Review 10 Cloverfield Lane: Rasa beda, tapi tegangnya sama

Author: | Posted in Film 2 Comments

Prologue dulu

Sudah pernah menonton film Cloverfield yang beredar di tahun 2008 itu? Cerita mengenai bumi yang disergap oleh Alien. Cara pengambilan gambarnya pun membuat saya jatuh cinta terhadap film tersebut, yakni dengan meggunakan handycam jadi terasa lebih nyata. Sebelum menonton film 10 Cloverfield Lane, saya sempatkan menonton trailer-nya, dan tentunya saya juga mempunyai ekspektasi kalau film ini bakal seperti film Cloverfield itu. Saya pun duduk diam di dalam bioskop dan mulai menyaksikan film ini.

happy-family-10-cloverfield-lane

Ini film keluarga kokkkk … Tapi bo’ong! Hehe … (10 Cloverfield Lane)

Sedikit synopsis 10 Cloverfield Lane

(Spoilert alert as always!)

Michelle (Mary Elizabeth Winstead), adalah seseorang yang cepat panik dan kesal jika dia melihat sesuatu yang dia tidak suka. Termasuk setelah dia bertengkar dengan pacarnya, dia pun naik mobil dan pergi meninggalkan pacarnya. Di dalam perjalanan, ternyata mobil Michelle ditabrak dan akhirnya keluar jalur.

Michelle pun terbangun dari pingsannya dan melihat selang infus di sampingnya. Anehnya, dia tidak berada di Rumah Sakit, tapi lebih semacam di sel tahanan yang berdindingkan beton dan pintu kokoh. Michelle juga tidur hanya dengan beralaskan dipan dan salah satu lututnya diperban plus dikaitkan dengan rantai ke salah satu sisi dinding. Berusaha mengontak temannya, tapi ternyata di ruangan tersebut tidak mendapatkan sinyal. Hingga muncul Howard (John Goodman), yang membuka pintu kokoh itu dan menjelaskan kalau dia menyelamatkan Michelle dari kecelakaan, dan mereka sekarang berada di bunker bawah tanah milik Howard. Howard juga mengatakan kalau bumi sudah diserang, dan udara terkontaminasi, jadi lebih aman untuk tinggal di bunker ini.

michelle-10-cloverfield-lane-looking-for-signal

Michelle lagi nyari sinyal telpon. Ada yang bisa bantu? (10 Cloverfield Lane)

Namun, sebagai seorang manusia, rasa penasaran Michelle tetap ada, dan tidak begitu saja percaya dengan omongan Howard yang ternyata misterius itu. Michelle pun pada satu titik merasa kalau dirinya malah seperti tawanan dan akhirnya menyusun rencana untuk kabur.

Opini saja

Jujur saja sebelum film dimulai, pikiran saya sudah memutar kembali film Cloverfield, dan mengharapkan akan melihat tipe film yang sama. Namun ternyata, hampir sepanjang film, saya menggerutu dalam hati, ‘haduh, salah nonton film ini’ ‘film apaan sih ini’ … sampai saya rasanya ingin keluar, tapi ya sudah saya tahan – tahan sampai akhir.

Film 10 Cloverfield Lane sangat jauh berbeda dengan Cloverfield. Cara pengambilan gambarnya pun berbeda. Filmnya juga lebih sederhana, hingga pada saat nonton, tiba – tiba terlintas film Buried yang dibintangi oleh Ryan Reynolds. Bedanya di Buried, kita menonton hampir sepanjang film, hanya ada 1 orang di dalam 1 kotak peti mayat. Kalau di 10 Cloverfield Lane, hampir 2/3 film hanya ada 3 orang di dalam 1 bunker yang sudah di-setting seperti rumah.

john-goodman-10-cloverfield-lane-howard

Howard lagi ngintip (10 Cloverfield Lane)

Saya kemudian karena penasaran, akhirnya Googling mengenai film ini. Kenapa ada film ini? Ternyata sebenarnya naskah film 10 Cloverfield Lane ini aslinya adalah The Cellar. Itu kenapa film ini berlokasi di dalam bunker berbentuk rumah, yang kalau saya pikir, mirip setting-an rumah a la tahun 1970-an, dan memiliki cerita utama mengenai hubungan antara Michelle, Howard, dan seorang tokoh lagi bernama Emmet (John Gallagher Jr.). Sedangkan di adegan akhir (spoiler!!) yang baru terlihat alien yang berusaha menangkap Michelle, mirip seperti bumbu dari film The Cellar eh 10 Cloverfield Lane ini. Toh, sudah terpampang di posternya kalau ‘monsters come in many forms’ – selain dari alien itu sendiri, ya ada si …. … (isi sendiri hehe) 😉

john-gallagher-jr-10-cloverfield-lane-emmet

Emmet menjadi orang ketiga di film 10 Cloverfield Lane

Yang saya salut dari film ini adalah unsur ketegangan, apalagi dibantu juga dengan sound effect yang bikin kaget itu. Di awal, di tengah – tengah, dan paling tegang memang di paling akhir. Di tengah – tengah bahkan penonton dibuat terbuai seperti menonton film keluarga, sebelum akhirnya dibangun lagi intensitas ketegangan. Jadinya ketegangan pas saat akhir, saya ‘menunggu’ sambil deg – degan, ini Michelle benar selamat, ini nanti jangan – jangan Michelle ditabrak, ini itu ini itu … Sukses bikin tegangnya.

Tonton atau boleh dilewat?

Kalau kamu mengharapkan film ini seperti Cloverfield, seperti yang saya beritahu di atas, lebih baik dihilangkan dulu harapannya.

Kalau kamu penggemar film jenis psychological thriller, pasti kamu suka dengan film ini.

Overall, filmnya masih sangat layak untuk ditonton kok!

Lagian … (spoiler again), di ending, kita bakal berkesimpulan, kalau film 10 Cloverfield Lane ini sepertinya sebagai jembatan menuju … Cloverfield 2? Sepertinya …

Happy watching the movie!

Ini dia trailer-nya:

Semua gambar diambil dari screen shot trailer ’10 Cloverfield Lane’.

Advertisements
Comments
  1. Posted by Nasirullah Sitam
    • Posted by Timothy W Pawiro

Add Your Comment