(Adv) Asuransi Kesehatan, memangnya perlu?

Author: | Posted in Advertorial, Keuangan 22 Comments

Asuransi Kesehatan, memangnya perlu? – Sebelumnya saya pernah menuliskan tentang asuransi secara umum. Di situ, kamu bisa baca mengenai jenis dan manfaat dari asuransi yang bisa kamu dapatkan. Salah satu jenis asuransi yang saya jelaskan adalah asuransi kesehatan atau kadang disingkat sebagai askes.

(Baca juga: Apakah kamu sudah memiliki asuransi?)

Mungkin ada juga yang bertanya, pentingan mana sih, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa? Hmm, kalau saya ditanya begitu, bakal saya tanya balik sih, kebutuhanmu apa dulu nih?

Penting mana asuransi kesehatan vs asuransi jiwa

Produk asuransi itu adalah produk yang melindungi kita dari risiko yang mengancam kita. Kalau asuransi jiwa, bukan berarti produk itu melindungi kamu dari kematian, tapi asuransi jiwa melindungi ‘nilai finansial’ kamu ketika kamu meninggal dunia. Apalagi ketika kamu sudah berkeluarga, apa yang akan kamu ‘tinggalkan’ ke keluarga kamu. Makanya akan ada uang pertanggungan yang dibayarkan ketika kamu meninggal. Uang pertanggungan ini nanti bisa digunakan oleh keluargamu untuk biaya pemakaman, misalnya. Atau bahkan bisa digunakan untuk membiayai kehidupan keluargamu setelah kamu meninggal.

Mirip dengan asuransi jiwa, asuransi kesehatan itu untuk melindungi keadaan finansial kita dari biaya-biaya pengobatan yang timbul pada saat kita dirawat. Dirawat di sini juga ada banyak jenisnya, mulai dari rawat jalan, alias hanya biaya konsultasi ke dokter aja tanpa menginap di rumah sakit, kemudian ada juga operasi, hingga rawat inap.

Memang untuk asuransi kesehatan ada limit biaya dari perawatan-perawatan yang kamu jalani. Besaran limit juga tergantung dari plan yang kamu pilih ketika mengambil asuransi kesehatan. Kalau limit sudah habis, ya terpaksa kamu membayar sisanya dengan uang kamu sendiri.

Jadi kalau masih ada pertanyaan penting yang mana, berarti ya balik lagi ke kebutuhan masing-masing, ya ?

Nah, selanjutnya, saya hanya akan bicarakan mengenai asuransi kesehatan.

Kenapa mau ambil produk asuransi kesehatan?

Kalau kamu punya kendaraan, baik itu motor ataupun mobil, pastinya kamu juga akan membeli asuransi kendaraan, kan? – terserah bentuknya total loss only atau yang comprehensive. Tentunya kamu membeli itu bukan karena ikut-ikutan teman, tapi karena sadar pentingnya asuransi kendaraan. Sadar kalau terjadi apa-apa dengan kendaraanmu, kamu tidak perlu keluar uang banyak untuk melakukan perbaikan kendaraan, karena sebagian besar sudah di-cover oleh asuransi.

Demikian halnya dengan asuransi kesehatan. Alasan ambil produk asuransi kesehatan itu mirip-miriplah dengan mengambil produk asuransi kendaraan. Alasannya agar biaya pengobatan kita, sebagian besar atau bahkan semuanya (biasanya di luar biaya administrasi, ya), bisa ditanggung oleh asuransi kesehatan, sehingga tidak terlalu mengganggu cash flow bulanan kita.

Coba bayangkan berapa besar biaya operasi zaman sekarang, ya? Misalnya saja, biaya operasi usus buntu, menurut info dari teman saya, biayanya sekitar Rp 10 jutaan di kamar kelas dua (berarti harga kamarnya di sekitar Rp 450 ribu) dan dirawat sekitar tiga hari. Kemudian ada contoh lagi dari salah satu kenalan teman saya, yang operasi empedu dan menghabiskan sekitar Rp 40 juta dengan kamar VIP. Contoh lainnya lagi, adalah teman saya yang menghabiskan sekitar Rp 42 juta di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta Selatan untuk operasi kista mioma dan dirawat inap di kamar kelas 2.

Sudah kebayang kan, biaya yang dikeluarkan untuk biaya operasi?

Asuransi Kesehatan di kalangan pekerja, freelance, atau entrepreneur?

Saat ini, saya seorang freelancer, namun sebelum menjadi freelance dan full-time blogger, saya pernah ngerasain kerja full-time. Emang ada bedanya antara kerja kantoran dan freelance? Ada banget!

Saat-saat jadi karyawan

Saat saya bekerja di bank dan di salah satu perusahaan konsultan ternama di Jakarta, saya senang banget dapat fasilitas asuransi kesehatan dari perusahaan. Asuransi kesehatannya meng-cover biaya rawat jalan, rawat inap, operasi, kacamata, dan gigi. Nah, karena saya menggunakan kacamata, makanya saya kalau mau ganti kacamata bisa mendapatkan secara gratis, asal harganya tidak melewati limit yang sudah ditentukan. Selain itu, saya juga bisa memanfaatkan manfaat rawat gigi untuk membersihkan karang gigi, bahkan untuk operasi geraham bungsu saya! Jangan tanya, manfaat yang saya rasakan ketika melakukan rawat jalan di dokter umum dekat tempat tinggal saya hehe. Asalkan sesuai indikasi medis dan manfaat, biaya dokter dan obat pun ditanggung.

asuransi kesehatan tambahan untuk para housewife ibu rumah tangga

Seorang ibu rumah tangga bisa memiliki asuransi tambahan, untuk membantu menutupi kekurangan dari asuransi kesehatan suami (picture from Allianz Indonesia)

Lalu untuk rawat inap, sudah ditentukan juga berapa limit yang saya dapatkan kalau misalnya diperlukan tindakan operasi. Limit ini juga menentukan kamar kelas berapakah yang kita dapatkan. Kalau mau upgrade, bisa juga kok, asal kamu nanti menambahkan sisanya aja. Atau misalnya seperti ini, you are a housewife atau ibu rumah tangga dan suamimu sudah memiliki asuransi kesehatan dari kantor. Untuk jaga-jaga, kamu bisa juga membeli asuransi tambahan untuk meng-cover kelebihan biaya yang tidak ditanggung oleh asuransi kantor. Seperti yang saya sebutkan di atas, ini jaga-jaga, agar tidak mengganggu cash flow bulanan kita.

Saat-saat jadi freelance

Jeng jenggggg, apa yang terjadi ketika saya freelance? Semua fasilitas kesehatan yang saya nikmati ketika saya bekerja pun lenyap haha. Makanya, selain saya harus bisa menjaga kesehatan dengan baik, saya juga harus meng-cover diri saya dengan produk asuransi kesehatan yang baik. Setidaknya benefit yang saya dapatkan bisa mirip atau kalau bisa, mendapatkan benefit yang lebih baik daripada asuransi kesehatan yang saya dapatkan dulu waktu bekerja.

freelance juga butuh asuransi kesehatan

Seorang freelance juga butuh asuransi kesehatan lho!

Untuk asuransi kesehatan perorangan (bukan yang didapat dari kantor seperti ketika saya bekerja), beberapa perusahaan asuransi lebih mengutamakan rawat inap sebagai fasilitas yang utama, sedangkan rawat jalan diperlakukan sebagai tambahan. Jadi kalau kamu mau fasilitas rawat jalan juga, akan ada penambahan biaya premi yang harus kamu bayar. Berbicara mengenai rawat inap, banyak hal yang harus saya perhatikan, mulai dari berapa manfaat yang saya dapatkan ketika melakukan operasi penyakit jenis A, kelas dari kamar yang ingin saya dapatkan ketika rawat inap, dan apakah memungkinkan saya melakukan perawatan di luar negeri.

Dilihat dari segi pendapatan, seorang freelancer memiliki pendapatan bulanan yang belum tentu sama setiap bulannya, berbeda dengan pegawai kantoran. Itulah mengapa saya memutuskan untuk mengambil asuransi kesehatan. Ini sebagai ‘jaga-jaga’ kalau suatu saat nanti saya membutuhkan, sehingga (sekali lagi) tidak mengganggu cash flow bulanan saya.

Suatu saat menjadi entrepreneur

Suatu saat, saya ada keinginan ‘naik kelas’ dari seorang freelancer menjadi seorang entrepreneur atau wirausaha. Seorang entrepreneur tentunya selain memiliki sebuah bisnis, juga menaungi sejumlah pegawai yang bekerja di bisnis saya kelak. Belajar dari pengalaman saya sebagai seorang pekerja di waktu dulu, saya ingin para pegawai saya juga mendapatkan asuransi kesehatan yang baik.

entrepreneur perlu asuransi kesehatan untuk dirinya dan pegawai

Seorang wirausaha juga perlu asuransi kesehatan yang akan meng-cover dirinya beserta para pegawainya (picture from Allianz Indonesia)

Sebelumnya ketika freelance, saya hanya bisa mendapatkan asuransi kesehatan pribadi dengan fasilitas rawat inap saja. Berbeda kalau saya nanti apply untuk membuat asuransi kesehatan group, di sini saya dan pegawai saya bisa mendapatkan benefit untuk rawat jalan juga, selain dari rawat inap dan operasi.

Bagaimana cara klaim dari asuransi kesehatan?

Untuk klaim dari asuransi kesehatan sebenarnya ada dua macam, ada yang menggunakan sistem cashless alias sudah menggunakan kartu asuransi kesehatan, dan ada yang masih menggunakan sistem reimburse.

Sistem cashless

Untuk sistem cashless, kamu akan mendapatkan kartu asuransi dari provider asuransi kesehatan yang kamu punya. Cara ini tentunya lebih mudah. Kalau kamu memerlukan rawat inap di rumah sakit, kamu hanya perlu menunjukkan kartu asuransi kesehatan ke bagian adminsitrasi. Mungkin kamu akan diminta untuk mengisi beberapa hal, tapi setelah itu pihak rumah sakitlah yang akan berhubungan dengan pihak asuransi kita.

Kalau dengan sistem cashless pada asuransi kesehatan, kamu biasanya hanya perlu membayar sebagian kecil biaya (misalnya biaya administrasi), sisanya pihak rumah sakit tinggal menggesek kartu asuransi kesehatan, yang secara otomatis akan mengurangi limit manfaat asuransi kesehatan.

Sistem reimburse

Untuk sistem reimburse, di sini kamu harus membayar semua biaya perawatan secara penuh di depan. Baru setelah itu, kamu bisa meminta ganti biaya tersebut ke pihak asuransi.

Sistem reimburse itu yang ribet adalah proses administrasinya. Semua kuitansi dari pihak dokter atau rumah sakit harus lengkap, termasuk keterangan tentang penyakitnya. Kalau ada resep obat, juga harus diikutsertakan di dokumen tersebut. Kemudian kamu harus mengirimkan semua dokumen (fisiknya) ke pihak asuransi untuk diproses. Dan yang paling menyebalkan tentunya apabila ada dokumen yang kurang, jadinya kita harus melengkapi kekurangan tersebut dan kemudian dikirim lagi.

Klaim mudah dengan eAZY Claim

Untungnya sekarang perusahaan asuransi sudah banyak melakukan inovasi, termasuk salah satunya dalam hal klaim biaya pengobatan ini. Seperti contohnya aplikasi Allianz eAZy Claim dari Allianz. Dari namanya saja sudah kita ketahui, kalau aplikasi Allianz eAZy Claim ini bisa memberikan kemudahan saat kita ingin klaim asuransi kesehatan kita.

klaim asuransi kesehatan mudah dengan eazy claim allianz app

Klaim lebih mudah dari mana aja dan kapan aja dengan eAZy claim app dari Allianz

Dengan menggunakan apps Allianz eAZy Claim, kita bisa tinggal langsung meng-upload foto tagihan kita, kapan dan di mana saja, dan ga pake repot. Setelah itu, klaim akan langsung diproses. Untuk proses klaim ini, Allianz juga berani memberi service guarantee kepada nasabahnya. Jadi kalau dalam waktu 7 (tujuh) hari, proses klaim belum selesai padahal dokumen klaim sudah lengkap, maka Allianz akan memberikan voucher belanja. Tentunya dengan apps Allianz eAZy Claim ini, kita juga bisa mengecek status klaim kita juga. Selain itu, melalui apps Allianz eAZy Claim, kita bisa mengetahui benefit atau manfaat asuransi kesehatan yang kita dapatkan, serta mengetahui lokasi rumah sakit rekanan Allianz melalui peta interaktif.

Untuk download apps Allianz eAZy Claim dari Allianz, kamu bisa klik link di sini:

android eazy claim allianz app apple eazy claim allianz app

 

 

So, mudah-mudahan blog post mengenai asuransi kesehatan ini cukup memberikan informasi mengenai asuransi kesehatan, dan mulai bertanya ke diri sendiri:

‘Sudah cukupkah perlindungan kamu?’

Dan pastinya, kalau sudah memiliki asuransi kesehatan, kamu ga perlu takut lagi akan biaya-biaya pengobatan dan perawatan, kalau suatu saat terjadi apa-apa dengan kamu, karena kamu sudah di-cover dengan asuransi kesehatan.

Sama seperti slogan dari Allianz:

Beranikan Diri. Kami Bersama Anda.

Disclaimer:

  • Blog post ‘Asuransi Kesehatan memangnya perlu?’ merupakan sponsored post dari Allianz
  • Walaupun ini merupakan sponsored post, namun isi dari blog post ini merupakan gabungan antara pemikiran dan pengalaman dari pribadi maupun teman-teman penulis
  • Blog post ‘Asuransi Kesehatan memangnya perlu?’ dibuat hanya untuk membagikan informasi mengenai produk asuransi kesehatan yang dikeluarkan oleh perusahaan non-pemerintah alias swasta
  • Keputusan untuk membeli produk asuransi kesehatan atau tidak, adalah di luar tanggung jawab saya sebagai author dari blog post ‘Asuransi Kesehatan memangnya perlu?’
cek status klaim asuransi kesehatan eazy claim allianz app

Bisa cek status klaim dengan menggunakan eAZy claim app dari Allianz 🙂 (picture from Allianz Indonesia)

Advertisements
Comments
  1. Posted by Dzulfikar
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Zarirah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Ony christy
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Diah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Rindang
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Fandhy Achmad Romadhon
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Murni Rosa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Ira duniabiza
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by MasIrwin
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Dian Safitri
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Dikki cantona putra
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment