Advertisements

Masih belum punya asuransi? Hmm, asuransi itu penting lho!

Masih belum punya asuransi? Hmm, asuransi itu penting lho! – Dulu sempat saya membuat pos mengenai memiliki asuransiΒ (<- klik untuk baca blog post nya ya). Di blog post tersebut, saya udah menjabarkan beberapa jenis asuransi, termasuk dengan perbedaan antara asuransi konvensional dan Syariah.

Di situ bisa kita liat kalau produk asuransi ada beraneka ragam, tentunya kalau kita mau punya asuransi, ya tergantung dari kebutuhan dan keinginan kita masing-masing, termasuk memilih antara asuransi konvensional ataupun yang Syariah. Tapi intinya menurut saya, memiliki asuransi itu memang udah salah satu kebutuhan hidup kita sih, karena produk asuransi bisa melindungi nilai dari objek yang diasuransikan. Bisa dibilang kalau kita udah menghargai β€˜objek’ tersebut deh.

Emang siapa objek yang saya maksud?

Ada banyak lah, mulai dari diri kita sendiri, keluarga, bahkan benda-benda yang kita pakai, seperti kendaraan, dan lain sebagainya. Nah, di blog post ini, saya mau obrolin lagi kalau asuransi itu penting deh, tapi lebih ke asuransi perorangan ya, baik asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan, ya.

Masih tabu ga sih ngomongin asuransi?

Dulu pas saya masih kerja di bank, nawarin asuransi ke beberapa orang, termasuk salah satu dari keluarga besar saya, kok kayaknya susah banget. Mereka mikirnya, kalau ngomongin asuransi tuh ga enak deh, tabu gitu, terutama sih asuransi jiwa. Jadi kita mesti bisa kudu membuka pikiran mereka aja sih, kalau asuransi itu penting untuk si pemberi nafkah, maupun untuk keluarganya juga.

Perlindungan si pemberi nafkah

Kalau dilihat dari sisi si pemberi nafkah, memiliki asuransi itu penting kalau misalnya terjadi apa-apa sama si pemberi nafkah, dan harus dirawat di rumah sakit. Udah sakit, terus setelah selesai dirawat, tambah senewen pulak pas ngelihat tagihan rumah sakitnya, karena keluar uang banyak. Apalagi kita udah merencanakan untuk menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan yang lebih penting. Ini beda banget lah kalau si pemberi nafkah punya asuransi yang bisa meng-cover biaya perawatan rumah sakit – tentu ini tergantung dari produk asuransi yang dipunya, ya. Setau saya sih, kalau udah punya asuransi, nanti biaya yang dikeluarkan ga terlalu besar kok, mungkin malah tinggal bayar biaya administrasi Rumah Sakit aja.

asuransi itu penting untuk keluarga - kadungcampur

Asuransi itu penting untuk keluarga, lho πŸ™‚ (gambar dari : pixabay)

Nah, bagaimana misalnya kalau akhirnya si pemberi nafkah sampai ga bisa berkarya lagi akibat sakit kritis yang diderita?

Ga bisa berkarya berarti ga punya penghasilan. Kalau ga punya penghasilan, kan ga bisa mengandalkan uang di tabungan terus, ya? Berarti lama-lama ga bisa mencukupi kebutuhan keluarganya, dong? Makanya inilah penting yang kedua dari asuransi untuk si pemberi nafkah. Asuransi bisa memberikan perlindungan untuk β€˜penghasilan’ atau β€˜nilai’ dari si pemberi nafkah, kalau sampai si pemberi nafkah ga bisa berkarya lagi. Perlindungan dari penghasilan yang dimaksud adalah pemberian santunan atau uang pertanggungan dari kondisi kritisnya itu.

Perlindungan untuk keluarga

Bagaimana kalau dilihat dari sisi keluarga si pemberi nafkah?

Memiliki asuransi itu penting lho buat keluarga dari si pemberi nafkah. Misalnya suatu saat si pemberi nafkah udah β€˜ga ada’ *amit-amit deh, ya*, keluarga yang ditinggalkan akan bisa tetap hidup berkecukupan dari santunan asuransi yang dimiliki oleh si pemberi nafkah tersebut.

Sama seperti yang sebelumnya, asuransi memberikan perlindungan jiwa si pemberi nafkah, dalam hal ini perlindungan terhadap penghasilannya, yang berupa santunan untuk keluarga yang β€˜ditinggalkan’ si pemberi nafkah. Tentunya uang santunannya bisa digunakan untuk melanjutkan hidup keluarganya dan membiayai kebutuhan hidup keluarganya tersebut. Kebutuhan kan ada macam-macam ya, termasuk membiayai pendidikan dari anak-anaknya, dan pastinya mencegah putus sekolah dong, ya?

Bukan tabu, tapi asuransi buat jaga-jaga kok

Jadi kalau ngomongin asuransi tuh ga tabu, tapi biar kita bisa jaga-jaga aja hehe. Seperti peribahasa β€˜sedia payung sebelum hujan’ aja deh.

Emangnya asuransi itu penting buat siapa aja?

Tentunya asuransi penting buat siapa aja deh, ya, tapi yang terutama, asuransi itu penting buat yang sudah punya nafkah, apalagi kalau udah punya tanggungan.

asuransi penting untuk siapa aja kok - kadungcampur

Asuransi itu penting untuk semuanya kok, ga hanya ayah / suami, yang menjadi si pemberi nafkah pada keluarga πŸ™‚ (gambar dari : pixabay)

Untuk yang masih jomblo tentunya asuransi tetap perlu kok, terutama yang berhubungan dengan kesehatan. Kalau udah punya asuransi kesehatan dari kantor, tinggal dicek aja deh angka santunannya, apakah cukup? Kelas pada kamar saat dirawat bagaimana? Apakah sesuai dengan keinginan atau ga?

Bagaimana dengan perempuan? Walau suami udah punya asuransi sendiri, jangan lupa untuk punya asuransi sendiri, terutama asuransi kesehatan. Karena kalau kita lihat dari daftar penyakit kritis yang ditanggung oleh asuransi, udah ada beberapa penyakit yang bisa menyerang perempuan, seperti kanker serviks, dan kanker payudara.

Kapan sebaiknya punya asuransi?

Punya asuransi sebaiknya pas saat sehat dong hehehe. Kalau pas sehat, apalagi kalau belum pernah menjalankan operasi yang berat-berat, biasanya premi yang dibayarkan bisa lebih murah.

Nah, biasanya (lagi) kalau sebelum punya asuransi, seseorang udah menderita penyakit yang ada di dalam daftar penyakit yang ditanggung oleh asuransi, berarti nanti penyakit tersebut udah ga bisa ditanggung lagi oleh asurani. Ini biasanya di dunia asuransi disebut sebagai β€˜pre-existing condition.’ Contohnya nih, kalau seseorang sebelumnya udah terkena penyakit diabetes, berarti penyakit diabetes udah ga termasuk di dalam daftar penyakit yang di-cover oleh asuransi.

Lalu bagaimana kalau dilihat dari umur? Kalau bisa sih, sedari awal kamu udah mulai kerja, ya. Karena sekali lagi, semakin muda orang tersebut daftar untuk punya asuransi, maka biasanya premi asuransinya akan jauh lebih murah dari yang udah berumur lebih tua. Makanya nih, untuk yang muda-muda termasuk generasi millennials, udah harus mulai mikirin kalau asuransi itu penting. Boleh lah mulai sisihin gajinya sedikit untuk punya asuransi, selain buat liburan deh ya tentunya hehe.

Sisihin berapa?

Ya tergantung dari preminya hehehe. Ini tergantung dari berapa banyak produk tambahan yang kita pilih, serta mau berapa besar uang santunan yang diterima nantinya. Lagian premi asuransi bisa dibayar bulanan kok, jadi ga terlalu memberatkan hehe.

Lalu, gimana kira-kira perkembangan dunia asuransi di Indonesia pada tahun 2018?

Beberapa waktu lalu, saya sempat hadir di acara Prudential Indonesia yang melaporkan kinerja keuangan Prudential Indonesia di tahun 2017. Di acara tersebut, diberitaukan kalau di tahun 2017 ada peningkatan pada total pendapatan premi Prudential Indonesia, dari yang sebelumnya Rp. 26,5 triliun di tahun 2016, menjadi Rp. 26,8 triliun di tahun 2017. Selain dari produk asuransi konvensionalnya, produk asuransi syariah Prudential Indonesia juga membukukan pendapatan kontribusi bruto sebesar Rp. 3,4 triliun di tahun 2017. Ini berarti mengalami kenaikan dari Rp. 2,2 triliun pada tahun 2016.

novi imelda chief investment officer prudential indonesia - kadungcampur

Novi Imelda – Chief Investment Officer Prudential Indonesia – menjelaskan kinerja Prudential Indonesia di tahun 2017

Lalu bagaimana kira-kira potensi untuk dunia asuransi di Indonesia pada tahun 2018 dan seterusnya?

Menurut Jens Reisch – Presiden Direktur Prudential Indonesia, potensi pasar asuransi di Indonesia masih sangat besar kok. Dilihat dari penetrasi asuransi di Indonesia aja, masih sangat rendah, yaitu di bawah 2% dari produk domestik bruto. Apalagi segmen dari kelas menengah di Indonesia diprediksi tumbuh menjadi 140 juta jiwa di tahun 2020.

Tentunya, walau potensi pasar asuransi di Indonesia masih besar, harus juga dibarengi inovasi yang menarik serta kemudahan-kemudahan dari perusahaan asuransi itu sendiri, sehingga semakin banyak orang yang berminat untuk punya produk asuransi.

Contoh inovasi menarik dari perusahaan asuransi Indonesia

Kalau dilihat dari Prudential Indonesia sendiri, mereka udah mulai menghadirkan inovasi menarik, seperti contohnya PRUmedical Network. PRUmedical Network ini merupakan sebuah jaringan rumah sakit rekanan yang bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Prudential Indonesia. Apa tuh contoh kemudahannya? Salah satunya yaitu ada jaminan ketersediaan kamar rawat inap tanpa biaya tambahan. Jadi misalnya kalau ketika beli asuransi kamu memilih kamar di kelas 2, dan ternyata di rumah sakit rekanan tersebut kelas 2 udah penuh, maka kamu bisa di upgrade ke kelas 1 tanpa biaya tambahan. Per Maret 2018, rumah sakit yang udah menjadi rekanan dari Prudential Indonesia udah sekitar 47 rumah sakit di 25 kota di Indonesia.

jens reisch presiden direktur prudential indonesia inovasi prumedical network - kadungcampur

Jens Reisch – Presiden Direktur Prudential Indonesia – menjelaskan inovasi terbaru dari Prudential Indonesia : PRUmedical Network

Inovasi PRUmedical Network ini sebenarnya merupakan inovasi terbaru yang menunjang dari layanan-layanan Prudential Indonesia sebelumnya, seperti contohnya PRUhospital Friend dan PRUhospital Line. Kalau PRUhospital friend itu merupakan petugas perwakilan dari Prudential Indonesia di rumah sakit yang bisa membantu proses administrasi untuk para nasabahnya. Sedangkan PRUhospital Line merupakan layanan alternatif bagi petugas rumah sakit untuk mengontak Prudential Indonesia, ketika belum ada petugas perwakilan di rumah sakit tersebut.

Selain itu, di jaman now yang penuh dengan digitalisasi berbagai jenis layanan, juga mendorong perusahaan asuransi untuk membuat layanan digital juga, termasuk dalam hal pengajuan asuransi. Tentunya pengajuan aplikasi asuransi secara online bisa buat hidup kita jadi lebih mudah! Kita ambil contoh lagi deh dari Prudential Indonesia. Dengan adanya layanan digital, total pengajuan aplikasi online untuk Prudential Indonesia aja di tahun 2017 udah mencapai 40% dari total pengajuan lho!

laporan kinerja prudential indonesia 2017 - kadungcampur

Para direktur dari Prudential Indonesia dalam acara laporan kinerja Prudential Indonesia tahun 2017

nini sumohandoyo jens reisch novi imelda of prudential indonesia - kadungcampur

Dari ki – ka: Nini Sumohandoyo, Jens Reisch, Novi Imelda dari Prudential Indonesia

Yuk, punya asuransi deh!

Udah ketauan kan, gimana pentingnya asuransi buat kita? Udah banyak kok yang mulai tau kalau asuransi itu penting. Kita sebagai generasi jaman now, jangan mau ketinggalan deh. Lagian udah serba mudah deh sekarang buat punya asuransi ?

blogger gathering prudential indonesia - kadungcampur

Hayoo udah punya asuransi, belum? Asuransi itu penting lho! πŸ˜‰

 

Advertisements
Comments
  1. Posted by Liza
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Atanasia rian
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Tomi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by dian Farida Ismyama
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by zefy
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by Ruli retno
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by Dian Safitri
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Bang Angga
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Diah Kusumastuti
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by masirwin
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Fandhy Achmad Romadhon
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by Marfa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by lendyagasshi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by Rindang
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by Rumah Oranye
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by ruziana ina
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Jiah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by Rani Yulianty
    • Posted by Timothy W Pawiro
  19. Posted by Nurul Fitri Fatkhani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by Tukang Jalan Jajan
    • Posted by Timothy W Pawiro
  21. Posted by Nova Violita
    • Posted by Timothy W Pawiro
  22. Posted by April Hamsa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  23. Posted by Dwi Ananta
    • Posted by Timothy W Pawiro
  24. Posted by Ajen
    • Posted by Timothy W Pawiro
  25. Posted by retno

Add Your Comment