Ada apa aja di Palabuhanratu?

Author: | Posted in Wisata 40 Comments

Setelah setahun yang lalu berkunjung ke area Palabuhanratu termasuk ke Geopark Ciletuh, akhirnya bulan lalu saya balik lagi ke Palabuhanratu. Acara utamanya pun juga sama, yaitu Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival, namun bedanya kali ini, acara festival geopark Ciletuh-Palabuhanratu, diadakan di kota Palabuhanratu, tepatnya di GOR Palabuhanratu. Walaupun tujuan utamanya ingin melihat festival ini, ga ada salahnya kalau kita jalan-jalan dulu melihat kota Palabuhanratu ini. Ada apa aja sih di sini?

(Baca juga: What can I do in Ciletuh?)

pantai loji sukabumi palabuhanratu

Hmm, ada apa ya di Palabuhanratu? πŸ˜€

Ada apa aja di Palabuhanratu?

Melihat sunrise dan sunset

Sunrise di Puncak Habibi

Saya bersama beberapa blogger dan team media memang sengaja berangkat dari Bandung pada saat malam hari, agar tiba di daerah Palabuhanratu pada subuh menjelang matahari terbit. Kalau ga salah kami berangkat sekitar pukul 22-23:00 malam dari arah Bandung, dan memang akhirnya tiba di Pantai Karang Hawu sekitar pukul 5 pagi.

Sembari meluruskan kaki dan stretching, kami juga berdiskusi apakah kami akan menghabiskan pagi hingga menjelang sunrise di Pantai Karang Hawu, atau, beranjak ke Puncak Habibi? Eh, tapi kan Pantai Karang Hawu lebih ke pantai sunset, ya kan? Makanya kami semua setuju untuk masuk ke minibus lagi dan meluncur menuju Puncak Habibi.

jalanan naik puncak habibi palabuhanratu sukabumi

Jalanan naik ke Puncak Habibi masih sepi ya, kalau pagi … … πŸ˜€

Puncak Habibi ini memang terkenal dengan pesona matahari terbitnya yang ciamik. Dengan posisi di ketinggian entah berapa kilometer di atas permukaan laut, kami bisa melihat matahari muncul dari balik perbukitan di sebelah depan bagian kiri kami.

Lho memang ada apa di bagian kanan?

Jadi kalau bisa dibilang tuh, view yang kami dapatkan dari salah satu warung di Puncak Habibi adalah view perbukitan pada bagian kiri, diikuti view lembah menuju pantai pada bagian tengah, kemudian ada bukit lagi di bagian kanan.

Seperti ini:

view sunrise puncak habibie palabuhanratu sukabumi

Cakep kan view dari Puncak Habibi

Sunset di Pantai Karang Hawu

Seperti yang tadi sudah saya bilang di atas, kalau Pantai Karang Hawu sebenarnya adalah pantai sunset. Dan ternyata saya baru ngeh, kalau pada tahun lalu, setelah acara Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival 2016, saya dan peserta lainnya mengakhiri trip tersebut dengan mengunjungi Pantai Karang Hawu sambil menikmati sunsetnya. Baru ngeh, soalnya belum ditulis di blog huehe *kabuur*

pantai karang hawu pagi hari

Nah, ini waktu kami ke sini pas pagi hari. Ini di bagian pantai yang berpasirnya πŸ™‚

Saat kunjungan yang baru-baru saja, saya agak kurang ngeh, karena kami menghampiri sisi pantainya yang berpasir, sedangkan tahun lalu, kami mengunjungi sisi pantainya yang berbatu karang, yang terletak setelah (sebelah kanan) dari sisi pantai yang berpasir ini.

palabuhanratu sukabumi pantai karang hawu

Pagi-pagi udah banyak yang jualan di Pantai Karang Hawu πŸ™‚

Anyway, guide pada trip kali ini, sempat memberitahu kalau ternyata di area pantai yang berbatu karang, terdapat petilasan Nyi Roro Kidul. Waktu tahun lalu saya sih memang sempat menjelajah ke sekitaran area batu karang hingga agak ke atas, ya, tapi saya kurang memerhatikan sih. Namun waktu dulu, pas di area tersebut, ada sih satu orang yang datang kemudian duduk bersila di salah satu sisi batu karangnya, dan memejamkan mata. Jeng jeng. Ya sudah, saya menikmati pemandangan alamnya saja, sambil mengamati alunan ombak yang terbilang cukup kencang itu.

palabuhanratu sukabumi pantai karang hawu

Nah ini pantai Karang Hawu yang sisi bebatuan karang (Agustus 2016)

palabuhanratu sukabumi pantai karang hawu

Ada jembatan bambu yang menghubungkan dengan bebatuan karang yang letaknya agak berjauhan juga. Berani menyebrang? πŸ™‚ (Agustus 2016)

Oh iya, ternyata kalau diamati dari atas, setelah area batu karang ini, bisa terlihat ada area pantai berpasir lagi lho!

Sunset di Pantai Loji

Palabuhanratu masih punya pantai lain lagi yang cukup terkenal, namanya Pantai Loji. Pada waktu itu, kami sampai di Pantai Loji masih belum terlalu sore, jadi cukup panas juga kalau memang berniat untuk berjemur di tepi pantai hehe.

Uniknya pantai ini tuh kebanyakan berbatu-batu bulat, ataupun kalau ga, berpasir hitam. Selain berbatu-batu bulat, masih ada lagi batu-batu yang cukup besar mendekati bibir pantai. Di sini nampaknya juga sebagai tempat penangkapan ikan deh, karena dari pinggir pantai bisa terlihat ada banyak semacam tambak atau rumah-rumahan untuk menangkap ikan.

palabuhanratu sukabumi pantai loji sunset

Menikmati sunset di Pantai Loji

palabuhanratu sukabumi pantai loji sunset

Yha! Sayang ketutup awan ya sunsetnya πŸ™

Sayangnya saat kami di sana, garis cakrawala agak tertutup awan, sehingga kami ga bisa menikmati matahari terbenam hingga tenggelam melewati cakrawalanya.

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa

Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa atau juga biasa disebut dengan Kuil Dewi Kwan Im ini memang memiliki lokasi yang oke. Walau sebenarnya ini merupakan tempat ibadah untuk umat Buddha, tapi juga merupakan salah satu destinasi di Palabuhanratu karena dibangun di lereng bukit yang menghadap ke Pantai Selatan dan terletak di seberang pantai Loji. Nah, makanya cocok banget kalau misalnya kamu masih kesiangan sampai di Pantai Loji, kamu bisa nyebrang dulu dan berkunjung ke vihara ini kemudian naik ke bagian paling atas dari Vihara Nam Hai untuk melihat pemandangan pantai Loji dari atas.

palabuhanratu sukabumi vihara nam hai kwan se im pu sa entrance

Masuk dulu yuk ke Kuil Dewi Kwan Im

Vihara ini ternyata didirikan pada tanggal 8 Agustus 2000 oleh seorang wanita berasal dari Thailand, bernama Anothai Kamonwathin, atau juga mempunyai panggilan β€˜Mama Airin’. Ada cerita kalau Mama Airin bermimpi bahwa dia harus membangun vihara di tepi pantai. Mama Airin udah mencari-cari ke berbagai daerah hingga mendapati tempat yang sekarang ini, yang mirip sekali dengan lokasi di dalam mimpinya.

Kalau berminat untuk naik ke area yang paling atas, harus siap untuk menaiki 500 anak tangga nih. Tapi sih sepertinya itu ga bakal kerasa, karena kalau udah ada tekad untuk naik sampai ke atas untuk melihat view dari atas, pasti ga kerasa lah. Cuma memang panasnya semakin sore semakin setrong ya, jadi bawa topi dan air minum biar ga kehausan.

palabuhanratu sukabumi vihara nam hai kwan se im pu sa bagian atas

Nah, ini bagian teratas dari Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa

palabuhanratu sukabumi vihara nam hai kwan se im pu sa view dari atas

Cakep kan dari atas view nya?

Coba deh perhatiin, sepanjang naik ke atas, di sepanjang atas dinding tangganya ditambahkan ornamen badan naga yang bertanduk-tanduk. Bahkan di awal kami masuk, sudah terlihat kepala negara yang mengeluarkan tujuh kepala naga lagi.

palabuhanratu sukabumi vihara nam hai kwan se im pu sa punggung naga

Tangganya ditambahi ornamen punggung naga

Eh iya, kalau kamu explore lebih banyak lagi, kamu bakal menemukan altar yang berbeda dari vihara pada umumnya. Karena di sini juga ada altar untuk Nyi Roro Kidul!

Goa Lalay

Saat melihat itinerary, dan saya membaca Goa Lalay, saya langsung pikir kalau ini adalah Goa Lalay di Sawarna. Tapi ternyata berbeda. Di Palabuhanratu pun juga mempunyai Goa Lalay, dan areanya pun juga berbeda dengan yang di Sawarna.

Saya masih ingat kalau di Sawarna mesti berjalan yang lumayan melewati sawah dan sungai, sedangkan kalau Goa Lalay di Palabuhanratu lokasinya ga jauh dari tempat parkir kendaraan. Bahkan di sini ga perlu masuk ke dalam dengan berjalan di dalam air untuk menikmati stalaktit dan stalakmit yang terletak di dalam goa.

palabuhanratu sukabumi goa lalay

Goa Lalay di Sukabumi

Goa Lalay di Palabuhanratu tuh bukaan mulutnya cukup besar. Dan saya kemudian jadi teringat pula dengan Goa Lawah yang saya kunjungi saat road trip di Bali. Kata β€˜lalay’ dan β€˜lawah’ pun memiliki makna yang sama, yaitu β€˜kelelawar.’ Kalau yang di Goa Lawah di Pulau Bali, saya bisa melihat kelelawarnya dengan jelas bergerombol dengan jelas di atap dekat dengan mulut goa. Kalau di Goa Lalay, sepertinya para kelelawar bersembunyi lebih ke dalam, jadi saya ga bisa kelihatan kelelawarnya. Menurut salah seorang penjaga di sana, kelelawar yang menghuni goa ini berukuran kecil dan makanannya juga berbeda, bukan buah-buahan, melainkan serangga kecil.

palabuhanratu sukabumi goa lalay batu gampign

Goanya terbuat dari batu gamping

Namun, walaupun ga kelihatan kelelawarnya, ada satu hal yang pasti ketika berjalan mendekat ke Goa Lalay. Baunya! Bau dari kotoran kelelawar yang cukup tajam semakin tercium ketika saya mendekati mulut Goa Lalay. Oh iya, di sini kotoran kelelawarnya juga dijadikan untuk pupuk guano kok.

Katanya sih kalau mau ke sini lebih enak sore hari, di atas jam 6 sore, karena saat itu kelelawar dari dalam goa akan berhamburan keluar goa. Benar juga sih, karena dulu waktu saya lagi island hopping di Flores, saya sempat berhenti dekat dengan Pulau Kalong (kalong = kelelawar) saat sore hari. Dan view-nya waktu itu cakep sekali, menikmati senja sembari melihat kelelawar berhamburan keluar dari Pulau Kalong.

Geyser Cisolok

Menikmati pemandian air panas, merupakan salah satu wisata yang sehat dan tentunya menyenangkan.

Tahun lalu saat trip menuju Palabuhanratu, rombongan kami tiba di sini sudah menjelang sore hari, sehingga tempat Geyser Cisolok udah cukup ramai dengan pengunjung. Kali ini diputuskan agar kami mengunjungi Geyser Cisolok pada pagi hari, biar ga terlalu ramai.

welcome geyser cisolok palabuhanratu sukabumi

Welcome to Geyser Cisolok

Geyser Cisolok merupakan satu-satunya geyser di Indonesia. Di sini kita bisa melihat semburan air panas ke atas melalui beberapa titik di aliran sungai.

semburan air panas geyser cisolok palabuhrantau sukabumi

Semburan air panas di Geyser Cisolok

Oh, ngomong-ngomong mengenai pemandian air panas di sini, dibagi menjadi dua bagian. Kalau kamu menikmati suasana yang lebih alami, tentunya kamu bisa memilih untuk berendam di sungai ini, namun kalau kamu ingin suasana yang lebih private, kamu bisa aja memilih untuk berendam di kolam air panas, yang terletak di sebelah kiri. Di area kolam air panas, tuh ada juga yang namanya terapi air panas. Jadi kita disemprot air panas dengan kekuatan tertentu. Waktu itu saya ga sempat mencoba sih, tapi ada yang bilang memang setelah diterapi badannya terasa lebih enak dan segeran. Duh, berarti lain kali kalau ke sini, mesti dicoba deh ini hehe.

kolam pemandian air panas geyser cisolok

Kolam pemandian air panas di Geyser Cisolok

Desa Wisata Sinar Resmi

Setelah semalam sebelumnya, kami menghabiskan malam di perjalanan, pada malam kedua, akhirnya kami mendapatkan kesempatan untuk menginap di salah satu desa wisata yang terdapat di kota Sukabumi. Ada beberapa desa wisata di Sukabumi, salah satunya adalah Kasepuhan Sinar Resmi di bawah pimpinan Abah Asep Nugraha.

desa wisata sinar resmi palabuhanratu sukabumi

Desa Sinar Resmi yang masih asri

Karena mata pencaharian dari masyarakat di sini adalah petani, makanya masih bisa terlihat banyak area persawahan di sekitar desa. Setiap tahun juga suka diadakan upacara adat yang bernama Seren Taun. Pada upacara ini, masyarakat akan menyerahkan hasil panennya kepada ketua adat (Abah), yang kemudian akan dimasukkan ke lumbung padi, atau namanya leuit. Dari total 3 desa adat yang ada di Sukabumi, mereka memiliki sekitar 22.000 leuit lho!

Penduduk desa mengangkat hasil padi desa sinar resmi

Salah satu penduduk desa yang mengangkat hasil panennya untuk dimasukkan ke leuit

Tentunya sebagai orang kota yang tiap hari lihatnya jalanan, gedung tinggi, kereta, mobil, sepeda motor, tinggal di sini itu benar-benar menyenangkan. Apalagi saat bangun pagi, dan langit masih cerah, enak banget jalan-jalan di desa ini, karena udaranya masih asri. Rasanya memang ga cukup tinggal hanya semalam di sini hehe.

kaum ibu menumbuk pagi desa sinar resmi sukabumi

Pagi-pagi kedengaran suara ‘dug-dug’, karena para ibu lagi menumbuk padi

Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival

Udah beberapa tahun ini di daerah Ciletuh-Palabuhanratu diadakan festival, apalagi menuju penilaian dari UNESCO terhadap Geopark Ciletuh. Salah satu komponen dari Geopark yang dinilai adalah kebudayaan, karena kebudayaan merupakan salah satu ciri dari daerah tersebut. Tentunya selain kebudayaan, ada hal lain yang diperhatikan oleh UNESCO, yakni biodiversity dan geodiversity dari sebuah geopark.

peserta festival geopark ciletuh lagi latihan

Latihan dulu ya sebelum tampil

festival geopark ciletuh diisi tari-tarian

Penari yang terdiri dari para remaja ini lagi siap-siap untuk tampil

Di festival ini tentunya yang ingin ditonjolkan adalah keragaman budaya dan tradisi yang dimiliki oleh daerah ini. Berbeda dari tahun lalu, waktu itu kami menghadiri salah satu acara yang lebih menonjolkan pada unsur magisnya dan di malam har. Kalau tahun ini kami menghadiri acara pada siang hari, dan lebih diisi oleh kegiatan budaya, seperti tari-tarian atau pertunjukan tradisi lainnya, yang disumbangkan oleh kecamatan-kecamatan yang terdapat di Sukabumi.

festival geopark ciletuh deddy mizwar

Hadir juga Wakil Gubernur Jawa Barat, Pak Deddy Mizwar

Bagusnya dari festival ini adalah melibatkan anak-anak, remaja, dan pemuda dari daerah tersebut. Jadi sejak dini udah ditanamkan budaya dan tradisi lokal. Yang dipersiapkan tentunya ga hanya tariannya saja, tapi juga kostum dan ornamen-ornamen lainnya.

ciletuh geopark festival palabuhanratu sukabumi

Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival

Tentunya di acara penting seperti ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Pak Deddy Mizwar.

Ada beberapa agenda penting yang sudah direncanakan untuk memajukan kota Sukabumi, termasuk beragam peningkatan akses jalan di daerah Ciletuh – sekarang kalau dari Pantai Loji udah bisa langsung menuju ke Puncak Darma. Selain itu ada tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi) yang mudah-mudahan akan tuntas di tahun 2019. Apalagi ada rencana akan dibangun airport di kota Sukabumi pada tahun 2019 dan kalau berjalan dengan lancar, akan selesai di tahun 2020. Tentunya dengan semakin banyaknya alternatif cara menuju Sukabumi, akan memudahkan wisatawan untuk berdatangan ke daerah sini, ya. Diharapkan juga bisa meningkatkan perekonomian di wilayah Sukabumi πŸ™‚

festival geopark ciletuh performance kecamatan

Performance dari salah satu kecamatan di Sukabumi

festival geopark ciletuh performance kecamatan

Ciletuh-Palabuhanratu Geopark Festival melibatkan anak-anak dan remaja

festival geopark ciletuh performance kecamatan

Persiapan ga hanya pada tari-tarian aja, tapi juga pada kostumnya

Tambahan: Kamar Hotel Nyi Roro Kidul

inna samudra beach hotel kamar 308

Ini bukan penjaga pintunya lho, tapi ini staff hotel yang mengantarkan kami lihat-lihat ke dalam kamar 308 hehe

Ada tambahan satu sih hehe. Kalau kamu ke Palabuhanratu, coba deh mampir ke Inna Samudra Beach Hotel.

Hayoo, kenapa?

Karena di Hotel Inna Samudra Beach ada salah satu kamar yang didedikasikan untuk Nyi Roro Kidul. Tepatnya di kamar 308.

Oh iya, mungkin karena ada banyak peminatnya, makanya per 7 April 2016 ada tarif bagi yang ingin berkunjung ke kamar tersebut, terutama untuk Kamis malam jam 23:00 – 02:00, tarifnya Rp. 1.000.000,- / jam lho. Eh, tapi kalau kita hanya berkunjung di luar Kamis malam, boleh-boleh juga kok. Untuk tarifnya bisa langsung kontak Hotel Inna aja, ya ?

Sayang, ternyata kami ga boleh foto-foto waktu masuk ke dalam kamar. Selayaknya kamar hotel, di dalamnya juga ada tempat tidur. Namun, di kamar ini sudah ditambah lukisan dari Nyi Roro Kidul juga.

Advertisements
Comments
  1. Posted by Kartes
    • Posted by Timothy W Pawiro
  2. Posted by Dian Safitri
    • Posted by Timothy W Pawiro
  3. Posted by Perempuan November
    • Posted by Timothy W Pawiro
  4. Posted by Rinrin Rinjaniah
    • Posted by Timothy W Pawiro
  5. Posted by sandzarjak
    • Posted by Timothy W Pawiro
  6. Posted by keninglebar
    • Posted by Timothy W Pawiro
  7. Posted by lendyagasshi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  8. Posted by Farhandika Mursyid
    • Posted by Timothy W Pawiro
  9. Posted by Zefy
    • Posted by Timothy W Pawiro
  10. Posted by Dikki cantona putra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  11. Posted by Oky Maulana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  12. Posted by Rhoshandhayani KT
    • Posted by Timothy W Pawiro
  13. Posted by Ruziana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  14. Posted by Susindra
    • Posted by Timothy W Pawiro
  15. Posted by Pertiwi Yuliana
    • Posted by Timothy W Pawiro
  16. Posted by Ilham Bachtiar
    • Posted by Timothy W Pawiro
  17. Posted by Noni Rosliyani
    • Posted by Timothy W Pawiro
  18. Posted by Sally Fauzi
    • Posted by Timothy W Pawiro
  19. Posted by April Hamsa
    • Posted by Timothy W Pawiro
  20. Posted by unggulcenter
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment