Funancial, belajar financial planning secara fun

0
254
timo wp funancial clinic home credit indonesia - kadungcampur
Belajar financial planning secara fun!

Funancial, belajar financial planning secara funBelajar financial planning tuh menyenangkan lho, secara belajar tentang uang, ya haha. Hmm, lebih tepatnya belajar mengelola keuangan pribadi sih. Saya udah beberapa kali ikutan acara yang topiknya tentang financial planning sih, jadi secara garis besar kira-kira saya udah tau juga. Maksud dari ‘acara’ ini adalah acara blogger sih, jadi bukan workshop financial planning yang resmi untuk mendapatkan sertifikasi financial planner ya hehehe.

Nah, kebetulan di akhir minggu ke-3 November 2019 lalu, saya sempat ikutan acara tentang financial planning lagi, yang judulnya FUNancial Talkshow dengan tema #YangKamuMau . Udah keliatan lah ya dari judulnya Funancial, berarti belajar financial planning secara fun! Acara FUNancial #YangKamuMau ini diadakan oleh Home Credit Indonesia. Home Credit Indonesia ini merupakan sebuah lembaga pembiayaan yang berasal dari Ceko, tapi sudah berada di Indonesia sejak 2013.

Kenapa Home Credit Indonesia sampe ngadain FUNancial beberapa waktu lalu? Ya, karena ingin membantu meningkatkan literasi finansial di diri kita-kita semua lah, ya. Dan tentunya acara ini diadakan secara fun, karena kalau diadain secara fun, akan lebih bisa menyerap sih ya mestinya. Soalnya saya yang ikutan aja, bisa menyimak banget penjelasan dan sharing informasi dari pembicara yang diadain oleh Home Credit Indonesia ini lho hehehe ?

Untuk Funancial #YangKamuMau di Jakarta, Home Credit Indonesia mengundang dua speakers yang memang sudah punya banyak pengalaman lah, ya, seperti Dipa Andika, yang juga salah satu pendiri Hahaha Corp (sebuah management artist khusus stand-up comedian, seperti Ernest Prakarsa), dan juga ada Riana Bismarak, founder dari Belowcepek.com.

riana bismarak dipa andika funancial clinic home credit indonesia - kadungcampur
Duo pembicara FUNancial Talkshow Home Credit Indonesia versi Jakarta : Riana Bismarak (kiri) dan Dipa Andika

Belajar Financial Planning dari Dipa Andika

Lho, wait wait wait, belajar financial planning dari Dipa Andika?

Ga nyangka kan, ternyata doi itu adalah seorang financial planner juga lho! Keren ya. Masih sempat belajar lho, walau udah sibuk ngurusin Hahaha Corp.

Pengelolaan Keuangan yang dibagikan oleh Dipa Andika tentunya yang simpel dan praktis-praktis aja, jadi bisa kita langsung praktekkan lho. Apa aja sih itu?

1 | Cek pengeluaran

Jujur aja, yang namanya cek pengeluaran itu butuh ketekunan dan harus terus-menerus dilakuin. Saya aja sebenarnya masih on dan off, kadang inget, kadang males hehe. Lebih sering ke males nya sih ya. Biasanya baru kepikiran untuk cek pengeluaran pas udah ngeh, lho kok tanggal segini udah menipis aja hahaha.

Tapi emang bener juga sih, ketika kita aja udah bingung, kalau di pertengahan bulan udah mulai menipis, padahal biasanya belum, hal yang perlu dicek terlebih dahulu adalah pengeluaran. Pengeluaran sekecil apa pun harus dicatet, misalnya bayar parkir, bayar tol, bayar tiket commuter line, jajan boba alias bubble drinks, bayarin teman makan siang, dan seterusnya. Lihat kan, catat pengeluaran gini memang harus telaten hehe.

Gimana caranya biar telaten? Hmm, sebisa mungkin jangan dibiarin numpuk, karena nanti malah bikin malas hahaha. Kalau saya, biasanya suka catat di aplikasi Notes yang ada di hape, dan bisa di sync ke email juga. Aplikasi lainnya juga banyak sih, tinggal cek mana aja yang sesuai. Ga penting pake yang mana, yang penting dilakuin hahaha.

Si ‘Latte Factor’ alias pengeluaran bocor halus

Ngomongin soal boba, Mas Dipa nyebutin satu hal, yaitu ‘Latte Factor’. Ini sebenarnya hanya istilah aja sih, tapi memang ada benarnya juga. Coba kamu yang kerja kantoran, seminggu berapa hari beli es kopi susu? Kalau saya kemungkinan 3 kali seminggu. Harga satu es kopi susu berapakah? Ada yang sekitar Rp. 12,000-an sampai Rp. 30,000-an, bahkan ada yang lebih. Nah coba aja dikalikan empat minggu. Coba kita pukul rata di tengah-tengah ya, yaitu Rp. 20,000. Jadi kalau ditotal selama empat minggu alias satu bulan, total Latte Factor-nya adalah Rp. 240,000.

Ga kerasa kan, kalau sebulan kita ngabisin Rp. 240,000 hanya untuk minuman kopi atau boba. Ini kita sering juga kenal dengan namanya bocor halus. Bocornya tipis-tipis sih, tapi pas ditotalin, jederrr hehe.

Padahal kalau Rp. 240,000 ini kita masukin ke investasi ya secara reguler tiap bulan selama 10 tahun, coba tebak berapa yang akan saya dapatkan? Sekitar Rp. 66 juta lho! (Note: dengan catatan ini saya masukkan ke investasi yang agresif, seperti Reksa Dana Saham ~ estimasi return per tahun: 15% / tahun).

contoh perhitungan kalkulator investasi reksa dana saham - kadungcampur
Hayooo kalau latte factornya dijadiin investasi, bisa lumayan nih 🙂

Kalkulator investasi seperti ini, ada tersedia banyak di internet, ya ?

2 | Pisahkan tabungan sesuai kebutuhan

Memisahkan tabungan sesuai kebutuhan udah merupakan keharusan deh. Agak bahaya kalau hanya ditaruh di satu tempat aja. Saya setiap dapatkan penghasilan, baik gaji maupun dari fee sebagai blogger, biasanya langsung saya pisah-pisahin. Ngeri euy, takut habis bleb hehe.

Antara saya dan kamu, tentunya punya kebutuhan yang berbeda-beda. Saya biasanya langsung pisahkan ke beberapa post aja. Post di sini terkadang suka kita sebut sebagai ‘amplop’ deh. Masih ada ga ya, yang pisah-pisahin uang di amplop?

Nah kalau saya misalnya untuk:

  • Perpuluhan atau zakat
  • Pengeluaran reguler bulanan
  • Investasi
  • Keperluan pribadi

Di atas ga sesuai urutan sih, berapa persentase besarnya setiap post pun juga beda-beda ya, tergantung kebutuhan. Kalau misalnya ada utang bagaimana? Ini harus langsung didahulukan ya, karena kalau telat, suka ada dendanya. Pun kalau kamu bayarnya ga full payment (untuk pembayaran kartu kredit), kekurangan bayarnya juga akan kena bunga lho.

Kalau di acara Funancial #YangKamuMau lalu, Mas Dipa membagi post-post penghasilan bulanan sebagai berikut:

  • 30% untuk investasi
  • 10% untuk dana darurat / asuransi
  • 10% untuk keperluan pribadi (termasuk hobi)
  • 50% untuk pengeluaran rutin
dipa andika funancial clinic home credit indonesia pembagian persentase gaji - kadungcampur
Contoh pembagian persentasi penghasilan setiap bulannya 🙂

Hanya mengingatkan sekali lagi, pembagian di atas itu flexible banget deh. Bebas-bebas aja, mana yang sesuai dengan dirimu aja, ya ?

3 | Penting! Siapin Dana Darurat

Dana darurat tuh apaan? Ya dana yang akan kita pakai ketika keadaan ‘darurat’. Darurat di sini maksudnya adalah ketika dirimu atau mungkin salah satu anggota keluargamu ada yang tiba-tiba sakit dan butuh biaya pengobatan (amit-amit, ya). Atau mungkin tiba-tiba perusahaan tempatmu bekerja ‘merumahkan’ karyawannya, termasuk dirimu (amit-amit lagi, ya).

Ketika kamu ga lagi bekerja, trus yang akan membiayai pengeluarannya, siapakah? Pastinya akan ambil dari dana tabungan yang sudah kita kumpulkan, ya. Makanya ini penting sekali kita siap-siap dana darurat dari sedini mungkin.

Patokannya seperti apa sih?

Patokan dana darurat dilihat dari jumlah pengeluaranmu plus statusmu, apakah dirimu masih single, menikah, menikah dengan dua anak, dan seterusnya.

Seperti ini kira-kira patokan jumlah dari Dana Darurat yang dibagikan oleh Mas Dipa ?

dipa andika funancial clinic home credit indonesia jumlah dana darurat - kadungcampur
Berapa banyak mesti siapin dana darurat?

Karena ini sifatnya ‘darurat’ maka ada baiknya, kamu simpannya di produk tabungan atau investasi yang memang gampang diakses dan gampang dicairkan. Contohnya ada banyak, termasuk tentunya tabungan, deposito, dan juga ada Reksa Dana Pasar Uang. Oh iya, Emas pun juga boleh lho, lebih enak kalau kamu ada kenalan toko emas, jadi lebih gampang dijualnya, atau ya digadaikan. Nanti kalau emasnya digadaikan, kita bisa tebus lagi di kemudian hari ?

4 | Tips untuk freelancer atau pengusaha

Tips yang terakhir dari Mas Dipa ini cocok kalau kamu adalah seorang pengusaha atau freelancer, karena terkadang penghasilannya gede banget, kadang ada masanya penghasilannya minim. Saya pun pernah mengalaminya, tapi sayangnya dulu saya ga tau tips yang ini hehe.

Bagi kamu yang freelancer atau pengusaha, ada baiknya ketika ada pemasukan, jangan langsung dipotong untuk ini-itu. Taruhlah dulu di tabungan, dan dikumpulkan.

Lah, nanti bagian buat saya mana dong?

Tipsnya adalah gajilah dirimu sendiri di tanggal yang sama setiap bulannya.

Intinya sih sama kayak pekerja ya, cuma yang ini kamu bekerja untuk dirimu sendiri.

Berapa banyak sih gajinya? Balik lagi, tiap orang beda-beda lah haha, kan tergantung dari project atau penjualan usahamu hehe. Anggaplah kamu patok gajimu senilai Rp. 10 juta setiap bulan. Ya udah, kamu kumpulin dulu deh pendapatannya, sampai pas tanggal tertentu, baru kamu tarik deh untuk gajian. Kalau ada lebihan, ya biarin aja di situ, karena nanti yang lebihan ini digunakan untuk menambal di masa-masa dagangan lagi seret, atau lagi sepi project hehe.

Oh iya, dengan begini, bisa terlihat kalau pergerakan uangmu lebih rapih deh, dan mudah-mudahan bisa lebih memudahkan ketika lagi mengajukan pinjaman di bank.

Belajar bermimpi bersama Riana Bismarak

Ketika kamu sudah punya penghasilan, tentunya kamu punya sebuah atau beberapa mimpi yang ingin dicapai. Misalnya ingin punya rumah di Discovery Bintaro, ingin jadi Sales Director, dan sebagainya. Tapi mimpinya harus terukur, kalau ga, mimpinya hanyalah sekedar mimpi hehe.

Saya pun jadi keinget sama kenangan masa lalu ketika ikutan semacam seminar gitu, dan di situ juga diomongin soal mimpi. Mungkin ada yang pernah dengar prinsip SMART?

SMART itu singkatan dari Specific, Measureable, Achievable, Reliable, dan Timely. Singkatnya sih, mimpirnya harus spesifik, bisa diukur, tentunya bisa tercapai, dan ada periode untuk mencapainya.

Mengukur mimpi membeli rumah di Discovery Bintaro

Misalnya contoh yang saya ambil adalah ingin punya rumah di Discovery Bintaro, Tangerang Selatan.

Ini sebenarnya merupakan rumah idaman orang tua saya beberapa waktu lalu, tapi karena banyak pikir ini-itu, trus malah ga jadi. Eh sekarang harganya udah naik wkwkwk.

Nah karena mesti spesifik, jadi ya harus sesuai dengan namanya, jumlah kamar tidur berapa, dan sebagainya. Kalau saya liat-liat sih ya, si Discovery Bintaro ini ada banyak ya kompleksnya hehe. Trus saya udah pilih satu yang sesuai, yang punya 3 kamar tidur, di Discovery Eola. Trus kita mesti juga cek gambarnya seperti apa hehe. Ini saya ambil dari website Bintaro Jaya, ya.

impian beli rumah discovery bintaro eola - kadungcampur
Mesti ada gambarnya dong yaaa untuk mengejar impian beli rumah di Discovery Bintaro tipe Discovery Eola

Kemudian, berapa harganya. Ini nih penting, apakah sesuai dengan kemampuan kita atau ga. Kalau saya cek-cek harga rumah yang sama di salah satu website jual beli rumah online, harga yang 3 kamar tidur untuk Discovery Eola itu sekitar Rp. 2.6 Milyar. Dari sini, ya udah, tinggal saya nanti ukur kemampuan, dan cara membelinya. Misalnya belinya pakai KPR – sesuai yang disaranin Mas Dipa juga, untuk beli rumah, tidak apa kok beli secara KPR, karena semakin lama pun, nilai rumahnya juga semakin naik.

Kalau beli secara KPR, berarti bisa dimulai dengan kumpulin DP (Down Payment) ~ sekitar 15% berarti sekitar Rp. 390 juta. Dari sini, berarti dihitung lagi, kira-kira untuk bisa mendapatkan segini, perlu dicicil, atau gimanakah, dan berapa yang perlu dicicil. Dan kalau dicicil lagi-lagi berarti pakai kredit, yang besarannya tidak boleh lebih besar dari 30% gaji kita.

Mengukur mimpi menjadi Sales Director

Dan ketika sudah mulai hitung-hitungan, ya udah, berarti balik lagi ke penghasilan bulanan kita. Sesuai kemampuan untuk mencicil setiap bulannya kah? Kalau ga, apa yang harus dilakukan?

Kalau karyawan, berarti harus lebih giat bekerja biar naik level terus sampai level Direktur.

Kalau kata Mba Riana, ga semua orang harus jadi pengusaha kok. Sebagai karyawan juga tak apa, yang penting happy. Beliau aja dulu setelah bekerja sekian tahun, sempat jadi direktur sebuah perusahaan dengan karyawan sekitar ratusan orang lho. Enak ga? Enak gajinya kok hehe.

Makanya, waktu mulai kerja, Mba Riana pun mimpinya ga muluk-muluk dulu, tinggal bilang aja: ‘Saya mau jadi direktur’.

Nah, berarti kalau saya, tinggal mau berapa lama sebelum levelnya jadi Sales Director? Satu tahun, dua tahun, atau? Dan ketika saya lagi ngomong gitu, langsung disamber: ‘Oi kelamaan nunggu dua tahun, udah setahun lagi aja jadi Sales Director!’ Amin.

Jangan kelewat FUNancial talkshow selanjutnya!

Setelah Jakarta, rencananya Home Credit Indonesia mau mengadakan FUNancial Talkshow berikutnya di kota Bandung dan Surabaya. Untuk tanggalnya biar lebih update, langsung aja pantau akun media sosial Home Credit Indonesia, ya:

Instagram            : https://www.instagram.com/homecreditid/

Kenapa sih kamu perlu ikutan?

Tentunya untuk mendapatkan banyak info menarik, wawasan menarik, tips-tips menarik, dan pastinya untuk membantu mewujudkan apa Yang Kamu Mau deh.

Tenang aja, belajar financial planning ala Home Credit Indonesia ini, akan dibawain secara fun! ?

timo wp with riana bismarak funancial clinic home credit indonesia - kadungcampur
Sempet foto bareng sama Mba Riana hehe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here