Advertisements

Inovasi mobil hemat energi berpacu di Shell Eco-marathon

Author: | Posted in Otomotif 1 Comment

Melihat nama lomba Shell Eco-marathon bukanlah sebuah lomba lari marathon pada umumnya. Kompetisi Shell Eco-marathon merupakan sebuah ajang unjuk kebolehan dan kreativitas dari para peserta untuk menciptakan sebuah mobil hemat energi. Dan apakah kamu tahu para pesertanya siapa saja? Jangan kaget, ya, karena para pesertanya adalah para mahasiswa!

Kompetisi ini sangat menarik, karena menantang para mahasiswa sejak dini untuk menghadapi suatu pekerjaan yang nyata, yang mungkin saja akan dihadapi saat nanti bekerja. Mereka juga diajak untuk bisa bekerja dengan baik dan efisien di dalam tim.

shell eco marathon tim bumi siliwangi indonesia - kadungcampur

Perwakilan dari Indonesia yang tergabung di Tim Bumi Siliwangi (gambar dari Shell Eco-Marathon)

Yang harus mereka lakukan adalah berinovasi menciptakan sebuah mobil yang hemat energi, mulai dari mendesain dan tentunya merakit dari konsep yang sudah dibuat. Setelah selesai, mobil hemat energi hasil kreasi dari para mahasiswa, akan diuji coba untuk dilihat seberapa jauh bisa melaju dengan bahan bakar yang hanya sedikit saja.

Ada satu hal yang menarik dari Shell Eco-marathon, yaitu adanya Drivers’ World Championship. Kontes ini merupakan perpaduan dari kontes mobil hemat energi dengan keahlian sang pengemudi. Di sini akan dicari pengemudi yang memiliki keahlian dalam mengemudi, tidak hanya dalam hal kecepatan, tetapi juga dalam berhemat bahan bakar.

Berkenalan lebih lanjut dengan Shell Eco-marathon

Kompetisi Shell Eco-marathon sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, dari tahun 1939. Dimulai dari sekelompok karyawan dari perusahaan minyak Shell di Amerika yang saling berlomba untuk mencari siapa yang bisa mengemudikan kendaraan terjauh dengan jumlah bahan bakar yang sama. Dari situ kemudian kompetisinya tidak hanya meluas hingga ke dua benua, termasuk benua Asia, tapi juga dalam hal jenis energi yang dipakai.

Biasanya Shell Eco-marathon diselenggarakan di 3 area, yaitu di Asia, Amerika, dan Eropa. Untuk Shell Eco-marathon Asia sudah diselenggarakan pada tanggal 8-11 Maret 2018 lalu di Singapura, sedangkan untuk Amerika dan Eropa diselenggarakan pada bulan April dan Juli 2018.

Jenis kompetisinya apa sajakah?

Sekilas di awal tadi sudah sempat disinggung mengenai jenis kompetisi dari Shell Eco-marathon, yaitu mengadu seberapa jauh kendaraan melaju dengan sedikit bahan bakar, serta adu keterampilan pengemudi di balik kemudi mobil hemat energi.

Untuk jenis kompetisi yang pertama biasanya disebut sebagai ‘The Mileage Competition’.

Memangnya berapa bahan bakar yang dipakai saat The Mileage Competition ini?

Ternyata bahan bakar yang dipakai hanyalah 1 liter saja. Jadi mobil hemat energi yang diadu akan melalui sejumlah putaran pada kecepatan yang sudah ditentukan, dan nanti juri akan menghitung seberapa hematnya mobil hemat energi tersebut.

shell eco marathon drivers world championship tim its 1 nogogeni urbanconcept - kadungcampur

Tim ITS 1 Nogogeni dengan mobil UrbanConcept-nya

Selain penilaian di atas, ada juga penjurian untuk urusan keselamatan, kerja tim, dan desain dari mobil.

Kemudian, kompetisi yang kedua adalah yang sudah disebutkan namanya, yaitu The Driver’s World Championship. Ini adalah salah satu kompetisi yang ditunggu-tunggu oleh para tim, karena posisi tiga teratas dari ke tiga benua akan mengikuti tahapan finalnya di Eropa. Jadi total jumlah tim yang akan beradu adalah sembilan tim. Dan tim yang bisa mengikuti The Driver’s World Championship adalah mobil hemat energi yang memenangkan The Mileage Competition.

Dan apakah hadiah bagi yang menang di tahap final The Driver’s World Championship?

Pemenangnya bisa mendapatkan kesempatan spesial untuk mengunjungi markas Scuderia Ferrari di Maranello, Italia!

Namun tentunya untuk menuju ke sana, para pengemudi harus bisa melatih kemampuannya dalam berkendara dengan sehemat mungkin agar tidak kehabisan bahan bakar, dan tentunya harus bisa secepat mungkin agar bisa menyentuh garis finis.

Pembagian kategori dan jenis energi yang digunakan di Shell Eco-marathon

Kompetisi Shell Eco-marathon juga memiliki dua jenis kategori yang berbeda, ini kalau dilihat dari desainnya, ya. Ada yang kelas Prototype, yang lebih mengutamakan efisiensi maksimum dari kendaraan tersebut, makanya si pengemudi menyempil di ruangan kecil. Desain dari mobil yang masuk di kelas Prototype juga lebih mengutamakan bentuk yang aeordinamis, yang tentunya bisa mempengaruhi penghematan bahan bakar.

Kategori kedua yang tampil di kompetisi ini adalah The UrbanConcept. Desain mobil-mobil di kategori ini lebih mirip dengan mobil-mobil saat ini dan lebih mengutamakan kepraktisannya. Jadi kalau dilihat dari berat, mobil di kategori UrbanConcept akan lebih berat, sehingga tidak seefisien dibandingkan dengan kategori Prototype.

shell eco marathon tim semar ugm indonesia - kadungcampur

Perwakilan dari Indonesia lainnya pada Shell Eco-marathon yang berasal dari universitas UGM

Lalu bagaimana dengan penggunaan bahan bakarnya?

Tentunya preferensi dan pemahaman tiap orang tentang energi mana yang lebih hemat, bisa berbeda-beda. Ada yang memilih diesel, ada yang memilih tenaga elektrik. Makanya biar semua bisa mendapat bagian dan berpartisipasi, di Shell Eco-marathon juga disediakan dua kategori kalau dilhat dari jenis bahan bakar yang dipakai. Ada yang kategori bahan bakar reguler seperti bensin, diesel, dan lainnya, ada juga yang menggunakan baterai, seperti baterai lithium atau hydrogen.

Membaca kategori-kategori di Shell Eco-marathon jadi membawa pikiran saya ke beberapa pameran mobil yang pernah saya kunjungi. Di sana sudah banyak prototype yang dipamerkan dengan bentuk yang futuristik, serta beberapa mobil dengan sebutan ‘eco-friendly’ yang menggunakan teknologi hybrid, perpaduan antara bahan bakar regular dengan baterai, dan ada juga yang sudah menggunakan hidrogen. Bahkan saya juga teringat ketika saya berkunjung ke Cina beberapa waktu lalu, sudah banyak masyarakat di sana menggunakan sepeda dan sepeda motor bertenaga listrik. Tentunya sama seperti smartphone kita, sepeda dan sepeda motor elektrik tersebut bisa di-charge saat diparkir. Oh iya, satu hal yang menarik dari sepeda motor elektrik adalah suaranya. Suara yang dihasilkan sangatlah minim, sehingga mengurangi polusi suara tentunya.

sepeda motor elektrik di cina - kadungcampur

Di Cina sudah banyak sepeda motor yang menggunakan bahan bakar alternatif baterai. Tentunya nanti baterai nya bisa di-charge juga 🙂

Lalu, siapakah pemenang dari Shell Eco-marathon Asia?

Shell Eco-marathon Asia yang berlangsung bulan lalu mengundang banyak peserta dari berbagai negara, tepatnya dari 18 negara di Kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah. Untuk total tim yang bertanding di kompetisi ini berjumlah 122 tim. Dari sekian banyak tim, tentunya ada perwakilan dari Indonesia juga di kompetisi ini. Bahkan beberapa tim dari Indonesia berhasil memenangkan beberapa kategori di Shell Eco-marathon Asia, tepatnya lima penghargaan di kategori UrbanConcept. Kelimat tim Indonesia tersebut adalah ITS Team 2, Semar Urban UGM Indonesia, Garuda UNY Eco Team, Nogogeni ITS Team 1, dan Bumi Siliwangi Team 4.

pemenang urbanconcept tim its 2 shell eco marathon asia - kadungcampur

Pemenang Shell Eco-marathon pada kategori UrbanConcept dari tim ITS 2

Perwakilan Indonesia yang memenangi kategori UrbanConcept kemudian juga mendapat kesempatan untuk mengikuti The Drivers’ World Championship. Di kompetisi ini pun, perwakilan Indonesia menyabet juara 1 hingga 3 dan berhak untuk mewakili Asia di Grand Final The Drivers’ World Championship yang akan diadakan di London. Membanggakan sekali prestasi dari perwakilan Indonesia ini, dan kita bisa melihat aksi mereka pada tahapan final yang akan berlangsung pada tanggal 8 Juli 2018. Untuk lebih lengkapnya, hasil dari Shell Eco-marathon Asia bisa dilihat di sini.

pemenang drivers world championship urbanconcept tim semar ugm shell eco marathon asia - kadungcampur

Salah satu pemenang The Drivers’ World Championship dari Indonesia

Alternatif energi masa depan?

Setelah di Shell Eco-marathon para mahasiswa menggunakan beragam bahan bakar seperti diesel, hidrogen, dan lainnya. Kira-kira ada apa lagikah yang bisa digunakan untuk diubah menjadi bahan bakar?

Bagaimana dengan kopi? Lebih tepatnya ampas dari kopi?

Dengan banyaknya para penikmat kopi, tentunya penggunaan ampas kopi untuk dijadikan sebagai alternatif energi bisa menjadi hal yang menarik untuk dicoba, seperti contohnya di London, Inggris.

Berapa banyak ampas kopi yang dihasilkan oleh kota London sendiri? Sekitar 200.000 ton setiap tahunnya. Ada yang melihat ini sebagai masalah, ada juga yang melihat ini sebagai potensi, seperti contohnya Arthur Kay.

Arthur Kay berhasil mengubah ampas kopi sebanyak 50.000 ton setiap tahunnya dan kemudian mendaur ulang ampas tersebut untuk menjadi bahan bakar berjenis biofuel, B20. Dan ternyata biofuel B20 ini berhasil digunakan untuk menjadi alternatif bahan bakar untuk beberapa bis di London.

Nah, kira-kira apalagi yang bisa dijadikan untuk alternatif energi masa depan?

london bus - kadungcampur

Beberapa bis di London sudah menggunakan alternatif bahan bakar yang diolah dari ampas kopi 😉

Advertisements
Comments
  1. Posted by Ahmed Tsar

Add Your Comment