Advertisements

Serunya Datsun Risers Expedition

Author: | Posted in Wisata 28 Comments

Kamu suka road trip, gak? Saya kalau pergi keluar kota, suka banget jalan – jalan sambil sewa kendaraan, mau mobil atau motor, jadi saya bisa pergi ke daerah yang lebih jauh. Yang penting saya melakukan road trip untuk berpetualang hehe. Dan kali ini saya beruntung nih, bisa ikutan Datsun Risers Expedition, di mana saya bisa melakukan road trip ke beberapa tempat sekaligus.

(Baca juga day trip saya di Phuket yang pergi keliling pulau)

(Baca juga artikel saya mengenai road trip saya dari Makassar ke Tanjung Bira)

website-datsun-risers-expedition

Datsun Risers Expedition

Nah, Datsun Risers Expedition itu sendiri merupakan semacam kegiatan yang diadakan oleh pihak Datsun sendiri untuk mengetes kemampuan kendaraannya, yaitu si Datsun GO+ Panca di berbagai daerah Indonesia yang tentunya memiliki kontur jalanan yang berbeda – beda. Tentunya untuk mengetes kendaraannya sendiri, agar orang lebih percaya, Datsun tidak menggunakan para staf-nya untuk melakukan tes ini, tapi Datsun mengundang publik untuk mencobanya. Seperti di etape kali ini, para peserta terdiri dari 15 orang, yang terdiri dari berbagai kalangan, ada yang mahasiswa (jurusan Fisika!!!), karyawan, pekerja lepas, termasuk blogger hehe. Nanti setiap mobil diisi oleh 3 orang, dan tentunya, bisa saling bergantian untuk menyetirnya.

Kami para peserta diminta untuk membentuk tim sendiri yang sudah terdiri dari 3 orang dan tentunya yang memiliki SIM A dong … Dan ngomong – ngomong soal peserta, saya termasuk di #timdatsun2 nih, yaitu temannya teman yang bahkan saya belum pernah ketemu, Dolly Putra dari Bogor, dan seorang lagi pernah ketemu sekilas doang, Jhohannes Situmorang dari Rawamangun. Semuanya kebanyakan serba online deh haha. Dan kita semuanya baru ketemu beneran di airport tercinta, Soekarno-Hatta International Airport.

tim-2-datsun-risers-expedition

Kami Tim Datsun 2 (ki – ka); Jhohannes – Dolly – Me

Terus rutenya ke mana aja, nih?

Ternyata, Datsun Risers Expedition itu sudah berlangsung sejak Mei 2015 lalu, dan rute yang ditempuh pun berbeda – beda, mulai dari Jawa – Bali – Lombok, Sulawesi, Kalimantan, dan terakhir Sumatera. Kebetulan saya termasuk di etape 3 yang berlangsung pada tanggal 14 – 18 Maret 2016. Dan di etape 3 ini, rutenya adalah Pekanbaru – Padang.

Wah, Pekanbaru?!

welcome-to-pekanbaru-indonesia-datsun-risers-expedition

Welcome to Pekanbaru!

Ini dulu merupakan salah satu destinasi yang bisa dibilang tidak berhasil saya kunjungi, padahal sudah mengantungi tiket pesawatnya, tapi batal karena suatu dan lain hal. Makanya ketika tau, kalau rutenya dimulai dari Pekanbaru, jadinya excited banget deh. Ya ga, sih? Iya aja deh 😉

pekanbaru-indonesia-gedung-mtq-idrus-tintindatsun-risers-expedition

Datsun Risers Expedition mengunjungi Gedung Idrus Tintin atau juga sering disebut sebagai Gedung MTQ (Pekanbaru)

Dan setelah saya mendapatkan itinerary-nya, ternyata ada Bukittinggi.

Wah, Bukittinggi?!

Bukittinggi merupakan salah satu kota favorit saya di Indonesia, alasan utamanya karena di sini kotanya memiliki kesan santai dan udaranya adem banget! Saya senang deh bisa berkunjung kembali ke Bukittinggi setelah kunjungan pertama saya di tahun 2012.

(Baca juga rangkaian cerita saya ke Bukittinggi dan sekitarnya mulai dari sini: My introduction to Bukittinggi: A nasi goreng and a clock tower)

gunung-singgalang-bukittinggi-sumatera-barat-indonesia-datsun-risers-expedition

Penampakan Gunung Singgalang dari tempat singgah kami di Novotel Bukittinggi (Sumatera Barat – Indonesia)

Rutenya sulit ga tuh?

Tentunya karena ini lintas kota, pastinya keramaian lalu lintasnya berbeda. Pastinya banyak truk dan bis yang suka seliweran. Terkadang lebar jalanpun juga bisa sempit dan terkadang juga lebar. Tapi memang kalau dilihat dari itinerary-nya, yang paling menantang adalah Kelok 44 yang menuju Danau Maninjau, karena lintasannya tentunya kelak-kelok, bahkan sebelum masuk ke Kelok 44, lintasannya sudah berkelok-kelok dan naik – turun. Terkadang kelokannya pun sangat tajam, jadi harus bisa siap-siap, dan selalu mendengarkan aba – aba dari sang kapten sebelum membelok. Biasanya sih, setiap mobil yang akan melewati di kelokan di Kelok 44 ini, harus saling memberi aba – aba dengan membunyikan klakson. Ini saya ketahui dari teman saya yang pernah naik minibus dari Danau Maninjau. Mungkin antara lupa atau entah kenapa, sang supir tidak ingat untuk membunyikan klakson, alhasil bagan samping mobilnya terkena mobil lain.

kelok-44-bukittinggi-sumatera-barat-indonesia-datsun-risers-expedition

Ini salah satu kelokan di Kelok 44 yang menuju ke Danau Maninjau

Bedanya Datsun Risers Expedition dengan road trip biasa itu apaan, toh?

Mungkin kalau kamu melakukan road trip, biasanya cuma beriringan antara 2 – 3 mobil, atau mungkin lebih sedikit, jadi paling koordinasinya mudah, ya? Tapi bayangkan saja kalau jumlahnya sekitar 16 mobil. Eng ing eng … Bagaimana koordinasinya, dan kok bisa banyak banget ya mobilnya?

Haha … Jumlah yang sekitar 16 mobil ini, tentunya yang 5 dipakai oleh peserta. Sisanya adalah dari Datsun dan media. Dari Datsun pun sudah stand by mekanik yang selalu ikut serta etape ini dan setia mengecek setiap mobil peserta setelah dipakai seharian. Kemudian juga ada yang namanya Road Captain yang selalu berada di paling depan konvoi, dan tugasnya adalah memandu jalan.

road-trip-captain-datsun-risers-expedition

Road Captain yang senantiasa memimpin barisan konvoi

Tentunya mobil sebanyak ini kalau beriringan di jalan akan ribet kali ya koordinasinya? Makanya kami semua harus bisa saling membantu antara mobil yang di depan dengan yang di belakang. Koordinasinya dimulai dengan cara berkomunikasi menggunakan kode. Kami semua pakai kode untuk jenis – jenis kendaraan yang melintas, mulai dari cacing, ayam, roti tawar, dan babon. Jadi kalau ada ‘cacing’ melintas, kami tinggal memberitahu melalui radio, kalau ada cacing melintas turun dari arah berlawanan. Lalu kalau kami mau menyalip, kami bisa minta kode sama kendaraan yang di depan, apakah jalanan aman untuk disalip, dan masih banyak cara lain untuk berkode – kodean. Karena ini juga memakai radio pemancar, yang radiusnya cukup hanya lewat beberapa mobil saja, makanya kita harus me-relay pesan dari depan ke belakang juga. Dan karena kami konvoi, tentunya kami harus diusahakan sebisa mungkin untuk seterusnya berada dalam satu iringan.

Road Captain yang senantiasa memimpin barisan konvoi

Iringan mobil Datsun Risers Expedition di Kelok 9 (dekat kota Payakumbuh)

Lalu, pertanyaan selanjutnya … cacing itu apa, ayam itu apa, roti tawar itu apa, lalu babon itu apa?

Haha … Ya kalian bisa menebak sendiri, dan bisalah buat kode – kode sendiri.

‘Manfaatnya apaan sih, ikut kayak ginian?’

Walaupun Datsun Risers Expedition hanya berlangsung beberapa hari saja, tapi ada beberapa manfaat yang bakal didapat sih. Pertama, saya mendapat pengalaman baru menyetir sendiri di tanah Sumatera. Meskipun ya sebelumnya pernah menyetir jarak yang cukup jauh dari Makassar ke Tanjung Bira, tapi tentunya lalu lintas di sana berbeda dengan di Sumatera, ya ‘kan? Tentunya pengalaman ini, juga bisa menginspirasi saya melakukan road trip konvoi dengan benar di kemudian hari.

Kenalan baru merupakan manfaat berikutnya yang saya dapat. Saya saja baru kenal Dolly sejak ikutan Datsun Risers Expedition, kalau tidak, mana bisa kenal, ya hehe. Kemudian, peserta lainnya yang berasal dari beberapa daerah, karena tidak semuanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Ternyata ada juga yang dari Serang dan Purwakarta.

Lalu tentunya bisa mencicip makanan khas dari daerah tersebut dong … Selama kami di sini, kami mencoba berbagai … masakan Padang dari berbagai tempat, mulai dari Payakumbuh, Bukittinggi, Maninjau, hingga Padang haha. Kapan lagi, kan ya?!

masakan-makanan-padang-indonesia-datsun-risers-expedition

Ini masakan Padang yang kami coba di Payakumbuh (Indonesia)

Manfaat selanjutnya adalah kegiatan di luar menyetir. Kalau dilihat dari itinerary, kami nanti akan melakukan kegiatan CSR di sebuah sekolah SD, di mana nanti kami akan berbagi inspirasi dengan adik – adik di sana. Lalu kami juga akan melihat sebuah acara adat, yakni sebuah silat adat di Kubu Gadang.

Yang terakhir, pastiya adalah saya bisa menginjakkan kaki di daerah yang belum pernah saya kunjungi, contohnya adalah Kelok Sembilan di Bukittinggi. Dulu pada waktu saya berkunjung ke Danau Maninjau, kelokan yang saya lewati itu Kelok 44, jadi berbeda nih, dengan yang sekarang saya kunjungi.

(Baca juga perjalanan day trip saya dari Fort de Kock ke Danau Maninjau)

padang-kelok-9-indonesia-datsun-risers-expedition

Ini ketika kami tim Datsun Risers Expedition mengunjungi Kelok 9 (foto model punggung: Giri – Tim Datsun 4 :D!)

Sayangnya, Sumatera merupakan pulau terakhir untuk Datsun Risers Expedition ini, dan etape 4 merupakan etape terakhir. Kalau kamu misalnya ingin lihat – lihat, bagaimana keseruan Datsun Risers Expedition ini, kamu bisa kepo-in situsnya. Eh tapi, walaupun etape 4 merupakan etape terakhir, siapa tau kamu masih bisa ikutan etape yang ke-4 ini dengan rute Palembang – Jakarta. Yang penting coba aja didaftar! Siapa tau tembus! 🙂

(update: Datsun Risers Expedition seri 1 sudah berakhir. Nantikan ya seri ke-2 nya ;-))

Klik ini untuk mengetaui lebih lanjut mengenai Datsun Risers Expedition

registration-form-datsun-risers-expedition

Yuk, coba didaftar untuk etape 4 Datsun Risers Expedition 🙂

Kamu juga bisa ikuti akun media sosial Datsun Indonesia di Twitter, Facebook, dan Instagram, siapa tau mereka punya acara oke lainnya di kemudian hari!

Datsun Risers Expedition, Go!

pantai-cermin-padang-indonesia-datsun-risers-expedition

Tim Datsun Risers Expedition ketika mengunjungi Pantai Cermin di kota Pariaman (Photo owned by: Dolly Putra)

Walaupun saya terpilih sebagai salah satu peserta Datsun Risers Expedition, tapi tentunya tulisan ini merupakan pemikiran pribadi 🙂

Advertisements
Comments
  1. Posted by Goiq
    • Posted by Adiitoo
      • Posted by Timothy W Pawiro
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Susindra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Arief Rachman
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by The Travel Junkie
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Jarwadi MJ
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Ares Jonekson Photography
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Aris Setiawan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by DollyPR
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by insanwisata
  10. Posted by Nasirullah Sitam
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Prima Hapsari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by andyhardiyanti
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by Iqbal Kautsar
  14. Posted by Anas
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment