Punya kendaraan, jangan lupa pakai asuransi kendaraan bermotor juga

Author: | Posted in Liputan, Otomotif 44 Comments

Punya kendaraan, jangan lupa asuransi kendaraan bermotor – Peribahasa ‘sedia payung sebelum hujan’, sepertinya sudah kamu kenal dari jaman baheula, tapi memang masih benar hingga sekarang kok. Walaupun itu peribahasa, tapi juga bisa diartikan secara harafiah. Misalnya saat pagi hari terlihat cuaca cerah, bisa saja pas siang hujan menggelora hingga sore hari, akhirnya kegiatan yang sudah kamu rencanakan jadi kacau balau karena ga inget bawa payung. Kalau bawa payung, bisa saja kamu tetap bisa beraktifitas, walau basah-basah sedikit sih ya.

Kamu memang ga tau apa yang akan terjadi nanti, apakah ada risiko yang akan kamu hadapi, atau apa pun juga, sama seperti saya juga. Untuk melindungi diri saya dari berbagai macam risiko, saya sudah membeli asuransi kesehatan, sebagai jaga-jaga saja. Selain sebagai jaga-jaga, saya juga tau kalau sekarang biaya Rumah Sakit juga sudah mahal, jadinya saya rela mengeluarkan uang sedikit tiap bulannya untuk biaya premi asuransi.

Kendaraan bermotor juga butuh perlindungan dari risiko

Sama halnya dengan kendaraan bermotor yang saya gunakan. Ketika saya mengendarai kendaraan dan masuk ke jalan raya, jalan raya itu merupakan milik umum, dan ga hanya saya yang bisa melewati jalan tersebut. Bahkan menurut data Badan Pusat Statistik Indonesia, di tahun 2014 aja, populasi kendaraan bermotor di Indonesia, ada lebih dari 114,000.

Risiko di jalan raya juga bisa dilihat dari kebiasaan menyetir dari si pengendaranya. Walaupun saya orangnya hati-hati ketika menyetir kendaraan, tapi kita tentunya ga bisa begitu saja menyamakan kebiasaan kita ketika menyetir dengan orang lain. Bisa saja kebiasaan orang lain kalau menyetir serudak-seruduk ke sana ke sini, ga peduli kendaraan orang lain. Kalau kita lihat dari statistik lagi dari Mabes Polri, angka kecelakaan di tahun 2014, sudah lebih dari 181,000 kecelakaan.

asuransi kendaraan bermotor atasi risiko jalanan

Risiko yang dihadapi kendaraan bermotor kita

Maka dari itu penting banget dengan yang namanya asuransi kendaraan bermotor, karena ya itu, kita ga tau risiko apa yang akan kita hadapi ketika sedang di jalan raya. Oh, bahkan ga hanya di jalan sih ya, risiko bisa saja muncul ketika kendaraanmu di parkir di dalam rumah. *amit-amit sih ya*

Berbicara mengenai asuransi kendaraan bermotor, kita juga mesti lihat dulu definisi dari kendaraan bermotor itu. Kendaraan bermotor adalah kendaraan RODA DUA ATAU LEBIH yang digerakkan oleh MOTOR atau MEKANIK LAIN dan memiliki IZIN untuk digunakan di JALAN UMUM yang menjadi objek pertanggungan. Di situ ada kata ‘izin’, jadi asuransi kendaraan bermotor hanya bisa diterapkan ke kendaraan bermotor yang sudah punya izin. Kalau kendaraannya ga ada dokumen-dokumennya alias bodong, jadi ga bisa diasuransiin deh, ya.

Jenis asuransi kendaraan bermotor

Asuransi kendaraan bermotor bisa dilihat dari 2 jenis, ada yang namanya Total Loss Only dan Comprehensive.

Asuransi Kendaraan Bermotor tipe Total Loss Only

Dari namanya ‘Total Loss Only’ sudah bisa ketebak sih, kalau asuransi jenis Total Loss Only atau suka disingkat dengan TLO, hanya akan mengganti kerugian jika biaya kerusakan untuk memperbaiki kendaraan menjadi kondisi sesaat sebelum terjadi kecelakaan, adalah sebesar > 75% dari harga pasar kendaraan tersebut. Jadi kalau baret-baret kecil, pastinya nilai biaya kerusakannya ga sampai 75% toh ya.

Asuransi Kendaraan Bermotor tipe Comprehensive

Tipe comprehensive itu maksudnya adalah asuransi yang bisa meng-cover segala kerusakan — yang termasuk dalam perjanjian asuransi, termasuk kerusakaan yang kecil sekalipun. Jadi walaupun hanya baret satu kecil di salah satu sisi kendaraan, kamu bisa saja meng-claim asuransinya, dan tentunya akan diperbaiki.

Dari kedua jenis di atas, terkadang orang suka bingung, pilih yang mana, ya. Sebenarnya ya itu balik lagi ke kamu sendiri, karena orang lain ga bisa menentukan. Coba kamu lihat sendiri kebiasaan kamu ketika sedang menyetir, apakah hati-hati atau ga, lalu kamu juga bisa lihat juga keadaan lalu lintas yang sering kamu lewati itu seperti apa. Pastinya kedua jenis asuransi tersebut memiliki perbedaan biaya yang cukup signifikan.

asuransi kendaraan bermotor comprehensive dan total loss only

Asuransi kendaraan bermotor comprehensive bisa untuk perbaiki kerusakan kecil

Waktu saya disodori daftar harga dari kedua jenis asuransi kendaraan itu, saya juga kaget bedanya bisa lebih dari 2 jutaan, dan pastinya asuransi kendaraan bermotor yang comprehensive itu yang lebih mahal. Walaupun awalnya saya agak ragu, tapi dengan berat hati, saya tetap ambil yang comprehensive sih, karena ingat kejadian dulu, ketika spion kanan saya ditabrak oleh mobil lain dari arah berlawanan. Awalnya sih spionnya baik-baik saja, namun lama-lama ga bisa dibuka. Repot banget menyetir tanpa menggunakan spion kanan ya hehe. Untungnya asuransi saya yang comprehensive, jadinya bisa diganti, tinggal bayar biaya sedikit saja.

Risiko yang Dijamin

Berbicara mengenai risiko apa sajakah yang dijamin, asuransi kendaraan bermotor pada umumnya hanya menjamin dua risiko saja, yakni kerugian atau kerusakan kendaraan bermotor dan tanggung gugat. Namun, tentunya selain dua itu, ada juga beberapa risiko yang bisa saja ditambahkan ke dalam premi utama sebagai tambahan atau perluasan.

risiko dijamin asuransi kendaraan bermotor

Pak Dany (kiri) dari Adira dan Pak Indra dari Mobil123.com menjelaskan mengenai asuransi kendaraan bermotor di acara Mobil123.com

Kerugian atau kerusakan kendaraan bermotor

Yang masuk di dalam kerugian atau kerusakan kendaraan bermotor misalnya adalah kecelakaan seperti tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir, atau terperosok. Kemudian ada juga risiko dari perbuatan jahat, seperti pencurian, kebakaran. Selain itu, risiko ketika menggunakan feri untuk menyeberang antar pulau — ini hanya untuk yang diawasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat,

Tanggung gugat

Tanggung gugat atau tanggung jawab hukum pihak ketiga juga menjadi hal yang dijamin, misalnya ketika ada kerusakan atas harta benda, biaya pengobatan, cidera badan, dana tau kematian. Kalau ada biaya perkara atau biaya bantuan para ahli, juga termasuk di sini, tapi untuk yang ini, tanggungannya maksimum 10% dari limitnya.

Lainnya

Kalau misalnya kendaraanmu ga bisa jalan akibat dari risiko yang dijamin, kamu bisa saja minta mobilmu untuk diangkut atau diderek ke bengkel terdekat, karena biaya derek ini juga ditanggung walau hanya 0.5% dari harga pertanggungan.

Perluasan

Mungkin kalau di asuransi pribadi, kamu sering mendengar yang namanya riders atau asuransi tambahan. Kalau di asuransi kendaraan bermotor juga ada seperti itu, dan tentunya juga ada biaya tambahan kalau mau ambil perluasan ini. Jadi ini sih tergantung dari kebutuhan dan keinginan. Yang termasuk di sini, misalnya asuransi untuk huru-hara, gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, angin topan, badai, hujan es, banjir, dan atau tanah longsor. Oh iya, kalau kamu pengusaha angkutan, sebenarnya juga ada perluasan yang bisa cover kehilangan karena dicuri oleh driver yang bekerja sama kamu.

Nah, setelah membaca ini, semoga kamu sudah lebih mengerti dari pentingnya asuransi kendaraan bermotor untuk mobil atau motormu, ya. Soalnya selain untuk jaga-jaga, sama seperti yang tadi saya sebutkan di atas, kalau biaya Rumah Sakit saja mahal, maka biaya di bengkel juga bisa dibilang mahal. Akan terasa berat kalau kita harus merogoh kocek sendiri semuanya untuk perbaikan. Dengan adanya asuransi kendaraan bermotor, kita hanya merogoh sedikit kocek kita untuk biaya administrasi dan lainnya, sedangkan sebagian besar biaya sudah ditanggung oleh asuransi kendaraan bermotor tersebut. Trust me deh, karena saya juga sudah merasakan manfaatnya.

perlukah asuransi kendaraan bermotor

Jadi perlukan ya, pakai asuransi kendaraan bermotor untuk mobil dan motor kita 🙂

Terima kasih Mobil123.com sebagai portal otomotif no.1 dan Adira karena sudah diundang di acara mengenai pentingnya asuransi kendaraan bermotor ini 🙂

Advertisements
Comments
  1. Posted by kurnia amelia
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Ria Buchari
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Hermini Yuliawati
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Agung Han
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by Yogi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Fitria Dwi S
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by windah tsu
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Andri Mastiyanto
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Tika Samosir
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Sumiyati Sapriasih
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Ani Berta
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by uni dzalika
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by William Giovanni
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by tutyqueen
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by Choirul Huda
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Liswanti Pertiwi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Retno Andini
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by julayjo
    • Posted by Timothy W Pawiro
  19. Posted by Yulia Rahmawati
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by Teddy
  21. Posted by Yayat
    • Posted by Timothy W Pawiro
  22. Posted by cumilebay
    • Posted by Timothy W Pawiro
  23. Posted by Dede Ariyanto

Add Your Comment