Mau tau 20 alasan memilih ASUS Zenfone 3 ZE552KL?

Author: | Posted in Gadget, Liputan, Lomba 14 Comments

Gadget terpenting bagi saya, yang sekarang lagi menjadi seorang full time blogger dan suka jalan-jalan, selain kamera, adalah smartphone. Smartphone yang saya perlukan pun harus juga bisa menunjang kegiatan saya, termasuk misalnya dalam urusan foto dan juga ketika menggunakan aplikasi untuk photo editing harus lancar. Untung sekarang sudah ada ASUS Zenfone 3 ZE552KL (selanjutnya disebut Asus Zenfone 3 aja), smartphone yang bisa mendukung kegiatan saya karena sudah dilengkapi dengan teknologi terkini dan memiliki kemampuan fotografi yang oke serta performa yang tinggi. Memangnya bagaimana sih si Asus Zenfone 3 ini? Ternyata ada 20 alasan yang bisa membuat kamu memilih ASUS Zenfone 3 ini.

asus-zenfone-3-ze552kl

Asus Zenfone 3 ZE552KL

20 alasan memilih ASUS Zenfone 3 ZE552KL

Kamera dan kemampuan fotografinya

Sebagai smartphone kekinian, Asus Zenfone 3 sudah dilengkapi dengan dual camera, front dan rear camera. Front camera Asus Zenfone 3 memiliki keuntungan seperti memiliki sudut yang luas, sehingga pastinya kalau ga pakai tongsis, wefie serombongan bisa masuk semua deh orangnya hehe.

Nah, untuk kamera belakang Asus Zenfone 3 ini ada banyak kemampuan yang bisa dibicarakan. Rear camera dari Asus Zenfone 3 sudah memiliki teknologi PixelMaster 3.0 yang terdiri dari kamera 16MP dengan sensor Sony IMX298 keluaran terbaru, 6 elemen Lensa Largan dengan aperture f/2.0, dan Tritech auto-focus. Selain itu, tentunya masih ada lagi kemampuan fotografi lainnya dari Asus Zenfone 3 ini.

Resolusi Tinggi

Kebiasaan saya kalau ingin melihat kameranya bagus atau ga, dilihat dari kerapatan pikselnya. Semakin tinggi pikselnya, tentu gambar yang dihasilkan akan memiliki resolusi yang tinggi, cocok kalau kamu masih suka mencetak foto, atau misalnya dalam meng-edit foto, kamu suka meng-crop gambar untuk mengambil sebagian dari fotonya saja.

asus-zenfone-3-photo-result

Contoh hasil foto berkualitas dari Asus Zenfone 3 yang saya ambil dari website Asus

Memang suatu kamera dikatakan bagus, ga hanya ditentukan oleh pikselnya aja sih. Namun si Asus Zenfone 3 ini, sudah ga perlu diragukan lagi kalau berbicara mengenai piksel. Kamera belakang Asus Zenfone 3 sudah 16MP, dengan kata lain, gambar yang dihasilkan memiliki resolusi tinggi. Ditambah lagi, smartphone ini memiliki mode Super Resolution yang bisa meningkatkan piksel hingga 4 kali lipatnya, alias 64MP. Keren apa keren?!

Sensor kamera

Asus Zenfone 3 menggunakan sensor Sony IMX298 yang merupakan sensor Sony terkini. Kemampuan Sony tentunya uda ga perlu diragukan lagi ya dalam hal fotografi, dan sensor Sony seperti ini, biasanya hanya disematkan pada smartphone yang high end dan mahal lho. Tapi sekarang sudah ada di Asus Zenfone 3 🙂

Lensa Largan

Lagi-lagi pengguna Asus Zenfone 3 dimanja dengan disematkannya produk lensa Largan, yang biasanya hadir di smartphone high end. Ga hanya 1 lensa Largan, tetapi hingga 6 elemen lensa Largan ada di smartphone Asus Zenfone 3. Lensa Largan yang merupakan produksi dari Taiwan ini memang memiliki kualitas tingkat dunia dan bisa membuat hasil foto kamera menjadi lebih jernih dan tajam. Lensa Largan di Asus Zenfone 3 memiliki aperture f/2.0. Lensa dengan bukaan f/2.0, berarti memiliki bukaan yang cukup lebar, sehingga memberikan kesempatan banyak cahaya untuk ‘masuk’, apalagi sangat membantu ketika memfoto di low light condition.

asus-zenfone-3-corning-gorilla-glass

Di kamera belakang Asus Zenfone 3 ini sudah terdapat 6-elemen Lensa Largan yang berkualitas itu! (Ini saya foto on the spot ketika acara Asus Blogger Gathering di Surabaya)

Walaupun posisi lensanya yang terletak di bagian belakang smartphone, agak menonjol, kamu ga perlu khawatir kok. Lensa largan ini sudah dilapisi dengan sapphire glass, sehingga ga mudah gores. Wah, bayangin sendiri deh, bagaimana misalnya kalau lensanya kegores dikit aja. Pasti selain hati sedih, kemungkinan akan mempengaruhi hasil foto, kan? 🙂

Tritech Auto-focus

Untuk memastikan agar hasil foto yang diambil memiliki kualitas dan terekam dengan baik, Asus Zenfone 3 memiliki 3 kemampuan auto-focus, atau disebut juga dengan Tritech Auto-focus. Jenis yang pertama adalah Laser Auto-focus. Di bayangan saya sih, kalau sinar laser ditembakkan pasti memilki kecepatan yang tinggi ya, sehingga kemampuan fokus akan menjadi lebih cepat hingga 0,03 detik dibandingkan smartphone lainnya. Nah, ‘tembakan’ sinar laser ini berfungsi untuk mengukur jarak dengan si objek foto, dan jaraknya pun bisa hingga 3 kali lebih jauh dari smartphone lainnya. Wuidih!

asus-zenfone-3-tritech-auto-focus

Asus Zenfone 3 sudah pakai laser auto-focus segala! (gambar dari website Asus)

Auto-focus kedua adalah Phase Detection Auto-focus. Biasanya, fokus jenis ini ada di kamera DSLR, yang bisa mendeteksi arah datangnya cahaya, sehingga bisa menyesuaikan lensa secara cepat. Dan yang terakhir adalah Continuous Auto-focus. Dari namanya sih bisa ketauan kalau ini untuk yang mau ambil foto dengan objek yang bergerak, misalnya lagi mau foto binatang yang memang ga bisa kita minta untuk duduk diam, ya. Oh, continuous auto-focus mestinya berguna banget pas lagi rekam video.

Image Stabilizer

Asus Zenfone 3 juga sudah ada yang namanya Optical Image Stabilizer (atau disingkat OIS). Pernah ga pas foto, apalagi pas lagi kedinginan, kemudian tangannya gemeteran. Hasilnya bagaimana? Ya, pastinya nge-blur ya atau berbayang. Nah, fitur OIS ini bisa membantu kita, kalau tangannya gemeteran, atau tangannya ga bisa steady pas foto. OIS untuk Asus Zenfone 3 bekerja menggunakan 4 axis stabilizer. Axis ini maksudnya kemungkinan gerakan dari tangan kamu ketika foto. Biasanya kalau orang gemeteran pas foto, gerakan kamera bisa ke arah atas-bawah, kiri-kanan, depan-belakang, dan bisa aja gerakannya diagonal hehe.

Wah ini cocok banget, pas kita lagi mau wefie bareng artis favorit kita, jadi foto harus bisa sekali jadi, padahal tangan lagi gemeteran karena nervous 😀

Banyak mode foto

Namanya juga built for photography ya berarti Asus Zenfone 3 tentunya harus dibarengi dengan banyaknya fasilitas mode saat foto. Totalnya ada 20 mode foto yang bisa dipakai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari manual mode, low light mode, night shot, panorama, dan masih banyak lagi. Selain itu tentunya ada berbagai macam efek, termasuk efek beautification :).

Low Light Mode

Biasanya kalau kita lagi jalan-jalan, bawaannya mau foto aja, kapan dan di mana pun. Kalau foto saat siang memang ga masalah ya, karena dapat cahaya alami dari matahari. Masalah muncul kalau foto saat malam hari dengan pencahayaan minim. Masalah lagi kalau mau foto yang objeknya ga diam, atau tangan kita ga bisa stabil pas foto, dan kita ga bawa tripod — atau ga ada alas datar, ya udah deh, berharap aja hasil foto ga blur hehe.

Namun si Asus Zenfone 3 ini sudah ada Low Light Mode yang bisa bantu kita saat foto malam hari. Dengan mengguakan Low Light Mode, maka sensitivitas cahaya bisa ditingkatkan hingga 400%, dan akan sangat membantu apabila kita ga bisa atau lagi malas setting kamera secara manual! Selain Low Light Mode ini, sebenarnya waktu low light condition, kemampuan kamera Asus Zenfone 3 ini juga sudah mendukung kok, mulai dari bukaan aperture yang lebar (f/2.0), ada Image Stabilizer, dan ada laser auto-focus juga.

High Dynamic Range Mode

Mode High Dynamic Range atau biasa disingkat HDR untuk saya akan sangat membantu ketika mengambil foto ketika keadaan silau, alias backlight alias kita berhadapan dengan arah datangnya cahaya matahari. Karena kalau gitu biasanya si objek akan jadi gelap.

Dengan adanya mode HDR ini di Asus Zenfone 3, jadinya keterbatasan sensor kamera bisa dikompensasi. Bahkan dengan mode HDR Pro, tingkat kecerahan bisa ditingkatkan hingga 4 kalinya. Jadi ga masalah kan kalau mau foto pas lagi silau 🙂

Manual Mode

Saya sudah terbiasa menggunakan mode Manual ketika menggunakan kamera, walaupun masih sederhana tekniknya. Ternyata di Asus Zenfone 3 juga terdapat Manual Mode sehingga kita bisa lebih berkreasi ketika ingin mengambil foto. Kecuali merubah posisi F, kita bisa merubah speed, ISO, white balance dan juga focus-nya.

Ternyata, banyak juga penggemar manual mode ini. Di Asus ada komunitas fotografi yang namanya Zenfone Indonesia Fotografi User atau disingkat ZIFU, yang member-membernya suka menggunakan mode ini. Contoh fotonya ini nih yang sempat saya foto ketika acara blogger gathering ASUS di Surabaya beberapa waktu lalu.

bukaan aperture yang lebar (f/2.0), ada Image Stabilizer, dan ada laser auto-focus juga

Ini foto diambil oleh seorang Zenfans bernama Imam Primahardy yang menggunakan Manual Mode

Slow Speed Mode

Siapa yang suka untuk buat light trail dari kendaraan yang melintas di depannya, pasti suka dengan mode slow speed di Asus Zenfone 3 ini. Bahkan kecepatan paling minimum bisa hingga 32 detik lho! Mungkin penggemar star trail juga bakal suka deh ini 🙂

asus-zenfone-3-photography-manual-mode-light-trail

Contoh foto light trail yang saya ambil dari website Asus

Flash

Sebenarnya saya bukanlah penggemar flash, apalagi dari smartphone, karena hasilnya biasanya si objek akan jadi lebih putih dan terang. Tapi sepertinya ini bakal berbeda kalau saya pake Asus Zenfone 3 ini. Di Asus Zenfone 3 sudah pake dual-LED flash berwarna kuning dan putih, sehingga nanti hasilnya ga putih terang lagi.

4K Video Recording

Saya biasanya memang jarang pakai fitur video recording dari smartphone, karena biasanya saya sudah terbiasa pakai camera mirrorless saya. Namun rasanya kalau video recording dari Asus Zenfone 3 sudah memiliki kualitas 4K – alias UHD atau Ultra High Definition (Ultra HD), saya bisa saja beralih nih. 4K video recording itu memiliki kualitas 4 kali dari video Full HD! Jadi kira-kira resolusi yang bisa dihasilkan itu bisa sampai 2160p untuk kamera utama Asus Zenfone 3, atau bisa juga dengan resolusi 1080p di video 60fps (frame per second). 60fps itu setara dengan apa yang dilihat oleh mata kita, jadi videonya bisa . Sedangkan kalau kamu pakai kamera depan untuk merekam video, kualitasnya masih bisa 1080p tapi di 30fps.

Ini contoh dari video hasil rekaman Asus Zenfone 3 dengan kualitas 4K UHD:

Video Stabilizer

Nah, ini juga sama pentingnya dengan image stabilizer.

Pernah merekam video sambil jalan. Saya pernah deh. Pas pertama saya coba, saya pegang kamera saya di depan, dan kemudian jalan. Karena itu baru petama kali coba, maka si kamera gerakannya ikutan gerakan jalan – goyang kanan-kiri, atas-bawah, haha. Pas percobaan kedua, memang saya berusaha untuk memegang sestabil mungkin, tapi tetap aja agak terlihat goyangannya. Video stabilizer fungsinya untuk mendeteksi goyangan dan gerakan cepat. Kalau di image stabilizer, sistem bisa mendeteksi hingga 4 axis, di video stabilizer Asus Zenfone 3 ini hanya akan mendeteksi hingga 3 axis saja. Walau begitu, pasti akan sangat membantu deh, jadi videonya akan terasa lebih mulus gerakannya.

Wah 13 alasan memilih Asus Zenfone 3 ternyata berasal dari kameranya yang unggul. Memang ketauan kan sekarang kenapa ada slogan kalau si Asus Zenfone 3 is built for photography.

Sekarang, kalau gitu, alasan-alasan selanjutnya kenapa kamu kudu memilih Asus Zenfone 3 ini.

Design

Design untuk Asus Zenfone 3 sudah berupa kaca, bukan lagi plastik, tapi sudah dilapisi pakai 2.5D Corning Gorilla Glass untuk proteksinya di bagian depan dan belakang smartphone. Bagian pinggirnya juga dibuat melengkung, jadi ga ada pinggir yang rata ataupun bersiku tajam.

Asus Zenfone 3 yang memiliki ukuran 152,6 x 77,4 x 7,7 mm serta berat 155 gram, nampaknya pas di genggaman dan juga terlihat tipis. Dan kalau dilihat dari ukuran layarnya, ASUS Zenfone 3 ZE552KL memiliki layar dengan ukuran 5,5”, sehingga memiliki perbandingan screen-to-body sebesar 77,3%.

asus-zenfone-3-pas-di-genggaman

Asus Zenfone 3 pas deh ini di genggaman 🙂 (foto on the spot ketika acara Asus Blogger Gathering di Surabaya)

Display

Asus Zenfone 3 sudah memiliki layar dengan resolusi Full HD alias 1920 x 1080p. Dengan resolusi seperti ini sih menjadi lebih enak kalau mau melihat hasil foto hasil jepretan kamera ya. Selain resolusi tinggi, Asus Zenfone 3 juga memiliki level brightness hingga 600nits. Cocok banget kalau bawa si smartphone ini outdoor, dan pas matahari lagi terang-terangnya. Soalnya kalau layar dengan level brightness yang rendah, layar smartphone jadinya akan silau di bawah sorotan cahaya matahari. Mau baca aja susah, mesti dicari posisi yang pas agar bisa terbaca. Makin kesel lagi, pas mau foto, layar silau, rasanya si smartphone perlu diberi topi hehe.

Performance dan memory

Biasanya, kalau saya lagi mau beli smartphone, hal yang ga boleh dilewatkan adalah melihat kemampuan processor dari si smartphone. Tau kan kamu, bagaimana rasanya memiliki smartphone yang lemot? Saya pernah punya smartphone yang pada akhirnya ketinggalan jaman dan masuk kategori lemot alias kurang responsive. Rasanya mau buka suatu aplikasi aja, loading-nya cukup lama, apalagi kalau sampai buka banyak aplikasi dalam satu waktu. Jadi berabe.

asus-zenfone-3-battery-performance

Kemampuan dari Asus Zenfone 3 (gambar diambil dari website Asus)

Untungnya Asus Zenfone 3 sudah dilengkapi dengan processor Octa-Core Qualcomm Snapdragon 625, yang tiap core-nya akan berjalan di 2.0GHz ditambah dengan memory RAM sebesar 4GB, dan 3D grafis Adreno 506. Dengan processor seperti ini, rasanya mengerjakan menggunakan beberapa app, termasuk software multimedia dan game yang sedang ke berat, sepertinya ga akan ada masalah berarti. Bekerja menggunakan smartphone, ga akan menemui hambatan, karena processor-nya cepat, dan yang penting ga nge-lag alias lemot. Dan 3D grafis Adreno 506 akan membuat game menjadi terlihat lebih realistis.

Lalu bagaimana dengan kapasitas penyimpanannya. Asus Zenfone 3 sudah dilengkapi memori internal sebesar 64GB, dan kalau kamu masih merasa kurang, bisa ditambahkan MicroSD card hingga yang berkapasitas 2TB. Dengan begini, saya yang agak cukup malas memindahkan file foto dan video, bisa dengan tenang memfoto sebanyak mungkin tanpa perlu cepat khawatir kalau kapasitas penyimpanan sudah mau habis. Saya jadi ingat dulu dengan smartphone lama saya, saya harus sering-sering memindahkan file, dan apabila belum sempat, terpaksa saya harus mengorbankan beberapa aplikasi untuk mengosongkan tempat 🙁

Battery consumption

Oh, kapasitas baterai suatu smartphone juga satu hal yang sangat perhatikan. Apalagi saya sebagai blogger, kalau misal meliput suatu event, terkadang melakukan live tweet, jadi agak ribet kalau harus bawa power bank ke mana-mana. Apalagi (lagi), event-nya seharian, sepertinya sudah perlu untuk memakai smartphone dengan kapasitas 3.000 mAh. Untungnya Asus Zenfone 3 yang memiliki kapasitas baterei 3.000 mAh, sudah menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 625,  penggunaan energi bisa menjadi lebih efisien hingga 35% dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Bahkan hebatnya lagi, Asus klaim kalau dengan hanya melakukan 5 menit fast charging, kita bisa pakai Asus Zenfone 3 untuk menelepon selama 2 jam.

asus-zenfone-3-usb-port-c

Fast charging menggunakan USB Port C

Saya juga menemukan bagaimana kemampuan baterei sebuah Asus Zenfone 3 ketika dites oleh GSMArena, di bawah ini:

asus-zenfone-3-battery-test-gsmarena

Kemampuan baterei dari Asus Zenfone 3 menurut GSMArena

Kalau saya baca-baca, jadinya dengan di-charge selama 74 jam, maka bisa digunakan untuk sekitar 16 jam berbicara atau sekitar 10 jam web browsing atau sekitar 10 jam menonton video.

Dual-SIM Card

Biasanya suka ada smartphone yang walaupun sudah dual-SIM card, tapi slot keduanya hanya mendukung 2G saja. Kalau begini, misal mau bergantian pakai paket data, bakal repot sih ya. Beda dengan Asus Zenfone 3 yang juga sudah dual-SIM card, tapi slot untuk kartu kedua sudah mendukung untuk 3G, jadinya 4G + 3G. Tapi sebenarnya, kedua slot SIM card itu mampu digunakan untuk menghasilkan kecepatan download hingga 300Mbps kok, eh tapi tergantung koneksinya ya.

Audio System

Saya kalau mau mendengarkan musik, biasanya sukanya pakai headset ya, tapi kadang kalau sambil tiduran, agak ribet kalau pake headset — kebetulan saya masih pakai headset dengan kabel. Makanya terkadang saya suka lepas headsetnya, dan pakai speaker dari smartphone saja. Speaker di Asus Zenfone 3 sudah memiliki design speaker yang baru, dan ada 5 magnet chamber di dalamnya. Alhasil, suara yang dihasilkan bisa lebih keras, dan hasilnya bisa 40% lebih baik. Eh tapi misalnya memang lebih suka pakai headset, coba pakai dan dengarkan kualitas suara yang dihasilkan. Suara dari headset akan lebih baik 4 kali dari kualitas CD.

asus-zenfone-3-music-experience

Sistem audio Asus Zenfone 3 sudah menggunakan 5 magnet chamber

Selain untuk mendengarkan musik, saya terkadang juga suka memakai smartphone saya ketika wawancara seorang narasumber. Memang sebenarnya ga terlalu ideal sih ya, karena kalau suasana pas saat wawancara lagi riuh, terkadang suara background bisa mengganggu suara si narasumber ketika didengarkan kembali. Itulah gunanya fitur noise reduction dalam sebuah gadget, seperti yang dimiliki oleh Asus Zenfone 3 dengan teknologi NoiseZero Talk. Mestinya dengan fitur ini, akan bisa meredam suara background yang riuh, sehingga kita bisa lebih fokus mendengarkan suara si narasumber ketika kita memutar hasil rekamannya kembali.

User interface

Asus Zenfone 3 sudah menggunakan user interface ZenUI 3.0. Di sini kamu bisa menemukan banyak theme hingga ratusan banyaknya, bahkan kamu juga bisa membuat theme sendiri dengan Theme DIY. Kemudian ada banyak menu lainnya, misal untuk Lock Screen, kamu bisa memilih opsi yang ada widget jam serta ada penunjuk suhu dan cuaca dalam bentuk animasi. Selain itu tentunya ada beberapa aplikasi tambahan, termasuk aplikasi dari Asus Zenfone sendiri.

asus-zenfone-3-zenui-user-interface-theme-store

Memilih ratusan tema yang disediakan di Theme Store pada smartphone Asus Zenfone 3

Wow, banyak banget kan ya alasan untuk memilih Asus Zenfone 3. Semestinya sih bisa ada lebih dari 20 alasan kenapa memilih ASUS Zenfone 3 ZE552KL. Misalnya aja untuk urusan fingerprint, Asus Zenfone 3 sudah memiliki fingerprint reader yang oke dan responsif. Dengan menempelkan jarimu di situ, kamu bisa langsung meluncur ke layar Home. Selain itu, untuk yang suka selfie, pasti akan lebih suka lagi dengan fingerprint reader ini, karena juga bisa berfungsi sebagai shutter. Selain itu, untuk shortcut dalam hal foto, kamu bisa mengaktifkan fitur ‘tap’ pada layar, misalnya tap sekali untuk ‘unlock’, double tap untuk membuka kamera, kemudian tap berikutnya untuk mengambil foto. Asik banget nih shortcut-nya.

Untuk tabel spesifikasi dari Asus Zenfone 3 ZE552KL, kamu bisa cek di bawah ini:

asus-zenfone-3-ZE552KL-spesification

Spesifikasi dari Asus Zenfone 3 ZE552KL

Nah, menurut kamu sendiri bagaimana? Masih ada alasan lain lagikah yang belum ada di sini?

Tolong di-share di media sosial kamu ya, siapa tau ada temanmu yang membutuhkan informasi ini. 🙂

FIND ME HERE
FACEBOOK | TWITTER | INSTAGRAM | GOOGLE+
email: mixedupalready@gmail.com
SNAPCHAT: timo_wp

asus-zenfone-3-ukuran-tipis

Suka dengan ukuran yang tipis dari Asus Zenfone 3 ini 🙂 (foto on the spot ketika acara Asus Blogger Gathering di Surabaya)

Advertisements
Comments
  1. Posted by Yulia Rahmawati
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by emanuella aka nyonyamalas
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Okti
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Rahmah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by cumilebay
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by evrinasp
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Ani Berta
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment