Advertisements

Ada apa aja di Greko Creative Hub Bandung?

Author: | Posted in Lifestyle 4 Comments

Kota Bandung tuh menurut saya orangnya pada kreatif-kreatif deh, mulai dari makanan sederhana aja bisa dijual dan banyak orang suka. Misalnya aja sebuah warunk yang menjual mie instan dengan beraneka ragam topping itu. Trus ada juga banyak usaha konveksi semacam distro, yang kemudian mulai membuka cabangnya di luar kota. Bahkan teman saya aja, yang sebenarnya punya pengalaman banyak di industri makanan, eh malah kemudian membuka dari nol usaha sepatu kulitnya. Dia yang mendesain, dia yang pilihin bahannya, dan sebagainya. Keren kan, banyak banget industri kreatif yang merupakan kategori UKM di Bandung.

Makanya ga heran deh, banyak banget yang support industri kreatif di Bandung, misalnya dengan bermunculannya co-working space di kota Bandung, bahkan ada juga yang namanya ‘creative hub’ – bisa dibilang sebagai tempat kumpulnya orang-orang kreatif deh.

Nah, beberapa hari ini saya sempat berkunjung ke salah satu creative hub di kota Bandung yang baru aja buka deh. Namanya Greko Creative Hub. Nama Greko sendiri sebenarnya merupakan singkatan Green Kosambi ? . Nah, emang ada apa aja toh di dalem Greko Creative Hub Bandung ini?

greko creative hub bandung somerset asia afrika - kadungcampur

Greko Creative Hub Bandung di Jalan Ahmad Yani

Ngintip yuk dalemnya Greko Creative Hub Bandung!

Greko Creative Hub memang belum sepenuhnya buka sih waktu saya berkunjung ke sana. Belum sepenuhnya buka, bukan berarti ga ada apa-apa, ya. Malahan keramean mulai tampak di lantai 2 dan 3 dari Greko Creative Hub Bandung. Emang ada apa aja di lantai tersebut?

greko creative hub bandung floor directory - kadungcampur

Ngintip daleman Greko Creative Hub Bandung, yuk!

Conclave co-working space

Biasanya untuk industri UKM, apalagi yang bergerak di bidang digital, memang ga terlalu perlu untuk memiliki gedung atau kantor sendiri deh. Makanya kebanyakan UKM yang bergerak di digital atau teknologi, lebih memilih untuk menyewa ruangan kantor di sebuah co-working space, karena tentunya biayanya lebih murah. Bahkan ada juga yang hanya menyewa ‘tempat duduk’ saja, karena ya karyawannya belum banyak-banyak amat kok untuk menyewa sebuah ruangan kantor.

Emangnya kenapa kok UKM yang karyawannya belum terlalu banyak udah perlu menyewa ruangan kantor gitu?

Hmm, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa perlu sebuah kantor. Misalnya aja, perusahaan tersebut ingin terlihat lebih bonafide di mata klien kalau mempunyai sebuah alamat kantor dan tempat bekerja. Selain itu, ya tentunya sebagai tempat bekerja para karyawannya yang memang ingin kerja di kantor, ya daripada karyawannya mengeluarkan uang untuk bekerja di cafe terus hehe. Tentunya, karena di co-working space terdiri dari banyak kantor, ini juga bisa dijadikan sebagai ajang networking. Siapa tau kan salah satu perusahaan di situ butuh jasamu.

Nah, karena beberapa alasan inilah, di Greko Creative Hub Bandung, dibangunlah juga sebuah co-working space yang bekerja sama dengan Conclave. Tentunya Greko Creative Hub Bandung, ga asal pilih partner ya untuk mengelola co-wkring space tersebut. Ini karena si Conclave sendiri saat ini udah mempunyai 2 co-working space di Jakarta, yaitu di daerah Wijaya dan Simatupang.

conclave co working space auditorium greko creative hub bandung - kadungcampur

Salah satu auditorium di Conclave Co-working Space (Greko Creative Hub Bandung)

Untuk Conclave co-working space di Greko Creative Hub Bandung akan menempati 2 lantai, yaitu di lantai 1 dan 2, serta udah tersedia beberapa meeting room dan auditorium juga. Sempat mampir ke auditorium yang tempat duduknya berjenjang, ternyata dikasih bantalan juga, jadi terlihat lucu hehe.

Indigologia

Kalau saya perhatiin, di lantai 2 dari Greko Creative Hub Bandung ini lebih mengarah ke industri tekstil. Karena di sini terdapat salah satunya adalah Indigologia. Di Indigologia Greko Creative Hub Bandung ini, terdapat bermacam-macam UKM yang bergerak di bidang tekstil, contohnya Canting Raja Batik, Kandura Keramik, Tarum Bali Fabrik, dan masih banyak lagi. Intinya produk-produk yang dihasilkan di sini berasal dari UKM tekstil pilihan deh.

Waktu saya main-main ke sana, sempat diperlihatkan juga produk-produk yang gambarnya merupakan hasil dari digital printing. Hasil printing-nya cakep-cakep, dan menariknya karena si mesin digital printing itu besar, jadi bisa mencetak hingga ukuran spanduk gede!

greko creative hub bandung indigologia seprei - kadungcampur

Gambar seprei pakai digital printing di Indigologia

greko creative hub bandung indigologia digital printing - kadungcampur

Juga bisa untuk desain baju

Jadi jenis pakaian apa aja nih yang bisa ditambahin gambar dengan digital printing? Bisa mulai dari syal, baju, bahkan hingga seprei hehe.  Jadi kamu tinggal kasih gambar yang ingin kamu cetak di atas kain, dan kemudian dicetak deh. As simple as that ?

Jeanology

Beda dengan sebelumnya yang mampu mencetak desain di kaos dengan digital printing, kalau di Jeanology proses ‘mencetak’ nya menggunakan sinar laser! Saya pun baru ngeh ada proses ‘cetak’ seperti ini.

Kok bisa sih, sinar laser membuat ‘cetakan’ di pakaian?

Sebenarnya sinar laser ini ketika ditembakkan di pakaian tersebut, dalam hal ini yang berbahan jeans (makanya namanya ‘jeanology’), sinar laser tersebut membakar si bahan tersebut – atau kata lainnya mencabut warna dari jeansmengikuti polanya. Dan prosesnya cepet banget! Hitungan menit bisa kelar, tapi ya tergantung desainnya deh hehe.

greko creative hub bandung jeanology - kadungcampur

Proses penglaseran di Jeanology udah pake komputer semua tentunya!

Semua proses ini tentunya dilakukan dengan menggunakan komputer, sehingga lebih presisi. Jadi kita berikan desain gambarnya dalam bentuk digital, dan nanti akan disesuaikan dengan permukaan dari bahannya. Kerennya, sebelum proses penglaseran dimulai, dari mesinnya akan keluar sinar yang mengikuti garis luar dari pola desain tersebut. Gunanya sebagai patokan kita untuk menaruh si bahan tersebut di bawah sinar lasernya. Setelah posisinya udah pas, baru deh proses penglaseran ini dimulai. Hasil ‘cetakan’ dari tembakan sinar lasernya memang ga berwarna, dan kalau misalkan mau ada warna, nanti akan diberi warna secara manual.

greko creative hub bandung jeanology cetakan laser denim 2 - kadungcampur

Contoh hasil laseran di Jeanology

greko creative hub bandung jeanology cetakan laser denim 1 - kadungcampur

Proses penglaseran – membakar material denim dengan laser

Kalau ngomongin soal si Jeanology sendiri, ternyata ini merupakan sebuah perusahaan teknologi bahan jeans/denim asal Spanyol yang sudah berpengalaman dalam memanfaatkan teknologi laser dan ozon untuk membuat produk jeans ini. Menariknya proses ini eco-friendly deh, karena bisa menghemat 85% penggunaan air dan tanpa limbah, alias zero waste.

Fasilitas lainnya

Di Greko Creative Hub sendiri, selain ada perusahaan-perusahaan kreatif, juga ditunjang dengan fasilitas yang mendukung hal ini. Tapi untuk sekarang, fasilitasnya lebih ke dunia fashion, ya, seperti contohnya runway untuk fashion show, studio foto, dan juga ada sample room untuk berbagai kebutuhan inovasi busana.

greko creative hub bandung photo studio - kadungcampur

Photo studio di Greko Creative Hub Bandung

Ngomong-ngomong soal fashion show, pas acara pembukaan Greka Creative Hub Bandung, juga sempat mengundang desainer Indonesia kondang, Itang Yunasz, untuk memamerkan rancangan-rancangan terbaiknya. Saat itu, fashion show nya dibagi menjadi 2 sesi, yang menampilkan 2 kategori berbeda dari busana rancangan Itang Yunasz.

Yang pertama adalah busana dengan tenun ikat Sumba. Hasil busananya cakep-cakep dengan desain dan aksesoris etniknya. Tenun ikatnya ternyata ga hanya digunakan untuk membuat atasan, tapi untuk pria juga bisa digunakan untuk membuat celana nih!

greko creative hub bandung itang yunasz tenun ikat sumba - kadungcampur

Itang Yunasz – Tenun Ikat

greko creative hub bandung itang yunasz tenun ikat sumba 2 - kadungcampur

Itang Yunasz – Tenun Ikat

Yang kedua lebih menampilkan busana dengan desain yang hip dan young, jadi cocok untuk anak muda alias generasi milenial. Untuk busana kedua, Itang Yunasz bekerja sama dengan Jeanology dan Indigologia dalam membuat busananya.

greko creative hub bandung itang yunasz indigologia - kadungcampur

Itang Yunasz dan Indigologia

greko creative hub bandung itang yunasz indigologia 2 - kadungcampur

Itang Yunasz dan Indigologia

greko creative hub bandung itang yunasz indigologia 3 - kadungcampur

Itang Yunasz dan Indigologia

Setelah asik berkreasi ria, pastinya laper dong?

Kerja dengan perut kosong pastinya ga mengenakkan haha, soalnya bisa aja keganggu dengan suara ‘auman naga’ dari dalam perut hehe. Untungnya di Greko Creative Hub Bandung udah tersedia juga food court di lantai 3 yang bernama Pasar Pinuh, alias pasar penuh hehe. Di sini sistem pembayarannya menggunakan top up card, ya.

greko creative hub bandung pasarpinuh food court - kadungcampur

Pasar Pinuh di Greko Creative Hub Bandung

Waktu saya muter-muter food court di Greko Creative Hub Bandung, kebanyakan memang masakan asal Surabaya nih, tapi ada juga yang lain kok, kayak sei dagin sapi. Sei atau biasanya ditulis se’i merupakan makanan khas dari Nusa Tenggara Timur, yang mana dagingnya berupa daging asap.

greko creative hub bandung sei sapi - kadungcampur

Se’i sapi di Pasar Pinuh

Trus ada juga mie Kwantung Makassar. Nah, kalau ini tuh mirip-mirip ifumie, tapi lebih tipis mie keringnya. Terus mie keringnya ya disiram sama kuah kentalnya itu. Nah, mie Kwantung Makassar ini, juga ada yang nyebutnya sebagai mie titi ?

greko creative hub bandung pasar pinuh mie kwantung makassar - kadungcampur

Mie Kwantung Makassar di Pasar Pinuh

Satu hal yang menyenangkan dari Pasarpinuh adalah ada minuman herbal dan jamu. Tau dong apa yang saya incar. BERAS KENCUR! Hahaha.

Hunian konsep ‘Green living’ Somerset Asia Afrika Bandung

Kalau dilihat dari maket yang tersedia saat saya berkunjung ke Greko Creative Hub, sebenarnya keseluruhan bangunannya cocok disebut sebagai kawasan hunian mixed-use, karena ada area perkantoran, tempat makan, belanja, dan area hunian. Untuk huniannya yang berupa serviced apartment itu dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama, dan untuk urusan pengelolaan apartemen telah bekerja sama dengan The Ascott Limited. Ini merupakan apartemen pertama di Bandung yang dikelola oleh The Ascott, yang adalah perusahaan property living asal Singapura.

greko creative hub bandung somerset asia afrika swimming pool - kadungcampur

Swimming pool di Somerset Asia Afrika Bandung

Kalau dari tadi kita udah membahas area di dalamnya Greko Creative Hub, nah area hunian yang bernama Somerset Asia Afrika Bandung ini terletak di atasnya, dan dimulai dari lantai 6 ke atas. Jumlah lantai untuk apartemennya sendiri adalah 12 lantai, dan terdiri dari 76 unit tipe studio, 17 unit tipe satu kamar, 34 unit tipe dua kamar, dan 9 unit tipe tiga kamar. Dan karena tipe apartemennya adalah ‘serviced apartments’ berarti semua unit udah dilengkapin dengan perabotan.

greko creative hub bandung somerset asia afrika 2 kamar tidur - kadungcampur

Sekarang nyoba-nyoba, nanti beli satu apartemen di Somerset Asia Afrika Bandung! Amin 🙂

Selain sempat mengintip ke salah dua unit dari Somerset Asia Afrika Bandung, saya juga sempat mampir pula ke area kolam renang Somerset Asia Afrika yang terletak di lantai 6. Nanti kamu bisa lihat deh, di bagian dalam terluar pada lantai 6 ini ada jalan setapak yang bisa digunakan untuk jogging track.

Jangan lupa mampir, ya!

Mudah-mudahan secepatnya area komersial dan perkantoran dari Greko Creative Hub terisi, sehingga semakin rame aja. Nah, biar update terus dengan kegiatan di Greko Creative Hub, follow ya, akun Instagramnya ?

Greko Creative Hub
Jalan Ahmad Yani No.136, Malabar Lengkong, Bandung, Jawa Barat 40262

Instagram            : https://www.instagram.com/grekocreativehub/

Advertisements
Comments
  1. Posted by Tanti Amelia
  2. Posted by Ono
  3. Posted by Hans
  4. Posted by Nchie Hanie

Add Your Comment