan batunya juga sekilas tampak seperti punggung naga, sekilas ya.

pantai karang taraje legon pari sawarna

Mesti melewati gundukan karang yang menyerupai punggung naga ini – hmm, bener ga? πŸ˜€

Setelah berhasil melintas, ternyata memang ada keindahan tersembunyi di balik bukitnya. Ada pantai! Kali ini pantainya termasuk sepi, walaupun ada beberapa warung juga sih ya. Tapi mungkin karena tersembunyi, jadi banyak yang ga tau, mungkin aja. Dan kalau kamu jalan menyusuri pantai menuju sisi kiri dari pantai ini, akan ada lagi tembok karang yang besar sebagai pembatas kiri dari pantai ini.

pantai karang taraje legon pari

Wah, ada pantai tersembunyi!

pantai karang taraje legon pari

Bisa naik ke atas tembok karang ini untuk melihat pemandangan yang lain πŸ˜€

Terlihat juga ada tangga yang bisa membantu kita naik ke atas tembok karang ini. Memang ada apaan toh? Ternyata ada β€˜surga’ tersembunyi untuk para fotografer. Apalagi kalau bukan mengabadikan momen saat ombak menabrak kencang tembok batu karangnya, sehingga mengakibatkan airnya terhempas melompati tembok batu karang tersebut. Semakin kencang, tentunya semakin tinggi lompatan dari ombak tersebut.

atraksi ombak pantai karang taraje legon pari

Mengabadikan atraksi ombak di Pantai Karang Taraje

fotografer pantai karang taraje legon pari

Mesti sabar memang biar dapet foto yang bagus πŸ˜€

Pantai Tanjung Layar

Wah, siapa yang ga mengenal pantai di Sawarna ini yang identik dengan dua batu menjulang tinggi di depan pantai. Kalau diliat sekilas mirip layar pada kapal-kapal. Menuju ke Pantai Tanjung Layar, tentunya kamu juga bisa jalan dari Pantai Legon Pari tadi menuju ke sini, atau naik ojekmu itu.

Kalau dulu saya bersama grup backpacker cukup jalan aja sih menyusuri pantai, dan bisa ketemu sebuah foot print, alias jejak kaki raksasa, yang dipercayai milik Nabi Salomo. Tapi kalau kamu naik ojek, boleh banget minta untuk naik ke atas bukit sebentar, untuk melihat Pantai Sawarna dari atas bukit.

pantai ciantir sawarna atas bukit

Nah ini pantai Ciantir dari atas bukit

Pantai Tanjung Layar ini dari dulu hingga sekarang memang udah bisa dibilang yang paling rame sih ya. Apalagi sekarang udah ada nama β€˜Tanjung Layar’ di pantainya.

bayah-sawarna-pantai-tanjung-layar-2

Iseng foto di depan nama Tanjung Layar. Berdirinya di depan huruf, sesuai inisial nama πŸ˜€

pantai tanjung layar sawarna

Nah, ini karang yang menyerupai layar kapal πŸ™‚

Selain bermain-main di pantai, dan tentunya berfoto dengan background kedua layar dari Tanjung Layar, ternyata pantai ini juga menjadi salah satu spot surfing. Memang para surfer ini harus bergerak dulu melewati deretan karang di samping layar ini, agar bisa mendapatkan ombak.

bayar sawarna pantai tanjung layar surfing

Pantai Tanjung Layar juga jadi tempat surfing!

Pantai Ciantir

Pantai Tanjung Layar itu merupakan destinasi terakhir untuk paketan ojek kami haha, jadi untuk menuju Pantai Ciantir, cukup jalan aja menuju Pantai Ciantir ini. Saya waktu ke sini, ga terlalu ingat kalau ternyata ini adalah area yang dekat dengan guesthouse saya tinggal dulu. Seperti yang udah dibilangin di atas, dulu tempat ini ga seramai sekarang. Sekarang dari pagi hingga sore sepertinya ramai aja nih pantai ini.

menuju pantai ciantir dari tanjung layar

Sambil jalan ke Pantai Ciantir, nemu spot cakep buat foto-foto

Setelah kami jalan dari Tanjung Layar ke Pantai Ciantir, kami menghabiskan waktu di siang hari sambil makan seafood di sini. Dan malamnya kami balik lagi ke sini deh untuk makan malam di pinggir pantai. Udah tersedia saung-saung yang bisa dipakai untuk beristirahat atau sambil makan-makan. Kami para blogger pun sempat berbincang-bincang sejenak dengan Pak Andre Vincent Wenas yang merupakan Direktur Human Capital dari PT. Cemindo Gemilang. Sembari kongkow-kongkow di saung, kami pun mendengarkan sharing pengalaman Pak Andre dari dulu hingga sekarang di Semen Merah Putih.

pantai sawarna ciantir populer turis

Sawarna semakin populer untuk tempat wisata pas weekend πŸ™‚

group selfie pantai ciantir sawarna

Jangan lupa group selfie kalau di pantai πŸ˜€

bloggers-andre-wenas-sigit-indrayana-semen-merah-putih-sawarna

Abis ngobrol-ngobrol, para blogger foto-foto dulu bersama Pak Andre (tengah), dan Pak Sigit Indrayana (ketiga dari kanan) dari Semen Merah Putih

(Baca juga: Menikmati Malam di Pinggir Pantai Tanjung Layar Bersama Pak Andre Vincent Wenas)

…

So, kapan kamu kembali ke Sawarna?

Denger-denger nanti Pemda Bayah akan mereaktivasi jalur kereta dari Jakarta – Rangkasbitung – Saketi – Malingping – Bayah. Rencananya akan dimulai tahun 2018 sih, dan pengerjaannya akan memakan waktu sekitar 2-3 tahun. Wah, semoga nanti kalau udah jadi, Sawarna udah bisa jadi destinasi weekend getaway deh ya 😊

blogger agung han nur annisa timo wp utie adnue ria buchari pantai karang beurem sawarna

Yuk, ke pantai!

Advertisements
Comments
  1. Posted by Inayah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Ikrom
  3. Posted by Utie adnu

Add Your Comment