Advertisements

Hunting tas kerja yang susah-susah gampang

Saya sebagai orang yang udah sekitar satu tahun lebih menjadi seorang freelancer, biasanya kalau kerja tuh lebih nyaman di cafe atau tempat makan yang memang mendukung untuk kerja. Ke mana-mana tuh bawaannya laptop dan charger. Untungnya laptop yang saya punya bisa terbilang tipis dan agak ringan sih, jadi ga terlalu memberatkan hidup gitu. Makanya ada salah satu hal yang bisa menentukan keringanan hidup saya. Yaitu tasnya. Pilihan tas kerja untuk saya harus sesuai dengan kebutuhan saya yang suka kerja di sini, di situ, dan di sinu.

Ketika saya cari tas kerja, tentunya harus bisa muat banyak hal, tapi ga sebanyak kantong doraemon memang, karena saya hanya butuh tas kerja yang bisa memuat laptop, charger laptop, charger handphone, buku catatan, bolpen, ama recehan. Tapi tentu ketika saya milih tas kerja, kriterianya ga hanya tempat penyimpanan yang cukup, tapi apakah tas kerja itu nyaman buat dijinjing, dipanggul, atau digendong?

Kalau urusan tas kerja, kok saya ga terlalu kepikiran koper, ya? Dulu mungkin ketika saya masih Sekolah Dasar, sempet juga deh bawa-bawa koper. Tapi sekarang paling pilihan saya hanya dua deh, antara tas selempang atau ga tas punggung alias backpack. Lalu yang kedua adalah apakah penutupnya slerekan atau ga hanya yang dilipat-lipat gitu.

Tas kerja selempang sih sebenarnya oke aja?

Saya kalau ga salah, dulu pernah deh pakai tas kerja selempang atau juga sering disebut dengan postman bag atau messenger bag itu. Namanya begitu, karena emang sih itu terinspirasi sama kurir atau pak pos yang bawa tas selempang yang isinya surat-surat itu. Tinggal buka cover tasnya, cari suratnya, tutup lagi.

Tas selempang tuh sebenarnya simpel juga sih ya, terus posisi tasnya bisa diputer-puter, ya ga sih? Kadang kalau lagi pengen bisa ditaruh di belakang, kadang di samping, terus kalau naik transportasi umum, biasanya posisi si tas diubah ke depan. Oh iya, sebenarnya bisa juga sih ya, posisi naruh si tas selempang ini, ga diagonal dengan tubuh kita, tapi posisi tas dengan talinya di satu sisi yang sama.

tas selempang bourzu mozart mataharimall - kadungcampur

Tas selempang (photo credit: bourzu mozart mataharimall) 

Temen saya tuh paling demen tas kerja selempang deh, pertama karena udah biasa, kedua karena ya itu, enak aja bisa diubah-ubah posisinya. Dan tas kerjanya dia juga bisa muat banyak hal sih dan berkualitas bagus. Nah, itu dia sih syarat utama kata dia. Kalau tasnya bagus, tali tasnya juga bagus, makanya semestinya sih ada bantalan pada talinya, dan ga bikin kita pegel. Soalnya kalau tas selempang gini, tumpuan beratnya kan hanya ada pada salah satu bahu kita aja, jadi kalau bantalannya kurang empuk, bisa bikin cepet pegel.

Kalau saya sendiri kok kurang terlalu suka pakai tas selempang sih, karena menurut saya, pembagian bebannya ga adil aja antara bahu kanan dan bahu kiri. Perlu ya diterapkan keadilan dalam penggunaan tas. Dulu waktu saya pakai tas selempang, jadinya suka pindah-pindahin posisi tali tasnya, dari yang awalnya di kiri, trus ganti di kanan. Gitu aja terus, biar ga pegel, dan ga bosen juga haha.

Tas backpack sepertinya lebih tjotjok!

Oleh karena itu saya sih lebih memilih tas kerja berjenis backpack dibandingkan tas selempang. Alasannya udah saya sebutin di atas sih, karena biar adil aja pembagian bebannya, antara bahu kanan dan bahu kiri. Jadi ga cepet pegel di salah satu sisi aja.

Pakai backpack, bukan berarti ga pegel juga sih ya, karena itu bergantung pada isi tasnya. Kalau isinya batu kali segede gaban, ya udah deh, mau kayak gimana pun, bisa buat cepat pegel. Kalau isinya seperti saya, yang sering bawa laptop, berarti tinggal balik lagi ke kualitas tali tasnya sih, bantalannya empuk ga? Kalau empuk kan setidaknya bisa mengurangi rasa pegel, ya?

tas kerja backpack abu-abu miniso - kadungcampur

Tas kerja berjenis backpack, rasanya cocok untuk saya. Ini tas backpack abu-abu dari Miniso 😉

Selain itu menurut saya, tas berjenis backpack tuh juga mudah disesuaikan panjang talinya deh. Kalau posisinya saat di punggung kurang naik, tinggal ditarik aja talinya. Kalau mau nurunin posisinya, tinggal dikendorin aja panjang talinya. Nah, kalau pertanyaannya, enakan posisi tasnya di bagian atas punggung, atau biarin seperti menggantung jatuh? Balik lagi deh enaknya dirimu bagaimana, soalnya ada teman saya yang sukanya tasnya ‘jatuh’, sedangkan kalau saya lebih suka posisinya agak ke atas dikit deh.

Dan entah kenapa kok koleksi tas kerja backpack saya agak lumayan banyak. Mulai dari yang bentuknya gepeng alias tipis, tas dengan penutupnya pakai slerekan alias resleting, dan ada juga tas yang ga pakai slerekan, alias cuma pakai semacam tali tas gitu yang bisa ditarik untuk menutup lubang tasnya.

Backpack dengan slerekan atau dengan tali atau dengan lipatan?

Saya sih sempet galau waktu mau beli tas kerja berjenis backpack. Galaunya sederhana sih. Ada yang bentukan tasnya cakep banget, tapi kok untuk menutup lubang tasnya, ga pakai slerekan, jadi cuma semacam dilipat-lipat bagian atasnya, atau yang jenis tali ditarik gitu. Sedangkan yang untuk tas backpack yang pakai slerekan itu biasanya ya, bentuk design-nya ya seperti itu aja.

tas backpack arcio theo mataharimall - kadungcampur

Tas backpack dengan penutup berjenis lipatan (photo credit: arcio theo mataharimall)

Beneran deh saya galau, antara beli yang pakai slerekan atau yang dilipat-lipat gitu bagian atasnya. Saya suka design tas yang penutup atasnya dilipet-lipet gitu, tapi saya juga pengen yang slerekan penutupnya. Simpel sih alasan saya. Karena saya kalau ke mana-mana suka bawa laptop, saya ingin tas yang bisa dipasang gembok pada kepala slerekannya. Misalnya pas lagi naik pesawat, backpack saya ditaruh di tempat penyimpanan kabin, saya bisa deh pasang gembok di kepala slerekannya. Ya ini saya sih ya, biar merasa aman aja hehe.

Kalau kamu sendiri pilih yang mana, pakai slerekan atau yang kayak tali atau lipatan gitu atasnya?

Muatan cukup oke dengan kantong cukup

Sebelum membeli tas kerja, biasanya saya suka mereka-reka, apakah tas ini muatannya cukup atau ga ya, apalagi kalau misalnya ditambah bawa kamera. Muat ga ya, atau nanti malah jadi melembung ga, ya?

Saya ada sih tas backpack hadiah dari beli laptop. Tasnya gepeng dan tipis gitu. Sebenarnya enak banget kok, ringkes gitu, tapi masalahnya, muatannya ga banyak, karena bagian dalamnya sempit. Kalau bawa barang yang agak besar, keliatan banget menonjol gitu hehe. Makanya saya cuma pakai tas itu saat keperluannya lagi ga banyak.

Nah, kemudian kantong atau tempat penyimpanan tambahan nih penting juga sih. Terkadang suka ada tas yang pelit kantong deh, tapi ada juga yang murah hati. Dikasih di bagian depan, samping kanan dan kiri masing-masing satu, bahkan di dalam dikasih kantong lagi. Saya paling demen sih tas yang kantongnya banyak, jadi bisa buat nyimpen bolpen, recehan, bahkan sampai buat naruh minyak angin aromatherapy haha.

Warna dan design yang keceh!

Karena pilihan saya lebih ke backpack dengan slerekan, makanya saya tuh cari sana-sini tas yang punya warna dan design keceh badai! Kalau bisa warna kuning sekalian sih biar menohok banget kalau pas diliat, tapi saya juga suka warna biru dan hijau. Makanya pas saya lihat ada tas kerja backpack dengan warna biru dan design juga oke, langsung deh hap!

Well, kalau kamu sendiri gimana? Masihkah dalam proses pencarian tas kerja idaman yang memesonakan hatimu?

tas kerja backpack biru thule - kadungcampur

Ini tas kerja baru berjenis backpack favorit saya dari Thule

Advertisements

Add Your Comment