Sekarang sih jamannya non tunai ya, kak!

Author: | Posted in Keuangan, Lomba 92 Comments

Sekarang sih jamannya non tunai ya, kak! – Pernah tidak kamu ketinggalan smartphone? Sekarang, coba kamu bandingkan kalau kamu ketinggalan dompet? Kamu pilih mana? Kalau bisa tidak perlu ketinggalan dua-duanya, ya, haha, tapi kalau di jaman sekarang ya, saya lebih memilih jangan sampai ketinggalan smartphone daripada dompet. Soalnya saya pernah punya pengalaman ketinggalan dompet, padahal sudah di tengah-tengah perjalanan. Mau balik lagi juga kok rasanya malas, ya, tapi saya akhirnya tenang-tenang saja deh, karena saya masih bawa smartphone.

Sekarang untuk urusan transportasi, saya bisa order saja pakai salah satu aplikasi yang sudah saya install di smartphone. Kemudian untuk urusan uang, saya ada aplikasi mobile banking, jadi kalau saya butuh uang, salah satu caranya, saya bisa transfer ke teman saya, dan kemudian saya bisa dapat uang tunai dari teman saya itu. Atau untuk urusan bayar-membayar waktu shopping, sekarang sudah ada yang namanya mobile wallet. Ini semua apa sih ya sebenarnya?

Apa itu sebenarnya transaksi non tunai?

Sebenarnya yang saya sebut di atas sudah termasuk transaksi non tunai. Dari namanya sebenarnya sudah bisa ditebak, yang namanya โ€˜non tunaiโ€™ adalah transaksi yang tidak menggunakan uang tunai. Sebenarnya ini sudah ada sejak lama, ya, dan ternyata, transaksi non tunai pun sudah mulai berkembang. Awalnya hanya kartu debit saja kemudian sekarang sudah banyak aplikasi finansial di smartphone yang bisa kita gunakan untuk transaksi.

Transaksi menggunakan kartu

Kartu debit

Ketika saya membuka rekening tabungan, saya mendapatkan kartu debit yang sudah terhubung ke rekening tabungan saya. Kartu debit ini bisa saya gunakan untuk segala macam transaksi non tunai, baik untuk transfer uang ke rekening lain, pembayaran tagihan, dan transaksi lainnya di ATM. Kartu debit saya bahkan bisa digunakan juga untuk transaksi belanja di pertokoan. Jadi dengan membawa kartu debit saja, sebenarnya sudah mewakili jumlah uang yang ada di tabungan saya.

Kartu kredit

Selain kartu debit, transaksi non tunai menggunakan kartu kemudian mulai berkembang dengan terbitnya kartu kredit. Kartu kredit merupakan salah satu APMK (alias Alat Pembayaran Menggunakan Kartu), yang berupa fasilitas kredit dari bank yang mengeluarkan kartu tersebut. Saya bisa gunakan kartu kredit untuk banyak macam transaksi non tunai. Karena kartu kredit merupakan fasilitas kredit, maka saya harus membayar total tagihan dari setiap transaksi non tunai yang saya gunakan menggunakan kartu kredit setiap bulannya. Keuntungan dari penggunaan kartu kredit adalah banyaknya promo ketika melakukan pembayaran saat belanja. Selain itu tentu karena adanya fasilitas cicilan dari harga produk atau service yang saya bayar.

alat-pembayaran-menggunakan-kartu-kredit-apmk-non-tunai

Kartu kredit merupakan salah satu alat untuk transaksi non tunai

e-money

Masih ingat kartu e-money pertama yang ada? Kartu e-money itu semacam kartu ‘berisi’ uang yang bisa kita gunakan untuk berbagai transaksi. Saya mulai menggunakan kartu e-money ketika saya sering keluar masuk tol dalam perjalanan hehe. Kartu e-money sendiri diterbitkan oleh berbagai perusahaan perbankan, dan bisa digunakan oleh orang yang bukan nasabah dari bank penerbit itu, bahkan juga bisa digunakan oleh orang yang belum mempunyai rekening bank sama sekali. Ini karena untuk melakukan mengisi saldo kartu e-money, bisa dilakukan di beragam mini market yang ada atau setor langsung di kantor cabang bank penerbit kartu e-money, tentunya selain dengan transfer dari rekening bank ya.

kartu-e-money-non-tunai

Salah satu kartu e-money yang ada

Transaksi yang bisa dilakukan dengan kartu e-money bermacam-macam, mulai dari pembayaran tagihan, pembayaran di gerbang tol, pembelian tiket untuk commuter line dan juga Bus Transjakarta. Kalau sudah ada kartu e-money jadinya lebih enak, misalnya mau masuk ke gerbang tol, biasanya yang pembayaran menggunakan e-money memiliki jalur khusus, dan biasanya lebih sepi dari yang pembayaran tunai ๐Ÿ™‚

Transaksi menggunakan koneksi internet

Ketika internet masuk dan merambah peradaban kita, ternyata setiap tahun pengguna internet semakin bertambah, termasuk di Indonesia. Indonesia yang memiliki populasi yang besar ini, baru ada sekitar 40% dari total populasi Indonesia yang menggunakan internet.

non-tunai-perkiraan-pengguna-internet-indonesia

Pengguna internet di Indonesia (F = forecast / perkiraan, source: statista.com)

Untuk mengakses internet pun, sekarang tidak hanya dari komputer / laptop saja, karena juga sudah bisa diakses dengan menggunakan smartphone. Dahulu harga satu smartphone masih mahal, tapi sekarang, harganya sudahย semakin terjangkau. Akhirnya pengguna smartphone di Indonesia juga semakin bertumbuh, dibarengi dengan pertumbuhan infrastruktur telekomunikasi di sebagian kota besar di Indonesia.

non-tunai-perkiraan-pengguna-smartphone-indonesia

Pengguna smartphone di Indonesia (F = forecast / perkiraan, source: indonesia-investments.com)

Industri perbankan pun mulai memanfaatkan internet untuk menambah layanan perbankan mereka. Mereka mulai memberikan layanan internet banking (atau disebut juga e-banking), dan kemudian mobile banking yang memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi non tunai dan tanpa perlu datang ke bank tersebut.

Setelah mobile banking, kemudian muncullah e-wallet, yang merupakan aplikasi finansial dan ini tidak hanya diterbitkan oleh perusahaan perbankan, namun juga oleh perusahaan telekomunikasi dan perusahaan financial technology juga berlomba-lomba membuat aplikasi e-wallet yang menjadi salah satu aplikasi non tunai di smartphone dan bisa juga dijadikan sebagai penggantiย โ€˜dompetโ€™.

e-banking

Fasilitas e-banking, bisa diakses menggunakan komputer ataupun smartphone. Dengan e-banking, sudah banyak hal yang bisa saya lakukan, tidak hanya sebatas cek saldo, cek mutasi rekening, ataupun transfer antar rekening. Sekarang sudah banyak fitur yang memungkinkan saya melakukan transaksi non tunai lainnya, misalnya adalah pembayaran tagihan, mulai dari tagihan kartu kredit, telepon, layanan TV berbayar, serta transaksi lainnya.

Saat ini juga sudah ada beberapa bank, yang mengijinkan nasabahnya untuk membuat deposito dan berinvestasi melalui e-banking. Tentunya ini lebih aman dan bisa lebih menguntungkan daripada menaruh uang tunai kita di bawah bantal saja. Akhirnya saya mulai sering bertransaksi dengan menggunakan e-banking lebih banyak daripada datang ke bank, bahkan saya jugaย jarang ke ATM hehe.

e-banking-non-tunai

Sekarang sudah bisa berinvestasi melalui e-banking

Mobile banking

Mobile banking atau juga bisa disingkat sebagai m-banking merupakan versi mobile dari e-banking yang bisa diakses dengan menggunakan smartphone. Walaupun mungkin saja fitur m-banking tidak selengkap e-banking, namun menurut saya, mengakses rekening bank dan melakukan transaksi non tunai melalui smartphone lebih praktis dan cepat daripada menggunakan laptop. Apalagi dengan m-banking, saya tetap bisa transfer uang, membayar tagihan kartu kredit, transfer uang, atau top-up pulsaย untuk nomor telepon saya dengan cepat, jadi saya tidak perlu bingung mencari toko pulsa di sekitar saya.

aplikasi-m-banking-non-tunai

Aplikasi m-banking dari berbagai bank yang ada

e-wallet

Seperti yang sudah saya katakan di atas, e-wallet merupakan aplikasi di smartphone yang dibuat untuk memilikiย fungsi seperti dompet. Daripada kamu menaruh sebagian besar uangmu di dompet, mending kamu menaruh sebagian uang tunaimu di e-wallet. Transaksi yang dapat dilakukan, kira-kira bisa dibilang mirip dengan transaksi apa yang akan kamu lakukan ketika menggunakan uang dari dompetmu. Misalnya, untuk melakukan pembayaran di tempat makan atau ketika belanja, atau misalnyaย kamu ingin mengirimย uang ke temanmu. Sebenarnya mirip dengan e-money ya, tapi kalau e-money masih berbentuk kartu.

aplikasi-e-wallet-non-tunai

Berbagai macam aplikasi e-wallet dari berbagai jenis perusahaan

Sebelum menggunakan aplikasi e-wallet, seperti selayaknya dompet, saldo e-walletย mesti diisi dulu, atau istilahnya di-top-up (sama seperti e-money). Sistem top-up untuk aplikasi e-wallet ini juga mirip dengan e-money, dan sudah tersedia dengan berbagai cara, mulai dari transfer antar bank, menggunakan kartu kredit, dan juga melalui minimarket. Dengan demikian, walaupun saya bukan nasabah dari bank A yang menerbitkan aplikasi e-wallet A, saya juga bisa memakainya. Demikian juga halnya dengan aplikasi e-wallet dari perusahaan telekomunikasi A, juga bisa digunakan oleh orang yang tidak memiliki nomor telepon dari perusahaan telekomunikasi A. Dan sama seperti e-money, orang yang belum mempunyai rekening bank pun juga bisa menikmati fasilitas non tunai ini, karena dia bisa menyetor uangnya untuk top-up e-wallet di minimarket / galeri (kantor cabang) dari provider telekomunikasi itu. Tentunya, uang yang sudah kita setor ke e-wallet, bisa kita tarik lagi kok.

aplikasi-e-wallet-non-tunai

Berbagai cara untuk top up aplikasi e-wallet

Untuk menarik lebih banyak orang untuk menggunakan aplikasi e-wallet, biasanya para penyedia layanan e-wallet juga suka menyediakan promo menarik, ketika melakukan pembayaran menggunakan e-wallet ini.

aplikasi-e-wallet-promo-non-tunai

Ragam promo dari aplikasi e-wallet

GNNT mulai dikembangkan

Di atas adalahย berbagai contoh dari transaksi non tunai dan alat yang bisa digunakan untuk transaksi non tunai, mulai dari menggunakan APMK, e-banking, m-banking, ataupun e-wallet. Ternyata kegiatan non tunai ini memang sudah diinisiasi oleh Bank Indonesia sejak 14 Agustus 2014, dan diberi nama Gerakan Nasional Non Tunai (atau disingkat GNNT).

Salah satu tujuan dari gerakan non tunai adalah untuk melambatkan pertumbuhan dari uang kartal, alias uang kertas dan uang logam yang biasanya kita gunakan sehari-hari. Hingga Oktober 2016 saja, pertumbuhan uang kartal sudah mencapai sekitar 18% (source: tempo.co)ย jika dibandingkan dengan tahun lalu. Pertumbuhan ini bisa ditekan karena adanya GNNT lho.

Tujuan lain dari gerakan non tunai adalah untuk efisiensi. Efisiensi dalam hal apa nih? Dalam hal biaya percetakan uang, kemudian mengedarkan uang tersebut, dan selanjutnya mengelolanya. Mau tahu berapa kira-kira biaya yang harus dikeluarkan oleh Bank Indonesia setiap tahunnya untuk mencetak uang? Sekitar Rp. 2 Triliunย (source: harianterbit.com). Itu untuk mengganti uang lusuh yang beredar lho. Mending uangnya untuk yang lain kan, ya?

Memang untuk meningkatkan penggunaan transaksi non tunai juga butuh waktu, misalnya saja masalah infrastruktur telekomunikasi di kota-kota kecil, yang belum memiliki jaringan internet yang memadai,ย sehingga transaksi non tunai yang menggunakan koneksi internet belum bisa maksimal.

Manfaat untuk kita sendiri

Kalau masih bertanya-tanya atau belum yakin mengenai manfaat dari menggunakan non tunai daripada tunai, mungkin bisa melihat perbedaan dari melakukan transaksi tunai dengan non tunai di bawah ini.

manfaat-transaksi-non-tunai

Perbedaan dari tunai dengan non tunai

Mungkin masih banyak lagi sih ya, manfaat yang bisa kamu dapatkan kalau mulai beralih ke non tunai. Menurutmu bagaimana?

Silakan ditambahkan di komen ya, kalau kamu ada pengalaman dengan transaksi non tunai ๐Ÿ™‚

So, let’s join the Smart Money Wave dan menjadi bagian dari Less Society Cash dengan mulai melakukan transaksi secara non tunai.


Referensi:

  1. https://www.statista.com/statistics/254456/number-of-internet-users-in-indonesia/
  2. http://www.indonesia-investments.com/news/todays-headlines/internet-smartphone-penetration-in-indonesia-estimated-to-grow-strongly/item7010
  3. https://m.tempo.co/read/news/2016/10/11/087811191/gerakan-non-tunai-bi-ini-penghematannya
  4. http://www.harianterbit.com/hanterekonomi/read/2014/06/11/3562/30/21/BI-Biaya-Cetak-Uang-Rp2-Triliun-per-Tahun
aplikasi-e-wallet-transaksi-non-tunai

Yuk, mulai menggunakan transaksi non tunai ๐Ÿ™‚

Advertisements
Comments
  1. Posted by andyhardiyanti
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Inayah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Riyardiarisman
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Choirul Huda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Liswanti Pertiwi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Blogger Borneo
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Abd Rosyid
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Kartes
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by sabda awal
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Intan Rosmadewi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Travelling Addict
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by kurnia amelia
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by Indah Juli
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by Citra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by Eko Nurhuda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Bowo Susilo
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Fajrin Herris
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by Zulfikar Akbar
    • Posted by Timothy W Pawiro
  19. Posted by riza firli
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by Nchie Hanie
    • Posted by Timothy W Pawiro
  21. Posted by Ardiba
    • Posted by Timothy W Pawiro
  22. Posted by Wulan Kenanga
    • Posted by Timothy W Pawiro
  23. Posted by Mira utami
    • Posted by Timothy W Pawiro
  24. Posted by malesmandi.com
    • Posted by Timothy W Pawiro
  25. Posted by Titis Ayuningsih
    • Posted by Timothy W Pawiro
  26. Posted by Pusupa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  27. Posted by Nefertite Fatriyanti
    • Posted by Timothy W Pawiro
  28. Posted by Didik Purwanto
    • Posted by Timothy W Pawiro
  29. Posted by Evi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  30. Posted by LiyaSwandari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  31. Posted by Rizal Tan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  32. Posted by Ibu Jerapah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  33. Posted by Ratna Dewi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  34. Posted by echaimutenan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  35. Posted by Yoga Purnama Putra Perdana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  36. Posted by Mesra Berkelana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  37. Posted by Ditya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  38. Posted by Yulia
    • Posted by Timothy W Pawiro
  39. Posted by Waya Komala
    • Posted by Timothy W Pawiro
  40. Posted by Muhammad Islam Alwi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  41. Posted by Uwan Urwan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  42. Posted by Dewa Klasik Alexander
    • Posted by Timothy W Pawiro
  43. Posted by Putra Agung
    • Posted by Timothy W Pawiro
  44. Posted by Istiadzah Rohyati
    • Posted by Timothy W Pawiro
  45. Posted by Kania
    • Posted by Timothy W Pawiro
  46. Posted by Ririe Khayan
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment