Banyak belajar hal baru dengan menjadi blogger

Author: | Posted in Tips 58 Comments

Banyak belajar hal baru dengan menjadi blogger – Kalau saya ditanya sudah berapa lama saya memiliki blog, saya pasti menjawab sudah lama. Namun memang di kala itu karena saya masih kerja full time, maka ngeblognya juga on and off aja, tergantung load kerjaan saya. Kalau lagi banyak kerjaan, terpaksa vakum dari ngeblog, sampai pernah ga ngeblog beberapa bulan haha.

Kenapa kok kayaknya ngeblog aja kok butuh waktu ya? Ya iya dong, mulai dari mikirin point-point dari artikel yang akan dibuat, kemudian dikembangkan ke bentuk cerita, dan kemudian dilengkapi dengan foto-foto. Bahkan sekarang terkadang saya suka menyisipkan video di dalam blog post saya. Eh, ternyata dari situ saya mikir, kalau misalnya ga ngeblog, mungkin saya ga banyak belajar hal baru kali ya?

Belajar hal baru apa aja ketika ngeblog?

Foto dari menggunakan kamera handphone hingga kamera mirrorless

Sebenarnya saya bukanlah fotografer professional. Kalau ditanya, apakah hobi saya foto, saya pun jadi mikir, karena saya menggunakan kamera kalau pas saat jalan-jalan aja, atau memang ada rencana mau berkunjung ke café gitu sih haha.

Kemudian saya jadi ingat, kenapa saya beli kamera DSLR pertama saya – yang sekarang sudah almarhum hiks. Sepertinya alasan saya waktu itu adalah karena saya ingin foto jalan-jalan saya terlihat bagus di hasilnya dan terlihat bagus pula ketika terpampang di blog saya.

Saya kemudian berguru pada salah satu teman SMA saya yang memang sudah lebih lama memegang kamera daripada saya. Saya hanya diajari ilmu dasar mengenai bukaan, kecepatan, dan ISO. Dan tentunya saya langsung melongo dan keringetan waktu diajarin pertama kali. Ga ngerti blasss …

belajar hal baru foto pakai mirrorless

Belajar foto dengan lebih baik ketika mulai ngeblog

Saat saya menggunakan kamera DSLR-nya pertama kali pun, saya masih menggunakan automatic mode, dan karena saya kurang PD, maka saya juga pakai handphone dengan logo apel keroak itu. Sampai ada sesama teman blogger yang nyeletuk:

ngapain beli kamera mahal-mahal kalau akhirnya pake handphone juga pas foto.

Oops, nyelekit tapi bener sih haha. Makanya dari situ saya mulai menggunakan mode Manual, walaupun akhirnya yang bermain feeling juga sih. Kalau feeling so good, langsung jepret, kalau feeling belum so good, ya udah diputer-puter lagi aperture, speed, atau ISO-nya. Walaupun sekarang kameranya sudah berganti menjadi mirrorless, tapi prinsipnya masih sama sih, ya.

Edit foto menggunakan Adobe Lightroom

Kalau ditanya mengenai bagian mana dari ngeblog yang memakan waktu lama, saya akan dengan semangat bilang FOTO!!!!

Kok bisa?

Pertama, terkadang kalau saya lagi jalan-jalan, pastinya saya suka jepret sana-sini, mana aja yang bagus di mata saya langsung jepret. Alhasil ketika saya mau pilih-pilih foto untuk blog post, jadi makan waktu sendiri, karena menentukan pilihan foto yang bagus ternyata gampang-gampang susah! Foto ini kok bagus, foto itu kok bagus, alhasil proses seleksi pun harus melewati beberapa tahap. Mulai dari ratusan foto, menjadi puluhan, dan palingan yang kepakai hanya sekitar 20-an aja sih haha.

belajar hal baru edit foto pakai lightroom

Belajar edit foto menggunakan Adobe Lightroom

Kedua, setelah memilih foto, proses selanjutnya adalah mengedit foto. Saya awalnya hanya menggunakan aplikasi di handphone untuk edit foto. Lama-lama kok saya merasa ada yang kurang, ya. Akhirnya saya memutuskan untuk belajar hal baru menggunakan Adobe Photoshop Lightroom untuk mengedit foto saya.

Terkadang saya masih suka kurang puas melihat hasil foto-foto saya. Kadang ada yang under cahayanya di foto ini, eh yang itu kok saturasinya kurang, dan sebagainya. Makanya dari hasil seleksi foto-foto itu saya perlu lihatin satu-satu di Lightroom, mana aja yang perlu saya edit. Terkadang kalau udah cape juga, ya udah deh, saya hanya edit sedikit  aja, palingan untuk Exposure dinaikin sedikit, Highlight diturunin sedikit biar langitnya terlihat oke, lalu Blacks diturunin juga biar fotonya terlihat strong ga bland – eh ini agak sotoy sih ya, jangan diikutin haha. Kemudian foto di-export deh!

Untuk penggunaan Lightroom, saya juga belum sampai tahapan memasukkan filter dari VSCO dan sebagainya, masih pakai filter standard aja kok.

Terakhir, memasukkan signature. Ini kebiasaan aja sih, banyak pro dan kontra memasukkan signature ke foto. Kalau saya sih ya dimasukin aja, karena alasannya ketika foto saya termasuk salah satu hasil Google Search orang, eh orang ngeliat foto yang ada signature saya, jadi orang bisa follow saya deh di blog atau Instagram haha.

Video editing dengan Adobe Premiere Pro

Terkadang tuh saya kalau belajar hal baru itu karena kondisi. Misalnya seperti beberapa waktu lalu saya dapat job nge-buzz yang diharuskan melakukan liputan video. Hal pertama yang di pikiran saya adalah ‘nah lho nah lhoooo’ haha. Sepertinya saat itu, video masih menjadi momok saya sebagai blogger.

Sebenarnya sama seperti membuat artikel, dalam pikiran saya, kira-kira nanti apa yang perlu saya buat? Bedanya kalau mau buat video, setelah memikirkan konsepnya, saya harus bisa mengambil beberapa footage video saat event. Karena saya masih kategori amatir, jadinya saya ambil klip pendek sebanyak mungkin, baru nanti saya pilihin satu-satu deh. Jadinya sama seperti ketika saya memilih foto. Dari sekian banyak klip, saya harus menyeleksi klip-klip yang saya perlukan aja. Terkadang dari yang hanya satu video, saya memutuskan untuk dipecah jadi dua atau tiga video haha.

Nah, kemudian masuklah di bagian editing video. ‘Nah lho nah lhooooo’ kedua muncul, karena pertama waktu itu saya ga tau mesti edit pake program apa. Menentukan program editing video mana aja yang bagus ga ngerti ya, secara belum pernah mengedit video. Alhasil setelah tanya teman saya yang memang sudah ahli membuat video, bilang pakai aja Adobe Premiere Pro untuk mengedit video. Yoo wiss, manut deh. Dan jadinya hingga sekarang kalau mau edit video saya pake Adobe Premiere Pro, dan saya belajar hal baru lagi deh *uhuk*

belajar hal baru edit video pakai adobe premiere

Belajar edit video menggunakan Adobe Premiere Pro CC

Waktu diajarin pertama kali menggunakan program Adobe Premiere Pro, saya sih ngangguk-ngangguk aja, ya, tapi kok pas pakai sendiri langsung ketar-ketir keringat dingin, mikir:

Tadi kalau mau buat project gimana, ya.
Tadi kalau mau naruh video, mesti ditaruhnya di mana, ya?
Tadi format videonya apa aja, ya.

… dan masih banyak ‘tadi-tadi’ yang lain.

Daripada ngerepotin teman saya lagi, jadinya saya memutuskan untuk belajar editing video dari YouTube. Yang simpel-simpel aja deh, seperti ‘how to make a video using Adobe Premiere Pro’, kemudian saya belajar hal baru lagi bagaimana cara editing video untuk Instagram. Belajarnya paling masih yang simpel-simpel dulu aja sih haha.

Membuat video stop motion

Haduh, apa lagi nih?

Sebenarnya teman saya pernah menyinggung mengenai membuat video stop motion, namun saya masih enggan untuk belajar, karena merasa belum perlu dulu. Kebiasaan jelek sih ya. Baru deh sekarang ketika mau ikutan kompetisi video stop motion, saya kebingungan buatnya bagaimana.

Kompetisi video stop motion yang mau saya ikuti itu dari Uzone.id, dalam rangka menyambut Hari Kebangkitan Nasional Indonesia. Temanya sih simpel ya ‘Warna Budaya, Untuk Indonesia Satu.’ Dan tugasnya tuh kita tinggal buat video stop motion untuk menunjukkan kearifan lokal daerah masing-masing.

kompetisi video stop motion uzoneid

Kompetisi video stop motion Uzone.id

Oke, tapi buat video stop motion itu bagaimana, euy?

Kata teman saya sih sebenarnya untuk membuat video stop motion sih simpel ya, tinggal foto aja satu-satu sambil digerakkin objeknya pelan-pelan, kemudian fotonya dikumpulin dan dijadiin video. Nah, karena ini saya belum pernah, jadi saya mesti kudu belajar dulu dari awal.

Ada beberapa tutorial bagaimana membuat video stop motion, dan salah satu teman saya ada yang beri link ini dari Aulion:

Prinsipnya sama apa yang diomongin teman saya, secara dia ternyata belajar dari Aulion juga … jiahhhh haha.

Cara membuat video stop motion menurut Aulion:

  • Pikirin konsepnya seperti apa
  • Siapkan kamera – bisa juga pakai handphone, jepitan handphone di tongsis, tripod biar ga ambil gambarnya ga goyang, dan siapin objeknya.
  • Mulai buat stop motionnya deh! Kita tinggal foto objeknya, trus digerakkin dikit, foto lagi, gerakkin lagi, foto lagi, dan seterusnya ampe kelar
  • Kalau foto-foto udah terkumpul, kita gabungin foto-fotonya pake program video editing, seperti contohnya Adobe Premiere Pro.

Nah, sekarang saya lagi bingung mikirin konsep untuk ikutan kompetisi video stop motion dari Uzone.id. Batas pengumpulan video untuk kompetisi Uzone.id ini sih sampai 31 Mei 2017 ya, tapi kalau ditunda-tunda, nanti malah ga jadi-jadi haha.

Sepertinya sambil buat blog post ini, saya udah muncul beberapa ide haha, ya udah deh cuss, kita ikutan bareng, ya. Lumayan banget hadiahnya, euy. Nih dia, biar kita sama-sama ngiler haha!

hadiah kompetisi video stop motion uzoneid

Hadiah kompetisi video motion Uzone.id

Untuk info lebih lanjut mengenai kompetisi video stop motion dari Uzone.id ini, bisa langsung meluncur ke sini.

Advertisements
Comments
  1. Posted by Nasirullah Sitam
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Uwan Urwan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Riyardiarisman
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Oky Maulana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by gus bolang
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by PutriKPM
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Didik
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Amrudly
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Penulis Keren
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by vini
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Kartes
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by zarirah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by Siti mudrikah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by vira Elyansyah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by adi setiadi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Nurul Fitri Fatkhani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Dikki Cantona Putra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by Fania surya
    • Posted by Timothy W Pawiro
  19. Posted by hello fika
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by Perempuan November
    • Posted by Timothy W Pawiro
  21. Posted by tomi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  22. Posted by omith
    • Posted by Timothy W Pawiro
  23. Posted by Tukang Jalan Jajan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  24. Posted by Prima Hapsari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  25. Posted by Rindang
    • Posted by Timothy W Pawiro
  26. Posted by Atanasia Rian
    • Posted by Timothy W Pawiro
  27. Posted by April Hamsa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  28. Posted by lendyagasshi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  29. Posted by Avezza Mozia
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment