Astra maju bersama bangsa

Author: | Posted in Uncategorized 4 Comments

Sudah 60 tahun PT. Astra International Tbk (selanjutnya disebut ‘Astra’) berada di Indonesia, tepatnya dari tahun 1957. Sebagai perusahaan lama, pastinya Astra sudah melewati perjalanan yang naik dan turun untuk menjadi salah satu perusahaan besar di Indonesia. Buktinya saat ini sudah memiliki sekitar 212 anak perusahaan yang mempekerjakan kurang lebih 218 ribu karyawan di seluruh Indonesia.

Mungkin selama ini masih banyak yang mengira kalau Astra hanya bergelut di bidang otomotif saja, tapi ternyata dalam kurun waktu 60 tahun, Astra sudah masuk ke 6 segmen usaha lainnya, seperti jasa keuangan (seperti FIF dan bank Permata), alat berat – pertambangan – energi (seperti United Tractors), agribisnis (seperti Astra Agro Lestari), infrastruktur – logistic (termasuk di dalamnya Mobil88), teknologi informasi (seperti Astragraphia), dan terakhir properti (seperti Modern Land dan juga Menara Astra, yang merupakan salah satu gedung perkantoran baru di Jalan Jend. Sudirman, Jakarta).

Tentunya kesuksesan yang sudah diraih sebuah perusahaan besar seperti Astra, akan menjadi lebih baik lagi kalau dikembalikan ke masyarakat Indonesia dalam bentuk beragam kegiatan yang termasuk di dalam bagian Corporate Social Responsibilty (CSR) Astra. Program CSR Astra pun meliputi 4 area, kesehatan (Astra Sehat), pendidikan (Astra Cerdas), wirausaha (Astra Kreatif), dan lingkungan (Astra Hijau).

Dan untuk membantu Astra dalam pelaksanaan program CSR, Astra tidak hanya memiliki satu yayasan saja, tapi sekarang Astra sudah memiliki sembilan yayasan, seperti contohnya Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

YDBA membangun UKM dari dalam

YDBA dibentuk pada tahun 1980 karena Astra ingin maju dan sejahtera bersama bangsa Indonesia, dan sesuai dengan salah satu butir Catur Dharma Astra, yaitu ‘Menjadi Milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara’. Dan dari sejak itulah, Astra sudah membina lebih dari 10.000 UKM lokal yang sudah merekrut lebih dari 65 ribu tenaga kerja per Juni 2017.

Maksudnya ‘membangun UKM dari dalam’ adalah dengan melakukan pelatihan serta mentoring, sehingga UKM tersebut nantinya bisa mandiri. Bahkan UKM lokal tersebut juga akan mendapatkan fasilitas pemasaran serta pembiayaan. Jadi kalau dilihat melalui ungkapan, sesuai dengan ungkapan ‘berilah kail, bukan ikannya.’ Untuk pelatihan dan pemasaran pun, YDBA juga menggandeng beberapa perusahaan lokal maupun internasional, termasuk dari Perfektur Fukuoka di Jepang.

Pelatihan serta mentoring yang diberikan oleh YDBA tentunya tidak diberikan oleh sembarangan orang, karena YDBA diisi oleh para pensiunan dari perusahaan Astra, yang sudah memiliki banyak pengalaman berharga dalam membangun perusahaan-perusahaan Astra. Dan untuk membantu agar YDBA bisa menjangkau banyak daerah, makanya juga dibentuk Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) yang tersebar di beberapa daerah, seperti Mataram, Jakarta, Jogja, Pontianak, Palembang, serta Muara Enim.

YDBA Painting on T-Shirt 1 - kadung campur

Painting on T-Shirt (POT) salah satu binaan YDBA

Contoh UKM yang mendapat binaan dari YDBA adalah UKM Painting on T-Shirt (POT) yang dimulai oleh Iskandar Suryaputra di Jakarta pada tahun 1980. Baru pada tahun 1995, UKM POT ini mulai bergabung di YDBA untuk mendapatkan binaan agar bisa berkembang dengan lebih sukses lagi. Yang unik dari POT adalah catnya yang dijamin tidak luntur selama 1 tahun. Catnya berjenis cat akrilik atau cat tekstil yang ramah linkungan dan merupakan buatan Pak Iskandar sendiri.

Lebih lanjut mengenai YDBA, bisa langsung mengunjungi website Yayasan Dharma Bhakti Astra.

Satu Indonesia Awards

Dalam mendukung UKM lokal, Astra tidak hanya mendirikan yayasan saja, tapi Astra juga selalu memberikan penghargaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang selalu memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia. Dan penghargaan ini tidak saja untuk bidang kewirausahaan, tapi untuk beberapa bidang lainnya, seperti pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan teknologi. Penghargaan ini diberi nama SATU Indonesia Awards. Kata SATU sendiri merupakan singkatan dari Semangat Astra Terpadu Untuk (Indonesia Awards).

SATU Indonesia Awards sudah berlangsung dari tahun 2010, dan nantinya setiap penerima penghargaan dari masing-masing kategori akan mendapatkan dana bantuan senilai Rp. 60 juta dan akan ada pembinaan kegiatan juga.

Resika Caesaria, si Ratu Cimol dari Banyumas

Resika Caesaria (Cika) merupakan salah satu penerima SATU Indonesia Awards di tahun 2014 di bidang kewirausahaan.

Berawal dari usaha cimolnya yang bisa membiayai anaknya sekolah, Cika kemudian mengembangkan usahanya yang bernama Made Arizka itu dalam bentuk franchise. Namun franchise-nya ini unik, karena digunakan untuk membantu orang-orang yang memang membutuhkan usaha untuk meningkatkan taraf hidupnya serta keluarganya. Bahkan Cika memberikan modal untuk memulai usahanya, seperti gerobak, dan termasuk ongkos kirim jika yang minat berasal dari luar kota. Modal usaha yang diberikan Cika ini bernilai sekitar Rp. 4 – 5 juta.

Satu Indonesia Awards Astra Cimol Arizka 1 - kadungcampur

Cika (kiri), si Ratu Cimol dari Banyumas

Lalu kalau Cika yang malah memberikan usaha, dapat untungnya dari mana?

Untungnya dari pasokan cimolnya. Jadi setiap mitra franchise, harus mengambil pasokan cimol dari Cika. Dan harganya pun memang tidak dibuat mahal, hanya Rp. 90 / butir. Ini karena Cika ingin si mitra bisa mengambil untung yang lebih banyak hingga dua kali lipat, yaitu sekitar Rp. 200 / butir. Di sekitar tahun 2016, jumlah mitra yang dimiliki berjumlah sekitar 200 orang, dan rata-rata tiap orang bisa menjual sekitar 600 butir / hari atau menghasilkan sekitar Rp. 120 ribu / hari.

Lalu apa yang terjadi kalau misalnya ada cimol yang tidak laku?

Kalau sampai ada yang tidak laku, mitra bisa mengembalikan cimol yang tidak laku di hari yang sama, jadinya nanti si mitra hanya membayar sejumlah cimol yang laku saja. Cimol yang tidak laku, bukan berarti dibuang, ya, tapi dijadikan keripik oleh Cika, dan dijual lagi.

Menerima SATU Indonesia Awards bagi Cika dijadikan sebagai pemacu bagi dirinya untuk mengembangkan usahanya dan membantu orang banyak. Bahkan bisa dibilang SATU Indonesia Awards bisa meningkatkan pemasaran untuk usahanya akibat banyaknya pemberitaan. Buktinya dalam jangka waktu dua tahun dari sejak menerima hingga 2016, usahanya mengalami peningkatan pesat.

Cika hanyalah salah satu dari generasi muda yang bisa memberikan impact positif kepada masyarakat Indonesia, dan masih banyak lagi penerima lainnya yang bisa menginspirasi kamu, seperti contohnya Irwan Bajang dari Jogja di bidang pendidikan, yang membantu pelajar dan komunitas tentang dunia penulisan hingga seluk beluk penerbitan.

Nah, kalau kamu merasa kalau dirimu atau mungkin tahu ada seseorang yang memberikan impact positif dan manfaat kepada masyarakat Indonesia, kamu bisa mendaftarkannya di SATU Indonesia Awards berikutnya. Mudah-mudahan di tahun 2018 akan tetap berlangsung 🙂

Informasi serta pendaftaran, kamu bisa langsung menuju ke SATU Indonesia Awards.

Satu Indonesia Awards Astra Irwan Bajang 1 - kadungcampur

Irwan Bajang, penerima SATU Indonesia Awards tahun 2014, saat menjadi pembicara di acara blogger gathering Astra

Advertisements
Comments
  1. Posted by Fahmi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Dede Ariyanto
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment